
" kamu kenapa? kenapa bibir kamu berdarah? adrian bertanya dengan nada sedikit meninggi karena kuatir.
" ya ampun,,,. aku lupa " batin ayu.ayu melepaskan tangan adrian dari pipinya.
" tadi aku jatuh yank, " mencoba berakting sebaik mungkin.
adrian berdecih tidak percaya.
" kalau mau bohong yang kreatif yu. nggak mungkin kalau jatuh yang luka bibir. siapa yang mukul kamu? " adrian bertanya tapi menatap mamanya curiga. ayu menyadari adrian tengah mencurigai mamanya.
" sayang, bukan mama kamu kok, aku tadi dipukul sama,... claire. "ucap ayu agak ragu.
" kenapa lagi sih dia? besok aku ke kampus.
ayu membulatkan matanya terkejut. " jangan yank, masalah aku sama claire udah beres. dia udah minta maaf. dan sekarang kita temenan. "ucap ayu sembari menghiasi wajahnya dengan senyum ceria.
" kamu nggak lagi bohong kan yank? "
" enggak lah, memang aku pernah bohong?"
adrian mengelus rambut ayu sembari tersenyum. " sayang pulang yuk. aku udah capek banget nih. " ayu mengangguk.
ayu dan adrian berpamitan dengan papa faris.
" adrian, kamu jadi ajak andika kan? tanya mama risa.
adrian tidak menjawab sama sekali pertanyaan mama risa. dia menggandeng tangan andika dan menuntunnya keluar dari ruangan papa faris. mama risa menyusul dibelakang andika dan adrian. ayu berada di paling belakang. sesampainya diluar, mama risa memberanikan diri untuk bertanya lagi.
" adrian, apa mama boleh ikut menginap? " adrian dan ayu membulatkan mata ke arah mama risa karena terkejut. mama risa mencoba untuk melanjutkan pertanyaannya.
" andika itu belum biasa tidur sama kamu dri, takutnya nanti malam nangis. "
adrian menatap ayu seolah meminta ayu untuk menyampaikan apa yang dia rasakan.
" cih! apaan si yank. kenapa jadi aku. kamu nggak tau apa segalak apa mama kamu sama aku." gumam ayu dalam hati.
" maaf ma, sepertinya adrian kurang setuju." saut ayu. mata mama risa langsung menatap wajah ayu tajam.
" alamak,..... tuh kan, serem banget sih. matanya udah kaya mau lari maraton. aduh mesti gimana setelah ini. " batin ayu.
" kamu jangan sok tau!
" tapi memang aku tau maksut suamiku diam. mama mertua.
" memang kamu bisa membaca pikiran orang lain? nggak mungkin anak menolak mamanya untuk menginap dirumahnya." ketus mama risa.
" aku bisa kok mama mertua, karena biasanya dirumah kami ngobrol pakai bahasa batin. hehehe "
" dasar aneh!
" ah mama mertua nggak maki maki aku hari ini. pasti karena ada adrian. " batin ayu.
__ADS_1
" saya memang tidak mau anda datang ketempat saya. kalau andika rewel. saya dan ayu akan antar dia pulang. ucap adrian.
mama risa langsung terdiam dengan wajah sedihnya.
" papa, dika nggak mau diantar pulang. dika mau bobo sama papa. "rengek andika.
" iya tau. makanya kamu jangan rewel nanti malam ya.
andika tersenyum dan mengangguk. adrian ayu dan andika berjalan melewati koridor rumah sakit. tidak lama kemudian, mereka sampai diparkiran mobil. andika duduk dipangkuan ayu dengan ceria. andika nampak sangat antusias.
sesampainya dirumah. ayu langsung merapikan makanan yang telah adrian beli sebelum kerumah sakit. adrian mengajak andika untuk mandi. setelah selesai mempersiapkan makanannya. ayu bergegas masuk ke kamar untuk membersihkan diri. andika dan adrian yang telah selesai mandi, kini tengah sibuk dengan video game.
waktu makan malam tiba. ayu adrian dan dika kini tengah menikmati makanan mereka. ditengah tengah kegiatan makan mereka, ponsel adrian berdering. adrian meletakan sendoknya. meminum segelas air. langsung meraih ponsel dan menjawab panggilan. adrian nampak sangat serius.
ayu memperhatikan andika yang menyingkirkan kacang polong dari nasi gorengnya. ayu tau, bahwa adrian tidak menyukai kacang polong. tapi ayu mencoba bertanya iseng.
" dika, kenapa kacang polongnya di pinggirin?
dika menatap ayu sebentar dan kembali menyingkirkan kacang polong di piringnya lagi." kata oma, dika nggak suka kacang polong. " dika menjawab dengan wajah polosnya.
" ya ampun. apa aku nggak salah denger, apa anak ini bukan anak adrian? tapi, bagaimana aku bisa buktiinnya? " ayu hendak menyuruh dika untuk mencicipi kacang polong yang ia singkirkan. tapi adrian sudah menutup telephon.
ayu menatap penasaran." siapa yank?
" alex.
" emm, ada apa?
" masalah sandra yank. kayaknya sandra makin menggila. alex dan dion sudah menyiapkan beberapa bukti bukti. aku mesti cek sendiri yank. abis ini aku pergi temuin mereka ya.
adrian melihat piring andika. adrian tersenyum sembari mengusap kepala andika.
" kamu juga nggak suka kacang polong ya? tanya adrian. andika menjawab dengan anggukan.
" dika nanti, kamu tunggu disini dulu ya. papa mau ketemu temen temen papa.
uhukk...!! uhukkk...!!
ayu tersedak mendengar adrian menyebut dirinya papa. adrian memberikan segelas air putih untuk ayu.
" kamu kenapa yank? nasi gorengnya kepedasan? " tanya adrian sembari mengusap usap punggung ayu.
" enggak. tadi kaya ada yang nyangkut gitu ditenggorokan aku." jawab ayu berbohong.
makan malam telah usai. adrian meninggalkan ayu dan andika di apartemen dan menuju bar ditempat biasa bertemu alex dan dion. sesampainya di bar, alex dan dion langsung membahas tentang masalah kehamilan sandra. akhirnya mereka menemukan titik terang untuk masalah adrian dan sandra. adrian tersenyum melihat alex dan dion yang begitu semangat membantunya.
" thanks ya bro. kalian sampai sejauh ini bantu gue." ucap adrian.
" its oke. ucap dion.
" ayu apa kabar dri? " tanya alex.
__ADS_1
" baik, " jawab adrian yang sudah tak menyimpan perasaan cemburu kepada alex.
" kalau kalian ada waktu, main aja ke apart." ajak adrian.
" iya nanti dri, gue siapin hati gue dulu." jawab alex.
dion dan adrian terkekeh geli mendengar ucapan alex.
" lo belum move on lex? tanya dion.
" gue nggak mau move on yon. siapa tau nanti adrian nyakitin ayu. terus ayu minta cerai. kan lumayan." ledek alex.
" sialan lo lex. doa lo jelek banget. amit amit. jangan sampe terjadi. gerutu adrian.alex dan dion terkekeh.
" gue mau kasih tau kalian sesuatu. tapi gue harap kalian nggak kejang dengernya.
alex dan dion membenahi duduknya dan menatap adrian lekat. menunggu apa yang ingin adrian sampaikan. adrian menatap satu per satu mata sahabatnya itu. dan tersenyum geli.
" wah lo gila ya dri? " tanya dion kesal.
alex menggelengkan kepala dan menghembuskan nafas kasarnya.
" gue udah punya anak.
" oh lo punya anak toh? " alex dan dion saling tatap.
'apa! alex.
'apa! dion.
" anak? "
" kapan ayu hamilnya? kok cepet banget udah punya anak. tanya dion antusias. sedangkan alex mencoba menyadarkan dirinya dari keterkejutan.
adrian menceritakan semuanya kepada para sahabatnya itu. alex menggeleng keheranan.
" terus lo percaya aja dri? lo udah tes DNA? " tanya dion penasaran. alex mengangguk. seolah peryanyaan itu juga ingin ia sampaikan
" gue rasa, gue nggak perlu tes DNA segala. semua yang gue ngga suka , dia juga nggak suka. dia juga alergi pisang. sama kayak gue. jawab adrian.
" terus ayu? tanya dion.
" dia sepertinya menerima dengan baik.
akhirnya mereka asik dengan topik ini.
sementara di apartemen. ayu dan andika menonton tv. ayu teringat dengan ice cream yang baru ia beli. dia mengambil ice cream pisang kesukaanya. dan ice cream coklat vanila untuk andika. karena setau ayu andika alergi pisang. ayu meletakan dua cup ice cream di meja.
" dika, ini punya dika yang coklat vanila ya nak." dika mengangguk.
" dika tunggu sini dulu ya. tante mau kekamar mandi sebentar.
__ADS_1
tidak berapa lama, ayu kembali ke tempat andika menunggu. ayu duduk kembali disamping andika. ayu hendak memakan ice cream nya. ayu membulatkan mata terkejut. melihat andika memakan ice cream rasa pisang miliknya.
...........