Menikah Dengan Playboy

Menikah Dengan Playboy
Hari Pertama


__ADS_3

Kring!.... Kring!...


Alarm dikamar Ayu berbunyi. Ayu bergegas mencuci muka dan pergi ke dapur.


" Waduh! aku lupa kalau bahan makanan habis kemarin, terpaksa cuma sarapan roti. Aduh makan roti aja mana kenyang! tapi, ya sudahlah dari pada enggak sarapan. " Batin Ayu.


Ayu kembali ke kamar untuk bersiap mandi. Dia sengaja tidak langsung memakan roti, karena menunggu Adrian. Akhirnya Ayu sudah siap. Saat keluar dari kamar nya, dia terkejut melihat Adrian keluar dari kamar dengan setelan jas warna hitam.


Ya ampun! gila! Adrian ganteng banget, aku nggak nyangka kalau dia bisa keliatan ganteng banget! hihihi.


Adrian yang sama terkejutnya juga mematung melihat Ayu.


Sial!! emak lampir satu ini kenapa cantik banget hari ini.


Ayu yang tersadar dari lamunannya langsung meledek Adrian.


" Wah pak Adrian Wijaya Sasongko, apa saya tidak salah lihat? anda benar benar terlihat hebat hari ini pak." Ledek Ayu sembari tersenyum.


Adrian hanya tersenyum malu. Adrian sudah biasa mendengar orang lain memuji dia tampan, tapi ketika pujian itu keluar dari mulut Ayu, terasa sedikit berbeda.


" Kamu mau kuliah? " Tanya Adrian.


" Iya lah mau kemana lagi! "


" Kayanya dandanan kamu sedikit berlebihan. " Sembari menatap wajah Ayu.


" Apa nya yang berlebihan Dri? " Ayu menarik lengan Adrian yang memakai jas hitam dan menggosok pipinya.


"Liat tuh! aku aja enggak pernah pake bedak! iya memang aku pake lipstick. Tapi ini satu satunya warna yang nggak mencolok. "


Adrian yang terpana dengan kecantikan alami Ayu hanya diam mematung.


" Ayo dri, kita sarapan dulu! "


Adrian tersadar dari lamunannya.


" Hah! iya! "


Mereka berjalan menuju sofa di depan tv karena Ayu sudah menyiapkan sarapan disana.


" Kita makan ini? " Tanya Adrian.


" Iya, aku kemarin lupa bilang sama kamu kalau bahan makanan habis. "


" Ya kalau begini lebih baik! " Ucap Adrian.


" Kok kamu ngomong begitu Dri? " Tanya Ayu sembari mengoles selai kacang ke rotinya.


" Gue begah! tiap pagi sarapan nasi terus! " Jawab Adrian.


" Jadi kamu mau makan roti terus? pagi, siang, malam, gitu? " Sambil menyodorkan roti ke Adrian.


" Enggak juga! ya udah nanti kita belanja! jawab Adrian yang sudah mulai kesal.


" Kamu pulang jam berapa d


Dri? "


" Aku belum tau! nanti aku kabari. "


Ayu terkekeh mendengar Adrian menjawab.


" Ih lo sinting ya! gue takut nih deket lo! sana jauh jauh dari gue! "


" Tadi kamu bilang, aku belum tau, nanti aku kabari " Enak banget kuping aku dengernya Dri. Seandainya kamu itu kayak gitu terus ngomongnya, jangan lo dan gue. " Ucap Ayu dengan senyum diwajahnya.


Adrian hanya tersenyum menanggapi ucapan Ayu.


" Dri? "


" Hem? "


" Kamu mau kasih kabar ke aku lewat telepati? "

__ADS_1


Uhukk Uhukk


" Pelan pelan Dri, ini minumnya. " Sembari menyodorkan minum ke Adrian.


" Kamu itu aneh ya Yu? ya kan ada hp. "


" Iya ada hp, tapi kalau kamu enggak punya nomor aku gimana cara kamu mau kasih kabar? "


" Ya udah, nih kamu ketik nomor kamu! " Ucap Adrian sembari menyodorkan hp nya.


" Ini! "


Adrian dengan cekatan meraih ponselnya, dia hendak menamai nomor Ayu. Ayu yang penasaran mendekatkan kepalanya menuju ponsel yang Adrian pegang. Belum sempat melihat nama apa yang diberikan di nomor hp Ayu, Adrian memasukan kedalam kantong kemeja nya.


" Cih dasar pelit! " Gumam Ayu.


" Yu? "


" Apa? "


" Kamu kuliah dimana? "


" Di campus X, kenapa? "


" Kita bareng aja, aku lewat situ. "


Ayu mengangguk dan tersenyum memandang Adrian.


" Kenapa senyum senyum begitu? lo pasti sedang merencanakan sesuatu ya?! " Tanya Adrian menyelidik.


" Enggak! aku cuma seneng aja, denger kamu ngomong, kata kata lo dan gue sepertinya sedikit memudar, hihi.. " Tawa kecil Ayu yang di arahkan untuk Adrian.


" Dasar aneh! baru denger begitu aja udah senyum senyum nggak jelas. "


Waktu menunjukan pukul 7.00


" Yu, mau berangkat sekarang? jam berapa kuliah kamu dimulai ? "


" Jam sembilan Dri. "


" Bareng aja deh, biarin aja aku kepagian sambil cari temen. "


" Yang penting jangan sambil cari pacar! " Saut Adrian.


Ayu mematung dan tersenyum mendengar ucapan Adrian.


Sesampainya di kampus.


" Dri makasih ya? " Ucap Ayu dengan senyum manisnya.


" Hemm,.yu? "


Ayu yang hendak menutup pintu mobil akhirnya menundukan kepalanya.


" Kenapa? "


" Pulang jam berapa? "


" Aku belum tau Dri, nanti aku kabari ya? "


" Lewat telepati? " Tanya Adrian.


" Tadi kan kamu udah simpan nomor aku? "


" Kalau aku nggak sempet telfon? "


" Aduh kamu gimana si Dri? mana aku minta nomor kamu ? "


Adrian tersenyum dan mengeluarkan ponselnya. Adrian memanggil nomor ayu.


" Itu nomor aku! " Sembari terkekeh.


Ayu hanya tersenyum sinis ke arah Adrian dan menutup pintu mobilnya. Adrian langsung menuju kantor, Ayu tetap berdiri memandang mobil Adrian yang melesat hingga menghilang dari pandangan Ayu, barulah Ayu beranjak.

__ADS_1


" Hem,.. kemana dulu ya aku? kampus masih sepi, mau nemuin pak Bambang belum tentu dia sudah sampai di sini. "


Ayu melihat sekeliling.


" Wah.. ada nasi uduk! makan dulu ah! tadi makan roti nggak nampol. "


Pukul 8.30. Ayu langsung memasuki ruangan pak bambang sesuai intruksi papa Faris.


Tok.. tok.. tok..


Masuk! suara pak Bambang dari dalam ruangan.


" Permisi pak, saya Ayu Rosalia pak, "


" Oh iya, silahkan duduk. "


" Jadi kau menantunya pak Faris ya? "


" Iya pak. "


" Iya sudah, ikut saya ya? saya antar ke kelas kamu. "


Sesampainya di kelas.


" Selamat siang semuanya,. ucap pak Bambang. Hari ini kita mendapatkan tambahan satu mahasiswi pindahan, saya harap kalian dapat belajar bersama dengan baik. "


" Ayu, silahkan perkenalkan diri kamu! "


" Baik pak. "


" Selamat siang semuanya?


perkenalkan nama saya, Ayu Rosalia. Saya pindahan dari campus X di Bandung, saya harap kita bisa belajar bersama dengan baik. " Di tambah senyum manis di wajah Ayu.


Para mahasiswa hanya memandang kagum dengan kecantikan dan keramahan Ayu. sementara sebagian mahasiswi memandang dengan pandangan tidak suka.


" Ayu silahkan duduk di bangku yang kosong itu ya? " Ucap pak Bambang sembari menunjuk letak kursinya.


" Baik pak. Terimakasih atas bantuanya. "


Pak Bambang berlalu meninggalkan kelas, dan Ayu berjalan menuju kursi yang kosong. Tiba tiba seorang mahasiswi menjulurkan kakinya, berharap Ayu akan tersungkur. Ayu tersenyum licik, dan menginjak kaki mahasiswi itu.


Aw!


Tiba tiba mahassiwi itu berdiri dan menatap Ayu penuh amarah.


" Lo sengaja ya nginjek kaki gue? " Sembari menahan sakit dikakinya, dan membelalakkan mata ke wajah Ayu.


" Kalau kamu sendiri? kamu sengaja ya mau buat aku jatuh? lagian siapa yang suruh kamu pekangkangan begitu? " Nawab Ayu tanpa rasa takut.


" Denger ya! gue bakal buat perhitungan sama lo! "


" Cih! baru juga aku sampai ke kelas, udah di ajak ikut menghitung aja! wek.... "edek Ayu sembari duduk dikursinya.


" Lo berani banget sama gue! lo belum tau siapa gue? kalau lo tau siapa gue, lo pasti akan sujud di kaki gue sambil minta maaf. "


" Kalau gitu kenalan yuk, supaya aku tau kamu siapa. "


Mahasiswi yang sedang emosi itu hendak mendekati Ayu, tapi ditahan oleh beberapa sahabatnya.


" Cih! pasti dia akan banggain salah satu anggota keluarganya yang berkuasa dikampus ini! " Gumam Ayu, tapi masih bisa di dengar oleh mahasiswa di dekatnya.


Dua orang di depanya hanya diam tidak percaya yang dilakukan Ayu, begitu juga yang ada di sebelahnya. Ayu merasa bingung karena beberapa mahasiswa menatap Ayu dengan tatapan heran.


" Hei kalian kenapa? hei itu awas ilernya jatuh! "


Dua orang di depan Ayu tersadar dari lamunanya begitu juga yang ada di sebelahnya.


Jemmm.. hemm...


" Kenalin, aku Via. " Ucap teman sebangku Ayu.


" Aku Rara, dan aku Selli. " Yang ada di depan Ayu.

__ADS_1


" Aku Ayu. " Jawab Ayu dengan senyum cerahnya.


Beberapa menit kemudian dosen sudah masuk ke kelas.


__ADS_2