Menikah Dengan Playboy

Menikah Dengan Playboy
Bosan dengan satu wanita


__ADS_3

" apa mungkin? aku udah sejauh ini kan? dia masih seperti itu? apa dia cuma pura pura cinta sama aku? kenapa dia mainin perasaan aku? memang dia siapa berhak ngelakuin ini ke aku?


setelah pertemuannya dengan claire berakhir, ayu meraih ponselnya ingin menghubungi adrian. sejenak ia berpikir. ayu mengurungkan niatnya menghubungi adrian.


ayu menghentikan taxi.


" selamat siang non. kemana tujuannya?


" gedung X pak.


" baik non.


sesampainya ditempat tujuan. ayu langsung masuk ke lift khusus para petinggi. beberapa karyawan yang mengetahui ada seorang gadis di ruangan adrian, mulai bergosip ria.


" bukanya itu istri pak adrian?


" iya. liat, kayaknya dia lagi marah.


" mungkin dia udah tau.


" kayak nya begitu. pak adrian rugi banget ya, istri muda dan cantik gitu diselingkuhi.


sesampainya di lantai paling atas. tempat dimana adrian berada. tiba tiba seorang karyawan menghentikan langkah kaki ayu.


" tunggu.


" kenapa? jawab ayu.


" maaf nona, apa anda sudah membuat janji?


" belum.


" kalau begitu, nona harus membuat janji terlebih dahulu.


" memang kenapa aku harus buat janji?


" ini sudah menjadi peraturan nona.


" kamu karyawan baru?


" eh,. benar nona. kalau begitu, saya mohon kerja samanya.


" tidak mau! lain kali saja buat janjinya.


ayu meneruskan langkah kakinya. tapi lengannya ditahan oleh karyawan baru itu. ayu mendesah sebal.


" siapa nama kamu?


heh,.. aku bertingkah sok bos tidak masalah kan? batin ayu.


" saya mira.


" cih! gadis tadi juga mengancam ku dengan cara ini. kali ini aku tidak akan tertipu. batin mira.


" begini mira, ada hal yang sangat penting saat ini. kita lanjutkan nanti ya?


ayu tersenyum merayu.


" maaf nona, kalau nona bersi keras, terpaksa security yang bertindak.


mira memanggil pihak keamanan. ayu diam tak ingin melarang.


" lebih baik biarkan saja. ini tugasnya. aku harus menghemat tenaga untuk memaki adrian nanti. " batin ayu.


saat security datang, mereka langsung menundukan kepala didepan ayu. mira kebingungan.


" kenapa diam. gadis ini ingin menerobos masuk.


" maaf sekretaris mira. nona ini, istrinya wakil ceo.


" apa?!


mira membulatkan mata terkejut. menelan ludah sendiri, terasa seperti menelan pasir.


" mira, bisa tolong lepaskan tangan saya?


tanya ayu.


" hah?! iya nyonya. maaf kan saya. sekali lagi maafkan saya.


mira tertunduk meminta maaf.


" tidak masalah. kamu bekerja dengan baik.

__ADS_1


ayu langsung meninggalkan mira dan menuju ruangan adrian.


" apa anda akan mengatakan ini jika anda sudah masuk ruangan pak adrian? aku membiarkan gadis lain masuk dan mencegah istri pak adrian. oh,. ya tuhan selamatkan aku. " batin mira.


sesampainya diruangan adrian. nampak asisten adrian yang berdiri di depan pintu dengan wajah gugup saat melihat kedatangan ayu.


ayu menyipitkan matanya curiga.


" maaf nona, pak adrian tidak ada ditempat.


ayu menyunggingkan senyum tidak percaya.


" kamu pikir aku tidak tahu. kalau adrian pergi, kamu pasti tidak ada disini.


" hahaha... benar juga ya nona.


ayu ingin menerobos masuk.


" tunggu nona.


" kamu mencurigakan sekali ya.


gumam ayu.


" begini nona, saya tidak ingin berbohong. tapi, kalau pak adrian marah, tolong sampaikan kepada beliau, saya sudah mencegah anda sekuat tenaga.


setengah berbisik.


" dasar aneh!


ayu membuka pintu. menyipitkan matanya. bibirnya gemetar menahan marah. melihat seorang gadis berpakaian seksi tengah duduk dimeja menghadap adrian yang duduk didepannya.


adrian membulatkan mata terkejut.sontak adrian memundurkan kursi menjauhi karina.


" yank,. panggil adrian yang kaget.


ayu masih berdiri didepan pintu. adrian mendekat ayu.


" yank, jangan salah paham ya. aku,-


" diem!


bentak ayu sambil menatap adrian tajam.


" sayang, ini siapa? kok kelihatan bocah SMA ya?


ayu tertawa sebal.


" maaf tante, saya bukan anak SMA.


karina mendekati ayu dengan wajah marah.


" berani banget kamu panggil aku tante. umur aku baru dua puluh tujuh.


" hahahaha,... maaf, saya kira empat puluh tahun. tante eh, maksut saya, kakak terlihat lebih tua dari tante saya sendiri.


adrian terkekeh. ayu menatap marah adrian. langsung menghentikan kekehan nya.


" sayang, bocah ini kurang ajar banget sih. suruh dia keluar dong sayang.


" karina! jangan panggil aku sayang sayang terus dong. bisa salah paham nanti.


protes adrian.


" tante, jangan panggil saya bocah. usia saya hampir dua puluh dua. saya tidak menggunakan bedak setebal anda. jadi saya terlihat baby face.


" kamu percaya diri banget sih? udah pernah ditampar belum?


tanya karina marah.


" hehehe,.. iya memang begitu kenyataanya tante. coba tante tepuk wajah tante. pasti ngebul.


karina mengangkat telapak tangannya berniat menampar ayu. dengan cepat adrian mencengkram tangan karina.


" jangan macam macam. dia istriku.


ucap adrian.


" bocah ini istri kamu? jangan bercanda.


" berapa kali saya bilang, jangan sebut saya bocah!


" memang kamu masih bocah. kenapa nggak terima?

__ADS_1


" aku sih terima aja. tapi, kalau tante panggil aku bocah terus, kesannya tante ini sudah uzur.


" dasar pelacur cilik!


" karina!!


bentak adrian.


" huh! sudah jagan bertengkar, tante, diluar sana, banyak sekali orang yang sedang menggosip. apa tante tidak mau berganti pakaian? baju yang tante pakai, terlalu seksi.


karina menyunggingkan senyum jengkel.


" bukan bajuku yang seksi. tapi tubuhku yang seksi. bukan seperti kamu yang kerempeng.


" hahaha,... seksi kalau diciptakan dokter tetap saja kurang indah. lagi pula, wajahku ini bisa menutupi semua kekurangan ku loh.


ayu tersenyum licik.


" wajah cantik kamu juga buatan dokter kan? kamu pikir aku ini bego.


" huh! maaf tante, dari kecil aku memang sudah cantik.


ayu mengeluarkan obat tidur yang sudah diganti botol dari dalam tas nya. mendekati adrian yang berdiri tidak jauh darinya.


" yank, ini obat kamu.


adrian mengerutkan dahinya bingung. sebotol obat yang tidak tahu obat apa.


" dokter bilang, penyakit kamu semakin parah. takut nanti yang lain ketularan. kamu tau sendiri kan, aku kemarin hampir mati karena penyakit kamu.


adrian hanya bengong. bingung ingin merespon.


" em, adrian, aku pergi dulu ya. ada yang harus aku kerjain. nanti kalau udah sembuh, jangan lupa kabarin ya?


" hahaha,.. maaf tante, penyakit adrian ini agak susah sembuhnya. minta doanya saja. semoga adrian cepat sembuh.


ayu tersenyum ceria.


" iya, aku doakan semoga cepat sembuh.


nampak wajah kuatir.


" oya, kalau akhir akhir ini, tante merasa bersentuhan terlalu lama, lebih baik, langsung cek kesehatan.


karina mendesah lega. karina tersenyum.


" iya. kalau begitu, aku pamit dulu.


langsung meninggalkan ruangan adrian.


ayu langsung menatap adrian marah. adrian menelan ludahnya sendiri ketakutan.


" yank,. kamu dengerin dulu penjelasan aku.


" kenapa kamu masih begini?


" karina itu, aku juga nggak tahu tiba tiba dia dateng.


" tapi kamu menyambutnya hangat. aku liat sendiri tadi.


" itu, itu karena,


" apa?!


" dia, dia punya video waktu aku sama dia lagi itu.


ucap adrian ragu ragu sambil menyatukan kedua jari telujuknya.


ayu meneteskan air mata.


" yank, itu udah lama yank.


" maksut kamu beberapa bulan yang lalu terhitung lama?


adrian terdiam.


" apa kamu tau dri? aku udah berusaha nggak perduli apa yang orang bilang. tapi kamu, apa waktu kamu berselingkuh kamu pernah pikirin. bagaimana perasaan aku?


kamu egois. kamu melarang aku dekat sama laki laki manapun. termasuk temen aku sendiri. kamu bener bener udah bikin aku marah.


ayu meninggalkan ruang kerja adrian dengan mata sembabnya. adrian berjalan menuju kursi menjatuhkan dirinya dengan posisi duduk.


" apakah aku salah saat merasa bosan dengan satu wanita?

__ADS_1


..........................


__ADS_2