
Malam telah datang. kamar yang tadinya begitu rapih, kini begitu berantakan. tisu entah ada dimana mana. setiap sudut kamar terdapat tisu bekas tangis Ayu.
" dasar playboy! aku percaya kamu. tapi ini balasan untuk aku?
Ayu meraih ponselnya.
" ini udah jam sebelas malam. dan dia nggak pulang? bagus sekali adrian. aku bener bener benci kamu.
" Adrian!.
Adrian memalingkan pandangan mencari sumber suara yang memanggil namanya.
Adrian melambaikan tangan dan tersenyum menatap orang yang memanggilnya.
" kenapa lo teler sendirian?
Adrian tertawa. " hahahahahaha.......
" karena gue stres sendirian yon.
" tapi lo udah mabuk parah. sebenernya lo kenapa dri?
tanya Dion yang penasaran melihat Adrian mabuk separah ini.
" gue, cih! " Adrian terkekeh.
" yon,
panggil Adrian sembari mengalungkan tangannya di bahu Dion. mendekatkan bibirnya ke telinga Dion.
" apa?
" salah gue apa kalau gue bosen sama satu perempuan?
hehehehehehe,.....
Adrian mendorong tubuh Dion. menjauhkan dari tubuhnya.
Dion menatap Adrian tajam.
" lo sadar apa yang barusan lo omongin dri?
" em.. em...
adrian manggut manggut sesekali tertawa sendiri.
" lo, adalah laki laki brengsek yang paling beruntung. nggak semua bisa dapet istri yang sempurna kaya lo. bahkan, kalau lo pisah sama ayu, gue akan dengan senang hati duel sama Alex dan saingan gue buat dapetin ayu.
ucap Dion yang mulai emosi.
Adrian terkekeh. " siapa yang bilang gue sama ayu mau pisah? gue, cuma bosen. lagi pula, semenjak menikah, gue nggak seganas dulu kok.
" Adrian!!! gue nggak habis pikir sama lo. tuhan begitu baik. laki laki yang brengsek seperti lo, bisa menikah sama Ayu.
" gue,.. eem.,, mm,,
Adrian tertidur karena sangat mabuk.
Dion menghela nafas. tangannya terangkat dan mengepal hendak meninju wajah adrian.
" huh! gue nggak boleh pukul dia. kalau nanti Ayu liat, brabe gue jelasinnya.lebih baik gue antar dia pulang.
Dion mengantarkan adrian pulang.
' tok!,...tok!,...
Ayu yang sibuk mengutuk Adrian bangkit dari lamunannya. membuka pintu.
" mas Dion?
dion tersenyum dengan wajah masamnya. nampak dua orang security dibelakangnya sedang membantu memapah Adrian yang terlihat tidak sadarkan diri.
" maaf yu, lagi lagi aku antar Adrian dengan kondisi begini.
ucap Dion dengan wajah bersalahnya.
" tidak masalah mas, boleh minta tolong antar adrian sampai disofa ini aja?
ucap Ayu sembari menunjuk sebuah sofa.
" oh ok.
kedua security masuk untuk membaringkan tubuh Adrian. setelah selesai, security bergegas pergi.
__ADS_1
" mas Dion, terimakasih banyak ya, maaf merepotkan lagi.
" ah, tidak masalah. aku udah biasa repot karena adrian.
Ayu dan Dion tertawa bersamaan. tak ada yang bisa disembunyikan dari wajah Ayu. mata nya sembab dan bengkak.
tak lama kemudian, Dion pamit untuk pulang.
Ayu menatap wajah Adrian. tangannya mengepal geram.
" heh! sekarang kamu pingsan kan? jadi terserah aku mau ngapain.
ayu menyunggingkan senyum liciknya.
'bugh!!.
' aah!
Adrian mengaduh dengan mata tertutup.
"heh,... rasain!. aku pengen lebih dari ini. tapi, lebih baik menghukum kamu dengan cara lain aja.
Ayu tersenyum licik.
Ayu berniat meninggalkan Adrian begitu saja. tapi, melihat adrian yang tidak berdaya, membuatnya merasa tidak tega.
Ayu melepas sepatu dan kaos kaki adrian. melepaskan dasi dan membuka kancing baju untuk menggantinya dengan kaos agar lebih nyaman.
" yank,...
gumam Adrian tapi terdengar jelas. Ayu membeku sejenak. tapi tak lama ia lanjutkan kembali kegiatannya.
" yank,...
Adrian terus mengigau.
ayu menarik nafas dan menghembuskannya dengan cepat.
" sayang yang mana yang kamu panggil dri?
Adrian masih terus mengigau, tapi kali ini, entah apa yang dia katakan.
ke esokan paginya. Adrian terbangun.
" aku disini? ah, mungkin Dion anter aku pulang. tapi aku tidur disofa? iya, aku baru inget. kemarin kita berantem.
Adrian melihat tubuhnya yang rapi. Adrian menyunggingkan senyum.
" setidaknya dia masih perduli kan? ah, aku harus cari cara buat minta maaf.
batin adrian.
Adrian berjalan menuju kamar.
" yank, " panggil adrian.
" dia udah pergi?
Adrian melihat jam yang terletak di meja samping tempat tidur. " pantes dia udah berangkat. batin Adrian.
Dikampus. " yu, kamu mau magang dimana? aku masih bingung nih. " tanya Rara.
" aku belum tau ra.
" ada yang mau ikut aku? " saut Candra.
" dimana can? " tanya Rara.
" disebuah perusahaan makanan instan yang terkenal.gimana?
" aku mau can. " Ayu. Rara.
Candra menggaruk tengkuknya. " kamu nggak magang di perusahaan suami kamu yu?
" nggak. kamu nggak mau ngajakin aku?
tanya Ayu sedikit cemberut.
" bukan yu, aku cuma heran aja. perusahaan suami kamu kan perusahaan yang terkenal.apa kamu nggak berminat sama sekali?
" nggak can, udah jangan ngomongin dia lagi.
ucap Ayu tegas.
__ADS_1
" ok ok.
" eh, Candra Ayu, aku duluan ya, Vallas telfon mulu nih.
" iya hati hati ya. " Ayu.
" kamu kenapa lagi yu? " tanya Candra kuatir.
" nggak kenapa kenapa can." ucap Ayu sembari tersenyum. berharap tidak ada yang tahu jika hatinya kini tengah terluka dan kecewa.
Candra menghembuskan nafas kasarnya.
" kamu tau yu? kamu nggak bisa bohong.
Ayu tersenyum. " oh iya? aku anak baik berarti.
Candra mengusap kepala Ayu.
" kamu berantem sama suami kamu?
" yah kurang lebih begitu.
Candra menganggukkan kepala. " tapi, dia keliatan sayang banget kok sama kamu. jangan kuatir. "
ucap Candra mencoba menghibur.
" cih! sayang? dia bahkan sering selingkuh.
Candra membulatkan mata terkejut.
" kamu yakin sama yang barusan kamu bilang yu?
" iya.
" penilaian aku jarang meleset. lebih baik, kamu selidiki dulu. selesaikan semua baik baik. aku yakin. dia beneran cinta sama kamu yu.
" itu nggak perlu " saut Thomas yang entah sejak kapan berdiri dibelakang mereka.
Ayu dan Candra menoleh ke arah Thomas.
" maksut kamu apa mas? " tanya Candra dengan wajah curiga.
Thomas duduk disamping Ayu. menatap ayu dan tersenyum.
" laki laki yang terbiasa selingkuh, sulit buat berhenti. jadi jangan banyak berharap. kamu masih terlalu muda yu. masih banyak hal yang bisa kamu lakuin.
" maksutnya? " tanya Ayu bingung.
Thomas memegang bahu Ayu. menatap Ayu dengan kesungguhan.
" kalau aku jadi kamu, aku akan bebasin diri dari laki laki seperti itu. kamu masih muda, kamu bisa hidup bebas tanpa beban dan ikatan.
" Thomas. apa kamu sadar kalau saran kamu barusan itu menjurus ke perceraian? " tanya Candra yang tidak menyukai saran Thomas.
" memang mau apa lagi? laki laki seperti itu cuma bisa selingkuh dan nyakitin Ayu. apa yang bisa di banggain? masih banyak laki laki yang mampu bahagiain kamu yu.
" maksut kamu? termasuk kamu juga?
tanya Candra sedikit emosi.
Ayu mengembuskan nafas kasarnya.
" udah! cukup. aku bisa jaga diri baik baik. nggak usah kuatir sama aku. kalian jangan berantem karena aku. aku kan jadi merasa diperebutkan. hehee.
Candra dan Thomas menggelengkan kepala.
" disaat begini, kamu masih bisa bercanda ya yu?
Ayu menjawab dengan anggukan dan senyum.
Ayu Candra dan Thomas berjalan menuju pintu gerbang. sesampainya disana, ayu menghela nafas melihat dua orang yang tak asing muncul dihadapannya.
Ayu menarik bibirnya. berusaha terlihat bahagia dan baik baik saja.
" eh, ada mama mertua dan pengikutnya. ada apa nih sampai harus ke kampus? oh jangan jangan mau kuliah lagi ya?
" jangan sok ramah kamu!
senyum yang mengembang diwajah ayu menghilang seketika.
Bunga mendekati Ayu menggenggam jemari ayu dengan kuat. Ayu mencoba menepisnya. tapi Bunga mengeratkan genggamannya.
dengan wajah iba, Bunga mengatakan hal yang paling menjijikan untuk didengar bagi Ayu.
__ADS_1
" Ayu, aku nggak tau lagi gimana caranya, tapi, aku lakuin ini juga demi anak aku dan Adrian. aku mohon, tinggalin Adrian. Andika sakit leukimia. dia selalu minta aku dan Adrian untuk bersama. aku mohon,....