
maksut kamu apa sih? siapa yang pacaran? kalau ngomong itu jangan langsung begitu, aku nggak paham.
" aku liat kamu sama thomas. terus kenapa kamu diem aja waktu thomas merangkul pundak kamu? kamu suka? sejauh apa kalian berhubungan? tanya adrian menyelidik sembari membuka kancing lengannya lalu menggulung hingga ke siku.
" kami cuma berteman adrian. lagi pula kita kesana kan rame rame sama temen yang lain. kenapa yang kamu soroti cuma aku sama thomas. ucap ayu sembari menahan air mata yang ingin jatuh dipipinya.
adrian menghela nafas." kamu tau nggak? kenapa dia sekarang berteman sama kamu? kenapa dia begitu peduli sama kamu? berteman? adrian berdecih. dia sengaja menjadi teman untuk bisa lebih dalam masuk ke hati kamu. seandainya aku nggak sama client pasti aku akan,,..
" apa! bentak ayu menghentikan ucapan adrian. nggak usah perduliin hal yang nggak penting dri. aku nggak punya perasaan lebih buat thomas selain sahabat. lagian apa salahnya aku jalan sama temen temen aku?!
" mulai besok, kamu nggak boleh lagi pergi kemanapun kecuali kuliah. paham? adrian mencoba untuk meninggalkan kamar ayu. karena sedari tadi dia ingin sekali berkata kasar tapi selalu ditahan karena tidak ingin menyakiti hati ayu.
" aku nggak mau! jawaban ayu membuat adrian menghentikan langkah dan memutar tubuhnya menghadap ke arah ayu.
" kenapa? apa thomas sudah mulai membuat kamu bimbang? apa thomas sudah mulai memiliki tempat dihati kamu? pertanyaan adrian justru menyulut emosi ayu.
dengan mata berlinang ayu menumpahkan semua isi hatinya.
" tempat dihati? bahkan dihati aku cuma ada kamu. setiap malam aku dengan semangat masak buat kamu, tapi setiap paginya aku membuang makanan yang aku buat sambil nangis. aku sering ngga makan malam karena ketiduran nunggiin kamu. setiap pagi aku bangun, kamu udah pergi. kalau kamu juga nggak bolehin aku keluar, aku harus apa di tempat ini?
adrian menarik tangan ayu dan memeluk tubuh ayu dengan erat. " maaf, maaf kalau kamu merasa kesepian. tapi cuma ini satu satu nya cara untuk menepati janji aku ke kamu. ujar adrian sembari menyeka air mata ayu.
" bohong! aku tanya papa. papa bilang nggak pernah menyuruh kamu kerja lembur dan berangkat sepagi itu. papa juga bilang, kalau kamu sendiri yang cari kesibukan dikantor.
adrian menghela nafasnya. " bukan janji itu yang aku maksut.
__ADS_1
" memang apa lagi? ayu mengangkat wajahnya dan menatap wajah adrian.
adrian melepaskan pulukanya dan menatap tegas wajah ayu. " kamu tau yu, semakin sering aku berdua kamu, otak kotor aku terus bekerja. aku udah mencoba untuk nggak terpengaruh, tapi nggak bisa. jadi ya aku terus menyibukkan diri sampai kamu benar benar siap. aku capek yu kalau pakai tangan terus. gk enak. ucap adrian sembari tersenyum nakal.
ayu terkekeh mendengar alasan konyol adrian." dri, kamu nggak bohong kan? kamu nggak lagi selingkuh kan? tanya ayu.
" sekarang si nggak ada niat. nggak tau nanti.
bughhh!!!! aduh! pekik adrian.
" denger ya dri, kalau sampai kamu selingkuh, bukan cuma aku pukul kayak gini! aku mau pergi ke dukun buat santet kamu! ancam ayu dengan bibir manyun.
" iya, aku janji nggak akan.
" nggak akan apa?
" awas kamu bohong dri. ancam adrian sembari memeluk tubuh adrian." kamu udah makan dri?
" belum, aku sibuk buntutin kamu tadi.
" ya udah. aku mau mandi dulu, terus aku mau masak. ucap ayu sembari melepaskan pelukannya.
" ya udah. aku juga mau mandi.
setelah mandi,ayu bergegas kedapur dan menyiapkan makan malam untuk mereka berdua. setelah siap ayu memanggil adrian untuk makan malam bersama. setelah mereka selesai, ayu pergi ke dapur untuk mencuci piring dan merapikan beberapa bagian yang agak berantakan. setelah selesai ayu menghampiri adrian yang tengah duduk di sofa sembari menonton tv. saat ayu sampai di sofa dia melihat acara yang tengah ditonton adrian. ayu membelalakan mata dan mulutnya menganga tidak percaya. ayu menatap wajah adrian yang nampak begitu serius menonton. dengan cepat ayu menyambar remote yang tengah di genggam adrian dan mematikan tv nya.
__ADS_1
" kamu kenapa sih yu? tanya adrian.
" kamu yang kenapa! ngapain kamu liatin acaranya sandra! kamu belum bisa move on memang? tanya ayu dengan nada membentak.
" memang kenapa? aku nggak liat sandra. aku cuma liat body nya. jawab adrian dengan senyum meledek.
" apa yang kamu liat? body? kamu pikir aku nggak tau! itu dadanya digedein. pantatnya juga. kalau pantat sama dadanya busuk apa kamu masih mau ngeliatin? adrian terkekeh mendengar ocehan ayu. lagian jadi perempuan ngga bersyukur banget.
tiba tiba adrian terpaku melihat bibir tipis ayu, kemudian menjalarkan pandanganya ke arah leher dan seluruh tubuh ayu. seketika adrian tersadar. adrian menggelengkan kepala dan mengusap kasar wajahnya. " yu, aku ke kamar dulu ya. adrian berjalan secepat mungkin ke kamar. dan langsung masuk ke kamar mandi.
" tu kan! ah sial! tangan gue lagi kan! baru juga beberapa jam sama ayu. apalagi kalau gue sering sering dirumah. bisa stres gue! batin adrian.
ayu yang bingung karena adrian meninggalkannya saat sedang berbicara mencoba untuk menyusul adrian. sesampainya di pintu kamar adrian ayu hendak mengetuk pintu. tapi dia urungkan niatnya. kemudian ayu menempelkan kupingnya di pintu kamar adrian tapi tidak ada suara apapun yang terdengar. " ya ampun jangan jangan adrian lagi video call sama sandra. dia kan abis liat body nya sandra." akhirnya ayu memutuskan untuk masuk diam diam ke kamar adrian. "kemana dia? atau jangan jangan dia, ayu menutup mulutnya. dia mengira adrian melakukan panggilan videonya dikamar mandi. " awas aja kamu dri, kalau bener dugaan aku, aku aduin kamu ke papa." ayu membuka pintu kamar mandi dan terkejut dengan apa yang adrian lakukan.
" ya ampun dri! kamu ngapain? tanya ayu sembari menutup matanya.
adrian terkejut melihat ayu tiba tiba berada didepannya. ayu memutar tubuhnya dan berniat keluar dari kamar mandi dengan telapak tangan yang menutup matanya.
adrian yang merasa kepalang tanggung akhirnya menarik pinggang ayu lalu menarik kedua tangan ayu yang menutupi matanya." kamu liat, seperti ini lah aku kalau didekat kamu. aku nggak punya pilihan selain begini.
ayu menatap adrian sendu, seolah bersalah karena membuat suaminya tersiksa. ayu hanya diam mematung menatap wajah adrian. adrian yang sudah tidak tahan akhirnya berdiri dan mencium bibir ayu. awalnya adrian ragu, tapi karena ayu membalas ciumannya itu pertanda ayu tidak menolak.
adrian mengangkat tubuh ayu keluar dari kamar mandi dan merebahkannya di ranjang.ayu yang sudah pandai membalas ciuman terus melakukanya, dia juga merindukan suaminya. tidak terasa seluruh pakaian yang ayu kenakan sudah berhasil adrian tanggalkan.ayu yang merasa malu, mencoba untuk menutupinya dengan selimut tapi adrian menepiskan selimutnya. adrian mulai membuka seluruh pakainya. ayu hanya menelan ludah melihat pemandangan itu. adrian mulai mencium setiap lekuk tubuh ayu. adrian beberapa kali mencoba untuk melakukanya perlahan, tapi tidak juga berhasil. " ayu, maaf ini agak sakit. kamu bisa gigit leher, pundak atau apapun yang kamu mau. ayu hanya mengangguk.
" auwhhh! sakit! hiks... hiks...
__ADS_1
adrian menghapus air mata ayu. " sakit nya cuma untuk sekarang. besok nggak lagi. ucap adrian dengan suara terengah. lalu melanjutkan kegiatannya.