Menikah Dengan Playboy

Menikah Dengan Playboy
Sayang


__ADS_3

" Thomas, maaf ya, aku peluk kamu nih. "


" Kan aku bilang, gapapa pegangan ke aku aja. " Ujar Thomas sembari tersenyum bahagia.


Ayu yang merasa kurang nyaman, terpaksa memeluk Thomas karena takut terjatuh.


Sesampainya di kantor papa Faris.


" Thomas, makasih banyak ya? berkat kamu, aku jadi ngirit ongkos. hihihi.. " Ucap Ayu.


" Santai aja yu, tiap hari juga boleh. " Jawab Thomas.


" Hah?! " Saut Ayu yang terkejut dengan ucapan Thomas.


Drttttt....drttt...


" Halo? iya ini aku di lobby. "


" Yu, mau aku anter sampai ke dalam nggak? "


" Oh nggak usah mas, dia mau kesini kok. "


" Ya udah aku balik ya? "


" Iya. sekali lagi, makasih ya mas. "


Thomas hanya melambaikan tangan, karena motornya sudah mulai melaju menjauh dari Ayu.


" Yu! " Suara Adrian terdengar dari kejauhan.


Ayu tersenyum melihat Adrian dari kejauhan.


" Ya ampun! gila ya ini orang, gantengnya enggak nanggung nanggung. " Batin Ayu.


" Kamu kenapa senyum senyum begitu? " Tanya Adrian.


" Aku terpesona Dri! kamu dari jauh keliatan ganteng plus keren, tapi kalau deket, yang keliatan cuma muka mesum kamu. hihihi " Ucap Ayu.


Adrian hanya menanggapi Ayu dengan senyum dan menggaruk tengkuknya.


" Rambut kamu kenapa acak acakan begini? " Sambil merapihkan rambut Ayu. Ayu tertegun melihat perhatian Adrian.


" Ini, karena aku naik motor kesini. " Sembari ikut merapikan rambutnya.


Tanpa mereka sadari, banyak mata yang memperhatikan mereka, para pegawai yang melihat mulai berbisik ria.


" Udah rapi nih, ayo ke papa. "


Ayu hanya tersenyum mengangguk sembari berjalan mengekori Adrian.


" Dri, kenapa banyak orang ngeliat ke kita? " Tanya Ayu.


" Perasaan kamu aja kali. " udah biarin aja.


" aku risih!


adrian mendadak menghentikan langkahnya.


' bughh


" aduh! adrian! ngapain sih berhenti mendadak begini!


" supaya kamu fokus jalanya! nggak usah perduliin orang! tegas adrian.


ayu dan adrian keluar dari lift, menuju ruangan papa faris, sebelum menuju ruangan papa faris ada pegawai yang melemparkan senyum kepada adrian. lalu adrian membalas senyumnya.


" cih apa apaan sih! sok ramah banget! sepanjang perjalanan, dia cuma senyum sama pegawai perempuan. kalau berpapasan sama pegawai pria, dia cuma anggukin kepala doang. dasar laki laki murahan! batin ayu.


ayu dan adrian melewati para pegawai yang tengah tersenyum ke arah adrian. ayu yang merasa muak melihatnya. memutar kepala ke belakang dan menjulurkan lidah kepada para pegawai yang masih mengamati adrian dengan senyum centil.


sontak para pegawai merubah exspresi mereka, dan hanya terdiam menundukan kepala.


hihihiii


ayu terkekeh mengingat wajah para pegawai yang berubah drastis itu.

__ADS_1


" kenapa ? tanya adrian.


" ah, gapapa.


tok..tok..tok..


" pah adrian masuk ya.


ketika sampai diruangan papa faris, ayu terpesona melihat ruangan papa faris.


" ayu, panggil papa faris.


sini yu, kamu kenapa berdiri disitu?


ayo duduk di sofa yu.


" eh, iya pah, ruangan papa bagus banget pah. pah itu foto siapa pah? sembari menunjuk foto yang berukuran besar di belakang kursi papa faris.


" itu nenek sama kakeknya adrian,kamu sudah tau kan,


ayu mengangguk.


" kalau yang sebelah kiri, itu foto papa. kalau tidak salah waktu itu usia papa sekitar 20 tahun, kalau yang di samping papa itu adik papa yu. ucap papa faris yang matanya mulai berkaca kaca,


sementara adrian fokus dengan laptopnya.


" wah papa ganteng banget ya waktu itu,terus adik papa kemana? tanya ayu.


" dia sudah meninggal, tidak lama dari foto ini di cetak. jawab papa faris dengan wajah yang teramat sedih.


" maaf pah, ayu buat papa sedih.sembari berjalan menuju papa faris dan memeluk papa faris.


adrian tersenyum melihat kedekatan papanya dengan ayu. yang bagaikan anak dan papa kandung.


" ayu udah makan siang ? tanya papa faris.


" belum pah.


" ya sudah kita makan disini, nanti papa minta tolong asistant papa beli ya.


pukul 17.00


" gimana dri? sudah ada titik terang? tanya papa faris.


" kita tinggal tunggu pah.


adrian sudah menyadap email beberapa orang orang penting disini. dengan gertakan papa tadi saat rapat, pasti pelakunya akan segera menghancurkan bukti bukti.


papa faris tersenyum bangga.


" dari mana kamu belajar ilmu menyadap dri?


" emhh anu pah,.


papa faris menunggu jawaban adrian sembari menaikan sebelah alisnya.


" dari temen pah, jawab adrian.


" dulu kamu gunakan untuk apa ilmu menyadap itu?


adrian menelan ludah. bingung harus menjawab, karena akan memalukan.


" dri,


" iya pah, dulu adrian,... emm, buat menyadap temen adrian yang punya banyak koleksi video porno. soalnya kalau adrian mau pinjem laptopnya nggak dikasih pah.


ayu dan papa faris, menggelengkan kepala sembari menatap heran kepada adrian.


" ya sudah. kita pulang! ucap papa faris.


" pah aku sama ayu mau belanja bahan makanan. kita duluan ya pah. pinta adrian.


" pergilah. papa tunggu sopir papa.


" ayu pamit ya pah, sembari mencium punggung tangan papa faris.

__ADS_1


sesampainya di super market.


" yu kamu jangan banyak banyak beli sayuranya.


" kenapa memangnya?


" aku nggak terlalu suka sayuran yu.


" kalau gitu mulai sekarang, kamu harus makan sayuran yang banyak.


" gimana si! kan aku bilang nggak terlalu auka sayuran. bentak adrian.


" mulai sekarang harus suka! jawab ayu.


adrian menghembuskan nafas kasarnya dan mengalah.


" lebih baik mulut gue mingkem. kalau gue kasih tau apa yang gue nggak suka, justru dia jadi semangat.


" dri, kamu pilih sayuran disini ya, aku liat daging sebentar.


" iya. terserah. jawab adrian,


seorang wanita muda cantik menghampiri adrian.


" mas belanja sayur nya banyak banget? suka makan sayur ya?


" eh iya mba. jawab adrian.


" mas aku sekalian dong pilihin sayuran yang menurut mas masih fresh, aku kurang paham soalnya.


" anu mbak, jawab adrian sembari menggaruk kepala.


" sayang, kamu sudah selesai pilih sayurannya?tanya ayu sembari memeluk lengan adrian.


adrian yang kaget dengan kedatangan ayu di belakangnya hanya menganggukan kepala.


" ayo sayang kita lihat disana, banyak yang harus kita beli disebelah sana.


adrian dan ayu berjalan meninggalkan wanita itu. setelah cukup jauh, ayu melepaskan tangan adrian.


" denger ya dri! jangan banyak tingkah! jadi laki laki itu jangan terlalu murahan! dikit dikit senyum sama perempuan! kalau aku sudah muak, aku bisa bikin kamu impoten loh!! bentak ayu.


adrian hanya menghela nafas dan menggelengkan kepala. ayu melangkah menjauh dari adrian untuk kembali melanjutkan belanjanya.


" ayu!..


ayu mencari sumber suara yang memanggilnya, karena suara nya terdengar asing. kemudian seorang pria tersenyum ke arahnya. ayu mencoba menengok ke kanan dan ke kiri.


" ini ayu kan?


" iya, kamu siapa?


" kenalin, aku candra, aku sekelas sama kamu. sembari tersenyum dan menyodorkan tangan kanan.


" oh begitu ya, maaf aku nggak kenalin kamu menyambut tangan candra sembari tersenyum.


" cihh dia berani ngelarang gue. bahkan ngancem mau bikin gue impoten. tapi liat dia sekarang! batin adrian.


" kamu sama siapa belanja? sendiri tanya ayu.


" aku nganterin mama. sekalian aku temenin aja. kasian kalau sendirian.jawab candra sembari tersenyum manis.


" ya ampun candra kamu anak yang pengertian ya? ucap ayu.


" sayang kamu sudah selesai? saut adrian yang tiba tiba mengalungkan tangan ke leher ayu sembari mencium pipi kanan ayu.


ayu yang terkejut hanya diam mematung. candra yang sedari tadi tersenyum memandang ayu, seketika senyum itu menghilang.


" emm, ayu, aku samperin mama aku ya.


" oh iya, jawab ayu.


sembari menyingkirkan tangan adrian.


" kamu apa apaan si dri!

__ADS_1


__ADS_2