Menikah Dengan Playboy

Menikah Dengan Playboy
Kenapa Jadi Begini?


__ADS_3

" adrian cukup. aku nggak butuh alasan kenapa kemarin kamu nggak pulang atau semalam kamu nggak pulang. aku nggak akan larang kamu lagi. kamu nggak pulang satu bulan bahkan, satu tahun juga nggak masalah.


" kenapa kamu jadi begini? sejak kapan kamu mulai nggak perduli sama aku lagi? " tanya adrian dengan tatapan sendu.


" aku hanya mempermudah kamu dri. mulai sekarang, jangan merasa bersalah saat kamu nggak pulang. jangan merasa aku akan iri saat kamu sibuk sama andika.


adrian mengusap kasar wajahnya. dia tidak menyangka respon istrinya begini. akan lebih baik baginya mendengar ocehan istrinya. batin adrian.


" aku minta maaf. "


akhirnya, hanya satu kalimat ini yang bisa diungkapkan adrian.


" jangan minta maaf. mari kita saling memberikan waktu untuk diri kita masing masing.


" maksut kamu apa?


" aku nggak akan ikut campur tentang apa yang kamu lakuin. begitu juga kamu ke aku. "


ucap ayu tanpa menatap adrian.


adrian menghela nafasnya.


" maaf, tapi aku nggak bisa.


" terserah kamu dri, tapi aku mau mencoba.


aku takut, kalau aku yang selama ini bersalah dan asal menerka nerka. semoga suatu saat nanti, kamu nggak akan terluka lagi adrian.


adrian membulatkan matanya terkejut.


" apa maksut dari ucapan kamu? kamu mau ninggalin aku? " adrian menyunggingkan seringainya. " sejengkal aja, kamu nggak akan pernah lepas dariku.


ayu menatap heran. " apa kamu sadar dri? kamu memperlakukan aku layaknya pembohong. kenapa kamu selalu berfikir buruk tentang aku?


ayu bangkit dari duduknya. dia berniat keluar dari apartemen. sebelum suasananya menjadi semakin memanas. langkahnya terhenti. adrian memeluk tubuh ayu dari belakang.


" lepasin dri.


adrian semakin mempererat pelukanya.


" lepas. sebelum aku bener bener berfikir untuk ninggalin kamu.


adrian mengendurkan pelukanya. terkejut tidak percaya. hanya kalimat singkat dari bibir ayu yang membuat jantungnya berdegup kencang. " kamu baru akan berfikir? apa kamu nggak liat? tubuhku rasanya nggak ada nyawanya lagi. jangan berani beraninya meminta pisah dari aku. bahkan aku juga melarang kamu untuk berfikir tentang pisah atau meninggalkan aku.


ayu menghembuskan nafas kasarnya pelan.


" aku harus berangkat. "


ayu mencoba mencairkan suasana.

__ADS_1


" aku antar.


" jangan!


adrian membulatkan matanya tajam.


" apa dia bilang? sudah beberapa hari aku membiarkan dia berangkat sendiri. hari ini pun masih mau sendiri? atau jangan jangan laki laki semalam. ah!! nggak mungkin. ayu bukan tipe perempuan seperti itu. " batin adrian.


" kenapa?


ayu nampak berfikir sesaat.


" kamu keliatan capek banget. lebih baik kamu istirahat.


" aku baik baik aja.


" adrian! " nada bicara ayu sedikit membentak.


" apa kamu mau bunuh aku? jalan kekamar aja belum tentu kamu sanggup.


adrian mencoba untuk mengalah.


" ok. pulang nanti aku jemput.


" nggak usah.


adrian menghembuskan nafas kasarnya. ingin sekali meluapkan emosinya. namun ia urungkan mendengar penjelasan dari ayu.


" sayang, aku jarang ke kantor karena,-


" aku udah bilang kan. aku nggak mau dan nggak membutuhkan alasan dan penjelasan kamu. aku berangkat dulu."


ayu beranjak meninggalkan adrian meninggalkan apartemen. ayu berdiri disamping pintu setelah keluar dan menutup pintu kembali.


" huh... huh....huh....


hampir aja aku memeluk adrian. ah!!! sial!! kenapa gampang banget sih hatiku luluh. aku tadi nggak kuat lagi berpura pura ngga perduli. " ayu mengingat saat adrian mengucapkan kata meminta maaf.


" ah,, dia tadi **** banget. huh! sabar yu, sabar. tahan. jangan kegatelan. "


ayu melangkahkan kaki meninggalkan gedung apartemen. memesan taxi online menuju kampus.


adrian terdiam memikirkan apa yang ahrus dia lakukan untuk memperbaiki hubungan dengan istrinya. " nggak! aku nggak akan membiarkan kamu pergi dariku. aku nggak mau seperti papa yang ditinggalkan istrinya. kalaupun kamu nolak. aku juga nggak akan perduli. " gumam adrian.


dia bangkit dari duduknya menuju dapur untuk mengambil segelas air dingin. matanya tertuju pada piring kecil berisi cake di atas meja dapur. adrian mengambil sebotol air dingin. lalu membuka lemari es bagian bawah. matanya tertuju pada kue cake bertuliskan selamat ulang tahun adikku dan dihiasi lilin berangka dua dan satu.


adrian memundurkan tubuhnya beberapa langkah. memijat keningnya. dia berlari menuju kamar. membongkar beberapa surat surat penting. dia menemukan foto copy ktp milik ayu. hatinya mengutuk dirinya sendiri.


di awal pernikahan, dia tidak memeperdulikan tentang ayu. tapi tidak percaya bahwa ini berlanjut hingga sekarang.

__ADS_1


" sayang, maaf. maafin aku. " adrian sesegukan menyesali apa yang tidak ia ketahui dari orang yang dia cintai.


adrian memutuskan untuk langsung pergi ke kantor. menyelesaikan beberapa pekerjaan yang sudah menumpuk. adrian melewatkan sarapan juga makan siang. matanya sudah berkunang kunang tapi ia tetap memaksakan.


tak lama kemudian, ketukan pintu terdengar. asistan adrian membuka pintu.


" selamat siang pak, sekretaris bunga ingin bertemu.


" suruh masuk.


" baik pak


bunga masuk membawa beberapa lembar kertas untuk diserahkan kepada adrian. matanya tertuju pada kemeja yang dikenakan adrian. dia tidak mengganti kemejanya. apa dia bertengkar dengan istrinya? dan memilih pergi ke kantor alih alih beristirahat dirumah? batin bunga. tak sadar bibirnya kini mengembangkan senyumnya.


adrian menatap tajam bunga.


" sini!! " ucap adrian tanpa memandang bunga sedikitpun. bunga mendekatkan dirinya agar lebih dekat dengan adrian.


adrian mendesah sebal.


" yang aku maksut dokumen yang kamu bawa.


" eh,.. iya pak. " bunga menjauhkan dirinya beberapa langkah. bibirnya memerah menahan malu.


adrian menyerahkan kembali beberapa dokumen yang telah ia tanda tangani. bunga menerimanya dan hendak menuju pintu keluar. langkahnya terhenti. dia kembali mendekat ke arah adrian. malas itu bertanya batin adrian.


" pak, apa nanti malam ada waktu? andika ingin,-


" tidak! saya sudah ada janji lain.


" baik pak. " sudah pasti tidak bisa ditawar lagi. batin bunga.


bunga meninggalkan ruangan dengan sedikit kekecewaan. adrian mengembuskan nafas kasar.


" apa apaan dia? seharian kemarin aku harus berakting didepan dia karena andika. apa dia ketagihan. dasar perempuan gila. " gerutu adrian.


dikampus. ayu dan kawan bersiap pergi ke sebuah mall. mereka ingin menonton film yang sudah mereka tunggu tunggu.


" guys makan dulu yuk." ajak vallas.


" kuy lah. gue laper. " saut candra.


yang lain mengangguk.


" guys, abis ini kita liat liat dulu ya. cuci mata gitu. jadi kita nontonnya agak sorean " ajak selly.


" terserah. thomas.


sepanjang perjalanan, ayu hanya diam. begitu juga dengan thomas. dia tidak bersemangat jika aku tidak bersemangat. melihat ayu dan thomas yang diam sedari tadi, para sahabat mencoba untuk mencairkan suasana. hal hal konyol dan receh sudah mereka ucapkan. tetap saja kedua orang ini tidak bergeming.

__ADS_1


" sel, thomas pasti patah hati banget ya? dari tadi cuma ngeliatin ayu tapi nggak ngomong apa apa. " bisik via. diangguki oleh selly.


__ADS_2