
" Kamu apa apaan si Dri?! main cium cium aja! "
" Bukanya kamu istri aku? memang salah aku cium kamu? " Tanya adrian dengan wajah kesalnya.
" Emm, nggak tau ah! ayo Dri, nanti kita kemaleman. " Ucap Ayu sembari merangkul lengan Adrian.
Pukul 18.30. Ayu dan Adrian sampai di apartemen.
" Aduh Dri, aku capek banget nih! " Ayu meletakan sebagian belanjaannya dan duduk di sofa.
" Baru segitu aja udah capek, kamu nggak liat yang aku bawa? lagian, kan udah aku bilang, jangan banyak banyak. "
" Kamu marah ya Dri karena kamu bawa belanjaanya banyak? "
" Aku nggak marah yu, cuma kalau kebanyakan kan susah bawanya, ya udah belanjaanya biar disini aja , aku mandi dulu, nanti aku bantuin beresin. " Ucap Adrian sembari mengusap rambut Ayu.
" Ya ampun! dia kenapa tiba tiba sweat gini sih? ah kan aku jadi suka. hihihi. Batin Ayu.
" Aku mandi juga ah. ''
Dua puluh menit kemudian, setelah Ayu selesai mandi, dia bergegas untuk membereskan belanjaannya. Ayu tersenyum melihat penampilan Adrian dengan rambut yang sedikit basah dan acak acakan,justru membuat Adrian terlihat gagah.
" Dri, kamu ngapain di dapur? kok belanjaannya nggak ada? "
" Idah aku susun di lemari es." Jawab Adrian sembari beranjak meninggalkan dapur.
" Dri kamu mau makan apa? "
" apa aja yu! jawab adrian. ahh kalau gue bilang mau makan ini, pasti yang dibuat apa. batin adrian.
" Ya udah aku bikin omlet aja ya? "
" Terserah. "
Adrian memperhatikan Ayu yang sedang sibuk memasak di dapur. Adrian memandangi Ayu dari ujung rambut hingga ujung kaki.
" Emak lampir ini sebenernya kalau diperhatiin nggak sekurus itu, tinggi badanya juga lumayan, lehernya juga bagus, kulitnya putih mulus, mukanya juga cantik. " Batin Adrian sembari tersenyum menatap Ayu.
Dua puluh lima menit kemudian, Ayu berjalan ke arah sofa membawa dua piring nasi dan juga omlet.
" Nih Dri. " Ayu menyodorkan piring yang sudah berisi nasi dan omlet, lalu meletakan piring miliknya di sebelah piring Adrian, kemudian bergegas kembali ke dapur.
" Mamu mau kemana lagi? " Tanya Adrian.
" Mau ambil minum lah, buat kita. " Jawab Ayu sembari berjalan menuju dapur.
Adrian hanya memandang Ayu dan tersenyum.
" Ternyata enak juga punya istri. " Batin Adrian.
" Ini Dri minumnya. "
" Iya terimakasih istriku. " Jawab Adrian.
Ayu tidak dapat menyembunyikan senyuman dari bibirnya karena ucapan Adrian. Setelah makan malam mereka selesai, mereka melanjutkan kegiatan dengan menonton tv.
" Dri, tumben yang kamu tonton acaranya nggak ada Sandra?
" Acara ini lebih menarik." Jawab Adrian tanpa memalingkan pandangan dari tv.
" Dri? "
" Apa? "
" Kamu kan biasa makan dengan banyak menu, terus sekarang kamu makan dengan lauk apa adanya, apa kamu nggak papa? " Tanya Ayu dengan tatapan yang sulit diartikan.
__ADS_1
" Kan kamu sendiri yang bilang, aku nggak boleh pilih pilih makanan. " sambil menatap wajah ayu dengan tegas.
" iya si, tapi kamu yakin nggak masalah?
" nggak, aku harus bisa membiasakan diri. sembari tersenyum dan beranjak pergi.
" kamu mau kemana dri?
" ke kamar mandi! kenapa? mau ikut? jawab adrian dengan senyum mesumnya.
" cih! nggak mau, mata aku ini udah mulai banyak dosa semenjak aku kenal kamu. jawab ayu dengan wajah kesal.
adrian hanya menggelengkan kepala dan terkekeh.
drttttt... drttttt...drrtttt
ayu menatap layar ponsel adrian saat ada panggilan masuk.
" waduh casandra? maksutnya si sandra itu ya? ayu ragu untuk menjawab tapi juga penasaran, akhirnya ayu memberanikan diri untuk menjawab panggilan dari sandra.
" babe! kamu kenapa sih? kenapa chat aku dari kemarin kemarin nggak kamu balas?.
ayu belum sempat mengatakan apapun sandra dengan lancarnya berbicara.
" halo babe. tu kan, kamu kalau marah pasti begini. aku kangen banget sama kamu babe. aku sengaja pulang lebih cepat buat kasih kejutan ke kamu, aku nggak ada niat yang lain, besok aku tunggu di hotel biasa kita ketemu. aku kangen, aku mau habisin waktu sama kamu. oke babe. emuach! babe? kamu denger nggak sih? ayu yang semakin jijik mendengar ocehan sandra bergegas mematikan telfonya.
" ihh jijik! murahan banget jadi perempuan. udah kalau di tv pake bajunya keliatan mulu belahan dadanya. ihhhh pokoknya jijik!
adrian kembali ke ruang tv dan bingung melihat wajah ayu yang berubah menjadi cemberut.
" emak lampir kenapa sih, tadi gue mau ke kamar mandi mukanya manis banget. sekarang tiba tiba jadi cemberut begitu. batin adrian.
" dri! tadi ada yang telfon.
" siapa?
" terus, dia bilang apa? ayu mengatakan apa yg dikatakan casandra tadi.
adrian hanya diam, seolah sedang berfikir.
ayu yang melihatnya hanya diam, beranggapan negativ.
" cih pasti bingung tu dia. kira kira besok mau alasan apa ya sama papa? dasar laki laki murahan! kamu memang lebih cocok sama casandra! sama sama murahnya! batin ayu.
adrian menghembuskan nafas kasar dari hidungnya. dan mencoba mengganti topik.
" kuliah kamu gimana tadi? tanya adrian.
" lumayan seru. aku udah punya beberapa teman, dan...
" dan apa? tanya adrian sebelum ayu menyelesaikan pembicaraanya.
" musuh baru. jawab ayu
" kok bisa? wuah kamu baru satu hari kuliah sudah punya musuh. ucap adrian sembari mengelus rambut ayu.
kemudian ayu menceritakan semua yang terjadi di kampus kepada adrian. adrian terkekeh sembari menggelengkan kepala.
" yu, kamu ternyata punya bakat untuk membangkitkan kemarahan seseorang ya?
" memang aku salah dri? tanya ayu dengan tatapan tajam.
" memang aku bilang begitu? aku ngga bilang kamu salah kan? aku cuma bilang,.
cup
__ADS_1
ayu mencium bibir adrian dan dengan cepat masuk ke kamar. adrian mematung dan tiba tiba jantungnya seperti akan meledak. adrian bergegas mematikan tv dan masuk kedalam kamar.
" ya ampun! dia kenapa tiba tiba cium gue? ini jantung gue juga ngapain sih kaya mau meledak. batin adrian
dikamar ayu.
" ihhhhh,,aduh gue pasti udah sinting! dasar perempuan gila. beraninya kamu merendahkan dirimu sendiri. batin ayu mengutuk diri sendiri sembari memukul mukul bibirnya.
ke esokan harinya.
kring... kring...
alarm ayu berbunyi, dan ayu terbangun.
" ya ampun! cepet banget paginya! aku kan belum siap ketemu adrian. gumam ayu sembari menjambak dan mengacak acak rambutnya.
" udah ah pura pura bodoh aja kalau liat adrian.
ayu membuka pintu kamar dengan hati hati supaya tidak menimbulkan suara, lalu berjalan menuju dapur untuk memasak sarapan pagi.
" huh untung aja adrian belum bangun. aku bisa sedikit lega.
'ehemmmm
ayu terkejut mendengar suara adrian di belakang tubuhnya. wajahnya mulai memerah. ayu mencoba untuk berpura pura tidak terjadi apapun. sementara adrian sedari tadi, sudah memperhatikan tingkah ayu yang tidak biasa.
" eh adrian! kamu sudah bangun? em mau sarapan apa? dengan senyum secerah mentari pagi.
" apa aja. jawab adrian sembari menyunggingkan senyuman.
" oh iya dri, aduh apaan sih ni orang! senyumnya bikin bulu bulu aku upacara. batin ayu.
beberapa menit kemudian.
" ini dri, sarapan kamu. ayu menyodorkan sandwich dan segelas susu hangat.
" otak kamu nggak lagi konslet kan yu?
" aku lagi malas masak! jadi yang gampang aja.
duh gusti! aku buat ini supaya kamu nggak marah. karena aku cium kamu semalam.
ayu terus memandangi ayu dengan senyum. sementara ayu sesekali mencuri pandang ke arah adrian sembari tertunduk malu.
pukul 7.00.
" yu, kamu mau bareng nggak? tanya adrian yang sudah siap dan menuju pintu.sementara ayu masih duduk di depan tv.
" kamu duluan aja dri.kalau barengan sama kamu, aku kelamaan nunggu dikampusnya.
" serius nih? tanya adrian untuk memastikan.
" iya
" nanti kamu naik apa ke kampus?
" aku naik busway aja, kalau nggak pakai ojek online. jawab ayu tanpa menoleh ke arah adrian.
" ya udah. aku duluan ya.
" iya. hati hati di jalan.
adrian masih tersenyum memandang ayu dan menggelengkan kepala.
" dasar aneh! baru begitu aja dia udah berlebihan tingkahnya.
__ADS_1
setelah ayu mendengar pintu tertutup, ayu menoleh kebelakang dan memastikan adrian sudah berangkat.
" huhh! huhh! ya ampun.. aku deg deg kan banget, ya tuhan aku malu!!! hiks hiks.