Menikah Dengan Playboy

Menikah Dengan Playboy
Dia Sangat Mencintaimu


__ADS_3

adrian merasa sangat jengah. bagaimana bisa. ada laki laki yang melarangnya menyentuh istrinya sendiri. adrian mengendurkan dasinya.


' bughhhhhh!!!!!!.


adrian memukul wajah candra. ayu membulatkan mata terkejut. kedua telapak tanganya menutupi bibirnya.


adrian mencengkram kerah kemeja candra.


" lo pikir lo siapa hah!? ayu istri gue! lo nggak punya hak menepis tangan gue!


candra menyunggingkan seringainya. menepis kedua tangan adrian yang mencengkram kerah kemejanya.


" anda menyebut ayu istri anda? cih!! menjijikan!


adrian mencengkram kembali kerah kemeja candra. ayu mencoba untuk memisahkan mereka. tapi jangankan terpisah. bergerak satu senti saja tidak. sementara yang lain, hanya bengong terkejut. ayu sahabat mereka ternyata sudah menikah. batin para sahabat.


" apa perlu gue gue kasih bukti?! " tangan masih mencengkram kerah kemeja candra.


" tidak perlu tuan. saya jadi semakin sedih. pertama, kabar anda menghamili selebriti. kemudian ini? wuah,,... setelah semua itu, menurut anda, bagaimana perasaan wanita yang anda sebut istri ini?


adrian mengangkat tanganya yang tengah terkepal menuju wajah candra. dengan cepat, thomas menahan kepalan yang hampir mendarat di pipi candra. adrian semakin dikuasai amarah melihat thomas ikut campur masalah ini.


" sudah cukup tuan. anak anda sudah sangat ketakutan. melihat anda seperti ini. " ucap thomas.


adrian menatap andika yang tengah memeluk bunga karena ketakutan. menurunkan tanganya dari kerah candra. ayu meninggalkan kafe dengan air mata dipelupuknya. candra mengejar ayu. thomas juga ingin menenangkan ayu. tapi candra sudah menjauh meninggalkannya.


" hei!! kamu belum dengar pendapatku can!


candra melambaikan tangan di balik punggungnya.


adrian mendekati andika dan menatapnya lekat.


" maaf dika, tadi papa nggak sengaja. papa pulang duluan boleh ya?


thomas berdecih geli mendengarnya.


" jangan tinggalin dika pah, papa udah janji kan mau temenin dika bobo juga. " dengan wajah sedih.


" tapi ini penting sekali dika. kamu sama mama kamu aja ya. " adrian melangkahkan kaki.


" papa!


' brukkkk


dika pingsan. adrian menghentikan langkahnya berbalik karena mendengar teriakan bunga. adrian terkejut dan bergegas mengangkat tubuh andika keluar dari kafe. langsung menuju rumah sakit.


thomas menggelengkan kepala. sahabat yang lain mendekati thomas.


" tuh bocah kenapa mas? tanya vallas.


" nggak tau val. anak sekecil itu nggak mungkin akting kan?


" kayanya pingsan beneran. saut selly.


" momennya pas banget ya. " ujar via.

__ADS_1


" laki laki itu ganteng tapi bodoh ya. " ucap vallas.


" iya. " thomas.


vallas memandang thomas.


" mas, berarti lo nggak bisa deket deket ayu lagi dong. " ledek vallas.


" kata siapa? liat aja nanti.


thomas langsung beranjak meninggalkan kafe.


" kok semua pergi sih! ulang tahun kamu gimana babe? tanya rara.


vallas menghela nafas dan tersenyum menatap rara. rara menepuk punggung vallas perlahan. meminta untuk bersabar.


candra dan ayu dalam perjalanan menuju apartemen. sejenak candra berfikir. tak lama kemudian, candra menghentikan mobilnya di dekat taman. ayu tersadar dari lamunannya.


" ini dimana can?


" ayo kita turun dulu yu.


ayu dan candra keluar dari mobil. candra mengajak ayu berjalan menuju sebuah danau buatan yang dipinggirnya banyak ditumbuhi bunga bunga cantik. candra mengajak ayu duduk di kursi yang berada tak jauh dari danau itu.


" kenapa kita kesini can?


" disini sepi yu.


ayu mengerutkan dahinya bingung.


" biasanya aku selalu datang ke tempat ini kalau lagi penat atau suasana hatiku lagi kacau.


" cih! kamu apa apaan si can. " ucap ayu tapi tidak menepis tangan candra.


" menangis ditempat ini nggak akan ada yang denger yu.


ayu menyunggingkan senyumnya.


" kamu pikir aku mau nangis?


" iya. menangis itu, bukan karena kita lemah. aku tau kamu nahan diri dari tadi. nangis aja. itu akan membuat hati kamu sedikit lega.


" kamu ini lucu banget can.


" dari dulu aku lucu.


tak lama terdengar suara isak tangis. semakin lama semakin terdengar jelas. candra merangkul pundak ayu.


beberapa saat kemudian. " can, kamu nyuruh aku nangis. apa kamu punya tisu? ingus aku berantakan. untung disini gelap. jadi kamu nggak liat.


candra terkekeh. " ini pakai. " candra menyodorkan sapu tangan. ayu langsung meraihnya.


" gimana? masih mau lanjut nangis nya?


" udah can. nanti muka aku sembab.

__ADS_1


candra tersenyum." apa rasanya lega?


ayu nampak berfikir sebentar. " can,


" apa?


" kamu bilang nggak akan ada yang denger kan?


" iya. disini jauh dari pemukiman yu.


ayu tersenyum. bangkit dari duduk. berjalan menuju tepian danau.


' aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa


" dasar laki laki gila! sialan! apa kamu tau? meskipun aku marah. tapi aku tetap nggak bisa benci sama kamu. kenapa kamu nggak percaya sama aku? hah? menikah sama kamu itu nggak mudah. tapi apa kamu nggak liat? aku selalu mencoba bertahan disisi kamu. aaaaaa! se enaknya kamu memperlakukan aku begini.


huh.... huh....huh..... " ayu kehabisan nafas.


candra terkekeh. mendekati ayu dan berdiri disampingnya menatap danau.


" aku memang nggak paham apa yang kamu rasain yu. tapi aku yakin, laki laki itu sangat mencintai kamu.


ayu mengerutkan dahi menatap candra bingung. " cinta? cih! kalau dia cinta sama aku, nggak mungkin dia lakuin semua ini.


" pasti ada alasan dibalik ini semua yu. " ucap candra tanpa mengalihkan pandangan dari danau.


" kamu bener can. tapi adrian itu jadi bodoh semenjak adanya andika. jujur, aku sayang sama andika.


candra menatap ayu penasaran. " nama anak tadi andika?


" iya.


candra mengangguk anggukan kepala. "kenapa kamu menikah di usia yang masih semuda ini yu?


ayu menceritakan awal mula pernikahan terjadi. hingga datangnya andika dengan detail. candra menghela nafas dan menatap ayu lekat. mengusap kepala ayu pelan.


" kamu sudah melakukan hal yang benar. kamu juga sudah hidup dengan baik. baguslah.


ayu menyunggingkan senyumnya.


" kenapa kamu bertingkah kayak kakak ku can?


candra terkekeh. " aku salut dengan kepribadian kamu. aku nggak nyangka. ada perempuan yang cantiknya luar dan dalam.


' hahahahahha


" ah,. candra. untung aku nggak punya sayap. kalau punya, aku udah muter muterin planet karena bahagia denger pujian dari kamu.


candra tersenyum. " seandainya kamu belum terikat dengan siapapun, aku pasti kejar kamu mati matian yu.


" huh! iya terimakasih lagi. kamu jangan terlalu lebai, bawa mati segala lagi.


" aku serius. " batin candra.


tak lama kemudian, candra dan ayu memutuskan untuk pulang. candra mengantarkan ayu sampai ke lobby apartemen. ayu melambaikan tangan dan tak lupa mengucapkan terimakasih. ayu berjalan menuju apartemennya. ayu menghentikan langkah kaki melihat sosok laki laki tengah berdiri didepan pintu menunggu ayu pulang. ayu melanjutkan langkahnya. berdiri tepat dihadapan laki laki itu.

__ADS_1


laki laki itu memandang ayu dengan tatapan kuatir dan sedih. ayu hanya membalas tatapan itu dengan senyumnya. tidak perlu menunjukan kekecewaan dan luka yang di alami untuk hari ini.


..............


__ADS_2