
malam mulai larut.ayu, adrian dan papa faris masih asik bercengkrama seolah lama tidak bersama. adrian yang menyadari hari mulai malam, melihat jam ditanganya. " pah, sudah malam pah. kita pamit ya pah, besok ayu kuliah soalnya."
papa faris menghela nafas dan mengeluarkannya lewat hidung. " kalian tidak menginap saja? tanya papa faris.
" kita maunya begitu pah, tapi kita tidak membawa barang keperluan besok.lain kali ya pah, pinta adrian.
" ya sudah, kalau begitu. lain kali kalian harus menginap ya, semenjak kalian menikah, belum pernah tidur disini. ucap papa faris.
ayu hanya tersenyum mendengan mertua dan suaminya berbicara." pah besok pagi kita yang anter ke bandara ya? ucap ayu.
" jangan yu. nanti kalian capek. toh lebih dekat rumah papa kan kalau mau kebandara. kalian fokus saja membuat cucu untuk papa. ucap papa faris dengan wajah yang dibuat sesantai mungkin.
adrian tertawa semangat." pasti pah! mulai sekarang tiap hari adrian bikin cucu buat papa".
sedangkan ayu kini sibuk dengan pikiranya. bibirnya tersenyum lebar, tapi tidak dengan hatinya." ya ampun! tolong! kenapa bibirku tiba tiba nyengir tanpa aba aba. tolong bibir, jangan membuatku malu. tolong berhenti tersenyum ceria." gumam ayu.
setelah selesai. ayu dan adrian pamit pulang. saat dalam perjalanan ponsel adrian berdering. adrian meraba raba saku celananya. untung berada di saku sebelah kiri jadi ayu sigap membantunya.
setelah mendapatkanya, ayu mencoba melihat siapa yang menghubungi. " siapa sayang? tanya adrian sembari tetap memfokuskan pandanganya.
" dari dion sayang. aku angkat ya?. ayu menggeser tombol untuk mengangkatnya. kemudian mendekatkan ke telinga adrian.
'hallo! dijalan mau ke apart, kenapa? emmm, ok.'( sambungan terputus )
" sayang, setelah antar kamu ke apart, aku pergi sebentar ya, ketemu dion.
ayu menganggukan kepala. sebenarnya berat memberi izin adrian pergi. mengingat beberapa bulan lalu, saat adrian pergi menemui dion dan pulang dengan keadaan mabuk parah. tapi ayu juga tidak ingin terlalu mengkekang adrian. dengan terpaksa dia memberi izin.
setelah mengantar ayu pulang, adrian bergegas menuju bar yang biasa adrian kunjungi.sesampainya dibar, adrian langsung menuju ke arah dion dan alex yang sudah menunggu.
dion yang melihat kedatangan adrian, menyambut dengan senyum yang hangat. sementara alex, hanya menatap adrian dengan sedikit senyum tipisnya. " hei bro! long time no see." ucap dion sembari menepuk kursi disampingnya mempersilahkan adrian untuk duduk.
tanpa bosa basi adrian langsung ke inti tujuan dion mengajak bertemu.
" ada apa? tanya adrian.
alex tersenyum tipis. ternyata adrian masih sangat marah padanya. batin alex.
alex menyodorkan segelas minuman yang telah dia siapkan. " minum dulu dri.lo jangan takut. gue nggak ada niat bunuh lo. nggak ada obat apapun yang gue masukin." ucap alex sembari terkekeh.
karena tidak ingin mengulur ulur waktu, adrian langsung menenggak minumanya.
" dri, panggil dion.
__ADS_1
lo masih marah? iya gue tau, gue salah. tadi gue ke apartemen lo, gue mau minta maaf untuk kejadian waktu itu. gue nggak ada maksut buat nyalahin istri lo yang cantik jelita itu dri. gue mau kita tetap berteman seperti dulu." pinta dion.
" dri, gue tau. seberapa marah lo sama gue. tapi gue cuma ingin tau seberapa besar lo mencintai ayu. gue nggak mau ayu kecewa dan tersakiti sama kebrengsekan lo. jujur, gue terlalu mencintai ayu. gue mau dia hidup bahagia. ternyata gue liat lo bener bener sayang sama dia. ucap alex dengan wajah penuh kejujuran.
adrian menghela nafas dalam dalam dan membuangnya lewat mulut. mendengar permintaan maaf kedua temanya ini membuat hati adrian bergejolak. dia sangat paham dengan sifat teman temanya yang tidak akan pernah membohongi adrian atau memanfaatkan adrian. " iya. gue juga minta maaf sama kalian." ucap adrian.
alex dan dion memeluk tubuh adrian secara bergantian dengan rasa bahagia.
" dri, tapi maaf. gue belum bisa buat berhenti mencintai ayu. tapi gue akan mencoba pelan pelan. dan denger ya dri, kalau sampai lo nyakitin ayu, gue akan ambil ayu dari lo apapun caranya." ancam alex.
" kalau lo ninggalin dia, gue juga mau dri gantiin lo". saut dion.
adrian menggelengkan kepala keheranan. "kalian gimana sih! baru selesai minta maaf, udah mulai lagi.
alex dan dion terkekeh bersama.
" gue janji dri, gue nggak akan ganggu rumah tangga lo, gue nggak akan ikut campur apapun masalah lo dan ayu. gue cuma mau kita tetap berteman seperti dulu." ucap alex.
adrian dan dion tersenyum menanggapi ucapan alex.
" ya udah bro bro ku. kita rayain come back nya adrian hari ini.
dion memesan minuman favorite mereka.
sembari menunggu minuman yang telah di pesan mereka melanjutkan obrolan mereka.
" hem.
" gue boleh nanya nggak? tapi janji lo jangan marah dri.
" apa?
" lo bener bener berubah, atau lo pura pura dri? setau gue, lo adalah laki laki brengsek yang nggak akan cukup dengan satu wanita.tanya dion dengan nada paling rendah dan sopan. takut kalau adrian akan marah.
adrian menghela nafas dan memperbaiki duduknya.
" gue masih sama".
jawaban adrian membuat alex dan dion membelalakan mata. " lo serius dri? tanya dion.
" iya. gue masih sama, cuma bedanya kalau gue abis liat perempuan yang ngebuat gue nafsu, gue langsung ke kamar mandi.
alex bernafas lega. sepanjang adrian berbicara alex menahan nafasnya. takut jika ayu benar benar akan tersakiti.
__ADS_1
" kenapa lo ke kamar mandi? ka lo punya ayu.bini cantik gitu lo anggurin. kalau gue jadi lo tiap malam gue naikin dri."
uhukk..uhukk
ucapan dion membuat alex tersedak minuman yang baru saja sampai di meja mereka.
adrian hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya ini.
" mungkin lo nggak akan percaya kalau gue cerita. sebenarnya gue sama ayu baru kemarin melakukan itu.
dion dan alex terkejut. mereka saling bertatapan. dion menggelengkan kepala ke arah alex. " lo jangan bercanda dri! saut alex.
" gue nggak bercanda. tegas adrian.
" selama itu? berarti lo sering jajan dri? tanya alex.
" kan udah gue bilang, gue kerjain dikamar mandi. nih saksinya tangan gue.
dion dan alex tertawa terbahak bahak. mereka tidak percaya adrian melakukan itu.
" wuah! tangan lo pasti gempor ya dri. ledek alex sembari terkekeh geli.
" cih! bukan lagi. yang lebih berat lagi, ketika hari pertama masuk kerja. gila nggak berhenti berdiri punya gue. terlalu banyak pegawai seksi. timpal adrian yang membuat teman temanya tidak berhenti tertawa.
" dri, apa lo juga nggak cukup cuma sama ayu? tanya alex yang terlihat sangat kuatir.
adrian tersenyum tipis melihat kekuatiran alex yang menurutnya berlebihan.
" lex, jujur waktu sebelum tidur sama ayu, gue memang pernah melakukan dengan perempuan lain. itu gue lakuin, karena gue bener bener nggak tahan lex. tapi sekarang gue berjanji nggak akan pernah menghianati ayu.
nampak raut penuh kekecewaan diwajah alex.yang dia takutkan adalah ayu tersakiti.
" kenapa lo nunggu selama ini? tanya alex yang juga mewakili pertanyaan dion yang sedari tadi hanya menatap mereka dan menganggukan kepala.
" karena dia, butuh waktu untuk membuat hatinya siap. jawab adrian.
" udah gue duga. istri lo itu bukan cuma cantik luarnya pasti dalamnya juga. eh ngomong ngomong enak nggak dri? enakan mana sama sandra? saut dion dengan polosnya sembari terkekeh.
" enak banget yon!
jawaban adrian membuat wajah alex memerah. " woi! apa kalian nggak bisa sedikit jagain perasaan gue! saut alex.
" sori lex! gue butuh banget jawaban adrian. jawab dion sembari terkekeh.
__ADS_1
adrian tersenyum geli dengan tingkah kedua sahabatnya ini.
" lo bener mau tau? tanya adrian dengan wajah meledek.