Menikah Dengan Playboy

Menikah Dengan Playboy
Me VS Mama Mertua


__ADS_3

" mama berarti nanti malam kita pulang kerumah papa ya ma? terus dika sama mama bisa bobok sama papa?"


adrian dan ayu terkejut lalu saling tatap. ayu sedikit membulatkan matanya lalu mengerutkan dahinya. jawab apa? pertanyaan itu yang ditangkap adrian dari exspresi ayu. adrian menggelengkan kepala bingung.


ayu mendekati andika. memegang kedua pipinya dan berjongkok. " dika sayang, nanti suatu hari tante jelasin ya. tapi sekarang, kalau andika mau bobo dirumah papa, dika kerumah papanya sendiri aja ya sayang."


andika mengerucutkan bibirnya." memang kenapa tante? dika mau nya bobo sama papa dan mama."


ayu sudah mulai frustasi. bingung memikirkan jawaban yang tepat untuk anak seusia andika. ayu menarik nafas dan menghembuskan perlahan. " dika, kan tadi tante udah bilang, suatu hari kalau dika sudah sedikit lebih besar, pasti papa dan tante jelasin alasannnya ya?


andika tertunduk lesu dan mengangguk. ayu bangkit dari jongkoknya lalu menatap mama risa dan bunga bergantian. senyuman penuh kecurigaan sengaja ayu perlihatkan didepan dua wanita itu. bunga terdiam dan mulai memalingkan pandangan dari ayu. mama risa mendengus kesal.


ayu menggandeng lengan adrian." sayang, kamu mau berangkat sekarang?"


" iya. sebentar lagi bayu datang. kamu mau makan apa, bilang bayu aja ya sayang." ayu tersenyum dan mengangguk.


adrian mulai melangkahkan kaki. ayu tersenyum memandang punggung adrian yang semakin menjauh. setelah adrian menghilang dari pandanganya, ayu ingin kembali keruang papa faris tapi dihentikan mama risa.


" tunggu!!." suara mama risa seperti singa ingin menerkam mangsanya.


ayu menghentikan langkahnya dan menatap mata mama risa yang tajam tanpa rasa takut. ya meskipun dihatinya ada rasa takut, tapi ayu tidak ingin menampakan kelemahanya.


ayu mencoba menarik bibirnya, berharap senyum yang terpaksa itu terlihat tulus " ada apa mama mertua?"


" jangan panggil saya mama mertua! saya tidak mau menjadi mertua kamu!" bentak mama risa.


ayu menghembuskan nafas kasarnya dan mencoba mempertahankan senyumnya.


" wadidau.... mama mertua ternyata galak ya? hampir mirip ibu tiri. hihihi.."


" denger baik baik ya. saya tidak mau punya menantu seperti kamu. cuma bunga yang paling cocok menjadi menantu saya."


" emmmm gimana ya mama mertua?" ayu memutar bola matanya. " anak ibu udah cinta mati sama aku. tiap hari dia bilang gini, sayang apapun yang terjadi jangan tinggalin aku ya. begitu mama mertua. jadi aku harus gimana dong?" ledek ayu.

__ADS_1


mama risa semakin sebal mendengar jawaban ayu. " kamu pikir, saya tidak tau? kalau pernikahan kalian terjadi karena perjodohan? lagi pula, anak saya itu terbiasa bergonta ganti pasangan. yah mungkin sebulan atau dua bulan lagi kamu ditendang." ancam mama risa.


" waduh!!,,. mama mertua tega banget ngomongnya. aku jadi merinding nih." sambil mengusap usap lenganya. " maaf mama mertua, aku tidak bermaksut kurang ajar nih ya. tapi ancaman mama mertua kurang greget. aku malah jadi pengen ketawa." ayu menyunggingkan senyum jenakanya.


" ketawa aja!! sebentar lagi, kamu akan tau rasanya nggak bisa ketawa.!!! " ancam mama risa yang merasa ancamanya gagal total.


" ahh mama mertua ada ada aja ngomongnya. udah lah mama mertua, ayo kita hidup rukun. ajak ayu dengan senyum meledek.


" kamu pikir, kamu pantas buat adrian? perempuan seperti kamu ini, banyak dijalanan! " bentak mama risa yang sudah kehabisan kata kata.


" hahahahahahaaa.... aduh mama ini menghinanya parah banget sih. aku kasih tau nih mama mertua. saat aku menikah sama adrian, adrian laki laki pertama buat aku. kalau kata suamiku yang gantengnya kelewat batas, aku itu satu satunya perempuan yang masih tersegel dengan baik yang ada dihidupnya. jadi jangan samain aku sama yang dijalanan dong mama mertua. lagian kalau yang dijalanan kan pasti udah bolong. heeeeheeee"


bunga menelan ludahnya dan matanya berkaca kaca seolah tersinggung dengan ucapan ayu. mama risa semakin kehilangan kontrol. rasanya dia ingin sekali menampar pipi ayu.sementara dika sibuk dengan gamenya sehingga tidak memperhatikan obrolan orang dewasa.


" ayu,," seseorang memanggil ayu.


ayu memalingkan pandanganya dan tersenyum. " eh dokter arga. ada apa dok?


" nggak papa yu, aku mau chek bapak faris.


dokter arga mengeluarkan kartu nama dari saku dan menyodorkan ke ayu.


" nih yu, yang aku janjiin kemarin.kamu bisa hubungi dia dulu. atau kamu bisa langsung keruangan dia. dia pasti akan menyambut perempuan cantik dengan senang hati. heheheee.


" ah dokter arga bisa aja nih gombalnya. makasih ya dok,


dokter arga mengangguk dan berlalu masuk kedalam ruangan papa faris.


" dasar ganjen!" ucap mama risa.


ayu tau, kata kata itu ditujukan untuk dirinya.


" ihhh mama mertua iri ya? mau gimana lagi dong, aku kan emang cantik. hahahaha." jujur saja, ayu merinding dengan ucapanya sendiri.

__ADS_1


" iya memang kamu cantik! makanya kamu memanfaatkan kecantikan kamu untuk menggoda adrian."


" ya nggak papa kali mama mertua. kan aku godain suami aku sendiri. bahkan tiap malam adrian minta digodain terus sama aku. hehehe." ya tuhan. mulut gue ilang kontrolnya. batin ayu.


" terserah!


ayok bunga. sebentar lagi kamu ke kantor kan? ayo dika," mama risa mengajak dika dan bunga pergi meninggalkan ayu karena sudah tidak kuat berdebat dengan ayu yang pandai sekali berkilah.


ayu tersenyum." dada mama mertua. sampai ketemu lagi." ayu melambaikan tangan bahagia. iya pasti. dia bahagia akhirnya tidak perlu berdebat lagi. ayu langsung terduduk dikursi dan menarik nafas lalu membuangnya perlahan.


" ya ampun!. mulut aku tuh kebiasaan selalu asal nerocos aja dari tadi. aku tadi bukan mau jawab begitu. pas mama mertua ngomong, tadi aku lagi mikirin kata kata yang sopan. tapi mulut aku selalu aja." gumam ayu.


'aaaaaaaaa! masak menantu kurang ajar banget sih! aduh..... aku harus gimana dong. dasar mulutku. kamu selalu menghianati otak ku." batin ayu sambil memukul pelan bibirnya.


waktu semakin ber lalu, adrian datang untuk menemui papa faris sebelum pulang ke apartemen sembari menjemput ayu yang seharian berada disamping papanya.


sesampainya di apartemen. adrian mengeluarkan makanan yang dia beli sebelum pulang. dia tidak ingin istrinya kelelahan. karena seharian ada dirumah sakit. ayu membantu adrian dengan mengambil piring lalu menyusunya di meja makan. setelah selesai makan malam, mereka masuk kekamar untuk beristrirahat.


ayu tengah membaringkan tubuhnya miring menghadap adrian. adrian masih sibuk dengan ponselnya.


" sayang, kamu belum mau tidur?" tanya ayu.


ayu mencoba mengelus elus paha adrian. berharap adrian berhenti dengan ponselnya.


" bentar yank, dikit lagi beres.


" kamu kerjanya rajin banget yank. sampai dirumah kamu masih kerja." gumam ayu.


" bukan kerja yank." jawab adrian yang masih tetap fokus dengan ponselnya.


ayu menghembuskan nafas kasarnya.


" terus kamu ngapain yank?

__ADS_1


" sandra." jawab adrian.


........


__ADS_2