
Beberapa bulan kemudian. Ayu dan Candra memutuskan untung magang ditempat yang telah Candra tentukan. Thomas pergi keluar negeri untuk melanjutkan pendidikannya. sementara Vallas dan sahabat yang lain, kembali ke kampung halaman mereka masing masing.
Adrian dan Ayu memutuskan untuk pisah kamar sampai Ayu benar-benar yakin dengan Adrian.
Ayu bangun lebih pagi hari ini. meskipun bibirnya terus menguap, semangat untuk bekerja sangat menggebu gebu.
"ini hari pertama kerja. aku harus semangat."
Ayu mengguyur tubuhnya dengan air hangat sembari memikirkan bagaimana caranya agar tidak membuat masalah dihari pertama masuk kerja.
Setelah selesai mandi, Ayu melangkahkan kaki menuju dapur. mengoleskan selai coklat pada selembar roti tawar. tak lupa segelas susu hangat untuk menemani sarapannya.
Ayu masih sangat sibuk menikmati sarapannya hingga tak sadar, Adrian telah berdiri disampingnya.
"Yank,..." panggil Adrian dengan suara khas bangun tidurnya.
Ayu terperanjak menatap Adrian. tak ada sepatah katapun terucap dari bibir Ayu.
"yank,.. mau juga dong.
Tanpa mengatakan apa-apa, Ayu langsung bangkit membuat susu hangat dan mengoleskan selai kacang pada roti tawar milik Adrian. lalu melanjutkan sarapannya yang belum selesai.
Adrian memakan rotinya sembari terus menatap Ayu. bingung memikirkan bagaimana caranya agar Ayu memberi maaf dan bersikap seperti dulu.
"yank,.." nada suaranya dibuat selembut mungkin.tetap saja Ayu tak bergeming sama sekali.
"yank,.. kamu magang dimana? aku boleh tau nggak?" benar benar sangat sopan.
"Nggak! nggak boleh tau." ketus adalah hal yang biasa Adrian dengar selama beberapa bulan terakhir. mau bagaiman lagi. ini semua terjadi karena kesalahannya.
"Ok kalau aku nggak boleh tau. boleh aku anter berangkatnya?" masih dengan intonasi yang sangat lembut.
Ayu mendesah sebal. matanya tajam menatap Adrian.
"itu bukanya sama aja kamu mau tau aku magang dimana?
Adrian menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"iya ya? maaf yank,. maaf. terus aku harus gimana dong yank?
Ayu bangkit dari duduknya meraih piring dan gelas bekas pakainya untuk dibersihkan.
"jangan banyak tanya. nanti setelah kita bisa kasih tau Papa tentang kita, baru kita cari solusi dari hubungan kita ini.
Adrian menelan ludahnya sendiri. jantungnya berdegup kencang.
"kenapa kamu menjurus kesana sih yank?
Ayu menghentikan langkahnya yang tengah berjalan menuju kamar. menarik nafas dalam dan menghembuskan dengan cepat.
"memang mau apa lagi? aku nggak bisa mengimbangi keinginan kamu. aku nggak cukup buat kamu. kalau kita cerai, kamu bisa bebas tanpa memikirkan apapun.
Adrian meninggalkan meja makannya berjalan mendekati Ayu dan langsung memeluk Ayu dari belakang.
__ADS_1
"apa sebesar itu keinginan kamu mau pisah dari aku yank?
"Aku melakukan ini buat kebaikan kamu loh Dri." jauh di lubuk hati Ayu, berpisah bukanlah hal yang ia inginkan. tapi, mengingat Adrian yang terus menghianati nya, membuat rasa cinta kini tengah dibalut kemarahan.
"oh,.. iya. beberapa bulan yang lalu, Mama kamu dan Bunga datang ke kampus. dia bilang Andika sakit. dan sepertinya aku lupa bilang sama kamu.
"Aku tau. itu bukan masalah besar. apa kamu nggak mau denger tentang Andika? dia itu sebenernya,-
"Udah lah. aku nggak mau denger apapun. aku mau berangkat duluan. aku ngga mau kesiangan." ayu melepaskan pelukan Adrian dan langsung masuk ke kamar untuk mengambil beberapa barangnya.
"Yank,. beneran kamu nggak mau aku anter? " suara Adrian dari balik pintu.
"Bener lah!
"Oh,. Ok. kabari aku kalau nanti kamu udah sampe ya?
"Hem.
Sesampainya disebuah perusahaan. tempat dimana Ayu dan Candra magang.
Candra membantu para staf diruangan lain. dan Ayu kini menjadi seorang asisten dari manager utama. Ayu tersenyum melihat atasannya yang begitu menawan.
"Selamat pagi,.....! " seseorang menyapa Ayu dengan jarak yang begitu dekat. membuat ayu terperanjak. matanya menatap tajam laki laki yang menyapanya tadi.
"Selamat pagi juga Pak." jawab ayu tak kalah lantang dari suara orang yang menyapanya.
"lain kali jangan berteriak di kuping saya pak. saya bisa mendengar suara semut. apalagi suara lantang Bapak barusan." ucap Ayu setengah sebal.
"Perkenalkan, saya Bramantyo.panggil saya Bram. itu cukup. jangan memanggil saya Pak. saya masih muda loh." ucap Bram sembari tersenyum meledek.
Bram terkekeh sembari menggelengkan kepala. " kamu karyawan baru? atau kamu karyawan magang?
"Kurang lebih begitu." Ayu sudah mulai risih dengan keberadaan Bram disampingnya.
"Bram, bisakah meninggalkan saya sendiri?
"Tidak mau.
Ayu menatap Bram marah.
"orang ini sudah gila atau apa sih? bertingkah seolah olah kita ini teman dekat." batin Ayu.
"Bram. kamu ini tampan loh,..
"Terimakasih atas pujiannya." sembari tersenyum.
Ayu tercengang mendengar kenarsisan pria disampingnya ini.
" maksut saya, anda ini tampan tapi menyebalkan. saya sudah minta untuk meninggalkan saya sendiri. tapi masih saja anda disini. ternyata anda juga sedikit bandel ya?
"Huahaaaahaaaaa.......!
Bram tak dapat lagi menahan tawanya. Ayu terperanjak mendengar tawa yang begitu renyah keluar dari bibir laki-laki yang baru ia kenal.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya manager Lusy yang tengah berdiri ditengah pintu. Ayu merasa bersalah karena telah membuat atasannya menjadi terganggu.
"Maaf,.Manager Lusy. dia tadi,.
"Kamu masih suka menjahili orang?" tanya Manager Lusy.
"Hah?"
"maksutnya aku? kenapa? aku kan nggak kenal dia?" batin Ayu.
"Maaf kak,. asisten baru mu ini sangat cantik loh. lebih cantik dari Kakak. " ucap Bram sembari melirik Ayu.
"Jadi dia adiknya Manager Lusy? apa dia nanti mau balas dendam? ah,.. aku harus cari cara supaya dia nggak tersinggung sama ucapan aku tadi. " batin ayu.
Bram dan Manager Lusy masuk kedalam ruangan Manager Lusy. Ayu mencoba mengambil hati Bram dengan membuatkan secangkir teh hangat untuk Bram. lalu mengantarkan masuk kedalam.
"si,.silahkan diminum Tuan." ucap ayu yang sudah meletakkan secangkir teh.
Bram hanya tersenyum geli melihat Ayu yang tengah salah tingkah.
"Yu,.." panggil Manager Lusy.
"Iya Manager Lusy.
"Tolong belikan makanan untuk adik ku di kafe sebrang gedung ini ya?
"Ba, baik.
Ayu dengan cepat berjalan menuju lift. tak lama kemudian Ayu masuk kedalam lift. saat akan memencet tombol, seseorang berlari untuk masuk kedalam lift.
"Ka, kamu?" terkejut melihat orang yang tiba-tiba berada didalam lift bersamanya.
"Hai Ayu. aku mau ikut beli makanannya. kamu masih baru dan belum tau makanan yang aku suka dan tidak suka kan?" ucap Bram sembari tersenyum.
Ayu menarik nafas dan menghembuskan pelan. Ayu mencoba tersenyum seindah mungkin. "terserah anda saja Tuan.
"kalau bukan karena kamu adiknya Manager Lusy, aku pasti udah maki-maki kamu." batin Ayu.
Sementara ditempat lain.
"gimana? kamu udah tau ayu magang dimana?
"Udah Bos. sebuah perusahaan makanan instan. " menyerahkan sebuah amplop.
"Perusahaan ini cukup populer. kenapa dia mau jual sebagian sahamnya? " tanya Adrian.
"Saya belum tau pasti Bos. untuk detail sampai saham, saya akan mencari tau besok.
"Ok. kalau tidak ada problem. biarkan kita yang beli sahamnya.
"Baik Bos.
"Maaf yank. aku nggak bisa kalau harus diem aja liat kamu deket sama laki-laki lain. dan aku juga udah jaga diri aku supaya nggak ada perempuan manapun mengganggu kita lagi."
__ADS_1
ucap Adrian sembari memegang sebuah photo Ayu dan Bram sedang berjalan bersama.
.......................