Menikah Dengan Playboy

Menikah Dengan Playboy
Secangkir Kopi


__ADS_3

Hai para Reader,.........sebelumnya mohon maaf karena sudah lama aku tidak up. ini dikarenakan naskah yang sudah selesai aku ketik hilang karena tanpa sengaja aku memperbaharui sistem. dan sekarang harus membuat yang baru membutuhkan tenaga dan pikiran untuk mengingat. terimakasih sudah setia menunggu novel ini untuk up. akan aku usahakan sesering mungkin untuk up. terimakasih.......... salam cinta dan semoga para Reader sehat selalu.


Pagi yang cerah. Ayu menjalani rutinitas seperti biasanya. begitu juga dengan Adrian. kabar baik berdatangan pagi ini. dan yang lebih menyenangkan pagi ini adalah, Adrian akan membeli sebagian saham dimana Ayu tengah menjadi karyawan magang.


Ayu masih sibuk mondar mandir melakukan tugas nya sebagai seorang Asisten Manager.


"huh,..... aku harus semangat. setelah kopi ini selesai, aku bisa sedikit santai." gumam Ayu dalam hati sembari menyeduh kopi untuk Manager Lusy.


"Hai......


Suara yang mulai ia benci sudah terdengar. Ayu hanya bisa menghela nafas. matanya tetap fokus mengaduk segelas kopi.


Bram meniup tengkuk Ayu. membuat ayu terperanjak dan menumpahkan segelas kopi ke rok pendek yang ia kenakan.


"Ah!!.... panas!


Ayu menggerakkan telapak tangan untuk mengipasi bagian kaki yang terkena kopi.


Bram ikut terkejut melihat air kopi sudah membasahi kaki Ayu. dengan cepat Bram mengambil tisu dan mencoba membantu untuk membersihkan. Bram bersimpuh dengan salah satu lutut yang menyangga tubuhnya.


"Jangan!


Bram terkejut dan menghentikan tangannya yang akan menyentuh kakinya.


"maaf. aku sudah menikah. tidak pantas kamu seperti ini. lagi pula, kamu adalah adik dari Manager Lusy. aku tidak mau nanti Manager Lusy menjadi salah paham.


Bram bangkit dan berdiri tegak dihadapan Ayu.


"aku tidak bermaksut kurang ajar. aku cuma ingin membantu membersihkannya.


"Ada yang bisa saya bantu?" suara yang tak asing didengar oleh Ayu.


"Apa aku lagi mimpi? kenapa mirip suara Adrian?" batin Ayu. dengan cepat, Ayu memutar tubuhnya menghadap pintu yang berada dibelakangnya.


Nampak Adrian yang menyenderkan tubuhnya kesamping dan tepat berada ditengah pintu yang terbuka lebar. wajah yang dihiasi senyum tapi mengandung unsur kecurigaan.


"Nona, anda tidak apa-apa? ada yang bisa saya bantu?" tanya Adrian sembari menatap Ayu yang masih mematung.


"Hal gila apa yang mau di buat disini? kenapa dia ada disini?" hati Ayu kini tengah diselimuti jutaan pertanyaan.


"ah,.. tidak apa Tuan. terimakasih atas perhatiannya.


"Baiklah. karena kamu tidak bersedia aku membantumu membersihkan kopi di kaki mu, aku akan kembali ke ruangan ku Ok?


Ayu kembali meraih gelas dan mulai menyeduh kopi. Adrian masuk dan menutup pintunya.


"Kamu kenapa ada disini?" tanya Ayu yang sangat penasaran. tapi mencoba menyembunyikan rasa penasarannya itu dengan bertanya tanpa menatap.


Adrian berjalan mendekati Ayu dan memeluk Ayu dari belakang.


"karena kamu disini, aku jadi ikut disini yank.


"Kamu jangan sembarangan peluk! sadar nggak kita ada dimana?


"Em,. maksutnya, kalau dirumah boleh?" ledek Adrian.

__ADS_1


"Nggak! lepas. aku udah selesai bikin kopinya. nanti Bos aku marah. ini udah lama aku pergi.


"Cium aku dulu. baru aku lepas.


"Kamu gila ya?


"Iya aku gila. kamu tau kan sebabnya yank? tiga bulan dia harus bersemedi.


"Kemana perginya para perempuan penghibur yang nempel sama kamu itu?


"Dia lagi ngambek yank. terus sekarang dia kerja jadi karyawan magang. udah gitu aku diusir dari kamar." mencoba sedramatis mungkin.


"Kamu lagi ngomongin aku ya?! cepet lepas!


"Cium aku dulu.


" Ok. ok. sekarang lepasin dulu.


Adrian mengendurkan pelukannya. Ayu mencoba kabur dengan membawa secangkir kopi ditangannya. tapi sayang, dengan cepat Adrian menahan tubuh Ayu.


"Mau kabur kemana yank? nggak akan bisa lepas kalau kamu nggak penuhin syaratnya.


Ayu menarik nafas dalam dalam. lalu mengecup bibir Adrian.


"udah kan? sekarang aku mau keluar.


"Tunggu." Adrian meletakkan cangkir yang dipegang oleh Ayu. lalu memegang tengkuknya dan mencium bibir ayu.


"Emmmm,...........


Tak lama kemudian, Ayu keluar dengan segelas kopinya. langkahnya terhenti di depan pintu ruang pantri.


"Bram?


Adrian ikut keluar dan ikut terkejut melihat Ayu masih berada didepan pintu.


"Kamu kenapa baru keluar yu?"


tanya Bram yang curiga karena begitu lama Ayu berada didalam. dan lebih dikejutkan lagi seorang pria yang ternyata ada didalam.


"Aku, tadi,..


"Dia membantuku membuat kopi."' ucap Adrian sembari tersenyum dan menunjukan sebuah gelas yang berisi kopi.


"huh,.. untung aku kepikiran tentang ini. hahahaha" batin Adrian.


"Kalau begitu, saya permisi." Ayu bergegas mengantarkan kopi untuk Manager Lusy.


Bram berjalan mendekati Adrian dengan wajah penuh tanya.


"maaf,. anda siapa? sepertinya, saya tidak pernah melihat anda sebelumnya.


Adrian tersenyum dan memegang pundak kiri Bram.


"mulai sekarang, kita akan sering bertemu. saya permisi. ada banyak pekerjaan yang menunggu. senang bertemu dengan anda.

__ADS_1


"sial! aku pengen tonjok muka mu tadi! berani beraninya menggoda Istriku." batin Adrian yang teringat saat Bram menggoda Ayu.


Adrian berlalu meninggalkan Bram yang masih kebingungan tentang siapa laki-laki ini.


"Dia pasti orang berpengaruh." ucap Bram yang melihat beberapa orang mengikutinya dari belakang.


"tapi kenapa? dia repot-repot membuat kopi di pantri? dia kenapa bisa kesini? sepertinya orang ini punya perasaan khusus untuk Ayu.


Sementara ditempat lain. Ayu duduk termangu memandangi laptop di hadapannya.


"tadi Adrian ngapain ya ada disini? pasti bukan kebetulan kan? tadi liat aku dia nggak kaget." Ayu meraih ponsel yang berada dimeja. hendak mengirim pesan untuk Adrian.


"Ayu." Panggil Manager Lusy.


Dengan cepat Ayu bangkit dari duduknya dan menuju ke Manager Lusy.


"iya Manager Lusy. ada yang bisa saya bantu?


"Tolong ambil gaun pesta ini. uangnya sudah saya transfer. kamu hanya perlu mengambilnya dan memastikan gaun itu bagus tidak ada cacat sedikitpun." menyodorkan kartu nama dari sebuah butik terkenal.


"Baik." Ayu melangkah untuk pergi setelah mengambil kartu nama dari Manager Lusy.


"Tunggu!


Ayu menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Manager Lusy.


"iya.


"Jangan sampai lewat satu jam. karena saya harus ke salon untuk merias diri. dan kamu juga ikut dengan saya nanti." ucap Manager Lusy tanpa menatap Ayu. matanya sibuk menatap berkas yang kini berada ditangannya.


"Baik." Ayu meninggalkan ruangan Manager Lusy. langkahnya terhenti saat melihat sosok yang tak asing berjalan ke arahnya.


"playboy gila ini masih disini? " batin Ayu.


"Tadi enak nggak yank?" ucap Adrian berbisik saat melewati Ayu. beberapa orang yang berada dibelakang Adrian menundukan kepala saat melewati Ayu.


Ayu terperanjak mendengar ucapan Adrian. dibuat lebih terkejut lagi dengan perlakuan para staf Adrian.


"Bos dan staf nya gila. kenapa mereka menunduk. apa mereka nggak liat sekarang ada dimana? gila! untung nggak ada yang liat." gumam Ayu dalam hati.


'Bos, jadi ini tujuannya anda membeli saham disini?' tanya Sekretaris.


"Hem,...


'Wuah,.. Nyonya muda lebih memilih magang di perusahaan lain ya?


"jangan berpikir macam-macam." tegas Adrian yang tak ingin ada orang berpikir buruk tentang hubungannya dengan Ayu.


'Hehe,.. tidak Bos. saya hanya bertanya.


"Jangan lagi bertanya tentang Istriku.


"Baik Bos.


......................

__ADS_1


__ADS_2