Menikah Dengan Playboy

Menikah Dengan Playboy
Tragedi Masa Lalu


__ADS_3

Pukul 18.00.


Adrian sampai di apartemen. Adrian mencari ke beberapa ruangan dan terakhir kamar Ayu. Adrian membuka pintu dan bernafas lega. Karena Ayu ada di kamar..


" yu, ayu! " Panggil Adrian, karena tidak mendapat jawaban, Adrian memberanikan diri untuk mendekat, adrian terkejut. Ayu tertidur sambil terisak dengan mata yang sembab.


Adrian mencoba membangunkan Ayu perlahan dengan mengelus kepala a


Ayu.


" Adrian?! " Ayu bangkit dari tidurnya dan memeluk erat tubuh Adrian sembari terisak isak.


" Kamu kenapa? " Tanya Adrian sembari mengelus kepala Ayu.


" Tadi aku,.. aku. "


" Ssttt....udah kalau belum bisa cerita. nanti aja ceritanya. Aku ambil minum dulu. Kamu tunggu disini ya? " Adrian melepas pelukan Ayu dan bangkit menuju dapur.


Adrian kembali membawa segelas air dan Ayu langsung meminumnya.


" Tadi kamu kenapa? "


Ayu menceritakan semua yang terjadi kepada adrian dengan nada terbata bata dan menangis. Adrian juga terkejut mengetahui bahwa Ayu tidak memiliki orang tua. Papa Faris tidak pernah memberi tau tentang Ayu. Adrian mencoba untuk menguatkan Ayu.


" Ya sudah, kamu nggak usah nangis lagi, besok aku ke kampus kamu. " Ucap Adrian.


" Emang kamu ada perlu apa? " Tanya Ayu penasaran.


" Aku mau ketemu sama dosen kamu itu! "


" Buat apa Dri? "


" umUntuk tidak melakukan kesalahan ini lagi. "


Ayu kembali memeluk Adrian dengan erat. Adrian juga membalas pelukan Ayu.


" Kamu dari jam berapa nangis? " Tanya Adrian.


" adari mulai dosen itu masuk. "


" Ya ampun! sampai sekarang? kamu nggak makan siang? " Ayu hanya menganggukkan kepala.


" Ya udah kita makan ya, kamu mau makan apa? "


" Aku nggak pengen makan Dri. "


" Kamu nggak boleh gitu, nanti kalau sakit, kamu juga yang ngerasain. Aku pesen aja ya? "


" Nggak usah dri! buang buang uang. Sayang! aku bikin telor dadar aja ya? kamu mau? "

__ADS_1


" ya udah, iya aku mau. Kalau gitu, aku mandi sama ganti baju dulu ya? " Jawab Adrian. Akhirnya mereka melepaskan pelukannya.


Adrian masuk kedalam kamar untuk mandi. Sementara ayu langsung menuju dapur.


Sesampainya di kamar adrian terduduk di tepi ranjangnya. Dia benar benar terkejut kalau Ayu adalah seorang yatim piatu.


" Ya ampun, kenapa? kenapa gue sama sekali nggak tau apapun tentang dia? "


Drrttt.....drrttt.....drrttt.


Adrian mengeluarkan ponsel dari sakunya, Adrian mengerutkan dahinya melihat siapa yang tengah menghubunginya. Adrian mengambil nafas dan mengangkat telfonya.


" Halo? aku lagi sibuk! nggak bisa! "


Adrian mengakhiri telfonnya, lalu bersiap mandi.


Beberapa menit kemudian, karena Ayu merasa sudah cukup lama Adrian berada di dalam kamar, Ayu berniat untuk mengajak adrian makan malam, karena Ayu sudah merasa sangat lapar.


" Dri? " Panggil Ayu sembari membuka pintu.


ya ampun! Ayu terkejut dan menutup dua bola matanya dengan kedua telapak tangan. Ayu bergegas membelakangi Adrian.


" Maaf Dri aku nggak ketuk pintu dulu, makan malamnya udah siap. Aku tunggu di depan TV ya? ''


Adrian hanya terkekeh melihat tingkah Ayu.


" Ngapain dia tutup mata? aku kan masih pakai handuk, lagian dia juga udah liat semua kan. " Adrian tertawa kecil sambil menggelengkan kepala.


" Ini Dri makanan kamu. " ucap ayu sembari mendekatkan piring ke arah Adrian.


" Kamu nggak papa kan dri? makan malam nya cuma kayak gini? "


" Hahhh! " Adrian membuang nafas kasarnya.


" Kemarin kemarin kamu bilang aku harus terbiasa, sekarang kenapa kamu kuatir banget? "


" Aku kasian liat kamu Dri, kamu kan capek pulang kerja, terus makan malam cuma pakai telur dadar doang. "


" Tenang aja istriku, perut suamimu ini sudah mulai terbiasa. " Jawab Adrian dengan senyum diwajahnya.


amAyu hanya tersenyum menanggapi ucapan Adrian. Setelah selesai makan malam, Ayu melanjutkan malamnya dengan menonton TV. Sementara Adrian duduk disamping Ayu dengan fokus ke laptopnya. Ayu tidak berhenti memandang ke arah Adrian dengan senyum ke kagumanya.


Ya Tuhan, dia benar benar mencoba untuk menjadi lebih baik sekarang, kata katanya yang kasar, perilakunya yang tidak sopan, bahkan sekarang dia tidak pernah keluar malam lagi. semoga kamu terus seperti ini ya Dri?


" Kamu kenapa liat aku sambil senyum senyum sendiri? " Tanya Adrian yang menyadarkan Ayu dari lamunannya.


" Aku cuma seneng aja Dri, liat kamu yang semakin hari semakin mengagumkan. " Puji Ayu.


Adrian menutup laptopnya dan menatap wajah Ayu.

__ADS_1


" Kenapa Dri? apa aku salah ngomong ya? oh apa kamu nggak konsen ya Dri? duh, maaf. Ya udah aku kekamar dulu ya Dri? "


Adrian menarik tangan Ayu, dan membuat Ayu kembali terduduk disamping Adrian.


" Aku tutup laptopnya karena memang sudah selesai. "


" Oh aku kira, aku mengganggu Dri. "


Iya memang kamu mengganggu, wajah kamu, perhatian kamu, ucapan kamu, bahkan tubuh kamu yang polos tanpa sehelai benangpun menggangguku.


" Dri?, Dri?! " Adrian tersadar dari lamunannya.


" Kamu kenapa Dri? kamu sakit? " Ayu menempelkan telapak tangannya ke kening Adrian.


" Enggak panas kok Dri "


" Yu? " Panggil Adrian sembari tetap menatap wajah Ayu


" Apa? kenapa? "


" Kalau aku bertanya sesuatu yang sangat pribadi, apa kamu akan menjawab? "


Ayu menganggukkan kepala sembari membalas tatapan Adrian.


" Bagaimana bisa kamu menjadi yatim piatu? dan bagaimana kamu mengenal papa? " Tanya Adrian dengan tatapan penasaranya.


Ayu menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan perlahan.


" dua belas tahun lalu, ayah, bunda dan leo, mereka pergi menuju jakarta, untuk menghadiri pesta pernikahan temen ayah, tapi mobil ayah ditabrak truck. Ayah,bunda dan Leo, mereka meninggal ditempat." Ayu bercerita sambil terisak dan berlinangan air mata.


" Waktu aku tau kedua orang tuaku dan adik bungsuku meninggal, aku benar benar syok berat, mulai dari sakit sakitan, dan tiba tiba kehilangan suaraku, beberapa kali aku coba buat bunuh diri, tapi mas Bayu, dia selalu menyelamatkan nyawaku. Sampai akhirnya papa Faris datang. Dia mendekati aku dengan kasih sayang, dia memeluk aku, dia bilang kalau dia adalah papa aku,ajaibnya suara aku yang menghilang tiga bulan itu kembali karena menangis di pelukan papa Faris. Semenjak itu papa Faris sering datang kerumah, papa juga sering bercerita tentang kamu. "


Adrian memeluk Ayu dengan erat sembari memberikan kecupan di kepala Ayu.


" Terus kemana kakak kamu sekarang? "


" Dia luar negeri, papa faris menjadikan mas Bayu sebagai CEO di perusahaan cabang luar negeri. Hidup kami membaik karena papa Faris."


" Kenapa papa nggak pernah cerita sama aku tentang kamu? " Tanya Adrian sembari tetap memeluk Ayu.


" Karena kamu hampir tidak pernah memperhatikan papa Dri, kamu selalu membuat ruang berbeda untuk kalian, seolah olah kamu ingin menunjukan bahwa kamu dan papa tidak memiliki kesamaan.


kamu tau dri? setiap kali papa datang, dia selalu menceritakan tentang kamu saat bayi sampai umur sebelas tahun itu adalah masa yang membuat dia benar benar merasa menjadi seorang ayah yang baik. "


Adrian terdiam dengan matanya yang berkaca kaca.


" Papa cerita apa sebabnya? " Ayu yang masih membenamkan wajahnya di dada Adrian pun mengangguk. Adrian hanya menghembuskan nafas kasar dan mempererat pelukannya.


" Kalau Alex? " Tanya Adrian?

__ADS_1


Ayu menghela nafas sembari melepas pelukannya.


" Dri, aku pernah bilang kan waktu itu, aku memang pernah menyukai Alex,tapi saat papa datang dengan harapan dan airmatanya untuk meminta aku menikah sama kamu, aku sudah benar benar berjanji. selama aku menyandang status sebagai istri kamu, aku tidak akan mencintai laki laki lain. " Jawab Ayu tegas.


__ADS_2