
adrian juga mendapatkan telfon yang sama. seketika dia menepikan mobil dan menggenggam kemudi dengan erat. matanya memerah. dengan cepat adrian memutar balik arah untuk kembali ke kampus dengan kecepatan tinggi.
sementara ayu masih mematung. para sahabatnya mencoba bertanya tentang apa yang terjadi. tapi ayu tidak bergeming sedikitpun. bibirnya ingin berbicara tetapi suaranya tak kunjung terdengar.air mata yang semakin membanjiri pipinya. ayu mencoba meraih ponselnya, tetapi tangan yang gemetaran mempersulit keadaanya.
" ayu, lo mau apa? mau telfon siapa? gue bantuin? bilang yu, jangan diem aja. ucap vallas yang kebingungan.
ayu mencoba membuka bibirnya perlahan.tetapi suara itu tidak kunjung terdengar, ayu hanya bisa berteriak didalam hati.
tidak beberapa lama, mobil adrian kembali ke depan gerbang kampus. adrian masuk dan sibuk mencari ayu.terlihat ayu yang sedang dikerubungi teman temanya. adrian berlari mendekati ayu.para sahabat ayu menoleh dan terkejut. adrian tiba dengan mata yang merah.
" sayang" adrian mendekat dan memeluk ayu. sahabatnya sangat terkejut. ayu semakin deras menangis tanpa suara. adrian melepas pelukanya karena menyadari seluruh tubuh ayu sangat dingin dan gemetar hebat. bahkan adrian tidak mendengar sedikitpun suara dari bibir ayu.
" sayang, suara kamu hilang?"ayu mengangguk dengan air mata yang seperti air terjun.
"papa will be fine. don't cry. kita kesana sekarang ya?" adrian memeluk pundak ayu dan membantu berjalan ke menuju mobil yang terparkir di depan pintu gerbang.
semua yang melihat menjadi sangat bingung, ada apa dengan ayu? ada hubungan apa mereka? ada apa dengan papa mereka? apa mereka adik dan kakak? lalu kenapa mereka terlihat mesra? jutaan pertanyaan menghantui para sahabatnya, tak terkecuali alea yang berdiri mematung di depan pintu kelas. thomas yang baru saja tiba di pintu gerbang geram melihat ayu dipeluk oleh adrian.
sesampainya dirumah sakit. ayu dan adrian bergegas menuju ruang UGD. ayu dengan sekuat tenaganya mencoba berlari mengejar adrian yang sudah tidak nampak punggungnya. adrian yang sudah di ruang UGD, dan dokter sudah menunggu adrian dari tadi.
__ADS_1
adrian langsung keruangan dokter. hingga dia lupa dimana ayu sekarang. ayu sampai diruang UGD tetapi perawat mengatakan, jika belum diijinkan masuk. ayu menatap kedua tangannya yang gemetaran. dia mengingat hari dimana dia kehilangan kedua orang tuanya serta adik laki laki nya. saat itu dia menggenggam erat tangan ibunya yang terbujur kaku. " bunda! bunda!" ayu kecil berteriak histeris melihat sang bunda yang tidak bergerak. ayu pikir saat itu hanya kehilangan ibunya. tapi ternyata mayat yang ditutupi kain putih disamping ibunya adalah ayahnya. seketika bibir ayu terbuka ingin memanggil "ayah! tapi suaranya tiba tiba menghilang. bibirnya bergerak tapi suaranya sama sekali tidak terdengar. air mata ayu saat kecil serasa sedang dikuras. terlebih saat mayat terakhir dibuka kain penutupnya, ayu berteriak histeris dalam hati. melihat adik kesayangannya terbujur kaku bersimpuh darah. tangan ayu menggoyang goyang kan tubuh orang tua dan adiknya bergantian. yah tangan itu menjadi saksi betapa terlukanya seorang anak berusia delapan tahun dengan tragedi yang menyayat hati.
adrian keluar dari ruangan dokter, dan mengingat ayu. adrian menjambak jambak rambutnya. bagaimana bisa dia melupakan istrinya yang untuk berjalan saja sudah tidak mampu.adrian berlari untuk mencari ayu, langkah nya terhenti melihat ayu yang duduk didepan ruang UGD dengan berurai air mata sedang memandangi kedua telapak tangannya yang gemetaran.
"sayang," panggil adrian lirih. ayu tidak bergeming sama sekali. dia tetap memandangi kedua telapak tangannya. dia tidak ingin mengalaminya lagi sambil terus menangis.
" sayang, adrian duduk didamping ayu dan memeluk tubuh ayu yang gemetaran." ya tuhan, tubuh istriku dingin sekali.batin adrian sembari menitikan airmata. adrian pun sangat terkejut mendengar kabar bahwa papa faris kecelakaan saat menuju bandara. bahkan kini dia juga sangat ketakutan akan kehilangan papanya. tapi saat melihat ayu, dia yakin ayu jauh lebih ketakutan. dia pasti mengingat peristiwa kecelakaan dua belas tahun lalu. batin adrian.
ayu tampak membuka bibirnya dan menatap wajah adrian dengan mata yang terus mengalirkan air mata. seakan bertanya bagaimana keadaan papa. itu yang coba diartikan adrian.
" sayang, papa pasti sembuh. sebentar lagi papa akan dioperasi.kita doakan papa, semoga papa mampu melewati ini semua ya?. adrian coba menenangkan istrinya. walaupun dia sendiri sangat ketakutan.
adrian yang panik terus melangkahkan kaki bolak balik. rasanya ayu ingin sekali memeluk dan menguatkan adrian. tapi tubuhnya seperti kehilangan seluruh energi.
dua jam kemudian. operasi telah selesai. para dokter yang menangani juga sudah keluar dari ruang operasi. adrian bergegas menghampiri dokter yang mengoperasi papanya.dokter itu mengajak adrian keruangannya. " sayang, tunggu disini sebentar ya. sebentar lagi kita boleh liat papa. aku mau keruang dokter dulu ya" ijin adrian sembari menghapus air mata ayu. ayu mengangguk.
diruang dokter
" jadi bagaimana dok? apa berhasil?
__ADS_1
dokter itu menghela nafas, dan membuangnya perlahan melalui mulut. " operasinya berjalan lancar. seperti yang saya jelaskan tadi, papa anda mengalami pecah pembuluh darah. kemungkinan besarnya adalalah koma. tapi sayangnya saya juga tidak dapat memastikan berapa lama.
" berapa persen kemungkinan untuk sembuh dok? tanya adrian yang sudah tidak dapat membendung air matanya lagi.
" saya, tidak mampu untuk memberikan nilai persen untuk kesembuhan pasien, tapi yang pasti kemungkinan selalu ada. jangan pesimis. teruslah mendoakan kesembuhan papa anda. itu hal yang paling penting.
adrian menghapus air matanya." dok saya mohon lakukan yang terbaik untuk papa saya. berapapun biayanya. tolong sembuhkan papa saya". pinta adrian sembari mengatupkan telapak tangannya.
" kami akan berusaha semampu kami, tolong jangan begini pak adrian." dokter itu menggenggam kedua telapak tangan adrian.
adrian keluar dari ruang dokter dan menuju ruang operasi, karena papa faris akan segera dipindahkan ke ruang perawatan. langkahnya terhenti menyaksikan istrinya yang terus berderai air mata. bibirnya bergerak dan memandang telapak tangannya yang gemetar hebat. sebenarnya adrian ingin menyampaikan pesan dokter tentang keadaan papa faris sesaat sebelum operasi dimulai. tapi melihat kondisi istrinya yang bahkan tidak mampu berdiri, akhirnya mengurungkan niatnya.
" sayang," panggil adrian dengan mengelus kepala ayu lembut.
ayu menatap adrian dengan bibir gemetarnya, seolah bertanya. bagaimana operasinya? apakah papa baik baik saja.
adrian tersenyum dan membenamkan kepala ayu didada adrian. " sayang, operasi papa berhasil.papa pasti sembuh. tapi.." mendengar kata tapi, ayu langsung bangkit dan menatap adrian seolah bertanya. tapi apa?. adrian melanjutkan dan menyeka air mata ayu. " papa butuh waktu untuk kembali pulih. kita hanya perlu berdoa, berusaha, dan bersabar ya sayang. ayu menggangguk.
tidak berapa lama, papa faris sudah di pindahkan ke ruang rawat. adrian dan ayu menunggu untuk bisa melihat papa faris. tiba tiba suara langkah kaki terdengar sangat jelas. sosok tinggi besar berkulit putih menghampiri adrian dan ayu dengan nafas yang terengah engah. adrian menatap laki laki yang berdiri didepannya itu." siapa? aku kayak pernah liat. tapi dimana?. laki laki itu terus memandangi ayu dengan mata berkaca kaca.
__ADS_1
ayu yang terus menunduk dan memandangi kedua telapak tangannya tidak menyadari ada sosok yang manatapnya.