
Pukul 8.00. Ayu bergegas untuk berangkat ke kampus. dan langsung memesan ojek online. Sesampainya di kampus, Ayu langsung masuk ke kelas, Ayu menuju ke kursi sebelah via, sahabat sahabat nya sudah menunggu dengan senyum. Tidak sengaja pandangan Ayu berbelok ke arah Thomas.
" Hei Thomas! " Sembari tersenyum. Thomas membalas senyum Ayu sembari melambaikan telapak tangannya.
Claire yang tidak suka melihat kedekatan mereka menatap wajah Ayu penuh kebencian.
Sembari berjalan menuju kursinya Ayu berhenti di depan Claire.
" Ck...ck...ck..., kamu itu cantik lo Claire, tapi karena sifat jahat kamu itu, wajah kamu yang cantik jadi nggak sedap di pandang. " Dembari menepuk-nepuk bahu Claire, lalu claire mencoba menepis tangan Ayu sekuat mungkin, tapi Ayu dengan cekatan menarik tangannya.
" Uhhh uhhhh, nggak kena ya Claire? hahaha, maaf Claire kamu belum beruntung! " Ucap Ayu dengan wajah meledek.
Claire yang tersulut emosi, berdiri dan akan meraih rambut Ayu yang mulai berjalan ke belakang. tapi ditahan oleh sahabat nya, karena dosen sudah hadir.
" Aduh,, yu baju dan make up aku nggak berlebihan kan hari ini? " Tanya Via.
" aku gimana ? tanya selly dan rara.
" kalian kenapa sih?
" yu, dosen yang ada di depan itu, namanya ibu alea. dia nggak suka murid perempuan berpakain **** dan make up yang berlebihan. dia galak banget yu. ucap via sembari berbisik.
" kenapa memang? dia melarang, tapi dia sendiri pakai baju ****, dan make up nya tebal begitu, kalau dikampung aku, make up begitu cuma di pakai sama lenong. jawab ayu yang membuat ketiga temanya tertawa lirih.
" apa kalian sudah selesai bergosio? tanya bu alea dengan tatapan tajam ke arah ayu, via, rara dan selly.
via, rara dan selly menunduk.
" maafkan kami bu, pinta ayu dengan wajah bersalahnya.
" kamu siswi baru? tanya ibu alea.
" iya bu. jawab ayu.
" kamu masih baru, tapi kamu sudah berani menggosipkan saya?
" waduh!! dari mana dia tau. kan gue ngomong pelan banget. batin ayu.
" kenapa? kamu bingung? kenapa saya bisa tau?
ternyata saat mereka mulai bergosip, claire menyadari itu, dan menunjuk ke arah ayu, rara,selly dan via. mereka tidak menyadari karena asyik dengan obrolan mereka.
" Apa yang kalian bicarakan tentang saya?" tanya ibu Alea dengan tatapan menyelidik.
" emh teman teman saya bilang tadi, ibu Alea cantik dan modis. " Jawab Ayu berbohong.
" Kamu mempermainkan saya? kamu pikir saya bodoh? kamu menyamakan saya dengan anak anak yang bisa dengan mudah kamu bohongi? apa orang tuamu tidak mengajarkan kejujuran? apa orang tuamu tidak mengajarkan sopan santun? apa orang tuamu,..."
Brakkkkk
ayu menggebrak meja dengan mata yang berlinang. dan membalas tatapan ibu Alea dengan kemarahan.
__ADS_1
" Berani sekali kamu! bahkan cucu pemilik universitas ini tidak berani melakukanya. Hubungi orang tua kamu sekarang! saya akan ajarkan bagaimana cara mendidik anak! perintah ibu Alea.
" Saya menggosipkan ibu! iya benar! ibu melarang siswi untuk tidak berpakaian dan make up yang berlebihan! padahal ibu sendiri melakukan hal yang ibu larang! dan saya bilang, kalau make up yang ibu gunakan sekarang, adalah make up yang dipakai lenong dikampung saya! "
suasana kelas menjadi sangat hening. para siswa dan siswi memandang ke arah Ayu dengan tatapan yang penuh keterkejutan.
" Dan kalau ibu menyuruh saya menghubungi kedua orang tua saya, bahkan sampai saya matipun mereka tidak akan datang! " Ucap Ayu sembari terisak isak dan wajah yang dipenuhi air mata.
Ibu Alea mendekati Ayu dengan wajah memerah penuh kemarahan.
' Plakkkkkk
ibu Alea menampar ayu.
" Hubungi orang tua kamu sekarang! atau, kamu tidak akan menjadi mahasiswi di universitas ini lagi! perintah ibu Alea.
" Kalau begitu, anda saja yang panggil kedua orang tua saya! kalau mereka benar benar datang, saya akan bersujud dan berterimakasih kepada anda. "
" Lancang sekali kamu! "
Plakkkkkk
Ibu Alea kembali menampar pipi ayu.
" Mana ponsel kamu? biar saya yang menghubungi. saya ingin tau siapa orang tua dari siswi kurang ajar ini.
Ayu tertawa kecil dengan nada mengejek dan masih berurai air mata.
Ibu Alea hanya terdiam dan mematung, menyesali semua ucapannya. Sementara Thomas mengepal tangannya dengan kuat. Siswa dan siswi terkejut mengetahui bahwa Ayu tidak memiliki orang tua.
" Saya,,,, "
" Cukup bu! saya tidak akan marah kalau Ibu memarahi saya karena menggosipkan Ibu. Tapi lain kali, jika Ibu ingin memaki seseorang, lebih baik tidak usah memaki orang tua nya juga! " Ayu mengambil tas nya, merapikan bukunya lalu pergi meninggalkan kelas dengan tangisnya.
Ibu Alea menyesal dengan ucapanya, tapi dia juga masih marah dengan ucapan gadis itu.
" Berani sekali dia! lancang! dia pergi meninggalkan kelas di jam kuliah. tidak bisa dibiarkan. "
Ayu berlari meninggalkan kampus, dan menghentikan taxi. lalu menuju apartemen.
Sesampainya di apartemen, Ayu langsung masuk ke kamar, menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menangis sejadi jadinya.
Sementara di kampus. Jam mata kuliah ibu Alea selesai, dia bergegas menuju ruangan pak Bambang untuk mengadukan kejadian hari ini.
Tok... tok..tok...
" Masuk! " jawab pak Bambang
" oh ibu Alea. ada apa? tanya pak bambang.
" Begini pak, ibu Alea menceritakan semua kejadian yang terjadi.b"
__ADS_1
Pak Bambang menghela nafas, dan membuangnya dengan kasar.
" Jadi maksut ibu Alea ingin saya melakukan apa?
" Saya ingin,,.. "
" Saya tau maksud ibu. " Saut pak Bambang yang menghentikan ucapan ibu Alea.
"Tapi maaf, saya tidak bisa melakukan apa yang ibu inginkan, lagi pula sebenarnya anak itu sudah mengakui kesalahanya. "
" Tapi pak, "
" Maaf bu, saya sangat mengenal anak itu, dan dia juga bukan sembarang orang yang bisa disingkirkan dengan mudah. "
" Maksud bapak? " tanya ibu Alea.
" Saya tidak bisa mengatakan apapun, karena ini sudah perjanjian kami. Kalau saya boleh memberi saran, jangan menyinggung lagi tentang orang tuanya. hanya itu yang membuat dia bisa semurka ini, dan kalau sampai dia berhenti kuliah, bukan hanya saya tapi anda juga akan kena dampaknya ibu Alea. Saya harap anda paham. "
Alea yang bingung dengan apa yang dijelaskan pak Bambang hanya terdiam dengan menerka nerka sendiri. ( btw gk usah pake ibu lagi ya, Alea aja)
" Sebenarnya siapa anak itu? " gumam wanita 26 tahun itu.
Sementara di apartemen.
Ayu menangis hingga kelelahan dan tertidur.
Di kantor papa Faris, Adrian mengirimkan pesan kepada Ayu, tapi tidak kunjung dibalas. Adrian mencoba menghubungi nomor Ayu tapi tidak mendapat jawaban. Adrian sudah mulai gelisah.
Pukul 17.00 .
" Pah? "
" Hemm. " Jawab papa Faris.
" Adrian boleh pulang sekarang? nanti Adrian lanjutin dirumah pah, laptop Adrian bawa pulang ya? "
" Kenapa? " Tanya papa Faris.
" Ayu nggak ada kabar pah, Adrian udah coba kirim pesan dan telfon, tapi tidak ada jawaban. "
" Ya sudah, salam untuk Ayu ya. "
" Iya pah. " Jawab Adrian. Dengan cekatan meninggalkan ruang kerjanya.
Papa Faris menghentikan pekerjaannya dan segera menghubungi pak Bambang untuk menanyakan perihal Ayu, karena Adrian bilang Ayu tidak merespon pesan dan telfon Adrian.
Setelah berbicara dengan pak bambang, papa Faris menghela nafasnya.
" Kamu paati sangat terluka ya Yu, papa janji ini tidak akan terjadi lagi. " gumam papa Faris.
.......
__ADS_1