
Satu jam kemudian, Ayu dan Adrian sampai disebuah mall di daerah jakarta pusat.
" Kita mau ngapain Dri ke mall? "
" Nanti juga kamu tau, ayo turun. "
Ayu menganggukkan kepala.
mereka berjalan menuju toko perhiasan.
" Selamat siang? ada yang bisa saya bantu? "
" Saya mau lihat cincin pernikahan Mba. " Jawab Adrian. Ayu yang mendengar mengerutkan dahinya.
" Baik, sebentar saya ambil beberapa model ya,
" Dri kamu beli cincin nikah buat apa? kamu beli cincin buat Sandra? tapi kok ngajakin aku? jahat banget sih kamu Dri! "
Adrian hanya tersenyum mendengar ucapan Ayu.
" Sini jari kamu. " Pinta Adrian.
" Enggak mau! suruh aja jari jari s
Sandra jalan kesini! " Ketus Ayu.
Adrian menarik tangan Ayu sedikit memaksa.
" Jangan bandel! " Bisik Adrian.
" Liat tuh! SPG nya ketawain kita. "
Dengan wajah cemberutnya Ayu hanya menurut dan tidak mengatakan apa apa. Setelah mencoba beberapa model akhirnya Adrian membeli satu pasang cincin. tanpa melepas dari jari Ayu dan Adrian. Kemudian berlalu meninggalkan toko tersebut.
" Dri! ini cincinnya! nanti kamu kelupaan. " Ucap Ayu dengan wajah marahnya. Adrian berhenti sejenak dan menghembuskan nafas kasarnya.
" Kenapa kamu berpikir cincin ini buat Sandra? "
" Karena, kita sudah punya cincin sendiri kan. "
" Terus, kita pakai nggak cincinnya?
Ayu hanya diam dan menggeleng.
" Aku beli cincin ini buat kita. Waktu nikah yang beli cincin kan papa, aku pengen beli cincin sendiri. Dan, jangan berani berani kamu lepas! "
" Iya,. " Jawab Ayu sembari tersenyum malu.
" Ya ampun, kayanya hati aku lagi disko nih. Aku nggak nyangka kalau Adrian bisa berubah drastis kayak gini. tetapi tiba tiba Ayu teringat dengan ucapan papa Faris saat Ayu dan adrian baru menikah. Jika Adrian ingin mendapatkan warisannya dia harus memperlakukan Ayu dengan baik. Seketika wajah bahagia Ayu berubah.
" Yu, kita nonton yuk? " Ajak Adrian.
Ayu hanya diam dan mengangguk. Sesampainya di bioskop Adrian langsung membeli tiket lalu memesan popcorn dan dua botol minuman.
" Ayo masuk! bentar lagi mulai. " Ajak Adrian. Ayu hanya diam dan mengangguk. Ayu dan Adrian duduk dikursi pojok bagian belakang.
" Yu, kamu kenapa kamu diem aja dari tadi? kamu sakit? " Tanya Adrian.
" Enggak dri, aku cuma sedih aja liat filmnya. "
" Inikan film horor. Harusnya kamu takut kan? "
" Hahh? " Ayu Baru menyadari kalau ternyata yang dia tonton adalah film horor.
" Kamu kenapa sih? kalau kamu nggak suka, kita keluar aja. " Ajak Adrian.
" Yu?,..Ayu,. " Panggil Adrian. Adrian meraih dagu Ayu dan memutar ke samping, tepatnya didepan wajah Adrian. Tiba tiba mengingatkan Ayu tentang kata kata Adrian, bahwa Adrian ingin Ayu tetap disisi Adrian. a
__ADS_1
Ayu memandang Adrian penuh kebimbangan.
'Cup
kecupan dibibir yang membuat Ayu tersadar dari lamunannya.
" Kamu kenapa dari tadi diem aja? aku udah berkali kali nanya, kamu kenapa nggak jawab? "
" Aku lagi berantem Dri. " Jawab Ayu.
Adrian mengerutkan dahi sembari berfikir.
" Sama siapa lagi kamu berantem? kamu hobi banget berantem Yu? apa sama cowok yang tadi? "
Ayu menggelengkan kepala dengan wajah murungnya.
" Terus, sama siapa? "
" Sama hati aku. hiks...hiks.. "
Adrian menggaruk kepalanya, dan menggelengkan kepala.
" Ya udah, kita pulang aja ya? "
" Yanggung Dri, sebentar lagi selesai kan? "
Adrian tersenyum dan mengangguk.
Setelah film yang ditonton selesai, Ayu dan Adrian berjalan dengan bergandengan tangan.
" Yu, tunggu disini sebentar ya? Aku ke toilet dulu. "
Ayu tersenyum dan mengangguk.
" Jangan lama lama Dri! " Pinta Ayu.
Adrian kembali mendekati Ayu lalu mendekatkan bibirnya di telinga Ayu.
" Jangan aneh aneh Dri! sana pergi! " Sembari mendorong tubuh Adrian pelan.
" Inget ya, jangan lama lama! " Ucap Ayu.
" Iya sayang! " Sembari melambaikan tangan dengan senyum.
" Cih dasar! padahal cuma mau ke toilet, kenapa harus pakai dada dada segala sih? "
Tanpa Ayu dan Adrian sadari, sedari tadi ada sosok wanita yang memakai topi serta masker wajah, memperhatikan mereka dari jauh, dan wanita itu mulai mendekati Ayu.
' Plakkkkk
Auwhhh!! pekik Ayu. Wanita itu menampar pipi Ayu.
" Kamu siapa? kenapa tiba tiba pukul aku? " Bentak Ayu.
" Lo yang siapa?! kenapa lo mesra sama cowok gue?! oh atau jangan jangan lo temen Dion? berarti lo itu cewek penggoda ya?! "
Wanita itu dengan percaya dirinya memaki dan menghina Ayu tanpa mendengar jawaban Ayu. Semua orang mendekat untuk menyaksikan pertengkaran itu. Ayu hanya diam dan menangis. Dia sedih kenapa dia harus merasakan tamparan lagi di depan banyak orang.
" kenapa lo diem? jangan pakai air mata lo di depan gue! denger ya, jadi perempuan itu, jangan suka menggoda milik orang lain, usaha cari yang single! " Adrian yang terkejut dengan banyak nya orang yang berkerumun tepat di tempat dia meninggalkan Ayu. akhirnya dia mendesak untuk maju.
Adrian membelalakan matanya melihat Ayu yang menangis memegangi pipinya.
" Ayu? " Panggil Adrian sembari berlari menghampiri Ayu.
" Kamu kenapa? " Adrian memegang wajah Ayu dan mengusap air mata nya.
Ayu menatap tajam ke arah wanita yang ada dibelakang Adrian. Adrian memperhatikan tatapan Ayu yang mengarah ke belakang punggungnya, akhirnya adrian memutar tubuhnya ke belakang. Adrian menatap wanita itu dengan kemarahan.
__ADS_1
" Sandra! " Bentak Adrian.
" Kenapa kamu selingkuh babe? kenapa kamu cuekin aku cuma demi wanita penggoda ini?
aku kurang apa? kamu tau nggak? tiap hari aku ke club nunggu kamu, aku pergi ke tempat biasa kita ketemuan. aku nungguin kamu tiap hari. Tapi ternyata kamu asik selingkuh sama wanita murahan ini. " Adrian yang mendengarkan celotehan Sandra sudah mengepalkan tangan, dengan wajah memerah penuh emosi. Adrian yang akan maju mendekati Sandra, tertahan oleh tangan Ayu yang menarik lengannya. Adrian berhenti dan Ayu maju kedepan.
' Plakkkkk
Ayu menampar pipi kiri Sandra.
" Ini, untuk membalas tamparan kamu! "
' Plakkkkk
Tamparan dipipi kanan Sandra
" Ini, untuk kata kata kamu yang melewati batas. Aku tidak pernah merebut Adrian. Kalau memang Adrian menginginkan kamu, pasti dia akan datang ke kamu! sebelum kamu mencaci maki orang lain, liat diri kamu sendiri! bahkan kamu lebih hina dari cacian yang kamu ucapkan tadi. "
Sandra terdiam menahan emosi, bagaimana bisa dia ditampar dan dipermalukan di tempat umum seperti ini.
" Denger ya wanita ******! aku akan bales semua ini! " Ancam Sandra sembari meninggalkan kerumunan orang yang menatap Sandra.
" Tunggu!! " Adrian menghentikan langkah Sandra. Sandra pun berhenti dan membalikan tubuhnya menghadap Adrian. Adrian mengangkat tangan Ayu dan tangannya.
" Kami sudah menikah! " Terlihat jari manis mereka dihiasi cincin pernikahan.
" Jangan datang atau mencari aku! tidak akan ada gunanya! "
Sandra hanya terdiam dengan mata berkaca kaca. karena sudah tidak tahan diperhatikan banyak orang, Sandra dengan cepat berlalu meninggalkan mereka. Orang yang berkerumun juga sudah mulai menghilang.
" kita ke mobil ya?" Ajak Ayu sembari menggenggam erat jemari Ayu. Ayu hanya terdiam dan mengikuti kemana Adrian membawanya pergi.
sesampainya di mobil.
" Adrian? " Panggil ayu.
" Maaf, maaf karena aku menampar Sandra. " Pinta Ayu sembari menangis dengan wajah tertunduk dan kedua tangannya saling meremas.
Adrian membuang nafas kasarnya.
" Kenapa kamu minta maaf? "
" Karena, aku melukai wanita yang kamu cintai. " Adrian terdiam mendengar jawaban Ayu, lalu menyenderkan kepalanya.
"Yu, seperti yang kamu bilang tadi. Kalau aku mau, aku bisa menemui Sandra. Tapi aku sudah berjanji sama papa dan kamu, untuk menjadi lebih baik. Sebenarnya aku tidak mencintai Sandra. Tapi karena Sandra itu terkenal dan banyak diminati laki laki, jadi aku hanya ingin menunjukan kepada orang orang, kalau aku bisa dengan mudah mendapatkan dia. "
" Ternyata kamu benar benar brengsek ya Dri! " Ketus Ayu. Adrian hanya terkekeh dan menganggukkan ucapan Ayu.
" Mau bagaimana lagi Yu, itu sudah terjadi. "
" Terus semua perempuan yang deket sama kamu itu, mau kamu kemanain? " tanya Ayu.
" Sekarang aku cuma deket sama kamu. " Jawab Adrian.
"Dri, apa aku boleh tanya sesuatu? "
" Apa? "
" Janji jangan marah! "
" Iya. "
" Apa kamu baik sama aku demi warisan dari papa Faris? "
" Apa keliatanya begitu Yu? "
" Kalau aku tau, aku nggak mungkin berantem sama hati aku sendiri Dri. "
__ADS_1
Adrian terkekeh mendengar ucapan Ayu.
........