Menikah Dengan Playboy

Menikah Dengan Playboy
Mahasiswa Populer


__ADS_3

Sementara di kantor papa Faris.


Tok.. tok..


" Pah? "


" Masuk Dri! "


Adrian masuk kedalam ruangan papa Faris, papa Faris terkejut melihat penampilan Adrian dan tersenyum.


" Dri, kamu tau? hari ini kamu terlihat hebat. "


Mendengar ucapan papa Faris, mata Adrian berkaca kaca. Ini untuk yang pertama kalinya papanya memuji Adrian.


" Terimakasih pah. " Ucap Adrian sembari menunduk menyembunyikan matanya yang ingin menangis.


Papa Faris menyadari, bahwa Adrian menyembunyikan wajahnya. Papa Faris mendekati Adrian dan memeluk Adrian dengan lembut, Adrian sontak merasa tersentuh dengan perilaku sang papa akhirnya tidak mampu menahan air matanya lagi. Adrian pun membalas pelukan sang papa.


" Mulai hari ini, jadilah anak yang membanggakan Adrian, " Sembari melepas pelukannya dan menepuk pundak Adrian.


Adrian yang sesegukan hanya mengangguk.


" Ayo ke toilet! di ruangan papa ada toiletnya, cuci muka kamu! sebentar lagi kamu akan bertemu dengan banyak orang penting. "


Adrian melangkah pergi ke toilet. Selesai mencuci wajahnya, dia teringat dengan kata kata Ayu, bahwa sang papa hanya ingin Adrian menjadi orang yang lebih


baik. Adrian mengepalkan tangannya, dia bersumpah dalam hati akan menjadi anak yang berbakti. Adrian selesai memperbaiki pakainya, dan bergegas pergi.


" Kamu udah siap Dri? "


" Iya pah. " Jawab Adrian sembari melangkah mendekati papa Faris.


" Kita keruang rapat sekarang! "


" Iya pah. "


Adrian dan papa Faris menuju ruang rapat. Banyak mata yang memperhatikan langkah papa Faris dan Adrian, para pegawai wanita memandang ke arah Adrian dengan tatapan kagum.


Sesampainya diruang rapat, semua orang berdiri menyambut papa Faris dan Adrian.


papa Faris mempersilahkan untuk duduk kembali, sementara Adrian berdiri di dekat papa Faris.


" Selamat pagi? hari ini saya memperkenalkan anak semata wayang saya. Untuk sementara mohon untuk membantu anak saya, bagaimana cara perusahaan kita bekerja. "


Papa Faris mempersilahkan Adrian memperkenalkan diri.


" Selamat pagi semuanya? perkenalkan saya, Adrian Wijaya Sasongko, saya harap kita dapat bekerja sama dengan baik, dan mohon bimbingannya, terimakaaih. " Ucap Adrian.


Semua orang menjabat tangan Adrian, mereka tidak menyangka bapak Faris memiliki putra yang sangat tampan dan berani.


sesi perkenalan telah usai, dan dilanjutkan dengan rapat perusahaan.


Adrian hanya menghembuskan nafas kasarnya, karena dia sama sekali tidak paham dengan apa yang sedang dibicarakan.


" Pak, maaf menyela. Sepertinya desain milik kita untuk keluaran baru bocor pak? "


" Apa maksud kamu? bagaimana bisa? " tmTanya papa Faris dengan wajah yang mulai memerah


" Perusahaan Dirmajaya meluncurkan produk keluaran barunya pak, dan desainnya sama persis seperti desain milik kita yang akan kita lunncurkan bulan depan. "


" cmCari orang yang sudah membocorkan desain kita! "


" Baik pak. "


" Rapat kita sudahi sampai disini, lusa akan ada rapat mengenai masalah ini, dan pastikan pelakunya sudah di sini! "


Adrian beranjak mengikuti papa Faris ke ruangan. Sesampainya di ruangan papa Faris, Adrian tidak tau harus melakukan apa. Sementara sang papa sibuk dengan laptop dan kertas di depanya.


" Pah? "


" Hem? "


" Apa yang bisa Adrian bantu? "


Papa Faris menatap Adrian dan berpikir.


" Kamu bisa mencari siapa orang yang sudah membocorkan desain perusahaan papa? "


" Adrian akan mencoba pah, tapi Adrian butuh laptop yang biasa di pakai di kantor ini. "


" Ok. " Papa Faris menelepon asisten nya untuk menyiapkan apa yang Adrian minta.


Beberapa menit kemudian apa yang dibutuhkan Adrian sudah siap.


" Oke! mari kita coba! " Ucap Adrian.

__ADS_1


Papa Faris tersenyum melihat Adrian yang begitu semangat membantu.


" Kamu benar benar magic Ayu. " Batin papa Faris.


Sementara di kampus, waktu untuk istirahat tiba.


" Eh Yu, kita ke kantin yuk, bareng selli dan Rara " Ucap Via.


" Oke. " Jawab Ayu.


Sesampainya di kantin.


" Yu, kamu berani banget si sama Claire? " Ucap Selli.


" Claire itu siapa? kaya nama sampo ya hihihi " Jawab Ayu.


" Itu yang tadi kalian berantem pagi. " Saut Rara.


" Oh, kan aku nggak salah. Kenapa aku harus takut? " Jawab Ayu.


" Tapi yu dia itu cucu dari pendiri campus kita ini, bisa brabe kalau dia ngadu yu. " Saut Aelli, Vian dan Rara serempak mengangguk.


" Brabe kenapa? takut di keluarin dari kampus? menurut aku, orang yang mendirikan campus ini, pasti perduli banget sama pendidikan, dan pasti orang yang berpendidikan, tidak akan melakukan kebodohan yang hakiki kayak gitu. "


Via, Rara, Selli berpikir sejenak, kemudian tersenyum dan mengangguk. Tanpa disadari oleh Ayu ada orang yang memandang kagum ke arah Ayu, yaitu Thomas. Mahasiswa tampan yang memiliki segudang prestasi.


" Udah ah jangan ngomong mulu! kasian makanan kita udah melototin kita dari tadi minta dimakan. " Jcap Ayu.


Via, Rara, dan Selli tertawa terbahak bahak.


" Kamu itu orangnya lucu ya Yu? Ramah lagi. " Ucap Selli.


Ayu hanya mengangguk dan tersenyum. Ayu, Via, Rara dan Selli dikejutkan dengan datangnya Claire.


' Brakkk


Uhukk....uhukkk...uhukkk...


Ayu yang sedang menelan makanannya tersedak. Thomas yang memperhatikan Ayu bergegas memberi sebotol air mineral untuk Ayu. Claire terkejut dengan perlakuan Thomas terhadap Ayu, biasanya Thomas tidak pernah memperdulikan atau memperhatikan orang lain. Setelah meminum air, Ayu berdiri dan menghembuskan nafas kasarnya.


" Kamu mau apa si? kasian kan mejanya dipukul sama kamu! "


Mendengar ucapan Ayu, Claire menjadi lebih emosi, Claire mengangkat tangannya untuk menampar pipi Ayu, tapi terhenti karena tangan Thomas menahan tangan Claire.


" Jaga tingkah laku kamu Claire, jangan menunjukan sifat kamu yang bar bar itu. " Ucap Thomas sembari menghempas tangan Claire, dan berlalu meninggalkan kantin.


Teman teman Claire masih berdiri di depan Ayu dengan tatapan benci.


" Apa? mau apa? liat liat aku? ngeliat aku kok sampe kaya monyet ngeliatin pisang! "


Teman teman Vlaire berlalu meninggalkan kantin sembari menatap Ayu dengan tatapan marah.


" Wekkkkkk emang gue perduli! "


Ayu menatap Via, Rara dan Selli.


" Woiiii!!! kalian kenapa bengong?"


" Yu? " Panggil Rara.


" Apa? "


" Air mineralnya boleh buat aku? "


" Ih kan bekas aku! "


" Enggak papa Yu. " Jawab Rara.


" Emang airnya kenapa sih? kamu nggak ada uang buat beli air? "


" Bukan Yu, itu kan air dari Thomas, mahasiswa tampan dengan segudang prestasi, siapa sih yang nggak mau sama dia? " Ucap Rara. Via dan Selli mengangguk.


" Gue nggak mau sama dia!, wekkk. " Ejek Ayu lalu tertawa.


" Yakin lo Yu nggak mau sama dia? " Tanya Via.


" Hah... nggak ah, aku saat ini sedang menaklukan seseorang yang menganggap aku kayak emak lampir. " Icap Ayu sembari berjalan keluar kantin.


Via, Rara dan Selly hanya kebingungan mengartikan ucapan Ayu, dan berjalan bersama meninggalkan kantin.


Pukul 12.30.


Drrrrt.... drrrrt...


ayu : Dri kamu pulang jam berapa?

__ADS_1


" Cih udah tiga puluh menit kirim pesan ke Adrian nggak dibaca. Coba kalau Sandra yang chat. Pasti langsung di balas. "


adrian : Belum tau nih, aku nggak berani nanya sama papa.


ayu : Jadi aku pulang aja ya? aku mau belanja tapi nggak punya uang lagi, hiks... hiks ...


adrian : Tunggu! jangan pulang dulu.


ayu : Oke suamiku.


Adrian tersenyum membaca pesan dari Ayu. Tidak menyadari mata papa Faris tengah menyoroti.


" Ehemmm!! "


Adrian yang terkejut menatap ke arah papa Faris.


" Apa sudah ketemu Dri? "


" Sedikit lagi pah. "


" Kalau begitu kerjakan secepatnya, baru boleh pegang ponsel! "


Waduh!! bisa ngoceh entar emak lampir nungguin kerjaan ini selesai. batin adrian.


" Pah? "


" Hem? "


" Em, boleh nggak Ayu ke sini pah? soalnya jam kuliah nya selesai, dan kita mau per,.... "


" Boleh. " Belum selesai adrian menjelaskan, papa Faris sudah menjawab.


Wuah mak lampir ini hebat banget, sampai papa bisa sesayang ini sama dia. Tau gitu gue udah ngomong dari tadi, ngapain tadi takut takut. Batin Adrian.


Sementara dikampus.


Ayu yang sedang berdiri di depan kampus menunggu pesan Adrian, tiba tiba seseorang menghampiri.


" Ayu, mau bareng?


" Siapa ya? "


" Aku Thomas, sembari membuka kaca helmnya. "


" Ohhh maaf ya? aku bukanya nolak, tapi aku ada janji sama saudara aku. "


" Bener nih, kalau nggak aku antar ke rumah saudara kamu aja. "


" Emm jangan deh, nanti ngerepotin. "


" Nggak papa. " Ucap Thomas sembari tersenyum manis.


" Aduhhh,,, thomas manis banget sih senyumnya, tanpa disadari Ayu mencubit pipi Thomas.


" Eh maaf Thomas. " Ayu memukul tangannya yang hilang kendali itu.


Thomas terkekeh melihat tingkah polos Ayu.


Drrrtttt.....drrrtttt.....


Adrian : Kamu ke kantor aja ya, nggak jauh dari campus kamu. ini alamatnya ********.


Ayu : papa izinin nggak?


Adrian : iya


Ayu : oke.


" Thomas bener nih mau nganterin aku? " Tanya Ayu dengan wajah manjanya.


" Iya, ayo! alamatnya dimana? " Tanya Thomas.


" Di **** "


" Itu bukanya gedung perkantoran ya Yu? "


" Iya, kita janjian di kantornya dia. "


" Ya udah ayo. "


Ayu naik ke atas motor dan sudah memakai helm.


" Ayu, pegangan, nanti jatuh! "


" Boleh pegang kamu nggak? " Tanya Ayu polos.

__ADS_1


" Iya, boleh banget.


__ADS_2