Menikah Dengan Playboy

Menikah Dengan Playboy
Ajakan Dari Manager Lusy


__ADS_3

Semangat pagi! kira-kira seperti itulah bunyi hati Ayu yang terus menyemangatinya. Memang sih hari ini menyebalkan, tapi mau bagaimana lagi? ini adalah pekerjaan yang harus ia lakoni sebagai asisten manager di perusahaan tempat dia magang.


Huh.......! Ayu menarik dan menghembuskan nafas seraya berusaha mengabarkan dirinya agar bisa lebih sabar menghadapi Manager Lusy yang amat sangat aneh hari ini. Tidak tahu ada angin apa, tapi wajah Manager Lusy benar-benar terlihat sangat kesal sedari pagi. Ayu juga sudah entah berapa kali diminta bolak balik ke pantry untuk menyeduh teh, dan terus menggantinya karena beberapa alasan. Mulai dari terlalu panas, terlalu dingin, pahit, terlalu manis, banyak serbuk teh yang masuk ke dalam cangkirnya, dan masih ada beberapa alasan yang sudah Ayu lupa.


" Ayu! " Panggil Manager Lusy seraya menjauhkan tumpukan dokumen dari mejanya. Ayu tentu bergegas karena mendengar namnya terpanggil, dia mendekat ke Manager Lusy untuk menanyakan hal apa yang harus dia lakukan.


" Iya, Manager Lusy. Ada yang harus saya kerjakan? " Ayu sedikit menunduk agar lebih terlihat sopan.


" Antar ini ke pak Wisnu, jangan lupa juga minta berkas yang saya titipkan pagi tadi. "


" Baik. " Ayu meraih tumpukan dokumen itu dan berniat berjalan setelahnya. Tapi, karena Manager Lusy mencegahnya sebentar, tentu saja dia berhenti disana.


" Ayu, kamu sudah menikah kan? "


" Iya. " Jawab Ayu, dahinya sedikit mengeryit karena bingung. Iya, memang sudah menikah, tapi ada apa? kenapa tiba-tiba menanyakan hal yang sebelumnya tidak pernah dia perduli kan sama sekali?, batin Ayu bergumam.


Manager Lusy menatap Ayu dengan tatapan yang entah apa itu maksudnya. Dia menjauhkan pena yamg tadinya ia pegang, kini tangannya saling mengait untuk memangku wajahnya sembari menatap Ayu.


" Ayu, sebagai seorang wanita yang sudah menikah, saya harap kamu bisa menjaga martabat dan harga diri suami mu. Kalian memang menikah di usia muda, tapi aku harap kalian bisa langgeng tanpa adanya penghianatan. "


Meski Ayu masih merasa bingung, tapi apa yang di katakan oleh Manager Lusy memang ada benar nya juga. Iya, Adrian kan sudah pernah mengkhianati nya, yah... semoga saja pernikahan itu memang langgeng, batin Ayu.


" Amin, semoga saja begitu, Manager Lusy. "


Manager Lusy tak terlihat berekspresi.


" Iya, pergilah sana! "


" Baik. "


Setelah kepergian Ayu, Manager Lusy mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang yang membuatnya gelisah semalaman.


" Selamat sore, Adrian? "


Sore? siapa ya?


Manager Lusy tersenyum karena merasa begitu senang Adrian menerima telepon darinya.

__ADS_1


" Aku, Lusy. Apa aku mengganggu? "


Oh, tidak. Aku sudah hampir selesai, ada apa?


" Kau ada acara malam nanti? " Manager Lusy memainkan setangkai bunga mawar yang berada di vas bunga tak jauh dari tempat duduknya.


Aku tidak ada acara apapun, tapi aku aku harus mengurus si cantikku.


Awalnya Manager Lusy nampak mengeryit bingung, tapi karena tak mau memikirkan hal yang ia takutkan, jadilah dia mengartikan si cantik itu dengan kucing, atau anjing peliharaannya.


" Sayang sekali, padahal besok adalah hari ulang tahun ku. Aku lumayan berharap nih. "


Oh, maaf.


" Baiklah kalau tidak bisa malam ini, bagaimana dengan besok malam? "


Maaf juga, aku tidak bisa. Bagaimana kalau breakfast saja? sekalian ajak asisten mu itu bersamamu, bagaimana?


Manager Lusy terdiam sesaat.


" Baiklah kalau begitu, aku akan mengirim alamatnya padamu, sampai bertemu besok pagi ya? "


" Sialan! selain cantik, dia tidak memiliki kelebihan apapun. Bagaimana bisa seorang Adrian menyukai Ayu? ditambah lagi dia kan sudah punya suami. Kalau saingan suaminya Adrian, tentu saja Ayu akan memilih Adrian kan? "


Manager Lusy nampak berpikir keras. kini yang ada di pikirannya adalah bagaimana dia bisa memisahkan Adrian, oh! bukan! menjauhkan dan menggagalkan kedekatan mereka.


" Satu-satunya cara ya harus membuat Ayu sadar diri kalau dia sudah memiliki suami kan? dengan begitu, dia juga tidak akan mendekati Adrian lagi. "


***


Setelah sambungan teleponnya terputus, Adrian menggeleng heran. Bunuh diri saja kalau sampai bertemu dengan Manager Lusy. Baru saja hubungannya dengan Ayu membaik, tentu saja dia tidak akan macam-macam, terlebih Manager Lusy adalah atasannya Ayu. Tak mau lagi larut memikirkan Manager Lusy, kini Adrian kembali meraih ponselnya berniat menghubungi Ayu.


" Yank, kangen nih! " Ucap Adrian saat panggilan teleponnya terhubung.


Sama siapa?


" Sama kamu lah, emang sama siapa lagi? "

__ADS_1


Ya kali sama Sandra, atau siapa yang kemarin tuh, oh! atau sama Manager Lusy?


Adrian menelan salivanya sendiri. Gila! tau-tau aja kalau dia baru saja mendapat telepon dari Manager Lusy.


" Enggak, yank. Entar malem makan di luar yuk? "


Di luar? dimana?


" Nanti aku jemput ya? aku nggak mau kalau sendiri-sendiri dateng nya. "


Ya udah! tapi kayaknya aku pulang agak malem deh.


" Tumben, kenapa? "


Manager Lusy kayaknya lagi sekut. Dari pagi alisnya mengkerut aja, terus ngomel melulu.


" Ya udah deh, aku tunggu saja nanti ya? "


Iya.


Adrian tersenyum bahagia setelah panggilan teleponnya terputus. Sudah tiga bulan dia tida se mesra ini saat bicara dengan Ayu di telepon setelah kejadian beberapa bulan lalu itu. Memang sih wajar saja kalau Ayu marah, benar-benar pelajaran sekali apa yang terjadi saat itu.


" Yank, sekarang aku nggak perlu nahan-nahan lagi kan? " Adrian tersenyum sendiri setelahnya.


Seperti yang sudah di janjikan. Setelah satu jam lebih Adrian menunggu, kini akhirnya muncul juga si istri yang hobinya ngambek-ngambekkan itu. Adrian keluar dari mobil untuk membukakan pintu.


" Hati-hati, yank. " Uca Adrian saat Ayu akan masuk ke mobil.


" Aku nggak perlu ganti baju nih? " Tanya Ayu yang merasa bajunya sudah cukup lusuh setelah seharian bekerja.


" Nggak usah, sayangnya aku. Gitu juga udah cantik kok. "


Ayu mendesah sebal.


" Makin lama, mulut kamu makin licin ya kalau lagi ngegombal. " Adrian terkekeh sendiri.


Adrian terus menjalankan mobilnya menuju sebuah tempat makan romantis yang sudah disiapkan oleh Asistennya. Sementara di belakang mobil mereka, ada sebuah mobil yang sedari tadi terus mengikuti mobilnya. Iya, Manager Lusy lah yang berdaa di dalam sana. Dia yang tak sengaja melihat Adrian dan ayu masuk kedalam mobil yang sama, ia menjadi kesal dan penasaran hingga memutuskan untuk mengikuti mereka berdua.

__ADS_1


" Sialan! Ayu benar-benar wanita rubah yang kurang ajar! Sudah punya suami, tapi masih saja kurang sadar diri. "


.........


__ADS_2