Menikah Dengan Playboy

Menikah Dengan Playboy
Maaf, Sandra!


__ADS_3

Mata yang saling menatap penuh kebencian. saling menantang. itu adalah tatapan milik Ayu dan Sandra.


"Hahaha.... aku bahkan sering melihat Adrian telanjang dulu. nggak perlu malu lah." saut Sandra.


"Oya? tapi itukan dulu. sekarang, Adrian itu punya aku. sana kamu pergi jauh-jauh." Ayu mengibaskan telapak tangannya. mengusir.


"Kamu mau bersaing sama aku? heh?! kamu sadar kamu siapa? kamu cuma perempuan kampung. kamu nggak pantes buat Adrian." ucap Sandra penuh percaya diri. sesekali terus mengibaskan rambutnya kebelakang.


Ayu tersenyum mengejek.


"aku nggak mau bersaing sama orang yang terlalu banyak dipermak. aku maunya bersaing sama yang asli." jawab Ayu ketus.


"Lo!! kenapa mulut lo selalu pintar menghina gue?! dari tadi aku udah pakai bahasa sopan loh!!" ucap Sandra kesal. jari telunjuknya terus menusuk ke arah Ayu.


"Kalaupun bicaramu sopan, tapi tujuan kamu kesini nggak sopan. kenapa aku harus sopan?" balas Ayu. bibirnya semakin terlihat jelas senyumnya.


"Terus, kamu ada urusan apa kesini?" tanya Ayu. matanya lekat menatap Sandra sebal.


"Bukan urusan kamu. aku mau ngomong sama Adrian.


"Nggak bisa! pergi sana! atau aku teriak biar security seret kamu keluar. kan nggak lucu kalau ada gosip artis diseret security.


"Sandra,.. kamu pergi aja ya? kamu kan liat sendiri, aku udah punya istri. lagian, banyak laki-laki yang berminat sama kamu." timpal Ardian. masih menyembunyikan tubuhnya dibelakang Ayu.


Sandra diam sesaat. ada genangan air mata yang menghiasi mata indahnya.


"kamu yang salah dari awal. kamu nikah tiba-tiba. kami pacaran sama aku, tapi nikahnya sama dia. bisa bayangin rasanya jadi aku?" tanya Sandra. bibirnya mulai bergetar menahan tangis.


Entah mengapa, ada rasa bersalah dihati Ayu.


"iya, dari awal memang ini terjadi begitu cepat. aku juga nggak berniat buat nyakitin siapapun. tapi aku bisa apa?" gumam Ayu dalam hati. wajahnya menunduk lesu.


"Sandra,.. kami menikah karena Papa yang menjodohkan kami. kalau kami saling cinta pada akhirnya itu juga bukan salah kami kan?" jawab Adrian. matanya terpaku melihat Ayu yang seperti merasa bersalah.


Ayu membuka lebar pintunya. menatap Sandra yang terlihat sangat sedih.


"masuk. kamu bisa bicara baik-baik sama Adrian." ucap Ayu dan langsung meninggalkan Adrian dan Sandra.


Ayu masuk kedalam kamar. setelah Adrian mempersilahkan Sandra untuk duduk, Arian berjalan masuk kekamar untuk menyusul Ayu.

__ADS_1


Dilihatnya Ayu tengah berdiri dibalkon. memandangi ramainya lalu lalang ibu kota.


Adrian memeluk Ayu dari belakang.


"yank, kita keluar ya,? kita ngobrol sama Sandra." ajak Adrian. suaranya dibuat selembut mungkin.


"Nggak perlu. dia mau ngomong sama kamu. bukan sama aku. sana keluar. dia pasti udah tunggu kamu." ucap Ayu.


Adrian memutuskan untuk menemui Sandra. tak lupa, ia mengenakan baju atasan sebelum keluar dari kamar.


Sandra tersenyum melihat Adrian yang keluar dari kamar dan kini tengah duduk dihadapannya.


"Ada apa?" tanya Adrian.


"Kenapa kamu terus menghindar dari aku?" tanya Sandra. wajahnya kembali terlihat sedih.


"Aku kan udah bilang. aku udah ada istri." jawab Adrian. wajahnya terlihat dingin. bagaiman tidak. dimatanya dulu, Sandra hanyalah sebuah barang yang akan ia gunakan saat diperlukan dan akan dibuang saat bosan.


Sandra berdecih tak percaya.


"kamu pikir, aku nggak tau apapun? beberapa bulan lalu, kamu masih ada main sama salah satu temen aku. jadi jangan pura-pura. aku nggak masalah kalau harus main dibelakang istri kamu." ucap Sandra. wajahnya mulai berubah menjadi seperti sedang merayu.


Mendengar ucapan Adrian, Sandra mengepalkan telapak tangannya. menahan marah.


"memang apa istimewanya dia? dia cuma gadis kampung. pakaiannya juga terlalu biasa. nggak cocok jadi pasangan kamu." ucap Sandra dengan nada kesal.


"Kadang, aku ngerasa.. memang kita nggak cocok." ucap Adrian.


Tanpa disadari, Ayu juga tengah menguping pembicaraan mereka.


"Huh!! tentu. namanya juga kampungan. kalau bukan karena dijodohin, kamu pasti nggak bakalan mau." timpal Sandra. ada senyum mengejek diwajahnya.


"Dasar kurang ajar!! berani-beraninya kalian ngatain aku. dasar perempuan permakan. awas aja kamu ya." gerutu Ayu dalam hati.


Adrian tersenyum sesaat.


"kamu salah. aku yang pantes buat dia." ucap Adrian sembari mengingat semua yang terjadi di hidupnya.


"Maksud kamu?" tanya Sandra bingung.

__ADS_1


"Aku ini brengsek. mungkin, rajanya brengsek. kamu juga tau pasti aku gimana orangnya kan? sedangkan Ayu, walaupun hidup tanpa orang tua, dia bisa jadi wanita yang kuat. baik. menerima aku apa adanya. dia juga selalu kasih semangat buat aku. dia alasan kenapa aku mau kerja. dia," Adrian menghela nafas.


"dia terlalu sempurna. dia cantik dan dia..


"Apa?!" kesal juga penasaran kalimat apa yang akan Adrian ucapkan untuk memperindah nama Ayu dihadapannya.


"Dia,. satu-satunya wanita yang masih suci. dia menjaga dirinya dengan baik. Dion bilang, aku ini laki-laki brengsek yang paling beruntung. jadi,.. aku mohon sama kamu. jangan ada diantara kami lagi." ucap Adrian sembari menatap Sandara dengan tatapan memohon.


Merasa muak mendengar Adrian yang terus memperindah nama Ayu dihadapannya, Sandra memutuskan untuk pergi. meraih tas yang ia letakkan dimeja dan berlalu tanpa kata.


Adrian mendesah lega.


"maaf sandra. bagaimanapun, kamu pernah benar-benar sayang sama aku. tapi maaf, aku udah nggak bisa lagi jadi Adrian yang dulu" batin Adrian.


Tak lama kemudian, Adrian bangkit dari duduknya menuju kamar untuk menghampiri Ayu.


Sementara didalam kamar, Ayu masih diam mematung. tertegun mendengar ucapan Adrian. tubuhnya masih menyender dipintu.


tanpa sadar, Adrian membuka pintu. Adrian tersenyum saat membuka pintu. pasalnya pintu itu sulit untuk didorong karena Ayu tengah menyender dipintu.


Adrian menarik kembali niatnya untuk lebih kuat mendorong pintu nya lalu memutuskan untuk menjahili Ayu.


'Tok....! tok...!


Adrian mengetuk pintu. membuat Ayu tersadar dari lamunannya. dengan cepat Ayu meninggalkan pintu. menjatuhkan tubuhnya ditempat tidur pada posisi tengkurap.


Adrian benar-benar terlihat senang melihat Ayu yang sibuk menyembunyikan wajahnya dikasur. Adrian ikut membaringkan tubuhnya. dan memeluk Ayu yang masih dalam posisi tengkurap.


"Mau sampek kapan kamu begini?" tanya Adrian. satu tanganya sudah menyentuh bagian bokong Ayu.


Dengan cepat, Ayu membalikkan tubuhnya.


"jangan macem-macem."ancam Ayu sembari memiringkan tubuhnya membelakangi Adrian.


"Kita jadi pergi makan nggak nih? kamu bilang mau belanja kan? tanya Adrian mengingatkan. tanganya memainkan rambut Ayu.


"Ayok." ucap Ayu semangat. tubuhnya reflek mengubah posisi berhadapan dengan Adrian. jantungnya mulai berdegup kencang saat melihat Adrian tersenyum menatapnya.


"Tapi, setelah ini ya?" ucap Adrian sembari mencium bibir Ayu. tangannya mulai menggerayangi tubuhnya.

__ADS_1


.....................


__ADS_2