Menikah Dengan Playboy

Menikah Dengan Playboy
Buah pisang


__ADS_3

ayu terus memandangi jam di ponselnya. tiga puluh menit telah berlalu. ayu mencoba untuk memastikan keadaan andika yang tengah sibuk menonton tv.


" dika, kamu ada yang sakit nggak?


" nggak ada tante, " jawab dika dengan wajah polosnya.


" kalau gatal atau pusing ada?


" enggak juga tante.


ayu menyipitkan matanya.


" hah! jadi mereka benar benar bohong ya. " batin ayu. sejenak ayu berfikir.


" dika, tante ke dapur dulu ya, mau ambil buah.


tak berapa lama, ayu telah kembali ke ruang tv dengan sepiring buah yang telah di potong potong.


" dika mau buah nggak?


" mau tante.


" ini makan ya. " ayu menggeser piringnya ke depan andika.


" ini buah apa tante?


ayu menunjuk satu per satu buah yang ada di piring " yang ini kiwi, strawberry, melon dan,,. em, ini blewah. " untuk pisang, ayu mengatakan blewah.


andika mulai memakan buah buahan yang ada di piring termasuk pisang.


ayu tiba tiba ingin membuang air kecil.


" dika, kamu tunggu disini ya. tante mau ke kamar mandi.


" iya tante.


saat ayu pergi ke kamar mandi, adrian pulang ke apartemen. dilihatnya andika yang sedang menonton tv dengan serius. dika terus menyuapkan buah ke mulutnya. adrian mendekati andika. matanya melotot melihat buah yang akan dimasukan ke mulutnya.


" andika!


adrian merebut piring dan garpu yang tengah andika pegang. lalu membuangnya ketanah bersamaan dengan piring yang berisi buah.


' pranggg.....


ayu berlari keluar mendengar suara itu. adrian menatap ayu marah.


" kenapa kamu kasih dika pisang hah!?


kamu mau bunuh dia!?


" aku,.-


" kamu tau nggak. aku hampir mati dulu karena buah pisang. kenapa kamu ceroboh! kenapa kamu menggampangkan soal alergi!


" adrian, aku bisa jelasin.


" tadi tante bilang, ini kan buah blewah namanya. " saut andika.


andika menatap ayu dengan wajah yang sangat marah.


" adrian. dika itu enggak,.


" cukup! " bentak adrian.


aku rasa, memang kamu nggak bisa menerima andika. kalau kamu keberatan,besok kalau andika mau sama aku. aku dan andika tidur dirumah papa.

__ADS_1


adrian menggandeng tangan andika dan keluar dari apartemen. ayu benar benar merasa kecewa dengan adrian. apa yang terjadi kemarin, sama sekali tidak dijadikan pelajaran olehnya. satu jam berlalu, ayu terus menghubungi adrian tapi tidak mendapat respon sama sekali. akhirnya ayu memutuskan untuk bertanya pada bi romlah.


" hallo bi,


" iya non,


" apa adrian pulang kerumah?


" tidak non.


" ya udah. makasih ya bi.


" iya non.


ayu mendengus kesal. sejenak ayu terdiam. dia teringat dengan media sosial adrian.


" ah tidak ada aktivitas apapun.


tiba tiba terlintas untuk mengecek bunga.


" hah?!! apa apaan dia. " bunga mengupload sebuah foto bunga mawar dan diberi caption. terimakasih papa nya andika.


" jadi begini. oke! untuk apa aku menjelaskan. enggak ada gunanya. terserahlah. aku nggak akan peduli lagi.


ayu membaringkan tubuhnya. hingga larut malam, dia masih kesusahan untuk tidur.


" ah,. nggak boleh begini. aku harus bisa tidur tanpa memeluk adrian. lagian ngapain aku harus mikirinn dia terus. dia itu sedang bahagia bersama bunga. sadarlah ayu.sadar!


wahai mata indah ku, aku mohon padamu tidurlah. " perlahan ayu terlelap dalam tidurnya.


pagi telah tiba. ayu menggeliat ke kanan dan ke kiri. " dia bener bener nggak pulang?. sepertinya aku harus mulai terbiasa tanpa dia.


ayu bergegas mandi dan langsung bersiap sia untuk pergi kuliah. meskipun dia tau, ini masih terlalu pagi. entah mengapa hari ini ayu sedang ingin menggunakan make up lebih lengkap. rambut lurusnya terurai indah. ayu tersenyum melihat dirinya di kaca.


" iya aku hanya perlu menarik kedua sisi bibir kan? " ayu menghembuskan nafas kasarnya. meraih tas yang telah ia siapkan.


ayu berjalan keluar kamar dan menuju pintu keluar. baru menyentuh handel pintu, pintu itu telah terbuka lebih dulu. adrian masuk kedalam dan terkejut melihat penampilan ayu yang tidak seperti biasanya.


" apa apaan dia? kenapa berpenampilan begini saat aku nggak pulang kerumah semalam. siapa yang mau dia goda? " batin adrian.


" hei!!! kenapa kamu pulang? aku lagi males liat kamu. pergi lagi sana. jaga bunga mu sana. nanti kalau dikerubutin tawon bunga mu pasti busuk!. "batin ayu.


ayu merasa sudah terlalu lama dia termangu dengan hatinya. " permisi aku mau lewat.


adrian menarik lengan ayu.


" mau kemana kamu?


" kuliah.


" jam kamu rusak.


" nggak.


" berarti kamu tau ini jam berapa?


" tentu! aku tau. sangat tau.


" jadi kamu mau kemana sebenarnya dengan penampilan seperti ini.


" aku kan udah bilang. mau kuliah.


" kamu mau kuliah? tapi penampilan kamu kayak mau ke bar.


" apa?!!

__ADS_1


" apa kamu ngga liat ke kaca dulu sebelum pergi?


" udah! dan aku suka penampilan aku hari ini.


adrian menghembuskan nafas kasarnya. menyeret ayu untuk masuk kedalam kamar.


" aduh! lepasin. " ayu meringis kesakitan. karena cengkraman adrian sangat kuat.


adrian membuka lemari dan melemparkan pakaian ke tubuh ayu.


" pakai yang itu.


merasa sangat kesal karena adrian melempar pakaian padanya, ayu menjadi semakin ingin mengganti bajunya dengan gaun yang se minim mungkin. ayu membuang baju yang dia tangkap tadi. lalu membuka lemari dan meraih gaun pendek dengan sedikit belahan di bagian paha.


adrian membulatkan matanya terkejut. sontak merebut baju yang ayu pegang.


" kamu sudah gila ya?


" memang kenapa?


adrian memijat keningnya.


" kalau kamu nggak mau ganti baju, kamu hapus make up kamu.


" aku nggak mau!


" ayu sebenernya mau kamu apa sih! adrian membentak karena sudah tidak tahan lagi.


" jangan ngelarang apapun yang aku lakuin.


" apa?! kamu sadar nggak? seharusnya aku yang marah. apa kamu lupa, apa yang kamu lakuin semalam? kamu hampir membunuh anak aku.


" dia bukan anak kamu!


" jaga ucapan kamu yu. berhenti bicara omong kosong kamu.


" kalau begitu. kamu harus tes DNA.


" apa kamu sudah gila?


" sejauh ini kegilaan ku baru akan dimulai.


" berhenti main main yu.


" aku bahkan belum melakukan permainan apapun.


" ayu!!!


" apa!


" mau sampai kapan kamu begini yu. kamu hanya perlu menerima andika.


" aku menerima andika. aku tidak pernah berniat buruk.


" lalu apa yang kamu lakuin semalam?


" kamu terlalu buta untuk melihat yang nyata adrian. " ayu bergegas meninggalkan kamar dan berjalan keluar pintu. sejenak ayu berhenti untuk menangis.


" terserah kamu dri. sekarang apapun yang kamu pikirkan tentang aku. sedikitpun aku nggak akan pernah menjelaskan apapun lagi.


ayu bergegas meninggalkan apartemen.


adrian membuang baju baju yang berserakan dilantai. buku buku yang tersusun rapi tak luput dari amuk nya.


" kenapa dia memperlakukan aku begini? memang apa yang salah?

__ADS_1


__ADS_2