Menikah Dengan Playboy

Menikah Dengan Playboy
Tidur Bersama


__ADS_3

" Yu, apa kamu menyesal menikah sama aku? " Tanya Adrian. Ayu tersenyum dan menatap mata Adrian.


" Enggak! kenapa kamu tanya begitu? "


" Aku cuma pengen tau."


" Dri? "


" Apa? "


" Aku berharap kamu sama papa Faris bisa saling terbuka, saling menyayangi, dan yang terpenting kamu harus tetap jadi anak yang berbakti Dri, jangan sampai kamu menyesal nantinya. Kamu tau Dri, kamu satu satu nya harapan papa Faris, dia berharap kamu bisa memajukan perusahaan, bukan untuk memperkaya diri, tapi papa memikirkan nasib ribuan karyawan yang bergantung di perusahaan papa. "


" Aku paham sekarang. " Ucap Adrian.


Ayu menepuk pundak Adrian sembari tersenyum.


Frtt...drtt..


Adrian membuka isi pesan yang masuk. Adrian terkejut setelah membuka pesan itu, Ayu yang berada didekat Adrian juga menatap ponsel Adrian dengan kagetnya. Dadar bahwa Ayu melihat isi pesan itu, aadrian dengan cepat menghapusnya.


" Dri? "


" A,,.apa? Adrian menjawab sedikit gugup.


" Maaf ya Dri, aku rasa perempuan itu, sepertinya kurang baik. "


" Iya, aku tau. "


Adrian tidak bisa mengatakan apa apalagi dia juga terkejut dengan isi pesan Sandra yang mengirimnya foto telanjang dada.


Cih! menjijikan! pasti mereka sering bertukar foto seperti itu


Pasti Ayu berprasangka buruk tentang gue.


" Dri, aku masuk kamar dulu ya? " Pamit Ayu.


" Tunggu yu! " Adrian menghampiri Ayu yang sudah bangkit dari duduknya. Memegang wajah Ayu dengan kedua telapak tangannya dan mencium bibir Ayu. Ayu yang kaget hanya mematung. Sadar tidak mendapat balasan dari Ayu, adrian menghentikan ciumannya.


" Kasih aku kesempatan Yu, tetaplah berada si sisiku, beri aku lebih banyak waktu untuk bisa membuktikan sama kamu dan papa. Aku akan menjadi orang yang lebih baik. "


Ayu menganggukkan kepala, kemudian Adrian segera memeluk Ayu.


" Udah dri! sesak nih. " Rintih Ayu.


" Maaf Yu. " Ayu hanya tersenyum.


" Yu, boleh aku nanya lagi? "


" Apa? "


" Emmm.., kenapa kamu nggak bales? "


" Bales apa? "


" Yang tadi. "


" Maksudnya apa Dri? "


" Kenapa kamu nggak bales ciuman aku? "


" Bales? maaf Dri, aku nggak tau caranya berciuman. " Jujur Ayu dengan wajah memerah karena malu.

__ADS_1


Adrian yang mendengarnya menaikan salah satu alisnya tidak percaya.


" Kamu nggak lagi ngelawak kan Yu? " Tanya Adrian dengan ekspresi tidak percaya.


" Terserah kamu Dri! mau percaya atau nggak! yang penting aku udah jujur. Aku masuk dulu ke kamar. " Ayu berlalu dengan wajah cemberut.


Sementara Adrian tetap mematung.


" Mana mungkin, di jaman yang serba gila ini masih ada perempuan yang tidak tau caranya berciuman. Ahhhh udah lah! gue bingung." Batin Adrian.


" Cih! dasar laki laki playboy! aku kan sudah jujur. Memang apa salahnya? kan kalau memang dia mau, tinggal ajarin aja akunya. " Batin ayu.


" Ya ampun! hati aku kok hilang controlnya! aduh, lebih baik aku mandi biar pikiran kotor ini lenyap. "


Adrian yang terbaring di kasur masih memikirkan ucapan Ayu.


" Kalau dia belum tau caranya berciuman, berarti huhungan Alex sama Ayu sebatas apa? Ahhhh gue mikirin ini terus jadi nggak bisa tidur. "


Jam 01.00 pertama kali hujan turun setelah musim panas berlalu, dan suara petir yang menggelegar mulai terdengar. Ayu tidak bisa tidur karena suara petir yang menurutnya menakutkan.


Tokk..tokk..tokk..


" Dri? apa Udrian udah tidur ya? eh tapi pintunya nggak dikunci? Dri? Dri? Adrian? " Ayu mencoba menggoyangkan tubuhnya perlahan tapi tidak direspon.


" Dri maaf ya? aku tidur disini, aku janji nggak akan deket deket kamu supaya kamu nggak ke ganggu. Aku takut suara petir Dri, maaf ya? " Bisik Ayu lirih, sembari membaringkan tubuhnya.


tidak berapa lama, Adrian terbangun karena merasa tenggorokanya kering. dengan mata yang masih mengantuk, Adrian mencoba untuk bangun.


" Oh my god!! " Adrian bergegas menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Ayu, Adrian menghembuskan nafas lega.


" Kenapa dia tidur disini? sejak kapan? " Adrian yang ingin mengambil air, akhirnya dia urungkan niatnya. Dia kembali merebahkan tubuhnya dan menghadap ke Ayu. Adrian terus memandangi Ayu dan terlelap kembali.


" Yu! yu! ayu!" Panggil Adrian.


" Kamu nggak kuliah? "


" Memang sekarang jam berapa? "


" 6.30 "


" Hah!!? apa Dri?! ya ampun! kamu nggak sarapan dong? "


" Nggak papa di kantor aja nanti. Kamu bikin sarapan buat kamu aja. Yu? " Panggil Adrian.


" Apa? " Jawab Ayu sembari membaringkan tubuhnya lagi.


" Kamu kenapa tidur disini? "


" Ya ampun! kenapa aku bisa lupa si! " batin Ayu. emmm maaf dri, semalem kan ujan gede, terus petirnya tuh serem banget. aku takut kalau sendirian jadi aku pindah kesini.


" kalau gitu selama musim hujan, kamu tidur aja disini.


" beneran dri? seriusan?


" iya. jawab adrian sembari tersenyum.


" makasih dri. maaf ya kalau buat kamu nggak nyaman.


" kamu tau aja kalau aku nggak nyaman. aku nggak nyaman nahan adrian junior yang meronta ronta. batin adrian.


" dri kok diem aja, kamu nggak lagi marah kan?

__ADS_1


" enggak lah, bukanya memang kita harusnya tidur berdua? ucap adrian sembari memasang dasi.


" kalau cuma tidur bareng nggak masalah dri,.


" kalau lebih?.imbuh adrian.


" ah aku belum siap, kamu masih punya pacar, terus setiap hari ada aja perempuan yang hubungi kamu.


" kalau begitu, buat aku hanya melihat kamu yu, saut adrian sembari tersenyum. aku berangkat dulu ya, nanti sekitar jam makan siang aku ke kampus.


" iya. hati hati dijalan dri.


" oke! adrian menutup pintu.


gkekk!


" kok balik lagi dri?


" ada yang ketinggalan,


" apa?


cup


kecupan mendarat di kening ayu.


" sekarang aku bener bener berangkat. ucap adrian. nanti jangan kemana mana dulu. tunggu aku dateng ya. pinta adrian


ayu hanya mengangguk dan tersenyum.


" maksut adrian apa ya tadi, hanya melihat aku? ahh aku nggak ngerti. udah ah mending aku mandi, dari pada mikirin yang enggak enggak.


pukul 8.00 ayu siap berangkat ke kampus.


tiga puluh menit kemudian, ayu sampai di kampus dan langsung menuju kelasnya. saat ayu memasuki kelas, pelajar menatap tidak percaya. ayu hanya kebingungan mengartikan arti tatapan teman sekelasnya ini.


" ayu! panggil via.ayu bergegas menghampiri via, rara dan selly.


" syukurlah,,. ucap selly.


" kenapa memang? tanya ayu.


" aku pikir kamu nggak bakal kuliah lagi. karena kejadian kemarin itu.


" udah ah! nggak usah bahas yang kemarin. aku males ingat itu lagi. ucap ayu.


" iya bener, kita jadiin pelajaran berharga buat kita aja. saut rara.


" gimana? enak nggak? udah dimarahin, terus ditampar dua kali. saut claire yang sedari tadi mendengar obrolan ayu dan teman temanya.


ayu hanya diam karena malas menanggapi.


tiba tiba thomas datang menghampiri ayu.


" yu, kamu baik baik aja kan? tanya thomas dengan wajah kawatirnya.


" aku baik baik aja mas, malah jauh lebih baik dari kemarin kemarinnya.thomas menepuk pundak ayu.claire yang melihat perhatian thomas pada ayu, menimbulkan rasa dendam.


" aku tau, kamu perempuan yang baik dan kuat. lain kali kalau kamu membutuhkan orang untuk mendengar cerita kamu, aku bersedia yu.


"terimakasih banyak thomas, jawab ayu sembari tersenyum.

__ADS_1


thomas berlalu meninggalkan ayu dan menuju kursinya.


__ADS_2