
tak terasa hari mulai sore. mereka mengakhiri pembicaraan yang sangat seru. dion dan alex menceritakan tentang masa masa kuliah adrian. ayu menggelengkan kepala, masih tak percaya dengan yang di ceritakan dion dan alex.
ayu melihat jam di ponselnya. menghembuskan nafas kasarnya. sudah jam enam rupanya. ayu membuka media sosialnya dan melihat lihat aktivitas bunga. ayu berdecih tidak percaya.
" wuah..,,!! mereka terlalu transparan banget. berani beraninya melakukan ini di belakangku!
ayu tertarik membuka kolom komentar. ayu membulatkan matanya tidak percaya. ayu hendak membanting ponselnya. lalu tersadar dan mengurungkan niatnya.
" huh! untung saja hargamu mahal ya. aku enggak tega mau banting kamu. " tapi sesaat ayu teringat bahwa ponsel itu adalah pemberian adrian. ayu menekan nekan ponselnya gemas.
" ahhhhhhh!!!!!!! aku marah. aku murka!
dasar laki laki hidung belang. dan ini, siluman kuyang nggak tau diri banget. huh.... huh....huh....,. haahh,,,.aku lega. lebih baik memaki orang dari pada harus memendamnya sendiri kan? baguslah! kerja bagus ayu. " ayu mengusap usap kepalanya sendiri.
Ayu bersiap untuk mandi. setelah selesai mandi, ayu memilih dress untuk dipakai pergi merayakan ulang tahun vallas. mata ayu tertuju dengan dress warna black navy. ayu meraih dress itu dan langsung memakainya. tak lupa menggunakan hiasan lengkap dan senatural mungkin ayu memolesnya. rambutnya terurai indah. ayu memandang seluruh penampilannya di kaca. ayu menutup ke dua mulutnya tak percaya. dia mengayunkan dress itu ke kanan dan ke kiri.
" ah,... aku merasa cantik sekali hari ini. hihihi,.. baguslah. aku hanya boleh menikmati hidup dengan bahagia sekarang. aku nggak boleh mikirin tentang adrian. teruslah hidup dengan baik ayu. teruslah bahagia. ingat bahagia! ayo semangat. " ayu mengepalkan kedua tangannya tinggi. menyemangati diri sendiri. namun tiba tiba wajahnya berubah murung kembali.
" huh!!!! dasar laki laki sialan!!!!. bagaimana bisa aku pura pura nggak terjadi apa apa. aku bahkan mau nangis sekencang mungkin.
ayu bangkit kembali. menggelengkan wajahnya. berharap kesedihan yang ia alami pergi meninggalkannya. ayu meraih mini bag nya dan berjalan keluar apartemen. dia memesan taxi online menuju kafe. tempat dimana vallas dan rara menunggunya. ditengah perjalanan ayu melihat apotik. ayu meminta drivernya untuk berhenti sejenak. ayu masuk kedalam dan disambut oleh apoteker. ayu menanyakan obat tidur beserta penjelasan untuk efek sampingnya.
apoteker menjelaskan secara rinci tentang obat tidur. ayu menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskan pelan. ayu memutuskan untuk membeli sebotol pil tidur dan bergegas kembali ke taxi. beberapa saat kemudian ayu sampai di kafe. sebelum masuk, ayu melihat jam dipergelangan tangannya.
" ya ampun aku tekat dua puluh menit. pasti ngomel nih mereka. " batin ayu.
semua mata tertuju melihat ayu masuk kedalam kafe. ayu mengibaskan rambutnya dan berjalan menuju meja para sahabatnya yang telah tiba terlebih dahulu.
thomas tak hentinya memandang ayu yang sangat cantik dan semakin cantik di setiap harinya.
" ayu! " bentak selly.
" kamu jangan berpenampilan begini dong yu. kamu mau aku sama via jomblo menahun? " tanya selly sembari merengut. via ikut mengangguk anggukan wajahnya.
ayu terkekeh. dia duduk di samping via berhadapan dengan thomas.
" woi!!! " vallas mengagetkan thomas.
__ADS_1
" biji mata lo tuh! mau lari. ngeliatin ayu sampe segitunya.
thomas terkejut dan tersenyum malu.
" memang lo nggak terpesona liat ayu malam ini?
" ya... gue sih terpesona. tapi kan ada rara. bisa abis gue kalau ngeliatin ayu terus. " ucap vallas.
' plakkk!!???
satu pukulan mendarat dikepala vallas.
" sakit babe. " pekik vallas sembari mengelus kepalanya.
sontak membuat suasana menjadi hangat dengan tawa mereka.
" eh liat tuh. kursi yang ada didepan kita lagi dihias. kayaknya ada yang mau ulang tahun ya? ucap rara sembari menunjuk kursi yang berada dibelakang punggung ayu.
ayu membalikan badan. tersenyum memikirkan sesuatu yang entah apa. beberapa saat kemudian, candra berjalan setengah berlari menuju segerombol anak muda yang tengah berkumpul.
" gaez,... sori gue telat. gue nunggu pegawai lain yang gantiin gue. " sambil terengah engah.
" perasaan tadi ayu juga telat. kenapa kamu nggak marahin val? timpal vian.
" hah?! em, tadi gue mau ngomelin. tapi gara gara liat meja didepan lagi di hias, gue jadi lupa. " ucap vallas sembari menunjuk meja yang ia maksud.
tiba tiba vallas terdiam melihat kursi yang dihias itu telah di isi tiga orang. vallas menelan ludahnya susah payah. perlahan ia menurunkan jari telunjuknya. rara juga melihat ke arah meja itu. thomas yang tadinya tidak tertarik dengan obrolan mereka, menjadi penasaran saat ucapan vallas terhenti mendadak. thomas menatap tiga orang yang kini tengah bernyanyi lagu selamat ulang tahun.
ayu bingung melihat tingkah para sahabatnya. lalu ia mendengar suara nyanyian lagu selamat ulang tahun. suara itu tak asing bagi nya. ayu mengerutkan dahinya dan ingin memutar pandanganya. dengan cepat candra mencegahnya.
" emm.. gaez. kita pindah kafe aja yuk. kayanya terlalu rame jadi nggak enak.
" enggak ah! aku capek can. " ucap vian yang tidak tahu maksut candra.
" ah, terlalu rame bukanya risih? iya kan mas?
thomas tersadar dari lamunannya dan menganggukan kepala.
__ADS_1
ayu tau, ada yang disembunyikan dari para sahabatnya itu. ayu menurunkan tangan candra yang memegang bahunya. lalu membalikan pandanganya. ayu terkejut melihat pemandangan yang indah menurut sebagian pengunjung. karena terlihat seperti keluarga yang saling mencintai. tapi bagi ayu, pemandangan ini seperti terjangan ombak yang membawa tubuhnya ke tengah lautan. terombang ambing tak memiliki pegangan. air mata mulai mengalir di pipinya yang mulus. ditambah melihat mereka berfoto bersama dengan bahagia.
ayu membalikan kembali wajahnya. mengusap air matanya. tertawa tidak percaya. mengapa dia harus melihat ini. ayu meraih mini bag nya dan berdiri. semua sahabatnya ikut berdiri. sementara vian dan selly baru menyadari apa yang terjadi.
ayu berjalan meninggalkan meja. candra ikut berjalan disamping ayu. candra merasa sedikit gemetar. ayu menuju meja yang telah dihias itu. berdiri tepat di depan mereka.
" selamat ulang tahun andika.
adrian terperangah. dia terkejut dengan adanya ayu didepannya. adrian berdiri dan hendak meraih jemari ayu. dengan cepat ayu menepis tangan adrian tanpa sedikitpun menatap adrian. sementara bunga, dia terus berakting terkejut dan takut. padahal sedari tadi, dia sesekali mencuri pandang ke arah ayu.
" terimakasih tante. " jawab andika polos.
" tapi, mana kadonya tante?
ayu mencoba menarik bibirnya agar nampak tersenyum.
" maaf, tante lupa. nanti kadonya menyusul ya.
" iya tante. janji ya.
ayu mengangguk.
" kalau gitu, tante permisi dulu ya?
" sayang, " adrian mencoba meraih tangan ayu kembali. tapi candra menepisnya.
adrian membulatkan matanya marah.
" maaf tuan. sepertinya, anda perlu membereskan yang itu terlebih dahulu. " candra menunjuk bunga.
" dan satu lagi. jika anda menyakiti wanita ini," candra mengangkat tangan ayu tinggi.
" anda akan menyesal seumur hidup anda. ada jutaan laki laki yang mengidam idamkan wanita seperti ini.
adrian merasa sangat jengah. bagaimana bisa. ada laki laki yang melarangnya menyentuh istrinya sendiri. adrian mengendurkan dasinya.
' bughhhhhh!!!!!!.
__ADS_1
...............