
ayu masih terdiam mematung. fikirannya sedang berkelana tentang masa kecilnya. suara pintu kamar mandi yang terbuka menyadarkan ayu dari lamunannya.
" sayang udah bangun? tanya adrian sembari menggosok rambutnya dengan handuk kecil. tubuh adrian yang tinggi dan kekar seketika membuat ayu melupakan masa kecilnya yang suram.
dengan mata sedikit melotot ayu terus memandangi tubuh adrian. ayu menelan ludahnya sendiri.
" ya ampun! bikin panas aja sih adrian pagi pagi begini." batin ayu.
adrian mengerutkan dahi menatap ayu bingung. " yank, kamu kenapa? " adrian merentangkan handuk kecil yang tengah dipakai untuk menggosok rambut ke bagian dadanya.
adrian membuat ayu tersadar bahwa dia terlalu lama memandangi adrian dengan bibir terbukanya. ayu bergegas bangun dari tempat tidur dan langsung masuk ke kamar mandi. adrian terkekeh melihat tingkah istrinya yang menggemaskan itu.
ayu mengusap usap wajahnya dan sesekali memberi tepukan ringan di pipinya.
" ihhh!! aku ini gila apa sinting sih! kenapa setiap kali liat badan adrian aku jadi mesum. apa ini karma ya buat aku? dulu aku sering bilang adrian mesum kan? ahhh!! lebih baik aku mandi biar otak kotor ini juga bersih. "
setelah ayu selesai mandi, ayu keluar kamar mandi dengan menggunakan jubah mandi. di lihatnya adrian tidak ada dikamar. sedangkan andika masih terlelap. dengan cepat dia membuka pintu lemari dan mengambil pakaian yang akan dia kenakan lalu kembali kekamar mandi.
ayu keluar kamar mandi. dia tersenyum melihat andika yang mulai terbangun. andika menggeliat ke kanan dan ke kiri. ayu mendekati andika dan mengusap kepalanya pelan.
" dika,... bangun yuk. tante mandiin ya.
andika kembali meringkuk dengan mata terpejam. ayu mendekatkan bibirnya di kuping andika.
" andika bangun, kamu kan mau main basket sama papa." ucap ayu pelan.
adrian kembali kekamar tanpa ayu sadari.
adrian tersenyum melihat ayu yang begitu telaten. andika hanya menggeliat dan tidur kembali.
" huh!!!.. biarin aja lah! mungkin dia masih ngantuk." batin ayu. ayu tersenyum melihat wajah polos andika saat tertidur, wajah andika selalu mengingatkan ayu dengan adik laki lakinya. itulah sebabnya ayu begitu telaten mengurus andika.
ayu bangkit dari tempat tidur karena andika tertidur kembali. tiba tiba adrian menarik pinggang ayu dan memeluknya dari belakang.
" yank! kamu apa apaan sih! lepasin! " teriak ayu dengan nada pelan.
" sssttt jangan bersuara. nanti andika bangun." adrian menarik tangan ayu menuju kamar yang dulu ditempati adrian.
ayu mencoba melepaskan tangan adrian.
" mau ngapain yank? " tanya ayu yang sebenarnya tau maksut adrian membawanya ke kamar itu.
" kamu pasti udah paham yank. " tangan adrian mulai tidak bisa dikondisikan. bibirnya mulai menjamah setiap lekuk tubuh ayu.
ayu mencoba untuk menghentikan adrian karena takut andika terbangun.
" yank! jangan dong. nanti kalau andika bangun gimana? "
" biarin aja. pintu udah dikunci." jawab adrian. langsung melanjutkan aksinya.
" yank, kamu kan kalau lagi begituan selalu bersuara. nanti kalau andika denger terus nanya gimana?
" bukan cuma aku. kamu juga nggak kalah heboh desahannya. " bantah adrian. kembali melanjutkan kegiatannya.
" yank, aku mmmm... " adrian membungkam bibir ayu dengan ciuman.
__ADS_1
setelah beberapa saat. terdengar suara tangisan. untungnya mereka sudah selesai dengan kegiatanya.
" yank! kamu kan lebih gampang pakai bajunya. kamu duluan sana yang samperin andika.
adrian bergegas memakai bajunya yang telah berserakan dilantai. untunglah adrian hanya menggunakan baju santai karena hari minggu jadi tidak butuh waktu lama. sementara ayu langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. tidak tahan dengan tubuhnya yang lengket karena keringat.
setelah selesai, ayu bergegas menuju dapur untuk menyiapkan sarapan. adrian mengajak andika untuk mandi. setelah beres, ayu menyiapkan makanan di atas meja makan. adrian dan andika keluar dari kamar dan langsung duduk dimeja makan.
ayu menyendok nasi dan meletakan di piring adrian kemudian di piring andika. mereka tengah menikmati sarapan bersama.
" tante sama papa tadi kemana? pertanyaan andika membuat ayu dan adrian saling bertatapan.
" papa tadi abis olah raga." jawab adrian.
andika melihat ke arah ayu seolah bertanya.
" emmm,,... tante juga olah raga. jawab ayu sembari tersenyum.
" pantesan tadi dika denger suara papa sama tante. tapi dika takut mau manggilnya."
uhukk...uhukk....
ayu tersedak mendengar ucapan andika. ayu langsung menenggak segelas air putih didepanya tanpa sisa. adrian menyangga dagu dengan tangan kanannya dan tersenyum melihat ayu yang salah tingkah.
" papa, besok kalau papa mau olah raga ajakin dika ya?
ayu membulatkan mata. pipinya menjadi sangat merah menahan malu. adrian terkekeh mendengar ucapan andika.
" kalau olah raga yang ini, khusus untuk orang dewasa." jawab adrian dengan santainya.
" kalian udah makanya? " ayu menghentikan obrolan yang tidak wajar menurutnya.
" kalau gitu abisin sarapan kamu ya dika. jangan sambil ngobrol nanti tersedak. "
adrian masih memandangi ayu dengan senyum meledeknya. ayu berjalan menuju dapur untuk mengisi air dingin di gelasnya.
ketika membuka lemari es, ayu teringat dengan ice cream pisang yang dimakan andika semalam.
" andika kok nggak ada tanda tanda alergi ya?
padahal waktu itu mama mertua bilang andika alergi pisang kan. atau jangan jangan andika,.... ahh!! enggak! aku nggak boleh punya pikiran buruk begini. " gumam ayu dalam hati.
ayu kembali ke meja makan dan memandangi andika.
" tante,..
" ah! iya, kenapa dika?
" dika udahan makannya.
" iya.
ayu merapikan piring andika. lalu membersihkan makanan yang berantakan di dekat bibirnya menggunakan tisu.
" tante,..
__ADS_1
" apa?.. " ayu masih sibuk membersihkan bibir andika.
" kok tante boboknya bareng papa sama dika? kan mama nya dika mama bunga." pertanyaan andika membuat adrian yang hendak memasukan sendok berisi makanan akhirnya terhenti. sementara tangan ayu mendadak berhenti. tidak lama kemudian ayu menyudahi membersihkan andika. sementara adrian meletakkan makanannya kembali ke piringnya.
" nah udah bersih." ucap ayu sembari meraih piring andika.
" tante,.. kok tante nggak jawab? semalam dika bangun ternyata tante bobok di samping dika."
" dika, tante ayu istri papa. jadi, bobok nya sama papa." jawab adrian.
" tapi kan pa, mamanya dika kan mama bunga. dika maunya bobok sama mama dan papa."
ayu terdiam dan berjalan menuju dapur untuk meletakan piring andika dan adrian.
adrian menarik nafas dalam dan menghembuskannya lewat mulut.
" dika, papa mau tanya. dika masih mau main basket sama papa nggak? " andika mengangguk. " dika masih mau nginep dirumah papa? " andika mengangguk. " dika nggak mau kan papa marah sama dika? "
andika mengangguk.
" kalau begitu, jangan meminta papa dan mama kamu bobok bertiga ya."
andika terdiam sejenak dan mengangguk.
adrian mengelus kepala andika perlahan.
" dika, kamu tunggu disini sebentar ya? "
andika mengangguk.
adrian berjalan menuju kedapur. dilihatnya ayu sedang mencuci piring bekas sarapan. adrian memeluk erat tubuh ayu dari belakang.
" yank! lepasin! nanti andika lihat.
" biarin aja ah. yank,..
" hemm
" kamu marah?
" marah kenapa? "ayu masih sibuk membereskan cucian piringnya.
" ucapan andika tadi.
" ohh enggak.
" kenapa kamu langsung pergi?
" kan memang harusnya aku bawa piring ini ke dapur kan. lagi pula aku bingung mau jawabnya jadi aku menghindar.
" jangan bohong!
" aku nggak bohong! ayu melepaskan pelukan adrian dan memutar tubuhnya menghadap adrian.
" yank, aku sama sekali nggak...,
__ADS_1
ucapan ayu terhenti karena adrian mencium bibir ayu.
" papa!