Menikah Dengan Playboy

Menikah Dengan Playboy
Pacar Adrian


__ADS_3

'Cup


Kecupan mendarat di bibir Ayu.


'Bugh!


Ayu memukul dada Adrian karena terkejut.


" Aw! aduh. Lo mukulin gue mulu sih! " Pekik Adrian.


Ayu yang masih terkejut hanya terdiam dengan pipi merahnya.


" Lo tau nggak? gue bisa laporin lo ke polisi nih! lo kdrt sama gue! " Ancam Adrian.


" Kamu tuh keterlaluan banget sih! main cium cium aja dari tadi! kamu pikir aku sama kaya perempuan perempuan yang kamu kenal di luaran itu? aku mungkin enggak seksi seperti mereka! aku enggak gaul! kamu sendiri tau kan? "


" Aduh gini ya emak lampir, itu namanya bukan ciuman. Orang cuma nempel doang. Kalau lo mau tau bedanya, sini gue ajarin. "


Plak!


Ayu reflek menampar Adrian. Dia sendiri tidak berniat seperti itu, hanya saja, Ayu yang belum terbiasa disentuh laki laki merasa direndahkan harga dirinya.


" Wah! lo udah bener bener enggak waras ya? lo tau nggak? gue bisa lakuin yang lebih gila dari ini. "


Ayu hanya terdiam, menatap Adrian dengan tatapan kebencian yang di iringi air mata yang akan mulai membasahi pipinya. Ayu yang sangat muak dengan tingkah Adrian mencoba untuk tidak menanggapi ucapan Adrian, dan berlalu ingin meninggalkan kamar.


'Aw!


Adrian menarik paksa tangan Ayu dengan kasar.


" Lepasin! lepasin aku bilang! " Ayu membentak dengan mata yang berlinang air mata.


Adrian yang melihat wajah Ayu seketika melepas tangan Ayu. entah mengapa dia merasa tidak tega melihat Ayu menangis.


Ayu melangkah keluar kamar dan membanting pintu dengan keras.


' Der!


" Gila nih emak lampir! baru aja gue ngerasa kasian, sekarang gue dibikin jantungan sama dia. "


Ayu duduk di depan tv dengan mata yang terus membasahi pipinya, kemudian dia mencoba untuk mengirim pesan kepada Papa Faris.


Setelah selesai mengirim pesan ke Papa Faris, Ayu kembali menuju kamar utama.


' Glek


Dilihatnya Adrian yang sudah tertidur di atas tempat tidur. Ayu dengan cepat membereskan semua barang barangnya.


Adrian yang mendengar suara langkah kaki akhirnya terbangun. dia bingung melihat Ayu yang mengemasi barang barangnya. Adrian benar benar terkejut lalu dia berlari ke arah Ayu dengan tatapan bingung.


" Lo mau kemana? " Tanya Adrian.


" Keluar dari sini! " Nawab Ayu dengan nada sinis.


" Waduh,,,! lo masih marah? "

__ADS_1


Adrian reflek menarik tangan Ayu yang sedang sibuk memasukan barang barangnya ke koper dan menggenggam tangan Ayu, dengan tatapan bersalahnya.


" Gue minta maaf! gue janji gue enggak akan ulangi lagi kekurang ajaran gue. Nanti gue bilang Papa supaya cctv di sini di copot. Jadi lo enggak perlu pergi dari sini.


Ayu yang bingung dengan tingkah Adrian, mendekati wajah Adrian untuk melihat sorot matanya apakah Adrian bersungguh sungguh atau tidak. Ayu menatap adrian dengan lekat dan tersenyum licik.


" Oke! sekarang kamu kemasi semua barang kamu dan pindah ke kamar tamu. Aku udah bilang Papa masalah cctv, dan aku udah bilang kalau kita butuh waktu untuk saling menyesuaikan diri, tadinya aku mau pindah ke ruang tamu. Tapi, karena kamu yang memohon begitu, yaudah hus.. hus... sana! " Sambil mendorong dada Adrian.


" Sana kamu aja yang diruang tamu wek... "


Adrian menaikan sebelah sisi bibirnya tanda mengumpat Ayu.


" Cih, sialan! gue pikir dia mau kabur! memang dasar emak lampir. Biarpun lo cantik tapi ngeselin banget tingkahnya! "


Ayu yang sedang tersenyum bahagia, terus memperhatikan Adrian dengan tatapan sinis, seolah ingin mengusir Adrian secepatnya dari kamar.


Adrian bergegas membereskan pakian dan barang barang lainya untuk dibawa ke kamar tamu.


" Dasar sial! muka perempuan ini kaya malaikat, cantik banget. Tapi kelakuan kaya dajal. " Gumam Adrian dalam hati.


Ayu tersenyum bahagia, akhirnya dia bisa bebas dikamar sendirian, tidak ada Adrian yang akan berbuat mesum lagi.


Setelah selesai mereka membereskan barang barang dan menata rapih, mereka membaringkan tubuh mereka dikamar masing masing untuk istirahat. Waktu menunjukan pukul 16.40,


Ayu terbangun dan melihat jam di ponselnya dengan mata yang setengah terpejam.


" Hah! " Ayu membulatkan matanya.


" Ya ampun! ini udah mau malem aja, aku tidur atau pingsan ya?! "


" Kamu udah makan dri ? "


" Udah dari tadi! "


" Cih judes banget ini cowok. "


" Nih makan lo! gue udah pesen lewat aplikasi. " Ucap Adrian


sembari menatap acara fashion show di tv.


" Makasih Adrian. " Jawab Ayu dengan senyum manjanya.


" Cih! dasar aneh sebentar manis, sebentar mirip emak lampir. " Gumam Adrian, tapi masih terdengar di telinga Ayu.


Ayu hanya tersenyum membalas ocehan Adrian.


" Dri? "


" apa? "


" Kamu punya pacar? "


"Punya. "


" Siapa namanya? terus dia tinggal dimana? dia tau nggak kamu udah nikah? " Tanya ayu dengan wajah penasaranya.

__ADS_1


Adrian menoleh ke arah ayu.


" Itu pacar gue! " Sambil menunjuk seorang model yang ada di layar tv.


" Ckckck... mimpimu ketinggian Dri! " Ucap Ayu sembari menggeleng kepala dan tersenyum tidak percaya.


Adrian mengambil hp nya, dan membuka galery, lalu menyodorkan ke wajah Ayu.


Ayu hanya melotot dengan sendok yang masih menyangkut dimulutnya. Buru buru Ayu menelan makanannya.


" Jadi beneran ya Dri? "


" Menurut lo gimana? "


" Terus dia tau kamu sudah menikah? "


" Belum! aku enggak mau ngasih tau! "


" Kenapa? " Tanya Ayu.


" Karena kita kan menikah dipaksa! memang lo bahagia nikah sama gue? enggak kan? gue enggak tau tujuan papa jodohin kita, dan gue belum kepikiran untuk menikah sebenarnya. " Ucap Adrian dengan wajah jengkelnya.


" Dri? "


" Hem? "


" Lusa aku pergi kuliah, papa udah pindahin ke salah satu kampus deket sini. "


" Terserah! "


" Dri? "


" Apa? " Dengan tetap memandang layar tv.


" Aku tau, kamu pasti kecewa dengan pernikahan ini, dan aku, aku juga menyukai seseorang. tapi mulai dari sekarang aku tidak akan menyukai laki laki manapun selama aku menyandang status sebagai istri kamu. Aku akan tetap menghargai kamu dan urusan hati kamu. " Ucap Ayu sembari menggenggam tangan Adrian.


" Maksud lo! apa? "


" Kalau memang kalian saling mencintai, kalian bisa tetap saling mencintai, untuk saat ini, biarkan orang lain yang tidak mengetahui tentang pernikahan kita, biarkan mereka tidak tau. "


" maksut lo? lo enggak akan larang kalau gue masih jalan sama Sandra? " Tanya Adrian dengan tatapan menyelidik.


" Selama papa enggak tau, mungkin aku enggak masalah,. asal kamu tau dri, papa menikahkan kita, dengan harapan supaya kamu menjadi laki laki yang bertanggung jawab. Meninggalkan kebiasaan buruk kamu. Papa mempercayakan itu semua sama aku. Tapi malam ini aku liat kamu yang terus mandangin model itu, kayaknya kamu beneran cinta dia. Karena ini masalah hati kamu, aku enggak bisa melarang. "


" dan lo, lo juga suka seseorang kan, siapa?


gue juga enggak akan larang lo sama dia. Gue janji gue akan berubah jadi sosok yang lebih baik. " Sembari menatap Ayu dengan ketegasan.


Ayu membuang nafas kasarnya dan tersenyum.


" Mungkin dia udah enggak mau lagi sama aku, karena dia tau, aku sudah menikah. " Jawab Ayu dengan senyum yang sulit diartikan.


" Man lo bisa jelasin alasanya! " Bantah Adrian.


" Aku enggak berniat untuk menjelaskan apapun, yang aku tau, aku sudah menikah. Aku hanya perlu menjaga hati untuk tidak menyukai laki laki lain. " Ucap Ayu, masih dengan senyum yang susah diartikan.

__ADS_1


__ADS_2