
sesampainya di mobil, ayu berhenti dan melepaskan tangan adrian yang sedari tadi digenggamnya. dan bergegas masuk ke dalam mobil dan menangis.
" ayu, maaf ya, ini semua karena aku, kamu banyak mengalami kejadian buruk. maaf yu.
" nggak dri. aku yang salah! aku yang membuat hubungan pertemanan kalian jadi kacau.aku yang harus minta maaf. ucap ayu sembari terisak.
" kamu tau yu? kamu dipaksa masuk dalam kehidupan aku, dan kamu juga terpaksa mengalami ini semua. seandainya, dulu aku sedikit lebih baik, mungkin kamu tidak perlu mengalami semua ini. ucap adrian sembari menyeka air mata ayu. ayu diam mematung dan hanya menatap adrian sendu.
" dri, apa kamu benar benar pernah,. tanya ayu tapi takut untuk melanjutkan pertanyaannya.
" pernah apa?
" eeeem. pernah,...nggak dri, nggak terlalu penting.
" apa kamu mau tanya tentang aborsi?
" i,,.iya dri, maaf, aku cuma pengen tau aja .
" apa kamu percaya sama jawaban aku?
" apa ada alasan yang harus buat aku nggak percaya dri?
" aku nggak pernah menyuruh untuk aborsi. perempuan itu, dia nggak mau aku putusin. jadi dia pura pura hamil. karena dia nggak terima aku tinggalin, dia buat gosip seperti itu.
ayu mencoba mencari kejujuran dari mata adrian dengan mendekatkan wajahnya agar lebih jelas melihat mata adrian. dan memang benar adrian jujur. kemudian ayu tersenyum.
" iya, aku percaya dri.belum sempat ayu menjauhkan wajahnya dengan cepat adrian meraih wajah ayu dengan kedua tangannya dan mencium bibir ayu. karena tidak mendapatkan balasan dari ayu, adrian melepaskan ciumannya.
" yu, kamu bener bener nggak tau cara nya berciuman?. tanya adrian dengan tetap memegang wajah ayu. ayu mengangguk.
" kalau begitu, buka mulut kamu, lakuin apa yang aku lakuin juga. perintah adrian. ayu hanya diam dan mengangguk. kemudian adrian mencobanya lagi, ayu melakukan apa yang adrian ucapkan dan berlangsung lama.
" adrian aku kehabisan nafas! ucap ayu sembari melepaskan ciumannya.
adrian tersenyum menatap ayu, sembari menyeka bibir ayu yang lembab karena ciuman mereka. ayu yang baru pertama kali melakukanya tidak mampu menatap mata adrian, bahkan pipinya sudah seperti tomat.
" ya ampun! tadi aku kerasukan apa si? kenapa aku nurut sama adrian? ihhhhhh apa aku kayak perempuan murahan ya? kenapa oh kenapa! aku malu banget! bisa nggak dri jangan ngeliat ke aku terus? aku nggak kuat liat kamu! batin ayu.
" kita pulang sekarang ya? ajak adrian. dan ayu hanya menunduk dan mengangguk.
sesampainya di apartemen, ayu setengah berlari menuju kamarnya.
" yu! panggil adrian, yang membuat langkah kaki ayu berhenti.
" mau kemana?
" ke kamar dri, kenapa?
__ADS_1
adrian mendekati ayu lalu meraih wajah ayu. ayu yang mengetahui maksutnya memejamkan mata. adrian yang melihat tingkah ayu terkekeh.
" kamu kenapa tutup mata?
" hah? e,,..enggak papa. wajah ayu yang memang sudah merah kini menjadi lebih merah.
" kamu lupa ya? kita belum makan dari siang?
" ya ampun! aku lupa dri, ya udah. aku masak dulu ya? tapi aku mau mandi dulu sama ganti baju.pinta ayu.
" jangan! nanti aja mandinya. nggak usah masak. aku pesen aja. lagian kamu pasti capek kan?
" nggak apa apa dri, besok kan week end, jadi besok aku bisa istirahat seharian. ujar ayu.
" besok juga ada yang harus kita lakuin. udah makanya aku pesen aja. kamu tunggu di depan tv. aku ganti baju dulu. ucap adrian sembari berlalu menuju kamarnya. sementara ayu menuju ruang tv.
" adrian kenapa si? apa bedanya mandi sekarang sama nanti. dasar aneh.
adrian selesai mengganti baju dan langsung menuju ruang tv. tapi ayu tidak ada disana, hanya ada tas dan juga ponselnya.
" emm mungkin dia kekamar, ada yang mau diambil.
adrian menunggu ayu sembari menyandarkan tubuhnya di sofa. tiba tiba ponsel ayu berdering. dengan cepat adrian menyambar ponsel ayu. adrian hanya mengerutkan dahinya melihat pesan yang menumpuk dan panggilan masuk yang puluhan dari beberapa nomor tidak diberi nama.
" huh..! kalau gue buka marah nggak ya dia? tapi gue penasaran. akhirnya adrian melihat semua isi pesan di ponsel ayu. untungnya adrian menyadari jika ponsel ayu tidak pernah dikunci. adrian menggelengkan kepala melihat isi pesan di ponsel ayu. mulai dari mengajak berkenalan, mengajak nonton, dinner, bahkan juga thomas yang terus mengirim pesan dan terus menghubungi ayu.
" dri! panggil ayu yang dengan jelas suaranya tepat berada dibelakang adrian.
" hah? emm hemm hemm. eh maaf ponsel kamu bunyi terus, tadi aku mau angkat tapi keburu mati duluan. ayu hanya tersenyum karena sedari tadi ayu melihat adrian tepat dibelakangnya.
" kamu abis ngapain? tanya adrian mencoba mengalihkan pembicaraan.
" dari kamar mandi dri, pipis.
" emm tadi thomas kirim pesan. ucap adrian dengan wajahnya yang kesal.
" iya, aku liat kok tadi, jawab ayu sembari tersenyum ke arah adrian. adrian yang merasa tidak enak telah membaca semua isi pesan di ponsel ayu hanya menelan ludahnya sendiri.
ting tong!
" kayanya makanan kita sampai. aku ambil dulu. ucap adrian seembari menuju pintu. ayu berjalan menuju dapur untuk mengambil piring, sendok dan air minum. setelah mereka selesai makan, ayu bergegas membereskan bekas makan mereka dan segera mencuci piring. dan hendak menuju kamar.
" ayu! panggil adrian. yang secara otomatis membuat kaki ayu berhenti melangkah.
" kenapa dri?
" kamu jadi kan tidur dikamar aku? tanya adrian ragu.
__ADS_1
" ah? emm
" tadi kita pulang kan mendung, jadi aku nawarin.
" iya. nanti aku ke kamar kamu selesai mandi ya.
" iya. aku tunggu.jawab adrian. mendengar adrian menunggu ayu merasa bingung.
" kenapa dia nungguin aku? aneh?.batin ayu seraya masuk kedalam kamar.
tiga puluh menit kemudian. ayu telah selesai mandi dan tidak lupa memakai lotion dan juga perawatan diwajahnya dan bergegas ke kamar adrian.
ketika ayu masuk adrian sedang duduk bersandar di atas ranjang. ayu langsung menghampiri adrian dan merebahkan tubuhnya di samping adrian. adrian meletakan ponselnya san ikut berbaring. adrian memandang punggung ayu yang tidur membelakanginya dan bergegas mendekat lalu memeluk tubuh ayu dari belakang. ayu membelalakan matanya terkejut.
" dri, kamu mau ngapain? tanya ayu.
" menurut kamu? aku mau ngapain?.
" dri, lepasin dri, kaki sama tangan kamu berat.
"yu, apa kita bisa benar benar seperti pasangan suami istri mulai sekarang? tanya adrian sembari mempererat pelukannya.
" m,..maksut kamu dri? memang kita nggak keliatan suami istri? bahkan sekarang aku tidur di kamar kamu. jawab ayu sembari meremas sprei.
" kamu memang tidur disini, tapi aku kan belum pernah meniduri kamu,. jawab adrian. ayu membelalakan matanya. bagaimana mungkin seseorang dengan mudahnya berbicara semudah itu.
" dri, aku tidak bermaksut menolak kamu, tapi bisa kamu kasih waktu sampai aku siap? tanya ayu dengan nada pelan. karena takut adrian akan marah. karena sedari tadi, ayu merasakan ada bagian yang mengeras di bawah adrian.
" berapa lama? tanya adrian sembari menciumi leher ayu. ayu berbalik menghadap adrian.
" sampai aku benar benar yakin dengan hatiku. jawab ayu dengan wajah tegasnya. sementara adrian menghembuskan nafas kasarnya dan mengangguk.
" apa kamu bisa menjanjikan satu hal?
" apa?
" jangan berselingkuh dariku! pinta adrian dengan anda tinggi.
" iya aku janji dri.
adrian memandang wajah ayu dan mencium bibir ayu dengan buasnya.
" adrian! ayu melepaskan ciuman adrian dengan terengah engah. kan aku udah bilang tadi.
" aku kan cuma cium yu, itu bertujuan, supaya nanti kamu udah nggak perlu belajar lagi. ucap adrian. ayu hanya menanggapi dengan senyum. adrian yang merasa tidak kuat lagi, akhirnya pergi ke kamar mandi.
" oh ****!! kenapa lo nggak bisa kontrol sih? dikit dikit bangun kalau liat ayu. ah sial! sial! sial! gue harus mengorbankan tangan gue lagi? biasanya gue nggak perlu bikin capek tangan gue!
__ADS_1