Menikah Dengan Playboy

Menikah Dengan Playboy
Emak Lampir Yang Sesungguhnya


__ADS_3

mendengar jawaban adrian, ayu mendengus kesal lalu memutar tubuhnya membelakangi adrian.


" kamu kenapa belakangin aku yank? " tanya adrian.


" supaya kamu fokus balas chat dari sandra!." ketus ayu.


adrian terkekeh mendengar ucapan ayu. segera ia menyelesaikan urusan dengan ponselnya dan memeluk tubuh ayu yang membelakanginya. adrian membelai rambut ayu dan menciuminya. ayu diam tidak tertarik untuk merespon. adrian menarik perlahan pundak ayu kebelakang. sehingga posisi tidur ayu menjadi terlentang.


" sayang, kamu kenapa ngambek sih? " sambil mengelus pipi ayu.


ayu menolehkan pandanganya dari adrian.


" nggak tau! pikir aja sendiri.


" yank, liat nih." adrian menunjukan layar ponsel yang berisi pesan teks kepada dion.


" masalah yang kemarin sandra ngaku hamil loh yank, aku harus gercep yank. kamu tau sendiri kan? tiba tiba ada andika. terus ada lagi yang ngaku hamil anak aku. kan nggak lucu yank." gerutu adrian.


ayu menghembuskan nafas kasarnya.


" makanya, jangan di ulangi lagi yang begitu. kerjaanya celup sana celup sini sih. kamu kan gitu yank. nggak boleh liat pantat semok sama dada montok langsung aja nyangkut. kalau ada perempuan bodynya aduhai tapi giginya gondrong apa tetep kamu embat juga yank? " tanya ayu kesal.


hahahaha


adrian tertawa terbahak bahak.


" yank, kamu lucu banget sih yank. jangan mengada ada yank.


" ya aku kirain tetep kamu embat juga.


" emm kalau dulu sih, pasti iya. hahahahahahaa. jawab adrian dengan tawanya.


" ih dasar sinting! " ayu mendorong tubuh adrian. " kalau dugong **** kamu juga mau yank? " tanya ayu meledek kesal.


" yah selama ada lobang buat aku ya nggak masalah yank.


'plakkkkk' ayu menampar pipi adrian pelan.


" aduh "


" rasain tuh! gila ya kamu. ya udah besok aku mau pergi ke korea. mau operasi pantat sama dada aku. ancam ayu.


adrian terkejut mendengar ancaman ayu lalu memeluk tubuh ayu erat. ayu terdiam kesal.


" jangan dong yank. aku kan cuma bercanda aja."

__ADS_1


" pokoknya awas ya, kalau kamu ketauan selingkuh dari aku karena lihat yang montok." ancam ayu.


" enggak sayang,... kalau nggak hilaf ya.hihihi


ayu memundurkan tubuh adrian. dan memegang pipi adrian dengan kedua telapak tanganya.


" kalau begitu, kamu harus ijin dulu sama aku yank kalau mau selingkuh."


" emang boleh " adrian memastikan.


" boleh,,... "ayu tersenyum manis." tapi ada syaratnya!"


" apaan yank?


" aku potong dulu adrian juniornya. setelah itu terserah kamu mau selingkuh sama siapa aja."


adrian menelan ludahnya dengan susah payah. " yank,... kamu serem banget ngomongnya." adrian kembali memeluk tubuh ayu. adrian merasa takut dengan ancaman ayu. karena saat sore tadi dia sempat melihat berita, ada seorang istri yang memotong junior suaminya.


" idih ngeri banget! jangan sampe deh gue selingkuh. bisa bisa harta berharga gue lenyap." batin adrian.


ayu membalas pelukan adrian dan membenamkan wajahnya didada adrian.


" yank, aku tuh bener bener takut kamu selingkuh. aku sadar aku nggak montok. tiap kali liat kaca, aku selalu ngebayangin kalau badan aku montok pasti kamu suka dan nggak akan selingkuh.


" yank, aku udah nggak tertarik sama yang begitu. aku cuma suka sama apa yang ada di diri kamu. apapun itu tanpa terkecuali."


ayu mengangkat wajahnya menatap wajah adrian dengan senyum. lalu mengecup bibir adrian. " makasih yank. "


adrian membalas ciuman dari ayu. ayu juga merespon dengan cepat. awalnya adrian hanya ingin mencium sebentar dan bergegas untuk tidur. karena tubuhnya terasa sangat lelah seharian bekerja dikantor. tapi karena terbawa suasana yang sangat mendukung, akhirnya terjadilah kegiatan suami istri.


malam semakin larut. sejoli ini akhirnya mengakhiri kegiatanya. adrian cepat tertidur karena lelahnya. ayu masih terjaga sembari memandangi wajah adrian.


" yank, aku akan terus bertahan disisi kamu. aku tau, mungkin sebentar lagi, akan banyak kejadian yang membuat kita sedikit berselisih paham. tapi aku akan berusaha sekuat aku. mama kamu dan bunga pasti akan melakukan apapun untuk memisahkan kita. semoga kamu juga akan tetap mempertahankan aku." batin ayu.


malam telah berlalu. sang surya perlahan menampakan sinar terangnya. " hoammmm."


ayu terbangun dari mimpi indahnya. ayu menoleh ke kanan dan ke kiri mencari suaminya yang telah beranjak dari tempat tidur. ayu melangkahkan kaki menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. setelah selesai, ayu bergegas menuju ke dapur dan mencari adrian. dilihatnya adrian tengah duduk di depan meja tv. ada secangkir kopi dan roti dengan selai kacang kesukaan ayu.


ayu langsung mendekat dan duduk disamping adrian." yank,.. kamu bangun pagi banget. memang nggak capek? "


adrian tersenyum dan menggelengkan kepala. " nih sarapan kamu." adrian menyodorkan roti yang telah diolesi selai. " bentar susunya aku buatin ya. tadi aku mau buat, tapi kamu masih pules, nggak jadi aku buat susunya. takut dingin nanti kamu nggak mau." gerutu adrian.


" nggak usah yank. aku buat sendiri aja. masak iya suami yang siapin sarapan istri. " ayu berjalan ke dapur dan membuat susu hangat.


adrian tersenyum. " emang kenapa yank? nggak masalah kok. selama aku bisa, kenapa nggak."

__ADS_1


ayu telah selesai membuat susu dan kembali duduk disamping adrian. " iya, aku tau. tapi mulai besok, kalau aku kesiangan. kamu bangunin aku aja. jadi aku bisa siapin sarapan." ayu mulai menggigit rotinya.


adrian gemas melihat tingkah istrinya. selesai sarapan, mereka bergegas untuk pergi kerumah sakit dahulu. seperti biasa, mama dan bunga serta andika telah sampai disana.


" ya ampun! mereka ini maksutnya apa sih? padahal hari ini kita datang lebih pagi dari kemarin. tetep aja mereka udah sampai. dasar ngeselin." gumam ayu dalam hati.


papa......


andika berlari dan memeluk adrian. adrian merespon dengan ramah.


" hai jagoan. apa kabar?" tanya adrian ramah.


" dika mau digendong pah." pinta andika dengan wajah polosnya.


adrian langsung menggendong tanpa canggung.


ayu mengerutkan dahinya bingung. bagaimana mungkin mereka bisa begitu cepat akrab. seolah mereka pernah hidup bersama. ayu mengalihkan pandangan ke arah bunga. wajah bunga terlihat sangat bahagia melihat putranya begitu mudah dekat dengan adrian. ayu mengganti pandangnya ke arah mama risa.


" ya ampun! gila jantungku hampir lompat keluar." batin ayu.dilihatnya mama risa sedang menatap ayu dengan tatapan mengerikan.


" gila! mata mama mertua kaya pisau. aduh gimana nih aku? aku mau melengos tapi nggak sopan. kalau aku balas tatapan jahatnya lebih nggak sopan." tanya ayu dalam hati. refleks bibir ayu tersenyum sinis kepada mama risa.


mama risa membuang pandanganya yang lekat ke arah ayu.


" tuh kan. tambah aja mama mertua nggak suka sama aku. heiii bibirku! mengapa engkau tersenyum sinis begitu. otaku saja belum selesai berfikir." gumam ayu yang masih didalam hati.


adrian menggandeng tangan andika untuk ikut masuk kedalam dan di ikuti oleh ayu. ayu tersenyum semanis mungkin ke arah mama risa. mama risa langsung memalingkan wajahnya kesal.


setelah selesai menjenguk papa faris, ayu dan adrian serta andika, bergegas keluar dari ruangan. andika kebingungan mencari keberadaan bunga.


" oma,. mama kemana? " tanya andika.


" mama sudah berangkat ke kantor sayang, katanya ada meeting penting pagi ini. kalau dika kangen sama mama, dika bareng aja sama papa ke kantor. supaya bisa ketemu sama mama." jawab mama risa sembari tersenyum ke arah adrian.


ayu dan adrian terkejut mendengar saran mama risa yang tidak masuk akal.


" apa?!!!! ke kantor? terus kalau ada orang tanya, kamu anak siapa? bisa gila aku! " batin adrian.


" cih! dasar mama mertua. rencanamu sudah kuduga. pasti mau jadiin andika senjata buat jauhin adrian dari aku. heiii suamiku tercinta. lihatlah! lihat ibumu. sepertinya dia lebih cocok kau panggil emak lampir. " gumam ayu dalam hati. mengingat adrian pernah memaki ayu dengan sebutan emak lampir.


dengan serempak ayu dan adrian menjawab saran dari mama risa.


" enggak!!!!


.........

__ADS_1


__ADS_2