Menikah Dengan Playboy

Menikah Dengan Playboy
Andika Part 6


__ADS_3

dokter berlalu meninggalkan ruangan, bunga mama dan adrian bergegas untuk melihat keadaan andika. langkah adrian terhenti dan menatap ayu. adrian mengulurkan tanganya.


" kamu mau ikut?


ayu membuang muka dan memilih untuk duduk. sementara bayu sedari tadi sudah mengepalkan tangan.ingin memukul adrian sudah bulat rasanya. adrian menyadari ada kemarahan diwajah bayu. tapi bagi adrian melihat kondisi andika lebih penting saat ini.


adrian memutuskan untuk masuk kedalam. bunga dan mama risa sibuk menanyai andika. adrian tersenyum melihat andika menatapnya.


" andika, apa ada yang sakit? " tanya adrian. andika menggelengkan kepala.


andika terus memandangi pintu. wajahnya menjadi murung seketika.


" pa, mama mana?.


adrian mengerutkan dahinya bingung.


" sayang, kamu lagi bercanda ya? ini mama sayang. " ucap bunga sembari mengelus kepala andika.


" maksut dika, mama ayu.


apa!.. mama risa


apa!.. bunga.


" hah? oh,.. kamu tunggu disini ya, " tubuh adrian menjadi sangat lemas. matanya tidak fokus. dia sangat menyesali perbuatanya.


" kenapa aku menyalahkan istriku? kenapa aku meragukan istriku? kenapa aku harus melihat istriku ditampar didepan mataku. kenapa ini harus terjadi? "adrian mengutuk dirinya sendiri. adrian sudah menyentuh handle pintu. sedikit terbuka, tapi adrian menghentikanya.


" kamu yakin dengan ini? huh!! mas bener bener pengen hajar dia dek.


" jangan mas. kita tidak suka memukul orang lain sedari kecil kan? kita hanya perlu mempertahankan sifat kita yang itu mas.


" setelah om faris sadar, mas akan bicarakan hubungan kalian ini. mas nggak mau liat kamu sedih.


" nggak perlu mas. biarin aja semuanya berjalan apa adanya. aku akan bertahan kalau memang harus bertahan. aku nggak mau di kendaliin mas.


bayu menghembuskan nafas kasarnya.


" rasanya baru kemarin mas bangga dengan kesetiaan kamu menjadi seorang istri. rasa rasanya mas malah pengen kamu itu,-


ucapan bayu terhenti melihat adrian keluar dari pintu. " sayang, andika mau ketemu kamu.

__ADS_1


" mas, aku masuk dulu ya.


bayu mengangguk dan tersenyum. namun senyum itu memudar saat tatapannya berhadapan dengan adrian. menyadari kemarahan bayu, adrian mencoba untuk menahannya. dia berniat akan menyelesaikan nanti saat masalah andika selesai. bayu bergegas untuk menjenguk papa faris.


ayu masuk keruangan dan melihat andika yang tengah tersenyum padanya. nampak raut wajah tidak suka dari bunga dan mama risa. ayu mendengus kesal.


" hai ibu mertua dan pelakor. mengapa kau menghantuiku dengan tatapan mu. kau pikir aku akan berlari karena takut. oh tidak semudah itu wahai duo jin kuyang. ah,... tapi sepertinya kalian tidak mau berhenti menatapku begitu ya?." batin ayu.


" mama ayu. " panggil andika.


terkejut dan bingung dengan panggilan yang disebutkan andika. sekilas ayu nampak tersenyum mendengar andika memanggilnya mama.


" aku hanya menyuruhnya menganggap aku seperti mamanya kan? kenapa dia memanggil aku mama? wuah.... lihat, mereka semakin tidak menyukaiku. baiklah, manfaatkan dengan baik keadaan ini yu. kamu pasti bisa! kita lihat apa yang akan terjadi nanti.


ayu mendekati andika. andika tengah merentangkan kedua tanganya. ayu menyambut tangan andika dan memeluknya erat. adrian bahagia juga takut melihat andika yang begitu tulus menyayangi ayu.jujur saja dia takut mendengar ucapan bayu.


" mama,.


" cukup dika! dia bukan mama kamu. " bentak mama risa.


adrian dan ayu membulatkan mata terkejut. andika bergegas melepas pelukanya. kedua telapak tanganya mengatup memohon.


" maafin dika oma. maafin dika. dika salah. dika janji nggak akan panggil tante ayu mama lagi. maaf.,,, andika menangis pelan.


" dika salah pah, dika minta maaf sama oma.


" kenapa kamu setakut ini?


" adrian, memang harus begitu mendidik anak. nanti kalau kamu punya anak lagi, kamu pasti mengerti. "saut mama risa. sembari mendekati andika dan memeluknya.


wajah mama risa dan ayu saling bertatapan. ayu menaikkan salah satu alisnya. pertanda bahwa ia mencurigai mama risa. dengan cepat mama risa mengalihkan pandanganya.


waktunya untuk membawa pulang andika tiba. " dri, kamu antar bunga dan andika pulang ya, mama nggak bisa pulang bareng mereka.


adrian menatap ayu. seolah membutuhkan izin ayu. dengan cepat ayu memalingkan wajah. " ah,... itu dia. alasan untuk kabur dari kecanggungan ini akhirnya ada." batin ayu.


" dokter arga. " panggil ayu.


dari kejauhan dokter arga tersenyum dan melambaikan tangan. ayu langsung beranjak pergi. tidak ingin menonton adegan drama yang tidak penting batin nya. ayu dengan akrabnya menyapa dan mengajak berbincang dokter arga. adrian mengepalkan tangannya.


" lihat istrimu dri, dia bahkan berani mendekati pria lain didepan suaminya.

__ADS_1


" cukup!! jangan pernah anda menghina istri saya. apapun yang dia lakukan, setidaknya dia tidak pernah mencoba menghianati dan meninggalkan saya. jadi jangan menilai istri saya sembarangan.


mama risa terdiam tak berani membantah ucapan adrian. akhirnya adrian memutuskan untuk mengantar andika dan bunga pulang kerumah. mama risa tersenyum menang. walaupun sikap adrian sangat dingin terhadapnya, setidaknya mama menang kali ini, karena adrian akhirnya mau mengantar bunga pulang.


ayu dan dokter braga menuju kamar papa faris. karena kebetulan, saat ayu menyapa dokter arga, dokter arga hendak menuju kamar papa faris untuk mengecek keadaan papa faris. dokter arga telah memberitahu kondisi papa faris. ayu mendengarkan dengan seksama. setelah selesai menjelaskan, dokter arga meninggalkan ruangan.


" sus, mas bayu sudah pulang ya?


" sudah mba, sekitar lima belas menit yang lalu.


" oh gitu, makasih ya sus. " suster mengangguk dan tersenyum.


" selamat siang pah, apa kabar papa hari ini? maaf, ayu baru jenguk papa sesiang ini. hari ini ayu nemenin andika dan adrian pah, " ayu menceritakan semua yang terjadi. tangan ayu menggenggam tangan papa faris. wajahnya ia rebahkan disamping lengan papa faris.


" pah, kenapa ayu harus ditampar? " ayu mulai sesegukan. " bekas tamparannya memang udah nggak sakit pah, tapi hati ayu masih sakit pah, " air mata terus mengalir di mata ayu.


diperjalanan pulang, adrian terus menghubungi ponsel ayu. tapi tidak juga mendapat jawaban. akhirnya adrian mencoba menghubungi bayu. malas rasanya melihat siapa yang menghubunginya batin bayu.


" apa


" bay, apa ayu ikut kamu pulang?


" enggak.


" aku serius bay, tolong jangan begini. aku nggak mau kalau harus pisah sama ayu.


" cih! setelah mencurigai adik ku, sekarang kamu mencurigai aku. kamu sadar adrian?


" maaf soal itu. nanti aku akan jelasin sama kamu bagaimana kronologinya. sekarang, aku cuma mau tanya ayu ada dimana.


" yang jelas nggak sama aku.


" apa dia pulang?


" mungkin saja. mungkin juga dia ada di ruangan om faris.


" ok. terimakasih bay. "


bayu langsung memutuskan sambungan telephon nya.


" kamu memang mencintai adik ku. tapi kecurigaan mu melebihi rasa cintamu. aku tidak yakin, kalau kalian akan baik baik saja selama masalah anak itu belum selesai.

__ADS_1


gumam bayu sembari menghempaskan tubuhnya di tempat tidur.


sesampainya dirumah sakit, adrian memarkirkan mobilnya, langsung berlari menuju kamar papa faris. adrian membuka pintu perlahan. dilihatnya istri cantiknya itu tengah terlelap.


__ADS_2