Menikah Dengan Playboy

Menikah Dengan Playboy
Kamu Kenapa?


__ADS_3

jam kuliah telah berakhir. waktunya untuk pulang. ayu sibuk membenahi barangnya. claire yang sedari tadi menatap marah ke ayu sudah tidak tahan lagi rasanya ingin mencakar cakar wajah ayu.


claire mendekati ayu yang sudah berdiri. mendorong tubuh ayu hingga terpojok ke tembok lalu mencengkram leher ayu. ayu hanya tersenyum sinis. tidak melawan claire. ayu ingin mendengar apa yang ingin claire katakan.


" lo pikir. lo siapa hah? gue akan bikin lo dikeluarin dari kampus ini!


semua sahabat ayu terlihat sangat terkejut. thomas dengan cepat ingin mendekat dan melepaskan cengkraman claire.


" jangan berani mendekat! akan gue pastikan kalian yang ikut campur, akan menanggung akibatnya.


thomas terlihat tidak perduli. dia masih ingin mendekat. tapi ayu menghentikan langkah kakinya karena melihat ayu yang menggelengkan wajahnya.


" silahkan, lakuin apa yang mau kamu lakuin.'' tantang ayu.


mendengar ucapan ayu, claire semakin marah dan menggila. dia lebih menguatkan cengkramannya. ayu sedikit tersengal.


" cih!! " ayu terkekeh meledek. " cuma segini yang mau kamu lakuin? " ucap ayu sembari menatap remeh.


'plak!!! satu tamparan mendarat di pipi ayu.


ayu masih tersenyum meledek. dan menatap claire remeh.


' plakkk


' plakkk


'plakkk


claire terus menampar pipi ayu. hingga sisi bibir ayu sedikit berdarah. pipi bekas tamparan claire, menyisakan warna merah yang lekat.


"cukup claire!" thomas menahan tangan claire yang akan mendaratkan lagi tamparan ke pipi ayu. " kamu udah melewati batas! "


claire melepaskan tanganya dari genggaman thomas. thomas masih membulatkan mata karena marah. sementara tangan kiri claire masih mencengkram leher ayu. para sahabat ayu sangat ketakutan melihat claire yang seperti kesetanan.


claire terkekeh mendengar thomas membentaknya. " kamu bilang apa tadi? melewati batas? gue nggak punya batasan apapun. "


thomas hendak menarik tubuh claire. tapi ayu menggelengkan kepala. dia seperti mengatakan jangan ikut dalam masalah ini.


ayu menatap mata claire yang memerah karena marah. menepis tangan claire yang mencengkram lehernya dengan kuat.

__ADS_1


" apa kamu udah selesai? " membenahi posisi berdirinya. " apa kamu pikir, saat ini aku sedang ketakutan? " claire masih terdiam dengan wajah marahnya. " aku sudah memberikan kesempatan buat kamu untuk membalas ku. dan sekarang, apa boleh aku melakukan hal sama kayak yang kamu lakuin? "


claire tersenyum sinis. seolah merendahkan posisi ayu yang hanya mahasiswi biasa.


" lo pikir lo siapa hah?


ayu meminta para sahabatnya untuk meninggalkan mereka berdua. dan mereka hanya mengangguk. dengan berat hati mereka meninggalkan ayu dan claire dikelas.


ayu tersenyum. maju mendekati claire lalu merapikan baju claire dengan mata yang terus menatap claire sinis.


" orang seperti kamu itu mudah ditebak claire." ayu mundur beberapa langkah dari claire. " kamu mengharapkan kasih sayang yang melimpah. kamu ingin semua orang hanya memperhatikan kamu. setiap hari diwajah kamu hanya ada kemarahan. iri. dan dendam. apa kamu tidak bisa sedikit tulus sama perasaan kamu. misalnya, kalau kamu mau dicintai orang lain, cintailah orang itu dengan tulus. kamu sama sekali enggak cinta sama thomas claire. kamu cuma butuh perhatian dari siswa populer. buat apa? cih! kamu mau buat semua orang memperhatikan kamu kan? kamu cuma mau orang melihat kamu kan?


plakkkk


claire menampar lagi pipi ayu. wajah claire yang tadi hanya terlihat marah, sekarang ada sedikit kesedihan di matanya.


" jangan sembarangan nilai gue!


" kenapa kamu harus marah kalau tuduhan itu salah?" claire mengepalkan tangan.


" kamu pura pura berani. kamu menampar aku seolah kamu orang yang kuat. padahal abis nampar aku, tangan kamu gemetaran. ayu menyunggingkan senyum.


" kenapa? aku aja belum bales perbuatan kamu. kamu mau nangis? claire, aku tau. kamu bukan orang yang punya hati sejahat itu."


" cukup. cukup." suara claire terdengar semakin lirih. claire menunduk menyembunyikan air matanya yang mulai berjatuhan.


ayu tau claire sedang menangis. perlahan ayu mendekati claire dan memeluk tubuh claire. claire langsung mendorong tubuh ayu dengan wajah yang masih menunduk. ayu memeluk kembali tubuh claire. dan claire tidak menolak. ayu menepuk nepuk punggung claire pelan. claire mulai mengeraskan suara tangisnya. semua yang menunggu diluar kebingungan harus bagaimana. mereka mendengar suara tangis yang entah siapa yang menangis. akhirnya mereka memutuskan untuk masuk. mereka sangat terkejut melihat ayu memeluk claire yang menangis.


ketika semuanya selesai. ayu bergegas untuk pulang. para sahabatnya ingin bertanya apa yang terjadi. tapi ayu melarangnya bertanya. jadi mereka hanya saling menduga. dalam perjalan, ayu akhirnya memutuskan untuk pergi kerumah sakit. sesampainya dirumah sakit, ayu langsung masuk keruangan papa faris. seperti biasa, ada perawat yang menunggu dua puluh empat jam. ayu bercerita tentang kejadian hari ini. ayu cekikikan sendiri. seolah papa faris merespon.


tidak terasa hari sudah mulai malam. ayu tersenyum memandangi papa faris.


" pah, kita ngobrolnya seru banget ya, sampai hari mau malam pah." ayu cekikikan.


ponsel ayu berdering. dilihatnya adrian yang menghubunginya.


" hallo


" sayang kamu dimana? tanya adrian.

__ADS_1


" aku dirumah sakit yank.


" ok. aku jemput ya. kamu mau makan apa yank? sekalian aku beliin.


" terserah aja. aku pemakan segala!


adrian terkekeh geli. " aku beliin makanan kucing mau?


" mau, kalau kamu tega.


adrian tertawa terbahak bahak. " ya udah. by sayang.


" iya, by.


ayu kembali fokus ke papa faris. ayu meletakan kepalanya disamping lengan papa faris. ayu memeluk lengan papa faria dengan lembut.


" pah, akhir akhir ini, banyak sekali hal yang membuat ayu sedikit sedih. kadang ayu juga merasa goyah. ayu harus gimana pah?." tiba tiba ayu merasa tangan papa faris yang tengah digenggamnya bergerak. ayu merasa kaget dan langsung memberi tau perawat.


perawat itu tersenyum. " itu tanda bahwa pasien mulai bisa merespon. itu pertanda baik. jadi tidak perlu kuatir."


ayu tersenyum bahagia mendengar penjelasan perawat. tiba tiba terdengar pintu terbuka. ayu menduga itu pasti adrian. tapi sayangnya yang masuk adalah mama mertua dan andika. ayu mencoba menarik bibirnya agar terlihat senyum diwajahnya. secepat kilat mama mertua memalingkan wajah.


" cih! lagi lagi aku dicuekin. apa sih mama mertua ini. galak banget."batin ayu.


akhirnya ayu memutuskan untuk menyapa andika. mereka tertawa bersama. mama mertua menatap sebal kedekatan ayu dan andika. tak lama kemudian, adrian datang.


" papa.... " andika berlari merentangkan tangan ingin memeluk adrian. adrian menyambutnya dengan hangat.


ayu menatap mama mertua yang terlihat senang melihat adrian menerima andika dengan baik. ayu menjadi sedikit curiga.


" sebenarnya apa yang mama mertua mau?


firasat aku bilang, mama mertua tidak tulus menyayangi andika. ah nggak tau lah. aku udah terlalu banyak mikir hari ini. cukup! nanti otak aku yang nggak pinter pinter amat ini ngambek, ah bisa bisa mulut aku makin hilang kendali nanti.


adrian menggandeng tangan andika mendekati papa faris dan ayu. masih seperti dulu. adrian tidak menganggap mama nya ada di dekatnya. terlihat kesedihan diwajah mama. tapi adrian terlihat tidak perduli. ayu menatap wajah adrian dan andika dengan senyum. adrian yang sedari tadi terlihat senang tiba tiba berubah menjadi tatapan terkejut. adrian melepaskan genggaman tangan andika dan langsung memegang kedua sisi pipi ayu.


" kamu kenapa? kenapa bibir kamu berdarah? adrian bertanya dengan nada sedikit meninggi karena kuatir.


........

__ADS_1


__ADS_2