Menikah Dengan Playboy

Menikah Dengan Playboy
Muak!


__ADS_3

hari dan minggu telah berlalu.menyisakan luka dan perasaan takut terus menghantui. ayu, adrian dan bayu mereka sibuk bergantian untuk bersama papa faris. meskipun dokter dan perawat yang mengawasi ada 24 jam.


adrian dan bayu bergantian untuk mengurus kantor. ayu untuk sementara cuti kuliah sampai suaranya kembali. sementara bunga dan mama risa (mamanya adrian) hampir setiap hari datang untuk menjenguk papa faris. namun perlakuan adrian masih tetap sama.


pagi ini adrian dan ayu bergegas untuk kerumah sakit. bayu menggantikan adrian dikantor setiap hari mereka bertukar jam kerja untuk berada disamping papa faris.


ayu menggenggam tangan papa faris dan tersenyum." apa kabar pah? ayu datang pah." tanya ayu dalam hati. tiba tiba wajah yang dihiasi senyum berubah menjadi sedih." papa belum mau bangun? papa kapan bangun? pah,, ayu takut pah." ucap ayu dalam hati. matanya sudah mulai meneteskan air mata. dengan sigap adrian memeluk ayu. mencoba untuk menguatkan. meskipun dia sendiri tidak sanggup melihat kondisi sang papa.


tiba tiba suara pintu terbuka. ayu dan adrian serta satu orang suster yang berjaga sontak menoleh ke arah pintu. wajah adrian mulai kesal. bunga dan mama risa datang. bahkan hampir setiap hari. belum sempat mereka masuk kedalam, suster yang berjaga mencegah mereka untuk masuk. karena diruangan itu tidak boleh terlalu banyak orang.


"sayang,," kita keluar dulu ya? kamu kan belum sarapan. nanti kalau udah sarapan kita kesini lagi ya. ajak adrian sembari mengusap usap kedua lengan ayu. ayu mengangguk.


saat adrian dan ayu keluar dari kamar papa faris, bunga dan mama risa masih berdiri menunggu giliran untuk masuk. adrian sudah mulai jengah dengan tingkah mereka.


" sebenarnya kalian mau apa hah? dan anda nyoya risa. saya tidak ingin anda mengunjungi papa saya lagi!.


mama risa yang memasang wajah hangatnya tiba tiba menjadi sangat marah dan kecewa.


" adrian!" bentak mama risa. " aku ini mama kamu! aku yang melahirkan kamu! aku yang membesarkan kamu!" air mata menetes dipipi mama risa. " setega itu kamu dri, mama cuma ingin menjenguk dan menyemangati papa kamu. mama merasa bersalah sudah meninggalkan kalian dulu. mama tau kamu kecewa." mama risa mencoba mendekati adrian dan meraih tangan adrian. namun sayang dengan cepat adrian menepis tangan mama risa.


" mama? hahahaaa! mama?" adrian masih tertawa sinis. " mama yang mana? aku lupa kalau aku punya mama.


" adrian,.. mama tau, mama salah. maafin mama nak. mama ingin memperbaiki kesalahan mama yang lalu. mama ingin menjadi mama yang baik untuk kamu." mama risa mengatupkan kedua telapak tangan seolah memohon.


'cih!!!

__ADS_1


" kalau anda ingin meminta maaf, minta maaflah kepada papa saya. dia adalah orang yang paling anda sakiti." mama risa mulai sesegukan mendengar ucapan sinis adrian. ayu diam mematung seolah bingung apa yang harus dia lakukan.


" saya tidak tau apa maksut dan tujuan anda mendekati saya dan papa. apalagi disaat seperti ini. anda membuat saya berfikiran buruk tentang anda." adrian ingin melangkahkan kaki dengan meraih jemari ayu. tapi sesaat dia mengalihkan pandangan dan menatap bunga yang sedari tadi diam dan mematung. rasanya ingin sekali dia mengatakan apa yang ingin dia katakan. tapi adrian mencoba menahannya. mengingat dia sekretaris pilihan papanya.


ayu dan adrian berjalan bergandengan meninggalkan bunga dan mama risa. bunga menatap punggung ayu dan adrian dengan wajah sedihnya. mama risa mengusap punggung bunga. tersenyum dan mengangguk. entah apa yang mereka pikirkan.


setelah selesai sarapan, mereka kembali menuju ruang papa faris.adrian menghentikan langkahnya dan membuat ayu ikut berhenti. " sayang,.. nanti agak siangan, aku ada meeting. kamu nggak papa kan aku tinggalin sebentar? paling lama dua jam. tanya adrian dengan tatapan kawatirnya. ayu tersenyum dan mengangguk. adrian mengusap kepala ayu.


sesampainya di ruang papa faris, adrian sudah benar benar muak dengan kedua wanita yang sangat mengganggu menurutnya. ayu dan adrian masuk kedalam. bunga dan mama risa tersenyum menyambut kedatangan adrian. sebenarnya ayu terus memperhatikan exspresi bunga saat melihat adrian. seperti ada rasa cinta dan kerinduan yang teramat dalam. ayu semakin penasaran. mengapa mereka selalu bersama? dimana mereka bertemu? apa yang mereka rencanakan? pertanyaan itu hampir memenuhi isi kepalanya.


adrian memandang bunga dan mama risa yang tersenyum hangat padanya. sayangnya adrian tidak menyukai senyum itu." bisa kita bicara diluar?"pertanyaan itu ditujukan untuk bunga dan mama risa. mama risa mengangguk. bunga terdiam seolah sedang mempersiapkan jawabannya nanti. " sayang,.kamu tunggu disini ya? ayu menggelengkan kepala dan menggenggam erat tangan adrian.


" ajak aku! aku nggak mau ketinggalan informasi. kalau bunga itu mau rebut kamu gimana? dan mama kamu sepertinya licik.aku nggak boleh kecolongan." batin ayu.


" kamu mau ikut?" tanya adrian. ayu mengangguk.


adrian terkekeh. " apa yang kamu pikirin sih sayang? ya udah. ayok. biar suster dulu yang jagain papa.


entah mengapa wajah bunga nampak lesu saat ayu memaksa ikut.


mama risa sudah duduk di kursi tunggu didepan kamar papa faris. sementara bunga adrian dan ayu memutuskan untuk tetap berdiri.


" apa yang mau kamu bicarakan nak? mama juga ada yang mau mama bicarakan sama kamu." mama risa mencoba untuk mengawali obrolan mereka. karena melihat adrian terus menatap tidak suka ke arah bunga dan mama risa.


" apa tujuan kalian sebenarnya?" pertanyaan singkat tapi membuat wajah mama risa dan bunga sedikit terlihat takut.

__ADS_1


mama risa mencoba mengendalikan exspresi wajahnya. " mama tidak ada tujuan apapun adrian. mama cuma ingin,


" ingin apa? anda pikir saya tidak mengenal anda?" pertanyaan adrian kali ini membuat mama risa kehilangan kata kata.


" dan kamu!" jari telunjuk adrian mengarah kepada bunga." kenapa kamu bisa bersama nyonya risa? apa hubungan kalian?" tanya adrian masih dengan nada marahnya.


bunga yang gelagapan mencoba sekuat mungkin agar tidak terlihat lemah. " i,.ibu saya dan tante risa berteman baik. dan tante risa menganggap saya sudah seperti anak sendiri." jawab bunga.


adrian tertawa sinis mendengar jawaban risa.


" apa kamu bilang tadi? seperti apa? anak sendiri? adrian menggelengkan kepala sembari tertawa heran." ya tuhan. meninggalkan anak sendiri dan menganggap anak orang lain sebagai anak nya." adrian kembali tertawa sinis." drama apa yang sedang anda perankan nyonya?"


mama risa tetap diam seolah tidak ingin menanggapi ucapan adrian.


" kamu. sekretaris bunga. sebenarnya ada apa sama kamu? kenapa kamu selalu muncul dihadapanku? kamu sekretaris papa. bukan sekretarisku. kamu pikir aku tidak menyadari? apa maksut kamu mencoba untuk menjadi dekat denganku?" adrian bertanya tapi dengan nada marah. bunga terdiam dan meneteskan air mata.


ayu menatap bunga sebal. " tuh kan. aku bilang juga apa. untung aja aku ikut jadi nggak ketinggalan berita penting ini. awas aja ya kamu pelakor. kalau suaraku udah pulih kamu rasain akibatnya." gumam ayu dalam hati.


adrian menghembuskan nafas kasarnya." mulai besok jangan datang lagi ke kantor. silahkan cari pekerjaan di tempat lain." mendengar ucapan adrian bunga langsung menutup bibirnya dengan telapak tangan. air mata semakin membasahi pipinya.


mama risa berdiri dan menatap marah ke arah adrian .


" kamu tidak boleh memecat dia dri! kamu akan menyesal melakukan itu. bentak mama risa.


" kenapa? kenapa saya harus menyesal?!

__ADS_1


__ADS_2