
Satu bulan telah berlalu, kehidupan Adrian dan Ayu juga semakin rukun. Tidak ada lagi Mamanya Adrian yang mengganggu, atau juga perempuan liar yang mengaku memiliki hubungan dengan Adrian. Mungkin memang sudah berubah, meski belum sepenuhnya percaya, nyatanya Adrian semakin hari semakin terbuka tentang semua hal. Mulai dari password ponsel, dan semua kartu Bank milik Adrian, Ayu tahu semua nya karena Adrian menggantinya dengan tanggal lahir Ayu.
Hari ini, adalah hari ulang tahun Ayu yang ke dua puluh tiga. Bukan hanya Adrian dan Ayu yang merayakannya, tapi juga ada Andika yang ikut menemani mereka. Iya, meski ingin sekali merawat anak tampan itu, tapi Andika telah di adopsi oleh salah satu Dokter rumah sakit dimana Andika di rawat.
" Selamat ulang tahun, Mama. " Ucap Andika.
Ayu yang merasa bahagia sontak memeluk tubuh mungil yang kini semakin kurus, rambutnya juga sudah mulai habis karena kemoterapi yang ia jalani. Wajahnya yang nampak sayu tak bisa menghalangi betapa tampannya bocah itu saat tersenyum kepada Ayu tadi.
" Terimakasih, Andika. " Ayu mengecup pipi Andika.
" Selamat ulang tahun, istri aku. " Ucap Adrian seraya menyerahkan sebuket bunga mawar merah yang begitu indah.
" Makasih. " Ayu menerima bunga itu dan memeluk Adrian.
Setelah menghabiskan lumayan lama untuk merayakan bersama Andika juga, akhirnya kini Andika sudah harus kembali ke rumah sakit. Sedih sih, tapi ini semua juga kesembuhan bocah laki-laki itu. Padahal, Ayu juga tidak masalah merayakannya di rumah sakit bertiga dengan Andika, tapi anak itu kekeh ingin melakukannya di apartemen mereka, mau tidak mau mereka juga hanya bisa menurutinya dan tentunya juga ada dua perawat yang terus bersama dengan Andika untuk berjaga-jaga.
" Yank, Andika tiba-tiba bisa di adopsi sama Dokter gimana ceritanya? " Tanya Ayu.
" Iya, salah satu Dokter di sana tau kalo Andika itu dari panti asuhan. Tadinya aku mau rawat dia, tapi kan juga perlu diskusi sama kamu. Nggak tau nya udah keduluan Dokter itu, Andika juga kayaknya nyaman sama Dokter itu. "
" Syukur deh. " Ujar Ayu setelah mendesah lega.
Tak lagi bicara, Adrian mendiamkan saja Ayu yang terlihat mengantuk hingga tertidur pulas disepanjang jalan menuju tempat yang sudah Adrian pesan jauh-jauh hari. Sesampainya disana, Adrian membangunkan pelan Ayu.
" Yank? Udah sampek? " Tanya Ayu yang merasa terganggu dengan gesekkan hidung Adrian di pipinya.
" Udah, turun yuk! "
" Iya. "
Saat akan memasuki sebuah tempat makan yang nampak sepi dari luar, tiba-tiba Adrian memasangkan penutup mata kepada Ayu.
" Yank! Kenapa mata aku ditutup? "
" Nurut ya? Aku tuntun kamu sampe ke dalem. " Tak lagi bicara, Ayu mengikuti kemana Adrian membawanya melangkah hingga beberapa saat setelah itu Adrian menghentikan langkahnya, dan membuka penutup matanya.
" Sekali lagi, selamat ulang tahun, istriku. " Ucap Adrian yang kini tengah memeluk Ayu dari belakang.
" Selamat ulang tahun! "
Ayu terperangah kaget melihat ramainya orang yang mengucapkan selamat untuknya. Ada papa Faris, tante Nela, Mas Bayu, bahkan juga teman-teman semasa kuliahnya. Tak hanya sampai disitu, seluruh ruangan out door nampak di hias dengan begitu indah dan elegan. Sebuah kue raksasa nampak begitu cantik, dan. berhiaskan lilin berangka dua puluh tiga.
Tak bisa menahan haru, Ayu kini menangis sesegukan memeluk Adrian. Semua orang yang hadir juga mulai berdatangan untuk memberikan pelukan, termasuk sang kakak laki-laki yang saat ini menitihkan air mata harunya.
" Dek, selamat ulang tahun ya? "
__ADS_1
Ayu kini beralih memeluk Bayu.
" Aku kangen sama Mas Bayu. "
" Mas juga kangen, dek. "
Setelah Bayu, kini giliran papa Faris, dan juga tante Nehra. Barulah setelahnya semua teman-teman kuliah Ayu saling memeluk karena sudah sangat rindu.
Malam ini, Ayu benar-benar bahagia sekali. Ini adalah hari ulang tahun paling membahagiakan setelah puluhan hari ulang tahun yang ia lewatkan karena kesedihan. Tapi syukurlah, berkat kesabaran menghadapi suami Playboy nya itu, kini dia bisa merasakan bagaimana indahnya memiliki keluarga dan banyaknya orang yang mencintainya.
" Ngomong-ngomong, kamu belum ada tanda-tanda hamil Yu? " Tanya tante Nela di sela-sela kegiatan makan malam mereka.
Ayu sejenak menelan makanannya, lalu meminum jusnya.
" Nggak tahu mama tente. Mungkin kecebong nya Adrian udah habis kebanyakan di buang dulunya. "
" Yank! " Adrian keberatan tapi juga tida bisa melakukan apapun saat semua orang menertawainya.
" Pelan aja Yu makanannya, kamu kayak kesetanan gitu. "
" Nggak tau nih, Sebulanan ini Ayu makannya banyak banget. Lihat tuh, badannya berisi sekarang. " Ujar Adrian.
" Iya Yu! Pipi kamu juga gendut. Tadinya aku pikir perasaan aku aja. "
Ayu menanggapinya dengan senyum. Memang iya sih, batinnya.
" Nggak boleh! Tungguin kita duluan. " Tegas Adrian.
" Kalo masih lama gimana? " Tanya papa Faris.
" Nanti aku ngebut deh bikinnya, pagi siang sore malem. " Jawab Adrian.
" Gila kamu Dri! " Papa Faris terkekeh setelahnya.
Setelah acara selesai, kini Adrian dan Ayu kembali ke apartemen. Baru saja beberapa langkah, tiba-tiba Ayu merasa pusing dan hampir saja terjatuh. Untunglah Adrian sigap menahan tubuhnya.
" Kamu sakit, yank? " Tanya Adrian khawatir. Dia juga meletakkan telapak tangannya untuk memastikan suhu tubuh Ayu.
" Yank, aku pusing. "
" Kamu duduk disini dulu ya? Aku ambil air hangat buat kamu. " Adrian membawa tubuh Ayu ke sofa, lalu mendudukkan pelan, barulah setelah itu dia berjalan ke dapur untuk mengambil air hangat.
" Nih, minum yank! " Adrian mendekatkan segelas air hangat ke bibir Ayu.
" Yank?! " Adrian menggoyangkan tubuh Ayu yang tiba-tiba saja sudah tidak merespon.
__ADS_1
" Yank?! " Panggil lagi Adrian yang kini mulai khawatir. Masih tak mendapatkan respon, akhirnya Adrian membopong tubuh Ayu, dan bergegas membawanya ke rumah sakit.
" Bagaimana keadaan istri saya Dok? " Tanya Adrian setelah Dokter selesai memeriksa.
" Istri bapak hanya kelelahan saja, tapi lain kali tolong jangan di biarkan terlalu lelah di usia kehamilan yang masih muda ya? "
" Iya, Dok. " Ucap Adrian lega, tapi saat dia mengingat kembali kalimat akhirnya, Adrian tersentak.
" Apa?! Hamil?! "
" Iya, bapak belum tahu? "
" Be belum. " Jawab Adrian degan wajah yang masih kaget.
" Setelah istri anda beristirahat dengan cukup, nanti silahkan periksa untuk detailnya ya? "
Adrian tersenyum bahagia seraya mengangguk cepat. Dia masuk kedalam ruangan Ayu, dan ternyata Ayu juga baru saja sadar.
" Yank?! " Panggil Adrian dengan semangat.
" Apa? Aku di rumah sakit? " Tanya Ayu dengan suara yang masih lemas.
" Iya, yank! Kamu tau nggak yank?! "
" Apa sih? "
" Hamil yank! Hamil! " Ucap Adrian dengan suara keras disertai wajah yang bahagia.
" Kamu hamil? " Tanya Ayu dengan dahi mengeryit bingung.
" Bukan, kamu yang hamil Yank! "
" Aku? "
" Iya! "
Adrian meraih kedua tangan Ayu dan menggenggamnya.
" Kita punya anak, yank! "
" Anak? Aku mau punya anak? Hamil? "
" Iya! "
" Hamil! Hamil! Hamil! " Sorak Ayu yang sudah tidak ingat lagi kalau dia sebenarnya ada dirumah sakit.
__ADS_1
...........