
ayu masih mematung karena bingung.
" tante,....tante,....." andika memanggil.
ayu tersadar dari lamunannya." iya "
" mau lagi tante,... yang ini. " pinta andika dengan wajah polos dan bibir yang belepotan karena ice cream.
" apa! " ayu lebih terkejut lagi melihat mangkuk ice cream pisang nya sudah bersih.
" ka,..kamu, makan ice cream tante? " tanya ayu dengan wajah terkejutnya.
andika menundukan kepala dan sedikit terisak.
" waduh! kenapa dia nangis? apa reaksi alerginya sudah muncul. matilah aku! aduh!!! gimana ini ". ucap ayu dalam hati.
" andika kenapa kamu nangis? apa ada yang sakit? "
" maaf tante,.. dika abisin ice cream tante. " jawab andika.
"huh....." ayu bernafas lega.
" kamu ada yang sakit nggak dika? " tanya ayu kuatir.
" nggak ada tante. tante jangan bilang papa ya, dika takut dimarah sama papa. " pinta adrian dengan wajah sedih.
" oh enggak dika. tante nggak akan ngadu "
ayu memeluk tubuh dika dan menepuk nepuk pelan bagian belakang kepala andika.
" dika, kalau dika mau ice cream lagi, makan yang ini ya, " ayu menyodorkan ice cream rasa coklat vanila yang sedikit meleleh milik andika. andika mengangguk dan langsung melahap ice cream nya.
" kamu tunggu disini sebentar ya dika. tante mau ke kamar mandi."
dika mengangguk.
ayu dengan cepat menuju kamar dan meraih ponsel. dia langsung menghubungi dokter arga untuk menanyakan tentang alergi. karena takut terjadi sesuatu pada andika nanti.
" hallo dokter arga,
" hallo yu,
" maaf, apa ayu mengganggu dok? ayu mau tanya dokter,
__ADS_1
" enggak yu, tanya apa? jangan tanya kabar saya yu, saya selalu sehat kalau denger suara kamu. hehehee
" hahaha... dokter arga ternyata bisa bercanda juga ya?
" bisa, cuma sama kamu yu. ada apa nih?
" gini dok, ayu mau tanya. kalau orang alergi makanan kira kira bisa sefatal apa ya? dan berapa lama alergi itu mulai muncul?
" tergantung kondisi dan tingkat alerginya yu. ada sebagian orang yang sama sekali tidak bisa memakan makanan yang membuat alergi. misalnya jeruk. bahkan orang yang alergi jeruk, tidak bisa meminum minuman instan yang mengandung jeruk atau apapun itu yang terdapat pada jeruk. munculnya alergi juga bisa bermacam macam. biasanya sepuluh atau dua puluh menit setelah mengkonsumsi makanan yang membuat alergi.
" bagaimana cara menanganinya dok?
" tergantung kondisi pasien yu. memang siapa yang alergi yu?
" emm anak temen ayu dok, nanti kalau terjadi sesuatu dengan anak temen ayu, boleh ayu hubungi dokter arga?
" tentu saja boleh.
" ok dokter terimakasih.
ayu kembali ke tempat andika sedang menikmati ice cream nya. ayu menarik nafas dan menghembuskan perlahan. dia mulai gelisah. keringat terus bercucuran di wajahnya. ayu terus memandangi jam dengan wajah tegang. sementara andika masih sibuk menjilati sisa ice cream di mangkuk. sesekali terdengar tawa dari bibir andika yang tengah asyik menonton film cartoon ke sukaanya.
dua puluh menit berlalu. " ni bocah masih ketawa ketiwi aja. dia nggak tau apa? jantungku dari tadi konser. ini sudah lebih dari dua puluh menit kan? tapi dia nggak kenapa kenapa? " batin ayu. karena penasaran, akhirnya ayu menanyakan keadaan andika untuk memastikan lagi.
" dika, apa ada yang sakit?
ayu menelan ludah nya sendiri dan kebingungan.
" duh!!! gimana sih nih bocah. katanya alergi pisang. tapi dari tadi nggak kenapa kenapa kok. apa dia jangan jangan,... ahhh!!! enggak! jangan berfikiran buruk. " batin ayu. tanpa sadar sedari tadi dia menggelengkan kepala nya.
" tante,...." panggil andika.
ayu terkejut. " iya! kenapa? kamu ada yang sakit? sebelah mana? tante panggil dokter ya? atau kita pergi kerumah sakit? " tanya ayu sembari mengecek bagian perut, tangan punggung, pipi, dan kaki.
andika bingung dengan wajah bengong.
" tante,... dika mau pipis.
" apa pipis! eh... hah? pipis? " ayu sangat gugup dan takut. hingga kebingungan sendiri.
ayu menemani andika kekamar mandi. membantunya dengan sangat telaten. setelah selesai, andika dan ayu melanjutkan untuk menonton film yang tengah andika tonton. tidak lama kemudian andika mengantuk. ayu langsung membaringkan tubuh andika di pangkuan nya. ayu sudah mengajak andika untuk tidur dikamar, tapi andika menolak karena ingin menunggu adrian pulang. ayu juga sudah mulai mengantuk. dia mematikan tv dan menyenderkan tubuhnya di senderan sofa.
tida lama kemudian, adrian pulang. adrian hendak menuju dapur karena ingin meminum segelas air dingin. langkah nya terhenti melihat andika dan ayu dengan posisi seperti itu. entah mengapa dia sangat bahagia melihat dua orang yang dia sayang begitu akur. tak terasa bibir adrian mengembangkan senyuman. dengan pelan dia mengangkat tubuh andika dan membaringkan tubuhnya di kasur bagian tengah. kemudian dia hendak mengangkat tubuh ayu.
__ADS_1
" yank! " ayu terbangun dan mengucek matanya.
" kok kamu bangun sih. aku kan udah pelan pelan. "
ayu menyingkirkan tangan adrian yang tengah mencoba mengangkatnya. adrian mengecup bibir ayu.
" sayang, kenapa kalian nggak tidur di dalem aja?
" andika nggak mau, dia nungguin kamu pulang.
adrian duduk disamping ayu dan mengusap kepala ayu pelan.
" sayang, makasih ya.
ayu mengerutkan dahinya kemudian menempelkan telapak tangannya di dahi adrian.
" nggak panas kok.
adrian terkekeh dan menurunkan tangan ayu lalu menggenggamnya. " sayang, terimakasih karena sudah mencintai aku dan menerima andika."
ayu menghembuskan nafas melalui mulut.
" udah ah! ayo tidur. aku ngantuk nih.
adrian tersenyum dan mengangguk.
setelah selesai mandi, adrian membaringkan tubuhnya di tempat tidur dan memiringkan tubuhnya menghadap ayu.
" sayang, bisik adrian.
ayu membuka matanya. " apa? " jawab ayu pelan.
" kita pindah kamar sebentar yuk, ajak adrian sembari tersenyum.
ayu memutar bola matanya." jangan aneh aneh yank. nanti kalau andika bangun, terus nyari kita. kalau kita nggak ngeh nanti dia buka pintu kamar, terus liat kita. bisa bahaya yank." jawab ayu setengah berbisik.
adrian mendesah sebal. " terus gimana yank? biasanya kan kalau week end kita bisa sepuasnya kan? "
ayu membulatkan matanya dan meletakan jari telunjuk di bibirnya. adrian menarik nafas dalam dalam dan membuangnya dengan kasar. " ayo tidur! " ucap ayu tanpa mengeluarkan suara.
hari sudah mulai pagi. adrian bangun lebih pagi, karena sudah menjadi kebiasaanya saat ini. dia tersenyum bahagia melihat andika memeluk tubuh ayu dan membenamkan wajahnya di dada ayu. begitupun ayu yang juga memeluk tubuh andika. dia benar benar seperti ibunya. batin adrian.
adrian bergegas kekamar mandi untuk membersihkan diri. ayu terbangun mendengar suara air dari kamar mandi. dia terkejut merasakan andika yang memeluk erat ayu. tangannya menggenggam baju ayu erat. bahkan ayu sedikit kesulitan untuk melepaskan tangan andika.
__ADS_1
" kenapa? tidur andika sangat mirip aku waktu kecil. " batin ayu.
ayu teringat saat orang tua serta adiknya meninggal. dia selalu tertidur dengan memeluk dan memegangi baju bayu dengan kuat. karena dia tau, ditinggalkan adalah hal yang paling menakutkan baginya.