Menikah Dengan Playboy

Menikah Dengan Playboy
Tante Nela Dan Papa Faris


__ADS_3

tante nela meneteskan air mata. menatap papa faris sendu.


" terimakasih mas, terimakasih karena telah melindungi dan mencintai dua orang yang harusnya menjadi tanggung jawab ku. " ucap tante nela sembari memeluk papa faris.


adrian dan ayu membulatkan mata terkejut. ayu menatap adrian menaikan alisnya. seolah bertanya ada apa dengan mereka. adrian menggelengkan kepala. ayu mendekati adrian.


" yank, papa tumben mau dipeluk sama perempuan? papa kamu kan anti perempuan. nggak kayak kamu. dimana tempat ada mantan pacar. ucap ayu pelan.


adrian berdecih sebal. " jangan gitu yank, aku nakal kan dulu. sekarang aku nggak gitu lagi.


jawab adrian setengah berbisik.


" mereka ada hubungan apa ya yank? tanya ayu.


" nggak tau, itu kan tante kamu yank.


" iya memang, tapi papa kan papa kamu.


tante nggak pernah cerita soalnya.


adrian menghela nafas. " apa lagi papa yank. mana pernah mau ngobrolin perempuan. kan kamu tau sendiri, hubungan aku sama papa gimana?


ayu mengangguk kan kepala.


suara isak tangis semakin terdengar jelas. papa faris menepuk punggung tante nela pelan. seolah mengatakan bahwa, tidak apa apa. jangan menangis. ayu dan adrian semakin dibuat heran. kenapa papa faris dan tante nela berpelukan begitu lama.


ayu mendekati tante nela.


" tante, udahan dong pelukanya, jangan buat kami salah paham ya? ledek ayu.


tante nela melepas pelukanya. tante nela dan papa faris kompak tersenyum. tante nela mulai menghapus air matanya.


" apa, kalian bisa tinggalin papa sama nela sebentar?


' Hah?! ayu dan adrian.


mereka saling tatap. ayu dan adrian memutuskan untuk meninggalkan ruangan. saat adrian dan ayu keluar dari ruangan, nampak bunga andika dan mama sedang menunggu giliran untuk masuk.


ayu memutar bola matanya sebal.


" huh!! jadi, si bunga bangkai ini izin pulang cepet karena tau papa faris udah siuman? dasar kuyang! " gumam ayu dalam hati.


adrian menghembuskan nafas kasarnya.


mama risa berjalan mendekati adrian.


" gimana keadaan papa dri? dia bener sudah sadar? tanya mama risa dengan antusiasnya.


" hemm,...


" jawaban mu cool sekali sayang, ah!! aku padamu. " batin ayu.


" kalau begitu, mama dan bunga masuk dulu ya? mama mau liat keadaan papa.


" jangan!


mama risa mengentikan langkahnya.

__ADS_1


" kenapa dri?


" didalam masih ada orang yang sangat ingin papa temui.


" siapa?


bukanya menjawab, adrian mendekati bangku. duduk dan memainkan ponselnya.


mata mama risa menatap ayu. seolah bertanya.


" apa?! heii mama mertua, matamu itu menyeramkan sekali. bulu bulu di tubuhku tegak berdiri hanya dengan tatapan mu. kau sedang bertanya kan? lalu kenapa wajah mu seperti sedang ingin memangsa ku. gumam ayu dalan hati.


ayu mengembangkan senyum palsunya. berakting sebaik mungkin agar terlihat senyum diwajahnya terlihat tulus.


" tunggu saja dia keluar mama mertua, sepertinya, papa lebih merindukan dia dibanding kami.


mama risa mengerutkan dahinya. siapa yang didalam. batinnya. ayu duduk disamping adrian. ayu tak sengaja melihat andika didepannya. karena posisi bangku berhadapan. andika terlihat sangat pendiam hari ini.batin ayu.


ayu mendekatkan wajahnya ke adrian.


" yank, andika kenapa ya? hari ini, dia nggak seperti biasanya.


mendengar ucapan ayu, adrian menatap andika. wajahnya tertunduk. tak sepatah katapun keluar dari bibir andika. adrian mendekati andika.


" dika,


andika mengangkat kepalanya. nampak sedikit memar di sisi mata sebelah kiri. adrian membulatkan mata terkejut. andika memegang wajah andika.


" ini kenapa? tunjuk adrian di mata andika.


bibir andika bergetar ingin menjawab. matanya sedikit berair.


andika menundukan wajahnya kembali. ayu terus memperhatikan andika yang seperti ketakutan. adrian menatap bunga curiga.


lalu fokus ke andika lagi.


" dika, nanti ikut papa pulang ya?


andika menatap bunga sejenak.


" jangan dri, andika sering sakit akhir akhir ini. takut ngerepotin nanti.


andika mencengkram tangan adrian. wajahnya seolah menahan tangis.


" kurang ajar! dirumah sakit panggil nama. kalau dikantor panggil pak. dasar bunga bangkai!. batin ayu


" nggak masalah! aku bisa jagain kok. "saut


ayu.


adrian menyunggingkan senyumnya. istrinya tau sekali apa yang dia pikirkan. adrian mengangguk.


" kamu mau kan dika? " tanya adrian memastikan. andika mengangguk.


" jangan dulu dri, " saut mama risa.


" kalian berdua kenapa? seperti orang yang ketakutan. jawab adrian.

__ADS_1


" mungkin, andika sering di omelin kali yank. timpal ayu. membuat mata mama risa dan bunga membelalak.


" hahahaha,..... maaf, maafkan aku duo jin kuyang. kalau dilihat dari mimik wajah kalian, yang aku ucapkan pasti seratus persen bener. hihihi.... " ucap ayu dalam hati.


" jangan sembarangan kalau bicara ya! " bentak bunga. adrian membulatkan mata marah.


" jangan membentak istriku.


" istri kamu keterlaluan adrian. bunga adalah ibunya andika. nggak mungkin menyiksa andika.


" tunggu mama mertua! " ucapan ayu menghentikan adrian yang sudah membuka mulut ingin bicara.


" aku nggak bilang menyiksa loh mama mertua, perasaan tadi aku bilangnya, di omelin. iya kan? ayo, jangan salah sebut loh ya mama mertua. aku jadi curiga deh sekarang, hehehe......


" mampus gue!!!!!!! mulut gue udah kaya petasan nerocos mulu. maafkan aku mama mertua. akan aku pertimbangkan lagi, agar tidak memanggilmu jin kuyang lagi. batin ayu.


" lihat dri. istri kamu yang keterlaluan bicaranya. kenapa seolah olah kamu menuduh aku ibu yang jahat. " ucap bunga.


mama risa mendekati bunga. memeluk dan mencoba menenangkan bunga.


" sudah lah nak, wanita licik seperti dia, pasti sangat cerdas memutar balikkan fakta.


" hei kalian! aku bisa mendengar kalian memaki istriku. " ucap adrian.


" kalau begitu, suruh istrimu jaga mulutnya.


adrian menatap ayu. menggelengkan kepala. jangan diteruskan. isyaratnya. ayu mengangkat kedua bahunya.


" hei mama mertua! aku tidak jadi mempertimbangkan nya. sepertinya jin kuyang sangat cocok untuk mewakili gelar mu. sudahlah!!! hentikan akting kalian. " batin ayu.


tak lama kemudian, tante nela keluar dari ruangan papa faris. langkah tante nela terhenti mendadak saat melihat mama risa. tante nela menatap mama risa tajam.


" ngapain kamu disini? tanya mama risa setengah membentak.


" bukankah rumah sakit ini tempat umum?


mama risa memasang wajah sangarnya.


" kenapa kamu diruangan suami saya?


tante nela tertawa mengejek. ayu memangku wajahnya dengan kedua telapak tangan. bibirnya tersenyum menikmati pertengkaran yang lumayan menarik batinnya.


" suami? apa anda sudah lupa nyonya risa?


anda sudah meninggalkan mas faris belasan tahun lalu?


" jangan asal bicara kamu!


" dunia juga sudah mengetahuinya. tidak perlu malu nyonya risa. bukankah dulu anda senang mempermalukan diri sendiri?


ayu terkekeh senang.


mama risa menatap ayu marah. ayu langsung membuang senyum dibibirnya. mama risa kembali menatap tante nela.


" saya akan kembali pada faris.


tante nela tersenyum. " tidak ada ruang untuk nyonya. percayalah pada orang miskin ini nyonya.

__ADS_1


mama risa menyunggingkan senyumnya.


" kamu dan ayu memang mempunyai tabiat yang sama rupanya. tidak heran lagi. kalian tidak pernah mendapatkan didikan yang benar dari orang tua kan.


__ADS_2