Menikah Dengan Playboy

Menikah Dengan Playboy
Telepon pengganggu


__ADS_3

Sepulang dari pesta, Ayu benar-benar kehilangan seluruh tenaganya. berniat membaringkan tubuh sebentar, tapi tak terasa ia tertidur pulas karena rasa lelahnya.


Hembusan nafas dari balik punggungnya membangunkan Ayu dari tidurnya. Ayu menggeliat dan membalikkan tubuhnya.


"Jadi bukan mimpi ya?" Ayu menatap Adrian yang kini tepat berada dihadapannya tertidur pulas.


Ayu tersenyum memandangi wajah Adrian yang terlihat tampan bahkan saat tidur. menyentuh pipi Adrian dengan lembut.


"kamu udah sering nyakitin aku. beberapa kali juga kamu ketahuan selingkuh. tapi aku juga nggak tau kenapa, aku selalu maafin kamu. meskipun sekuat tenaga aku nutupin dari kamu, tapi tetep aja. aku juga kangen sama kamu." gumam Ayu dalam hati.


Adrian menggeliat karena sentuhan di pipinya. mengeratkan pelukannya dan membenamkan wajah di dada Ayu. sontak membuat Ayu memundurkan tubuh Adrian. bukannya menjauh, Adrian mengencangkan pelukannya.


"Adrian! lepasin. aku mau siap-siap dulu." pinta Ayu sembari mencoba melepaskan dekapan Adria.


"Siap-siap kemana?" tanya Adrian dengan suara serak khas bangun tidur. matanya masih terpejam.


"Kerja lah. kemana lagi?!" jawab Ayu ketus yang kesusahan menyingkirkan tangan Adrian dari tubuhnya.


"Ini hari minggu." ucap Adrian. matanya masih tertutup. bibirnya tersenyum seolah merasa menang.


"Sial....! aku sampai lupa hari." gumam Ayu dalam hati. sudah tak ada alasan untuk memberontak. akhirnya, Ayu memutuskan untuk tidur kembali. waktunya bersantai. batinnya.


Beberapa saat kemudian. Ayu memutuskan untuk bangkit dari posisinya dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah Ayu selesai, Adrian bangkit dan menuju kamar mandi. matanya masih setengah terpejam.


Ayu dengan cepat mengganti jubah mandinya dengan kaos polos berwarna putih dan celana pendek sepaha berwarna hitam. kembali ketempat tidur dan meraih ponselnya.


"Lebih baik aku pesen aja makanannya. hari minggu kan hari buat males-malesan." batin Ayu sembari memilih menu makanan di layar ponselnya.


Tak lama kemudian, Adrian keluar dari kamar mandi. Ayu tak sengaja melihat Adrian yang begitu seksi. tubuh tinggi besarnya hanya dibalut handuk pendek dari bagian pinggang sampai lutut. Ayu hanya bisa menelan ludahnya sendiri.


"Gila,..! nggak usah makan nggak apa-apa lah. liat beginian juga aku udah kenyang. hahahaha,.." batin Ayu sembari memandangi Adrian yang sibuk mengeringkan rambut menggunakan handuk dilehernya.


Adrian tersenyum melihat Ayu yang terus memandangi tubuhnya. Adrian sengaja mendekatkan dirinya dihadapan Ayu.


"Apa aku menggoda hari ini?" pertanyaan yang membuat lamunan Ayu berlarian entah kemana.


"Huh,....! biasa aja." memalingkan pandangan seolah tak perduli.


"Yakin?" memegang dagu Ayu dan menghadapkan ke arahnya. melihat pipi Ayu yang memerah, Adrian semakin ingin menggodanya. dengan cepat dia melepaskan handuk yang melilit pinggangnya. membuat Ayu diam sembari melotot memandangi tubuh polos Adrian.


"Apa,. apa yang kamu lakuin?!!." ucap Ayu sembari melempar bantal ke arah area sensitif Adrian. wajahnya semakin memerah.

__ADS_1


"hehehe,... tadinya, aku nggak mau ngapa-ngapain. tapi, karena kamu berpikir aku mau ngapa-ngapain, ya udah kita lanjut aja ya yank?" ucap Adrian sembari mendekatkan tubuhnya. mengambil posisi berbaring dan memiringkan tubuhnya menghadap Ayu. mengambil ponsel dari tangan Ayu dan meletakkannya di meja samping tempat tidur.


Ayu hanya terdiam gugup. tak berani melihat ke bagian bawah Adrian.


"tangan kamu bisa diem nggak?" ucap Ayu yang sudah merasai tangan Adrian kini tengah berada di area dadanya.


"Nggak." Adrian melanjutkan aksinya. mencium bibir, leher, seluruh lekuk tubuh Ayu. perlahan membuka tiap helai yang Ayu kenakan. tak bisa menolak. Ayu mulai menikmati sentuhan demi sentuhan yang melesat ke tubuhnya.


Saat aktivitas suami istri itu berlangsung, ponsel Ayu berdering. mereka menghentikan sejenak kegiatan mereka. melihat siapa yang menghubungi. merasa tak sabar, Adrian mencoba untuk merebut ponsel dari tangan Ayu dan ingin menjauhkannya.


"Tunggu!" menghentikan tangan Adrian yang sudah akan menjauhkan ponselnya.


"Ini mengganggu banget." jawab Adrian dengan nada dan wajah kesal.


"Itu, itu telepon dari Papa. udah aku angkat. cepetan bawa sini! aku harus ngomong." ucap Ayu setengah berbisik. matanya tajam memelototi Adrian.


Adrian terkejut dan langsung menyerahkan ponsel milik Ayu. tak lupa menekan tombol pengeras suara.


'Halo! halo! Ayu denger Papa nggak?


"I,..iya pah. ada apa?" jawab Ayu gugup.


'Kerumah sekarang! ada yang mau Papa bicarakan sama kalian.


"Sekarang?" tanya Ayu sembari menatap Adrian.


'Ayu,...? kenapa tidak menjawab? Papa tunggu sekarang.'


"Eemgh,..." Ayu tak sengaja mengeluarkan suara meski sudah membungkam mulutnya.


'Ayu kenapa? kamu sakit? Papa kesana sekarang ya?'


"Papa mau lihat adegan kami?" saut Adrian. Ayu mencubit lengan Adrian karena merasa sangat malu.


"aaaaahhh,,..." bukanya mengaduh Adrian dengan sengaja membuat ******* yang tak masuk akal.


Entah semerah apa wajah Ayu sekarang. berbeda dengan Adrian yang tampak santai dan masih menikmati kegiatannya.


'Ka,..kalian, maaf. maaf. kalian kesini nanti malam saja Ok?'Papa mengakhiri sambungan teleponnya.


Ayu benar-benar tidak tahu bagaimana menghadapi mertuanya itu nanti. memalukan sekali batinnya.


"Kenapa kamu masih bengong? kalau kamu ngga proaktif kurang enak yank." ucap Adrian.

__ADS_1


Ayu terperangah tidak percaya.


"kamu masih suruh aku menikmati? nanti kita ketemu Papa. aku malu." ucap Ayu.


"Liat aku." Ayu mengikuti apa yang dikatakan Adrian. penuh kelembutan. Adrian kembali melakukan kegiatannya. sedikit demi sedikit, mengembalikan gairah Ayu.


Mereka melakukanya beberapa kali hingga waktu sarapan berlalu tanpa terasa. tadinya ingin memesan makanan lewat ojek online. gara-gara Adrian, jadi teralihkan fokusku. batin Ayu.


"Kamu ngapain?"tanya Adrian yang terus memperhatikan Ayu yang sibuk dengan ponselnya.


"Pesen makan lah, kamu nggak mau makan apa?" tanya Ayu sedikit sebal.


"Kita makan diluar aja yok?" ajak Adrian. mencoba untuk merayu Ayu agar tak lagi marah.


"Ok. tapi aku mau sekalian beli baju boleh?


"Iya." jawab Adrian.


Dengan cepat, Ayu berjalan menuju kamar mandi untuk kembali membersihkan diri.


Suara bel berbunyi.


"Siapa yang dateng? apa mungkin Papa?" gumam Adrian sembari memungut celana pendek miliknya dan memakainya. berjalan keluar dari kamar untuk membuka pintu.


Saat pintu itu terbuka, Adrian terperanjak karena terkejut melihat orang yang berada dihadapannya.


"Ya ampun!!!" Adrian menyilangkan tangannya. menutupi sebagian dadanya.


"Babe,.. kamu kemana aja? aku kesusahan nyariin kamu.


"Sandra kenapa kamu ada disini? sana pergi. nanti jadi gosip yang bukan-bukan kalau kamu disini." ucap Adrian. sembari memundurkan langkahnya untuk menutup pintu.


"Nggak.! aku nggak perduli tentang gosip apapun. aku mau kita,." Sandra menyentuh dada Adrian.


Adrian dengan cepat menjauhkan tangan sandra pelan. agar tak membuatnya tersinggung.


"Siapa Dri?!." tanya Ayu yang mendengar percakapan diluar kamarnya. penasaran, Ayu keluar dari kamar dan menghampiri Adrian.


Melihat Sandra ada dihadapan Adrian, Ayu menyipitkan mata. menatap Adrian marah. Adrian hanya bisa menggelengkan kepala. seolah menjelaskan bahwa dia tidak bersalah.


Ayu tersenyum menatap Adria dan Sandra. berjalan mendekati mereka.


"uh,... sayang, kamu pakai bajunya dong. kan malu kalau diliat orang lain." ucap Ayu. bibirnya tersenyum. tapi mata seolah mengancam dengan sadis.

__ADS_1


"Hahaha.... aku bahkan sering melihat Adrian telanjang dulu. nggak perlu malu lah." saut Sandra.


...............


__ADS_2