
perlahan adrian menghampiri ayu. mengusap pelan kepalanya. mata adrian sudah memerah menahan tangis. adrian menyentuh tangan papa faris.
" pah, hari ini, aku telah gagal menjadi seorang suami. aku melihat istriku ditampar dan dipermalukan didepan mataku. parahnya lagi, aku juga ikut menyalahkan istriku. aku meragukan istriku dan mempercayai hal yang tidak nyata. aku harus bagaiman pah? aku tau aku salah. tapi aku juga nggak mau kalau harus berpisah." tidak sadar air mata adrian menetes. menimbulkan suara sesegukan.
ayu terbangun mendengar suara isak tangis. walaupun terdengar lirih, karena suasana sepi jadi terdengar jelas. ayu membuka matanya perlahan dan mengangkat wajahnya.
" ada apa sama dia? kenapa dia nangis? heii!!! seharusnya aku yang menangis kan? " batin ayu.
adrian mengusap air matanya dengan lengan nya.
" maaf aku buat kamu bangun.
ayu terdiam tidak menjawab. melihat pipi adrian yang sangat merah, ayu menyipitkan matanya.
" hah! ada apa? kenapa pipinya merah? seperti bekas tamparan. tapi siapa yang menampar adrian. bukanya aku yang lebih berhak nampar dia. huh! atau jangan jangan bunga? kalau dia, ah! tidak mungkin dia berani menampar adrian. ya ampun. aku penasaran. aku pengen tanya tapi aku harus jaga image juga. aku kan marah, mana mungkin aku tanya. tapi aku penasaran. ah tidak tau lah. terserah. aku harus diam. jangan banyak bicara. " gumam ayu dalam hati.
" kamu udah mau pulang? " tanya adrian yang membuat ayu tersadar dari pergulatan hatinya.
" iya
" ya udah ayok. " adrian bangkit dari duduknya. dia mengulurkan tanganya. tapi ayu berjalan tanpa menghiraukan tangan adrian yang ingin menggandeng tanganya.
adrian terdiam memandangi tanganya. lalu dia bergegas menyusul langkah kaki ayu.
adrian menghentikan langkah ayu dengan menarik lengan ayu.
" yank, kamu masih marah?
ayu diam dan hendak melepaskan lenganya dari genggaman adrian. terlambat. adrian lebih dulu mengeratkan tanganya.
" lepas!
" sayang, jangan diem aja. kamu boleh tampar atau pukul aku sebagai gantinya. tapi jangan diemin aku.
" apa kamu bilang? tampar? huh! pipi kamu aja bekas tamparan orang! memang kenapa aku harus memukulimu. dasar gila! menyuruhku melakukan hal yang enggak mungkin buat aku. " batin ayu.
" yank,. jawab dong. jangan diem begini.
" hei! sudah cukup! aku sedang ngambek tuan adrian. mengapa oh mengapa kau membuat bibirku bergetar ingin berkata kata. kau tau susahnya menahan bibirku ini yang suka sembarangan bicara? " gumam ayu dalam hati.
" kalau kamu masih marah, aku paham. tapi dari pada kamu diemin aku, lebih baik kamu lampiaskan yank. tampar aku atau pukul aku di manapun dan bagian mana enggak masalah.
ayu menghembuskan nafas kasarnya. tidak tahan lagi mendengar celotehan adrian.
" kamu kenapa sih? memang aku marah. seharusnya kamu lebih berusaha lagi supaya ngambek aku hilang. bukanya nyuruh aku buat pukul kamu. kamu laki laki enggak punya perasaan. apa kamu nggak bisa hargain aku yang lagi ngambek? perempuan kalau lagi ngambek, biasanya nggak mau ngomong kan? aku lagi konsekuen buat ngambek. dari tadi aku nahan dengan susah payah bibir aku yang mau nerocos. apa kamu ngga tau rasanya nahan bibir supaya nggak hilang kendali?
__ADS_1
adrian bengong mendengar panjangnya ucapan ayu. sadar bibirnya sudah kehilangan kontrol ayu melihat sekeliling. beberapa orang tertawa kecil melihat ayu.
ayu memejamkan mata dengan kuat.
" ah!!! sial! bukan mimpi. heiii bibirku. kenapa kau lakukan ini padaku. apa salahku? apa kau marah karena aku melarang mu berbicara tadi? ah!!! sial! aku malu. " gumam ayu dalam hati.
ayu menghempaskan paksa tangan adrian. pipinya sudah sangat merah menahan malu. dengan cepat dia melangkahkan kaki.
adrian tersenyum mengingat ucapan polos ayu barusan. dengan langkah kaki cepat, adrian mengejar ayu. meraih tangan ayu dan menggenggamnya erat.
ayu mencoba menepis. tapi eratnya genggaman tangan adrian, membuat tangan ayu tak mengendur sama sekali.
" sayang kita makan malam diluar yuk,
" pergi aja sendiri!
" kamu yakin? aku kan mau ke makan di rumah makan X kesukaan kamu.
" kalau kamu maksa, ya udah. mah gimana lagi.
adrian memalingkan wajah dan tersenyum.
" jangan bertingkah menggemaskan begini dihadapan laki laki lain.
" apa dia bilang? menggemaskan? kurang ajar! kemarahan ku malah dianggap menggemaskan. pengen rasanya aku tinju kerongkongan kamu dri. supaya kamu nggak bisa ngomong lagi. " batin ayu.
" cih! lihat istriku ini. dia bahkan enggak tau caranya ngambek. " gumam adrian dalam hati.
setelah selesai, ayu dan adrian melanjutkan perjalanan untuk pulang. sesampainya di apartemen, ayu menuju kamar tamu. adrian yang penasaran menghentikan langkah kaki ayu dengan menarik lengan ayu.
" kamu mau ngapain ke kamar itu yank?
" mau tidur lah.
" kenapa?
" nggak ada apa apa
" kalau gitu, aku ikut juga
ayu mendengus kesal. " kamu ini gimana sih! masak kita tidur bareng.
" biasanya juga kita tidur bareng kan?
" masalahnya, kita itu kan lagi marahan.
__ADS_1
" aku nggak marah. kamu yang marah.
" iya memang. makanya kita tidur terpisah.
" buat apa?
" ih! kamu nyebelin ya dri.
adrian mendekatkan tubuh ayu dan memeluknya.
" buat apa apa kita harus tidur terpisah. nanti malam juga kamu nggak bisa tidur. aku tau kamu marah. nggak perlu harus tidur terpisah. nanti kalau lama lama terbiasa tidur terpisah, kita akan terbiasa. terus merasa kesepian. akhirnya,."
belum selesai adrian berbicara, ayu melepaskan pelukanya dan masuk ke kamar mereka.
adrian merebahkan tubuhnya. menatap langit langit. adrian meraih ponselnya yang bergetar tanda pesan yang masuk. adrian membacanya dan langsung meletakkan kembali ponsel di samping tubuhnya. sesekali dia melirik pintu kamar mandi yang belum terbuka.
" hemm, lama banget dia dikamar mandi. " batin adrian.
karena penasaran, adrian masuk kedalam kamar mandi. adrian menggelengkan kepala heran. dilihatnya ayu sedang berendam di bath up. ayu asik cekikikan sendiri melihat ponselnya. adrian mendekati ayu dan langsung merebut ponsel ayu. adrian melihat layar ponsel yang tengah menyala itu.lalu menyerahkan kembali kepada ayu.
" aku juga mau mandi." ucap adrian seraya melepas bajunya lalu mandi di shower.
" ah sial! aku curiga lagi. tapi baguslah dia sibuk membaca komik online. batin adrian.
sementara ayu masih asik dengan ponselnya.
" cih! memang kamu pikir aku nggak tau kalau kamu ngintipin aku." ayu membuka group chat kembali.
adrian dan ayu telah selesai. ayu membaringkan tubuhnya ditempat tidur dengan membelakangi adrian. adrian berdecih melihat tingkah istrinya.
" baiklah, kamu sudah terbiasa tidur peluk aku. seberapa lama kamu akan bertahan di posisi itu? "batin adrian.
ayu mendengus kesal mengutuk dirinya sendiri.
" ih sial! kenapa aku nggak bisa tidur sih. hei mata. jangan membuatku marah. tidurlah ayo tidur! " ucap ayu dalam hati.
" ahh, pegel. " ayu menoleh untuk melihat adrian. " apa?! gila ya. semuda itu dia tidur? "
ayu merentangkan tubuhnya.
ayu sudah mencoba untuk tertidur dengan terus memejamkan mata. sesekali ayu menghela nafasnya. dia kesal dengan dirinya sendiri.
adrian yang sedari tadi berpura pura tidur, sesekali membuka mata untuk melihat ayu.
" lihat! kamu nggak bisa tidurkan? " adrian terkekeh dalam hati.
__ADS_1
melihat ayu yang semakin gelisah tidak bisa tidur, adrian menarik tubuh ayu agar mendekat dan memeluk tubuh langsing itu.