
" kenapa?
adrian menatap ayu dan melihat seorang wanita berdiri dibelakang ayu.
" ngapain kamu disitu. kembali ke tempat kamu dan lanjutkan pekerjaan kamu! " bentak adrian. ayu membulatkan matanya terkejut.
adrian menggandeng tangan.
" tunggu yank!
" kenapa?
" ini kenalin, ayu melepas genggaman tangan adrian. meraih lengan tante nela.
" ini tante aku yank. tante nela.
adrian membulatkan mata terkejut.
" ya ampun. maaf tante. aku kira pegawai kantor. saya adrian. suaminya ayu. maaf saya tidak mengenali tante.
tante nela terkekeh. " iya. santai aja, pakai bahasa yang santai. jangan terlalu formal. kesan nya, saya seperti atasan kamu.
" baik tante.
mereka berjalan menuju ruang kerja adrian.
ayu mengajak adrian untuk membawa tante nela bertemu papa faris. adrian mengerjakan beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini.setelah selesai, mereka bergegas untuk menemui papa faris. di perjalanan menuju lift, langkah mereka terhenti. bunga menghampiri mereka.
" maaf pak, ini sudah mendekati waktu jam kantor selesai. saya sudah mengerjakan semua pekerjaan saya. apa saya boleh pulang sekarang?
" terserah.
adrian menarik tangan ayu. menuntun masuk lift disusul tante nela. ayu hanya diam tak ingin berkomentar. tante nela berdiri dibelakang adrian dan ayu. tak henti hentinya tante nela menggelengkan kepala.
mereka seperti tidak menganggap ada manusia lain di bumi ini. batinnya.
" yank,
" apa?
" kamu kenapa kasih ijin? kan belum waktunya pulang?
" aku males banyak omong yank. nanti kalau aku ngelarang, nggak cukup satu dua kata kan?
ayu tersenyum mengangguk. adrian menatap ayu yang terlihat sangat cantik dengan senyum diwajahnya.
' cup.
adrian mengecup bibir ayu. tante nela melototkan matanya terkejut. ayu tersenyum. memegang kedua pipi adrian. mendekatkan ke wajahnya. ayu berniat mencium bibir adrian.
ehem... ehemmm
adrian dan ayu kompak menoleh kebelakang. mereka membulatkan mata. pipi sudah seperti tomat merahnya.
" ya ampun! aku lupa kalau ada tante dari tadi. " batin ayu.
ayu hanya tersenyum malu mengingat apa yang dia lakukan.
" tante, maaf tan. aku lupa kalau ada tante. sekali lagi maaf tan. pinta adrian.
" kalian bukan cuma lupa ada tante. tapi kalian lupa kalau ada manusia lain dimuka bumi ini. " ketus tante nela.
__ADS_1
ayu dan adrian mulai berbisik saling menyalahkan.
tak lama kemudian, pintu lift terbuka. mereka menuju ke parkiran dan langsung menuju rumah sakit. ditengah perjalanan, ayu meraih ponsel yang berada di tasnya. dilihatnya dokter arga tengah menghubungi.
" siapa yank? tanya adrian.
" dokter arga. " ayu hendak menggeser tombol untuk menerima panggilan.
adrian langsung merebut ponsel itu dari tangan ayu. menolak panggilan dan langsung me non aktif kan ponsel ayu.
ayu bengong melihat tingkah adrian.
" kenapa kamu matiin ponsel aku yank?
" dokter itu nggak punya kerjaan ya? sering banget hubungin kamu.
" aku kan selalu tanya kabar papa yank. sangking seringnya, dokter arga selalu kasih laporan setiap hari sebelum aku minta.
adrian berdecih sebal. " aku mau ganti dokter aja yank.
ayu mengerutkan dahi bingung.
" kenapa? dokter arga itu, salah satu dokter terbaik di rumah sakit itu yank. jangan aneh aneh ah.
tante nela hanya menghela nafas dan menggeleng keheranan.
" kalau gitu, suruh dia kirim laporan ke nomor aku aja yank.
" ih kamu kenapa si dri!? jangan ribet deh. " ayu sudah mulai terpancing emosi.
" dokter itu naksir kamu kan yank? kalau lagi ngomong sama kamu, yang dia liatin cuma muka kamu terus. cih!! pakai alasan ngirim laporan segala lagi.
ayu menyunggingkan senyum.
adrian mengendurkan dasinya. sebal bercampur marah rasanya mendengar ayu memuji laki laki lain dihadapannya.
" kalau gitu, kenapa nggak kamu jadiin suami kamu aja yank?! tanya adrian marah.
ayu mendesah menatap adrian.
" gimana ya. aku bukanya nggak mau. "
adrian mencengkram kemudi mendengar penjelasan ayu.
" tapi, suami aku kan lebih dari dokter arga. kan sayang kalau dianggurin.
adrian tidak tahan untuk tersenyum. ayu terkekeh melihat senyum malu malu adrian.
" kalian udah selesai main gombal gombalannya? " saut tante nela.
ya ampun. mereka tidak mengingat tante nela sama sekali. " maaf tan
" nggak perlu minta maaf. kalian pasti lupa lagi ada tante kan?
ayu dan adrian saling menatap.
" ngomong ngomong siapa yang sakit?
" nanti juga tante tau. jawab ayu.
sesampainya dirumah sakit. mereka menuju ke ruangan papa faris. nampak suster yang tengah mondar mandir dari kamar papa faris. ayu dan adrian panik melihatnya. sontak membuat langkah kaki mereka semakin cepat. tante nela ikut mempercepat langkah kakinya.
__ADS_1
" haduh! anak muda ini benar benar ya. " batin tante nela.
sesampainya di depan ruangan papa faris. dokter arga keluar dai ruangan papa faris.
" ayu? tadi aku hubungi kamu kenapa tidak menjawab?
ayu melirik adrian sebal. " maaf dok. baterainya habis.
" gimana keadaan papa saya? " saut adrian.
" syukurlah, pasien sudah sadar.
" beneran dok? tanya ayu memastikan.
dokter arga tersenyum dan mengangguk. ayu menutup bibirnya menggunakan kedua telapak tangan.mata adrian berkaca kaca karena bahagia.
" bisa kami liat sekarang dok? tanya adrian.
" tentu saja. tapi dengan syarat, jangan terlalu membuat pasien kelelahan ya,.
adrian memeluk arga. " anda memang sempurna dokter.
adrian melepaskan pelukanya. meninggalkan dokter arga yang diam kebingungan mendengar ucapan adrian. ayu tersenyum senang. meraih kedua tangan dokter arga.
" dokter bener bener sempurna. ucap ayu. langsung menggandeng tangan tante nela. dokter arga dibuat keheranan. mereka berdua kenapa. batinnya. sementara tante nela, hanya kebingungan. didalam hati terus bertanya. siapa sebenarnya yang ada didalam.
ayu dan tante nela sudah masuk ke dalam ruangan. adrian tengah memeluk papa faris sembari terisak. ayu mendekati adrian dan papa faris. mata ayu mulai berkaca kaca. bibirnya tersenyum.
" pah,.. " panggil ayu lirih.
papa faris melepaskan pelukan adrian. menatap ayu dengan mata berair. merentangkan tangan ingin memeluk. ayu menyambut tangan itu penuh kerinduan. cukup lama mereka berpelukan.
ayu melepaskan peluknya. mengusap air matanya lalu tersenyum.
" oh iya pah,.. lihat siapa yang datang menjenguk papa.
ayu mendekati tante nela yang mematung menyaksikan apa yang terjadi barusan.
ayu meraih tangan tante nela. menuntun untuk mendekat kepada papa faris.
mereka saling bertatapan. entah apa yang mereka pikirkan. hanya mereka berdua yang tahu.
" mas faris?
papa faris mengangguk.
" kenapa? kenapa mas faris disini? sakit apa?
tanya tante nela. nadanya terdengar sangat sedih.
" papa kecelakaan tante, sekitar 6 bulan yang lalu. papa koma selama itu juga. dan beruntungnya tante hari ini datang disaat papa sudah sadar.
tante nela menatap adrian dan papa faris bergantian.
" mas faris, papanya kamu adrian?
adrian mengerutkan dahinya bingung. bagaimana mungkin, tantenya ayu ini tidak tahu batinnya.
" iya tante.
tante nela meneteskan air mata. menatap papa faris sendu.
__ADS_1
" terimakasih mas, terimakasih karena telah melindungi dan mencintai dua orang yang harusnya menjadi tanggung jawab ku. " ucap tante nela sembari memeluk papa faris.