
Ayu menjatuhkan tubuhnya ditempat tidur. lelah begitu terasa hari ini. setelah berlarian mengambil gaun pesta. belum lagi mengerjakan beberapa pekerjaan sebagai asisten manager Lusy.
"Huh,.....! Manager Lusy memang keliatan cantik dan elegan sih,. tapi, sedikit-sedikit harus panggil aku. cuma ambil dokumen harus suruh aku. padahal kan, dokumennya diruangan dia." gerutu Ayu.
Satu pesan masuk.
Manager Lusy: jangan lupa jemput aku di Kavanya salon jam tujuh malam. sopir akan menjemputmu terlebih dulu. jangan lupa memakai gaun.
Ayu: baik.
Ayu mendesah sebal.
"aku mau tidur sebentar. tapi pasti nanti terlambat. Manager Lusy serem kalau lagi marah. lebih baik, aku bersiap sekarang." gumam Ayu sembari bangkit dari tidurnya.
Tak lama kemudian, Ayu telah siap untuk berangkat. sebelum meninggalkan kamar, Ayu memastikan penampilannya agar tak membuat Manager Lusy merasa malu telah mengajaknya.
Ayu merapikan Dress warna merah marun yang ia kenakan. membenahi sedikit make up yang terlihat tidak rapih. senyumnya mengembang sempurna. merasa sangat puas dengan penampilannya sendiri. setelah semua terlihat sempurna, Ayu keluar dari kamar untuk berangkat. melewati kamar Adrian. Ayu menghentikan langkahnya. mendekatkan telinganya dipintu kamar Adrian.
"Ah,,.. nggak ada suaranya. dia kemana ya belum pulang? aduh,.. kenapa lagi aku harus perduli dia." ucap Ayu sembari meninggalkan Apartemen.
Ayu menunggu di lobby Apartemen. tak lama,sopir Manager Lusy datang. ada keterkejutan diwajahnya saat membuka kaca mobil.
"Ini Ayu?" tanya sopir.
"Iya. memang siapa lagi? terpesona ya? hahahaha,.." ucap Ayu sembari menggoda sopir yang masih sangat muda itu.
"Hehehe,... Iya. kamu lebih cantik dari biasanya." ucap sopir sembari mulai melajukan mobil.
Tak lama kemudian, Ayu dan sopir sampai di salon untuk menjemput Manager Lusy.
ada rasa kagum diwajah Manager Lusy saat melihat penampilan Ayu malam ini.
"Kamu cantik hari ini Yu,." puji Manager Lusy sembari mengambil posisi untuk duduk dimobil.
"Terimakasih Manager Lusy. anda terlihat jauh lebih cantik malam ini." meskipun dalam hati Ayu bergumam sendiri.
"dari tadi make up di salon ternama. tapi pas keluar kok begitu-begitu aja. Hahahahah,...
Sesampainya disebuah hotel. tempat dimana sebuah acara pesta diselenggarakan. semua mata teralihkan dengan sosok yang baru masuk ketengah-tengah pesta.
'Itu Manager Lusy kan? anak dari GS Group.
siapa perempuan dibelakangnya? cantik sekali.
'Iya benar. jauh lebih cantik dari Manager Lusy. ' bisik para tamu undangan.
__ADS_1
"Bos, sepertinya itu Nyonya muda." bisik sekretaris di samping Adrian.
Adrian memalingkan pandangannya menatap Ayu.
"iya. dia berdandan secantik ini. tapi perginya bukan sama aku." gumam Adrian dalam hati. matanya masih sibuk mengikuti kemana arah Ayu melangkah.
Adrian melangkahkan kaki mendekati Manager Lusy dan Ayu.
"selamat malam Manager Lusy. dan, kamu wanita cantik." sapa Adrian. matanya menatap Ayu bibirnya tersenyum. Ayu hanya menganggukan kepala.
"Selamat malam Adrian. kamu sendiri?" tanya Manager Lusy.
"Tidak juga. saya bersama sekretaris.
"Lucu sekali, Pria setampan anda tidak membawa pasangan hidupnya." ledek Manager Lusy.
"Cih,...! apa-apaan mereka ini? saling menggoda satu sama lain. nggak guna aku disini." gerutu Ayu dalam hati.
"Hahaha... Manager Lusy, sepertinya anda juga tidak memiliki pasangan." jawab Adrian.
"Iya. sulit mendapatkan laki-laki yang bisa membuat saya tertarik. tapi sepertinya, laki-laki itu sudah muncul." ucap Manager Lusy. matanya menatap Adrian lekat.
"Wuah,.. sepertinya, laki-laki itu sangat beruntung ya?" tanya Adrian sembari mencuri pandang ke arah Ayu. Ayu hanya bisa menatap sebal.
"Aku rasa, kami berdua beruntung jika bisa bersatu.
Ayu membuang nafas kasarnya. menerima segelas minuman yang diberikan oleh Adrian. mengingat, kini tengah berada disebuah pesta.
"Lain kali, cukup panggil aku Lusy. tidak perlu Manager Lusy lagi." ucap Manager Lusy dan langsung menenggak minumannya.
"Manager Lusy,.. saya pergi ke toilet sebentar ya?" Ayu meminta izin. sudah muak melihat dua orang yang saling menggoda didepannya.
"Pergilah.." jawab Manager Lusy.
Tak lama kemudian. Adrian juga meminta izin untuk menghubungi seseorang.
"Ah,! aku males balik kesana lagi. kalau bukan karena ada dipesta, kepala mu pasti udah aku pukul." gumam Ayu sembari menatap kaca dihadapannya.
Ayu membenahi pakaiannya dan tak lagi memperhatikan kaca. tiba-tiba, seseorang memeluknya hingga membuatnya terperanjak. dilihatnya dari pantulan kaca.
"Kamu ngapain kesini?! ini toilet wanita." ucap Ayu sembari mencoba melepas tangan Adrian yang erat mendekapnya.
"Kamu dandan secantik ini buat siapa?" tanya Adrian sembari menciumi tengkuk Ayu.
"Bukan buat siapa-siapa. aku cuma nggak mau bikin Manager Lusy malu bawa aku kesini." ucap Ayu membela diri.
__ADS_1
"Tapi, kamu bikin semua orang salah paham. kalau kamu dandan begini, nggak akan ada yang nyangka kamu asisten manager Lusy. semua orang ngeliatin kamu yank. aku nggak suka cara mereka liat kamu." ucap Adrian. tangannya sudah mulai tidak bisa dikontrol lagi. menggerayangi tubuh Ayu.
"Aduh! kamu ngapain begini sih?! lepas!." Ayu mencoba menyingkirkan tangan Adrian.
Adrian memutar tubuh Ayu agar berhadapan dengannya. memegang wajah Ayu dan mulai mencium bibirnya. sekuat tenaga Ayu mencoba untuk melepaskannya tapi sekuat tenaga juga Adrian melawan. merasa sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, Ayu hanya bisa diam tidak melawan lagi.
Suara nafas yang mulai tak beraturan. Adrian menatap wajah Ayu lekat. meraih pergelangan tangannya dan membawanya masuk kedalam toilet.
Ayu gelagapan juga bingung. melihat adrian mulai mengendurkan dasi dan membuka ikat pinggangnya.
"Ka,. kamu mau ngapain?" bingung melihat Adrian yang kehilangan kendali.
Tidak menjawab. Adrian justru mencium bibir Ayu dan memainkannya. Adrian mulai menyentuh pangkal paha Ayu. membuat Ayu terperanjak. melepaskan ciumannya.
"Kamu,. kamu mau apa? ini kita ditoilet." mengingatkan agar Adrian tak melakukan hal gila.
"Nggak akan ada yang masuk. tenang aja." ucap Adrian dan kembali melanjutkan kegiatannya.
Lama kelamaan, Ayu mulai menikmati sentuhan demi sentuhan. hingga melupakan segenap rasa marah dan kekecewanya terhadap Adrian.
Setelah kegiatan mereka selesai, Ayu kini tengah duduk dipangkuan Adrian. entah bagaimana caranya harus berekspresi. ingin marah, tapi dia pun terlihat menikmati tadi. Adrian terus tersenyum melihat wajah dan penampilan Ayu yang berantakan. risih dengan tatapan Adrian, Ayu menjadi tidak nyaman.
"Kenapa kamu liat aku begitu? masih nggak mau lepasin aku?" ucap Ayu ketus.
Adrian mengencangkan pelukannya.
"mulai sekarang, kita nggak usah tidur pisah lagi dong yank.
"Nanti kita bahas dirumah. sekarang Manager Lusy pasti nyariin aku. aku takut dia marah nanti." pinta Ayu sembari melepas pelukannya.
"Ok. sini aku bantu benerin penampilan kamu." Adrian membenahi rambut dan riasan diwajah Ayu menggunakan sapu tangan dari saku celananya.
Ayu terus memandangi wajah Adrian yang semakin membuatnya terpesona. benar-benar terpesona hingga tak sadar tangannya memegang wajah Adrian dan mencium bibirnya.
Ponsel Ayu berdering. memecahkan suasana romantis yang terjadi di toilet. mengentikan Ayu dari kegiatannya.
"Manager Lusy? aduh!! gimana ini? aku harus pergi. muka ku? masih berantakan nggak?" Ayu menunjuk wajahnya sendiri.
Adrian tersenyum sembari menggelengkan kepala. dengan cepat, Ayu melangkahkan kaki meninggalkan Adrian.
"Kamu dari mana?" tanya Manager Lusy. matanya terlihat menatap marah.
"Maaf Manager Lusy. tadi saya, em, saya ketiduran ditoilet." jawab Ayu gugup.
Tak lama Adrian juga kembali ke pesta. entah mengapa Manager Lusy terlihat kesal. tangannya mengepal kuat. matanya tajam menatap Ayu.
__ADS_1
.................