
" Yu, kenapa kamu lebih memilih tinggal di apartemen? padahal rumah yang papa siapkan untuk kalian juga enggak kalah bagus dan besar dari rumah papa. "
" Seperti yang papa bilang, rumah yang papa siapkan untuk Ayu dan Adrian tidak kalah besar dari rumah papa, nanti Ayu bisa encok pah beresinnya." Sambil memasang wajah memelas Ayu.
Adrian menghembuskan nafas kasar dari mulutnya sambil berpikir.
Kalau tinggal di apartemen, terlalu sempit. Parahnya lagi, pintu keluar cuma ada satu. wah! gue harus mikir keras kalau mau keluar malam, Pasti ini emak lampir sengaja biar bisa ngawasin gue! cih bakal sering ketemu kan kalau di apartemen
" Huh... " Adrian kembali menghembuskan nafas dari mulutnya.
" Kelihatanya kamu engak suka ya Dri, dengan keputusan kamu sendiri? " Tanya papa Faris.
" Ah? eh, enggak pah, Adrian suka kok, Adrian cuma lelah aja pah." Jawab Adrian.
" Kalau begitu, kalian istirahat saja dulu dikamar. "
" Enggak usah pa. Kita langsung ke apartemen aja. " Balas Adrian.
" Ya sudah, kalau itu mau kalian. "
Ayu tersenyum manis ke arah papa Faris, lalu mengarahkan senyuman ke arah Adrian dengan senyuman penuh ancaman.
Astaga! ini emak lampir senyumnya bikin bulu bulu gue bangun. Sial! sekarang lo menang. Gue akan buat perhitungan sesampainya di apartemen.
" Ya udah pah, kita berangkat dulu ya pah, " Ucap Ayu sembari mencium punggung tangan papa Faris.
Ayu dan Adrian serentak meninggalkan ruang kerja papa Faris, tapi tiba tiba pintu terbuka lagi.
" Pah? " panggil Ayu dengan posisi kepalanya masuk ke ruang kerja papa Faris,
" Jangan telat makan ya Pah? vitamin jangan lupa diminum, jangan terlalu lelah bekerja,
assalamualaikum pah, " Ucap Ayu sambil tersenyum lalu menutup pintu.
Papa Faris hanya tersenyum bahagia. Ayu memang selalu memperhatikan papa Faris. walaupun hanya melalu sebuah pesan dan telfon.
" Kamu benar benar sangat perduli sama papa ya Yu? bahkan, anak papa sendiri tidak pernah mengatakan ini. "
Sesampainya di apartemen.
" Ini sekarang jadi kamar aku ya?" ucap Ayu sambil menunjuk pintu kamar utama.
" What?! No!! this is my bedroom!!. dan lo tidur dikamar tamu!" Bentak Adrian.
" Terserah! aku mau disini! " Jawab Ayu.
" Bisa enggak si jangan buat gue emosi? sehari aja! " Saut Adrian.
" Kamu nya aja yang gampang emosi!! wekkkkk...." Ledek Ayu.
" Huhhhh....
gue harus banyak sabar kayanya. seumur hidup baru kali ini gue nahan emosi. kepala gue sampai mau meledak.
Ayu berlalu dan masuk menuju kamarnya. Adrian yang masih berdiri tidak percaya, kini hidupnya di tentukan oleh orang yang selalu membuat kepala nya mendidih setiap mereka bertemu.
Adrian bergegas menuju kamar tamu.
Beberapa menit kemudian.
' Glekkkk!!
__ADS_1
' Brakkkk!!
" Aaaaaaaaaaaaaaaaaa
kamu apa apaan sih! jangan liat aku! "
Adrian bergegas memutar tubuhnya agar tidak melihat tubuh Ayu yang tanpa busana hendak mengganti baju.
setelah selesai memakai baju, Ayu bergegas mendekati Adrian dan..
'Bughhhh!!
"Auwhhhh! " Jerit Adrian.
lo apa apaan si! bentak Adrian sambil mengelus punggungnya.
" Kamu yang apa apaan! kan kita sudah sepakat tentang kamar ini! kenapa kamu masuk ke kamar aku! kalau mau masuk setidaknya bisa ketuk pintu dulu kan?! "
Tanya Ayu dengan wajah yang memerah karena malu tubuh polosnya dilihat langsung oleh Adrian.
Adrian masih diam. Dia masih membayangkan tubuh polos Ayu tanpa busana, tanpa di sadari area sensitif nya juga menegang.
" Adrian! " Bentak Ayu.
" Apaan si!"
'Bughhh
Ayu memukul bagian dada Adrian.
" Lo kasar banget sih! dari tadi pukul pukul gue terus! salah gue apa emangnya? "
" Kamu masih tanya, salah kamu apa? kamu udah masuk kamar aku tanpa ketuk pintu, terus kamu tadi.... kamu, kan, tadi,.."
" Kamu liat aku telanjang kan ? hiks hiks, "
" Emmm i,, iya si dikit. "
" Ih! pokonya aku benci banget sama kamu!!" Tanpa di sadari air mata Ayu jatuh ke pipi.
" Ya mau gimana! udah terlanjur liat! " Bentak Adrian sambil mengingat tubuh polos Ayu.
" Udah ah gue mau ke toilet. Nanti gue jelasin kenapa gue kesini. "
Adrian bergegas ke toilet, sembari menyambar handuk.
" Uh! sialan kenapa dia bisa bangun sih! sial!!! sial!!! gue enggak bisa keluar apartemen lagi. Huhh gue harus tuntasin sendiri kan."
Setelah selesai dengan urusannya, Adrian bergegas mandi.
Sementara didalam kamar.
Ayu sibuk mondar mandir di depan pintu kamar mandi menunggu adrian keluar.
" I, lama banget sih.
" Adrian!!!! Adrian!!!
cepetan dong! lama banget."
" Aduh apa apaan sih ini emak lampir! kalau lo enggak sabaran, lo masuk aja! mandiin gue biar cepat selesainya! " Jawab Adrian.
__ADS_1
" Cihh aku enggak sudi! mata suci ku ini sudah cukup ternoda kemarin liat punya kamu." Gumam Ayu.
Ayu yang penasaran mencoba menempelkan daun telinganya di pintu kamar mandi, berharap mendengar sesuatu di dalam kamar mandi.
' Glekkk
Pintu terbuka, Ayu mematung karena dia malu Adrian melihat dia sedang menguping.
'Cup
Satu kecupan mendarat di pipi kiri Ayu. Seketika wajah Syu memerah dengan mata yang melotot tidak percaya kalau seorang pria menciumnya. Ayu mencoba menelan ludah, yang entah mengapa rasanya sulit untuk ditelan.
Adrian yang melihat Ayu mematung dengan wajah yang memerah akhirnya terkekeh.
" Kenapa? pasti kamu kaget ya dicium pangeran tampan." Tanya Adrian sembari tersenyum meledek.
Ayu tersadar dari lamunannya. dengan cepat dia menghampiri Adrian. Belum sempat dia mengatakan apapun, Ayu dibuat terkejut melihat Adrian menanggalkan handuknya dan memakai baju di hadapanya.
Ayu hanya menelan ludahnya sendiri dengan susah payah. Tubuhnya menjadi kaku dan sulit untuk memalingkan wajah. Alhasil dia hanya melototi Adrian di hadapannya.
" Kenapa?" Tanya Adrian dengan senyum sejuta artinya.
Ayu yang kembali tersadar dari lamunannya bergegas untuk merespon Adrian.
" Hah? apa?" Tanya Ayu yang masih bingung dengan pertanyaan Adrian.
" Kenapa lo liat gue tanpa berkedip?"
" Gue...eh maksudnya aku,,, aku,,,tu.. emm "
Aduh aku tadi mau ngomongin apa sih?! Ya ampun otak aku ngeblank njir! gumam ayu dalam hati.
" Dasar perempuan aneh! " Ejek Adrian.
Mendengar ejekan Adrian, sontak Ayu teringat apa yang ingin dia tanyakan.
" Yadi aku mau tanya, kenapa kamu kesini dan bawa koper kamu juga?" Tanya Ayu sembari menunjukan wajah kesalnya.
Huuhh,,,.
" Gue juga enggak mau sekamar sama lo! masalahnya, papa pasang cctv di kamar tamu, di ruang tv, dan di dapur, lo mau papa marah kalau kita tidur terpisah?"
Ucap Adrian sambil menghembuskan nafas kasar dari mulutnya.
"Emm Dri? "
" Apa "
" Kira kira dikamar mandi ada cctv nya tidak? " Tanya Ayu dengan wajah penasarannya.
" Ada " jawab Adrian.
Ayu terkejut dan sontak menutup mulutnya dengan dua telapak tangannya.
" Ya ampun tadi aku kan abis mandi, berarti papa liat aku dong Dri? "
Adrian hanya terkekeh dengan pertanyaan Ayu yang menurut dia menggelikan.
" Kamu serius atau tidak sih? " Tanya Ayu.
Adrian berjalan mendekat ke arah Ayu, dan mendekatkan wajahnya.
__ADS_1
'Cup