
ayu tengah sibuk memainkan ponselnya dan terus mengamati adrian yang sedang bekerja. " alamak dia ganteng banget.hihihi. kenapa aku baru sadar ya, kalau tingkat kegantengan adrian itu melonjak tinggi ketika badannya dibalut jas.batin ayu.
adrian membereskan map yang telah selesai di check dan ditanda tangani. " sayang, aku mau ke ruangan papa. kamu mau ikut atau tetap disini? tanya adrian yang sudah mulai bangkit dari duduk.
" ikut dong". ayu bangkit mendekati adrian dan melingkarkan tangannya ke lengan adrian. " hihihi aku mau liat exspresi
perempuan perempuan diluar situ. batin ayu. adrian juga tidak menolak.
ayu dan adrian sampai keruang kerja papa faris. asistan papa faris telah membukakan pintu dengan senyum ramahnya. nampak seorang gadis cantik bertubuh tinggi langsing sedang berbicara dengan papa faris.
" pah, panggil adrian. papa faris dan juga gadis itu kompak menoleh ke arah sumber suara.
" ayu", papa faris bangkit dan langsung memeluk ayu erat dan menciumi kepala ayu.
" kamu kenapa tidak pernah datang kerumah? kamu juga sudah lama tidak ke kantor. tanya papa faris dengan wajah rindunya.
adrian menggeleng keheranan. "ya ampun dua orang ini udah kaya anak sama bapak kandung aja". adrian hendak meletakan berkas di meja papa faris. tiba tiba pandangan adrian beralih ke sosok wanita yang sedari tadi mematung. adrian mengerutkan dahinya." kenapa dia bengong? apa gue pernah ketemu sama perempuan ini ya? rasanya wajah ini nggak asing. batin adrian. adrian yang sudah tidak tertarik mengarahkan pandanganya ke ayu dan papa faris.
" pah! udah dong pelukannya. adrian aja nggak pernah peluk dia selama itu. gerutu adrian.
papa faris dan ayu terkekeh. ayo duduk nak, pinta papa faris sembari menggandeng tangan ayu ke arah sofa. tiba tiba pandangan ayu terhenti pada wanita yang sedari tadi berdiri dan terus memandangi adrian. sementara adrian sibuk melihat berkas di meja papa faris. ayu benar benar tidak menyukai tatapan wanita itu. " sayang! panggil ayu.
adrian mengarahkan pandanganya kearah ayu. dia tidak menyangka ayu akan memanggilnya sayang didepan papa faris. papa faris yang mendengar terkejut sekaligus bahagia. ternyata mereka sudah saling menyukai. sementara wanita itu terkejut dan nampak kesedihan diwajahnya.
" kenapa? jawab adrian dengan senyum diwajahnya.
ayu bingung dia ingin mengatakan apa. terlebih ada papa faris di sampingnya. " emm, anu, eh! kita nanti pulang mampir ke rumah papa ya." aduh! untuk mulut aku nggak keseleo barusan.batin ayu.
" oh iya. sekalian kita makan malam bersama ya. soalnya besok pagi, papa berangkat ke luar negeri.
" kok papa nggak bilang adrian. adrian ikut pah. pinta adrian.
" jangan dri, biar papa yang pergi. tolong kamu handle dikantor.
adrian menghela nafas. "terserah papa deh. tapi jangan lama lama pah. hati hati juga. jangan asal makan". ucap adrian.
papa faris tersenyum senang. ternyata anak satu satunya ini sepenuhnya berubah. ayu yang sudah semakin tidak tahan melihat wanita itu memandangi adrian akhirnya bertanya.
" dia siapa pah? tanya ayu sembari menunjuk dengan wajahnya.
papa faris dan adrian kompak menuju arah yang sama.
" dia sekretaris baru papah, namanya bunga. wanita itu memalingkan tatapannya dari adrian karena terkejut namanya disebut.
__ADS_1
adrian menyipitkan matanya ke wajah bunga. dan langsung menggelengkan kepala. entah apa yang dipikirkan adrian.
" yang lama kemana pah? tanya ayu.
" ibunya sakit keras yu, jadi dia ingin fokus merawat ibunya.
ayu menganggukan kepala sembari terus memperhatikan wajah bunga lalu ke arah wajah adrian. sempat sedikit berubah exspresi namun hanya sebentar dan adrian terlihat tidak perduli. " pasti pernah ada sesuatu diantara mereka. gumam ayu didalam hati.
" pah, sudah makan siang? tanya adrian.
" sudah dri.
" kalau gitu, adrian sama ayu pamit ya pah, kita belum makan dari pagi nih. sembari mengelus elus perut ratanya.
" ya sudah makan dulu sana.
ayu tersenyum dan mengangguk. " sayang!" panggil adrian sembari mengulurkan tangan kanannya. ayu bergegas menyambut tangan adrian. mereka keluar dari ruangan papa faris dengan bergandengan tangan.
kemudian papa faris melanjutkan perbincangan dengan bunga. bunga hanya mengangguk dan tersenyum. tapi fokusnya hanya pada adrian.
adrian dan ayu berjalan keluar gedung dan menuju kafe yang biasa dia pesan makanan.
sesampainya di kafe, ayu dan adrian sedang menunggu pesanan mereka datang ayu mencoba untuk bertanya tentang bunga.
" kenapa? jawab adrian sembari membelai rambut ayu.
" emm,,. apa kamu kenal bunga sebelumnya? tanya ayu dengan nada pelan tapi menyelidik.
adrian menghela nafas." aku nggak terlalu yakin. tapi kayaknya aku kenal. kalau ditanya kenal dimana dan apa aku pernah deket atau nggak, aku juga nggak tau. jawab adrian dengan wajah bingungnya.
" cih dasar playboy. sebanyak apa perempuan yang sudah kamu pacari, sampai kamu lupa begitu.ketus ayu.
" iya maaf yank. mau gimana lagi, kalau lupa ya mana ingat.
" jangan jangan, kamu pernah pacaran sama dia dri. saut ayu.
" bisa jadi. jawab enteng adrian.
ayu merengut sebal dengan jawaban adrian. " dri kalau seandainya kita berpisah, apa kamu juga pasti lupa sama aku? tanya ayu.
adrian menghembuskan nafas kasarnya dan menatap marah ke wajah ayu." kamu kenapa sih. ngomongin perpisahan. memang kamu mau pisah sama aku? tanya adrian marah. ayu dengan cepatnya menggelengkan kepala dan menyenderkan kepalanya di pundak adrian.
" kamu tau nggak yu, dari sekian banyak wanita, kamu satu satunya wanita yang spesial. ucap adrian sembari mengecup kepala ayu.
__ADS_1
" aku bukan martabak sayang yang bisa dibuat spesial. jawab ayu.
adrian terkekeh. " sayang kamu tau nggak?
" apa? jawab ayu.
adrian mendekatkan wajahnya ke kuping ayu. diantara semua perempuan yang aku kenal, cuma kamu yang masih tersegel dengan baik. ayu membelalakan matanya malu.
" kamu ngomong apa si dri.ujar ayu dengan pipi merahnya.
akhirnya, makanan yang dipesan datang. mereka menikmati makan siang bersama. "setelah ini kita ambil mobil terus pulang ya. ajak adrian.
" kok pulang? kan kita mau kerumah papa.bantah ayu.
" iya nanti malam kita kesana. jawab adrian.
" terus pekerjaan kamu?
" aku kan udah bilang, pekerjaan hari ini sudah aku selesaikan kemarin.
ayu sudah paham maksut adrian. ayu mencoba mencari alasan lain. " tapi sayang, nggak enak sama papa.
" ssssttt!! jangan bandel. ayok kita ke ruangan papa sebentar. aku mau pamit pulang dan ambil mobil. adrian menggenggam tangan ayu dan menuntunya keluar.
ayu dan adrian sudah sampai kembali di ruangan papa faris. nampak asistant papa faris dari kejauhan sudah melemparkan senyuman dan membukakan pintu. " silahkan masuk tuan dan nyoya" adrian mengangguk dana ayu tersenyum.
" pah!
" kenapa?
" adrian pulang duluan pah. pekerjaan adrian sudah beres semua pah.
papa faris menghela nafas dan memandang adrian yang menggandeng tangan ayu.
" kalian mau kemana? bukanya sudah berjanji kerumah papa? tanya papa faris.
" aku mau pulang pah,kan tadi adrian sudah bilang mau pulang. jawab adrian dengan senyum mencurigakan." nanti malam kita kerumah papa."
" memang apa yang mau kalian lakukan? tanya papa faris iseng.
" emm,,,.bikin anak dan cucu buat papa.
ayu membulatkan matanya, bibir yang sempurna menganga karena terkejut. " ya tuhan! mulut laki laki ini bagaikan rengginang. renyah sekali.batin ayu.
__ADS_1
papa faris terkekeh geli dengan jawaban adrian yang mesum itu. tapi tidak dengan bunga yang berdiri membawa beberapa dokumen untuk diserahkan ke papa faris.