Menikah Dengan Playboy

Menikah Dengan Playboy
Anak Kita?


__ADS_3

" kenapa? kenapa saya harus menyesal?!


bunga terdiam. mama risa maju mendekati adrian dan meraih tangan kiri adrian. karena tangan kanannya masih menggenggam jemari ayu. ayu mencoba untuk melepaskan genggamannya tapi adrian mempererat seolah mengatakan, jangan lepaskan genggaman tangan kita. ayu terdiam dan mengeratkan genggamannya. pasti dia butuh sosok untuk menguatkan. batin ayu.


adrian membiarkan mama risa menggenggam tanganya sembari menunggu jawaban dari pertanyaanya.


" kenapa kalian diam? lepaskan tangan saya! bentak adrian.


wajah mama risa mulai menunjukan kesedihanya. " adrian, kamu tidak boleh memecat bunga nak," pinta mama risa yang masih menggenggam tangan adrian.


adrian menghembuskan nafas kasar lewat mulut. kemudian menghempaskan tangan mama risa.


" apa anda tau nyonya risa? wanita itu, membuat saya muak dengan wajah polosnya. saya tidak ingin menceritakan detailnya. saya harap mulai besok tidak melihat dia. dikantor maupun dirumah sakit". tegas adrian.


bunga sesegukan mendengar ucapan adrian yang dirasa sangat menyakitkan. mama risa juga sudah mulai terpancing emosi.


' plakkkkk.....


mama risa menampar pipi adrian dengan wajah penuh marah.


adrian tertawa sinis dan menggelengkan kepala. ayu terkejut dan menatap mama risa dengan tatapan marah. bunga semakin terkejut dan semakin deras air matanya.


" kamu tau adrian? bunga mengalami masa yang sangat sulit karena kamu! karena sifat buruk kamu. dia kehilangan masa muda yang berharga." bentak mama risa.


adrian mengerutkan dahinya. ayu membelalakan mata karena terkejut. adrian sedikit paham arah pembicaraan mama risa.


ragu untuk bertanya tapi, dia juga penasaran.


" apa maksut ucapan anda nyonya. tanya adrian dengan wajah marah.


mama risa menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan perlahan. " bunga adalah ibu dari anak kamu adrian.!!!"


adrian tertawa dengan wajah tidak percaya.ayu mulai tidak bisa menguasai hatinya. tidak terasa air mata mulai menetes dari mata ayu. adrian menyadari ayu yang sudah mulai menangis, mencoba untuk menenangkan.


" apa maksutnya? anak siapa? saya dan dia? cih! jangan bercanda." ucap adrian tidak percaya.


bunga mulai bersuara. walaupun sedikit bergetar, tapi masih terdengar jelas.

__ADS_1


" anak kita, namanya andika. satu bulan lagi usianya genap lima tahun.


ayu sudah tidak tahan dengan apa yang mereka bahas. dia belum menyiapkan hati untuk kemungkinan ini. sementara adrian, masih terus menggeleng tidak percaya.


" kenapa saya harus percaya? jangan membuat drama untuk mendekati saya." tegas adrian.


" bunga tidak bohong nak,," mama risa tau dengan nada lunaknya adrian pasti akan lebih mendengarkan." perilaku kalian saat kecil sangat mirip. andika menyukai gitar, menyukai musik rock, dia menyukai basket sama seperti kamu waktu kecil. dan kamu tau dri? dia juga alergi buah pisang. sama seperti kamu."


entah mengapa, rasanya hati ayu seperti sedang dihantam petir yang sangat dahsyat. ayu hanya bisa memegang dadanya dan menangis tanpa suara. sedangkan adrian justru semakin tersulut emosi mendengan mama risa menceritakan masa kecil yang ingin sekali dia lupakan." jangan membual yang tidak tidak nyonya. bahkan saya tidak mengenal perempuan di belakang anda itu." jari telunjuk adrian mengarah ke bunga.


bunga maju beberapa langkah mendekati adrian. lalu menunjukan ponselnya.


" ini dri, ini foto kita waktu kuliah." bunga menunjukan layar ponsel ke arah adrian dan ayu. adrian terdiam dan dia teringat dengan sosok wanita yang dia kencani dulu. sangat berbeda dengan penampilan saat kuliah membuat adrian tidak menyangka sama sekali.


" jadi kamu perempuan ini?


" iya. kamu ingat sekarang?


adrian terdiam dan memperhatikan ayu yang menangis tanpa suara. " sayang, aku belum tau ini benar atau nggak. aku mohon, apapun yang terjadi tetaplah disamping aku ya.' adrian memohon.


ayu biasanya akan mengangguk atau menggelengkan kepala saat adrian mengajak bicara. tapi kali ini ayu hanya terdiam tanpa exspresi apapun. adrian menghela nafas sembari berfikir.


adrian kuatir meninggalkan ayu dirumah sakit. dia tidak ingin bunga dan mama risa mengatakan hal yang tidak tidak dan membuat ayu menjauh darinya. adrian diam sesaat dan menatap mata ayu.


" sayang, tolong janjikan sesuatu. ayu mengangguk.


" tolong jangan berfikiran buruk dulu. berjanjilah apapun yang terjadi, kamu tidak akan meninggalkan aku." pinta adrian tegas. ayu tersenyum dan mengangguk.


" adrian!! panggil bunga yang mulai mendekat ke arah ayu dan adrian.


" adrian, besok aku akan bawa andika kesini supaya kamu bisa saling menyapa. dan hari ini aku minta ijin nggak ke kantor ya.


" terserah! bila perlu jangan ke kantor lagi." bentak adrian.


" maaf dri, maaf karena aku muncul tiba tiba begini.


" aku nggak perduli!

__ADS_1


" adrian! saut mama risa. dan mendekat


" kamu mau kekantor kan? ajak bunga sekalian dri. kasian kalau harus naik taxi kan? ucapan mama risa membuat hati ayu terasa ditusuk pisau.


" emm tante, risa ijin saja hari ini tan. bantah bunga


" loh kok jadi ijin. bukanya kamu bilang ada meeting penting?


" iya sih tan. tapi udah siang begini. nanti apa kata karyawan yang lain.


adrian tertawa jijik mendengar obrolan mereka. " sayang aku berangkat dulu ya?" adrian memegang wajah ayu dan mencium bibir ayu didepan bunga dan mama risa.


" dah sayang. nanti makan siangnya sama bayu aja ya?" ucap adrian sembari mengelus kepala ayu. ayu tersenyum dan mengangguk.


adrian mulai melangkah kan kaki menjauh dari ayu. ayu melambaikan tangan dan tersenyum kepada adrian.bunga yang melihat pemandangan tak menyenangkan itu mengepalkan tangannya. mama risa menatap tidak suka ke arah ayu. ayu menyadari wajah kedua wanita disampingnya itu yang mulai tak enak dipandang.


ayu tersenyum kepada bunga dan mama risa lalu menundukan kepala dan berjalan menuju kamar papa faris.


" tunggu!!! cegah mama risa.


ayu berbalik dan menatap wajah mama risa.


" apa? ada apa nenek sihir? pasti mau ngancem nih kayaknya". batin ayu.


" kamu pikir kamu pantas menjadi istri anak saya? hah!


" nah lo. tu kan, apa aku bilang. mudah ditebak. huh." gumam ayu dalam hati.


" mulai sekarang, kamu harus belajar melepaskan adrian. karena cepat atau lambat, adriaman akan menikahi bunga. ibu dari putranya. ancam mama risa.


ayu menghela nafas dan tersenyum. lalu bergegas meninggalkan bunga dan mama risa.


" dasar tidak sopan!! bentak mama risa.


ayu memegang handle pintu dan akan masuk ke kamar papa faris. tapi langkahnya terhenti.


" tunggu!. bunga menghentikan langkah ayu.

__ADS_1


" apa aku boleh minta tolong? tanya bunga.


ayu terus menatap bunga. seolah bertanya. apa yang kamu inginkan?


__ADS_2