
adrian membuang baju baju yang berserakan dilantai. buku buku yang tersusun rapi tak luput dari amuk nya.
" kenapa dia memperlakukan aku begini? memang apa yang salah?
ayu sempat bimbang antara pergi ke kampus sepagi ini, atau kerumah sakit terlebih dahulu.
akhirnya ayu memutuskan untuk pergi kerumah sakit.
ayu telah sampai dirumah sakit. ayu melewati lorong menuju ruangan papa faris. ada beberapa pasang mata yang memperhatikan langkahnya. pasti penampilanku berlebihan hari ini. ayu mencoba untuk tidak memperdulikan tatapan orang yang terus tertuju padanya.
" ayu."
ayu mengedarkan pandanganya. menjelajahi setiap sudut mencari asal suara yang memanggilnya.
" ah, rupanya dokter arga "
" hallo dokter arga.
" selamat pagi.
" pagi juga dokter.
" kamu terlihat sangat cantik hari ini yu.
" beneran dok? apa aku mirip wanita yang akan pergi ke bar?
" aku rasa tidak.
ayu mengembangkan senyumnya.
"terimakasih dokter arga.
" kamu datang pagi sekali hari ini?
" aku bosan dirumah dok. kalau begitu, aku permisi mau kamar papa faris ya dok.
dokter arga mempersilahkan ayu pergi.
ayu mulai melangkahkan kaki. setibanya di ruangan papa faris, ayu tertunduk lemas.
" ah! aku lupa. sekarang belum waktunya jam besuk. lebih baik aku cari sarapan dulu ah.
ayu memutuskan untuk membeli sarapan. dia bergegas menuju lift dan turun di lantai dasar. ayu keluar dari gedung rumah sakit dan memilih membeli sarapan nasi uduk. ayu menikmati sarapan. penjual nasi uduk sangat ramah padanya. ayu tak berhenti tersenyum. terhibur dengan candaan ibu penjual nasi uduk.
tak berapa lama, ayu melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya.
"ini sudah lewat sepuluh menit dari jam besuk.
ayu bergegas membayar sarapannya dan berlalu menuju gedung rumah sakit. sesampainya dirumah sakit, dari kejauhan, ayu melihat mama mertua andika bunga dan adrian.
dengan sengaja, ayu berjalan dengan sedikit gaya model. mengibas rambut yang terurai indah. ayu mengembangkan senyum yang menambah kesan cantik dan elegan diwajahnya. beberapa mata terpana melihat perempuan yang cantik seperti ayu. bunga dan mama mertua lekat memandang ayu dari kejauhan. sementara adrian memandang tak suka dengan penampilan ayu.
__ADS_1
sesampainya di ruangan papa faris, ayu memudarkan senyumnya. membuat bunga dan mama mertua yang memandanginya langsung mengalihkan pandanganya. ayu ingin bertanya, kenapa mereka semua berdiri di luar, tapi ia urungkan niatnya.
" tante, " adrian berlari mendekati ayu dan menggandeng tangan ayu.
" tante tadi kemana? kok nggak ikut papa jemput dika sama mama?
ayu terkejut mendengar pertanyaan andika. hatinya terasa tertusuk puluhan belati. ayu mencoba mengontrol hatinya.
" tadi tante naik ojek online dika.
" nanti tante ikut papa nganterin dika sama mama pulang nggak?
ayu menggeleng sembari tersenyum. adrian menatap ayu seolah ingin menjelaskan sesuatu.
dokter keluar dari ruangan. ayu tersenyum melihat dokter yang keluar dari ruangan papa faris.
" bagaimana keadaan papa saya dok? tanya adrian.
" sudah semakin membaik. kita doakan saja, semoga pasien cepat pulih.
" terimakasih dok.
dokter hendak meninggalkan ruangan. langkahnya terhenti.
" ayu. tadi saya lupa bilang sama kamu. tadi belum waktunya jam besuk. maaf. "
adrian menatap kesal ke arah dokter itu. mereka terlihat dekat. atau dia berangkat lebih pagi untuk bertemu dokter ini. batin adrian.
dokter arga berlalu meninggalkan ruangan. bunga mama mertua dan andika masuk terlebih dahulu. ayu masih diam ditempatnya. adrian menatap ayu lekat. dia meraih tangan ayu hendak menggandengnya. dengan cepat ayu menepis tangan adrian. ayu duduk dikursi tunggu. adrian mendekati ayu dan menatap lekat ayu.
" sayang, aku bisa jelasin kenapa aku jemput andika.
" nggak perlu! " jawab ayu tanpa menatap adrian.
" kalau begitu, jangan kayak gini dong. kenapa kamu pergi sepagi itu? kamu tau kan, aku lagi kesal masalah kemarin malam? apa kamu nggak bisa sedikit aja bujuk aku.
ayu terkekeh tidak percaya.
" kenapa aku harus bujuk kamu?
adrian menghembuskan nafas kasarnya.
" sebenarnya kamu ini kenapa yu? seharusnya aku yang marah kan? apa yang kamu mau sebenernya?
ayu menyunggingkan senyumnya. menatap adrian lekat.
" aku mau kamu dan andika tes DNA.
adrian mengalihkan tatapannya dari ayu. bangun dari duduknya dan memijat keningnya. kepala nya terasa sakit. dia juga melalui hari yang sulit. dia sangat mempercayai andika adalah anak kandungnya. bagaimana mungkin dia melakukan itu. hatinya sudah sangat mempercayai perihal andika.
ayu melihat wajah adrian yang tidak setuju. dia memilih untuk diam. tak berapa lama, bunga mama mertua dan andika keluar dari ruangan.
__ADS_1
ayu bangun dari duduknya dan langsung masuk keruangan papa faris. disusul oleh adrian. ayu menggenggam tangan papa faris. ayu merasakan jemari papa faris sedikit bergerak. ayu tersenyum bahagia.
" papa sudah mulai capek ya tidur terus? bangun pah, sekarang papa sudah punya satu cucu. apa papa nggak mau liat?. papa harus semangat dan sembuh ya.
adrian hanya diam mematung memandangi ayu dan papanya.
" apa maksut ucapan kamu yu? " batin adrian.
sementara ayu terus mengusap punggung tangan papa faris.
" kalau papa bangun, papa adalah orang pertama yang akan mempercayai aku selain mas bayu. bangun pah. ayu nggak mungkin cerita sama mas bayu pah. " batin ayu.
adrian berbincang kepada suster. setelah selesai, adrian mengajak ayu untuk keluar.
" sayang, kamu mau ke kampus kan?
" kamu pergi aja. anter anak dan istrimu pulang.
" ayu! " adrian mula kesal mendengar ucapan ayu. takut akan berdebat dan nanti akan terdengar oleh papa faris, akhirnya adrian memilih untuk keluar.
ayu mendekati suster.dia mengecek pintu yang sudah tertutup. dia membicarakan sesuatu yang rahasia.
tak lama kemudian, ayu keluar dari ruangan. dilihatnya bunga mama mertua dan andika sudah tidak ada disana.
adrian menghampiri ayu.
" aku anter kamu ke kampus ya? ada banyak yang mau aku bahas.
" kita bahas nanti aja. hari ini aku mau melakukan semuanya sendiri.
" sayang, udah dong marahnya.
" aku nggak marah dri. tapi aku mohon. biarin aku sendiri dulu. aku butuh waktu untuk menata hati dan pikiranku yang lagi kacau ini.
" kalau gitu, aku anter ke kampus dan aku nggak akan ngomong apapun. " adrian memegang pundak ayu.
" nggak perlu dri. mari kita intropeksi diri kita masing masing dulu. aku mohon.
adrian terdiam. " kenapa semua jadi kacau? apa yang kamu pikirin sebenernya? " batin adrian.
ayu berjalan meninggalkan adrian yang diam mematung. dia memesan taxi online untuk menuju kampus. sesampainya dikampus para sahabatnya telah menunggu.
" yu, nanti malam kita jalan bareng ya. ucap rara.
ayu menghembuskan nafas kasarnya.
" aku lagi males ra..
" kamu nggak boleh nolak lagi yu. hari ini hari ulang tahun vallas. jadi kamu sebagai teman, tidak boleh menolak.
ayu tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
.........