
Adrian kaget saat mendengar suara lantang Ayu.
What!!!
Adrian bergegas menghampiri Ayu.
" Tadi siapa yang telepon gue? " Tanya Adrian.
" Em, Amelia atau Camelia atau Julia? Ah aku lupa. "
" Kenapa lo ngomong begitu si di telepon tadi? "
" Kan aku cuma jawab pertanyaan dia, kenapa? kamu marah aku bilang kamu suami aku? "
" bukan itu masalahnya! " Bantah Adrian.
" Lah terus, apa masalahnya? "
" Kenapa lo bilang gue lagi cuci piring sih? bisa hancur reputasi gue sebagai cowok cool. "
" Cih! dimata aku, sepertinya kamu enggak ada reputasi yang bisa dibanggakan. " Ucap Ayu sembari menonton tv.
Adrian hanya menggaruk garuk kepala. Dia bingung memikirkan jawaban dari ucapan Ayu. Rasanya dia ingin membantah tudingan Ayu, tapi kalau mengingat kejadian semalam, entah mengapa Adrian ingin selalu mengalah dan tidak membantah ucapan Ayu.
Adrian menghembuskan nafas kasarnya melalui mulut, sembari duduk disamping Ayu.
Adrian yang merasa bosan melihat acara yang ditonton Ayu, mengambil remote di atas meja dan menggantinya. Tiba tiba Ayu membulatkan matanya sembari menoleh ke arah Adrian. Adrian yang terkejut dengan acara tv itu, ingin menggantinya lagi.
" Enggak usah! gapapa." Ucap Ayu.
Tanpa menjawab, Adrian meletakan remote di atas meja kemudian mengusap punuk lehernya, bahkan beberapa kali mengganti posisi duduknya yang tiba tiba terasa tidak nyaman.
" Kamu kangen sama sandra ya? " Tanya Ayu.
" Em e, enggak! kenapa? "
" Karena, tiap kali kamu nonton tv, pasti yang ada sSndra. Kok kamu tau dia jadi bintang tamu di acara ini? "
Adrian hanya menelan ludah dan tersenyum menjawab pertanyaan a
Ayu.
" Mamu kok enggak ketemu ketemu sama dia? memang kamu nggak kangen? " Tanya Ayu.
" Dia sekarang lagi di Jerman. "
" Tapi, dia jadi bintang tamu tuh sekarang! " Jawab Ayu sambil memonyongkan bibir untuk menunjuk ke arah tv.
" Acara ini bukan live Yu. "
" Oh. "
" Kira kira, kapan dia pulang Dri? "
" Mungkin seminggu lagi. "
" Dri? "
" Apa? "
" Kenapa kamu mabuk semalam? " Tanya Ayu sembari menatap Adrian lekat.
Adrian menghembuskan nafas kasar dari mulutnya.
" Ada hal yang buat gue marah! dari pada mukul orang, lebih baik, gue teler. Biar enggak bisa ngapa ngapain.
" Aku harap, itu untuk yang terakhir kali Dri. "
" Gue akan berusaha, tapi gue enggak mau janji! "
Ayu tersenyum sembari memandang Adrian.
" Dri, aku harap, kamu bener bener menjadi orang yang lebih baik. Aku enggak tau akan seperti apa pernikahan kita, tapi seandainya tiba saatnya kita harus berpisah, aku berdoa semoga kamu sudah menjadi orang yang baik, seperti yang papa kamu mau. " Ucap Ayu sembari tersenyum ke arah Adrian.
__ADS_1
Adrian terdiam sesaat. Sejujurnya Adrian sudah mulai nyaman dengan adanya Ayu disisinya. Tapi dia juga tidak tau perasaan apa yang dia rasakan saat ini.
" Gue akan berusaha, dan untuk yang ini, gue janji. "
Ayu menepuk pundak Adrian sembari tersenyum.
" Aku yakin kamu bisa Dri.
Ya udah aku masuk kekamar dulu ya? aku mau siapin keperluan kuliah aku besok. "
Adrian hanya menjawab dengan anggukan.
Mata Adrian memang menatap ke arah tv, tapi pikiranya sedang memikirkan ucapan Ayu.
" Kita baru aja menikah, sekarang dia udah ngomongin cerai. " Adrian membuang nafas dan menyenderkan kepalanya.
Sementara didalam kamar.
Ayu terduduk di depan meja riasnya dengan lesu. Ada rasa sedih dihatinya, saat Adrian mengganti acara kesukaan Ayu dengan acara yang dibintangi oleh Sandra.
" Cih bilangnya nggak kangen sama Sandra, tapi diliatin terus! " Batin Ayu.
Ayu berjalan menuju tempat tidur dan membaringkan tubuhnya, tidak lama kemudian dia tertidur. Adrian di ruang tv, mulai bosan dengan otaknya yang terus memikirkan kata kata Ayu.
Waktu terus berjalan dan hari sudah mulai malam. Adrian yang mulai lapar, terbangun dan mencari Ayu di dapur.
" Pasti dia masih tidur! dasar istri macam apa begitu. "
Adrian berjalan pelan menuju kamar Ayu, tanpa membuat suara, Adrian membuka pintu. Adrian hanya menggelengkan kepala melihat Ayu yang masih tertidur pulas.
akhirnya Adrian memesan makanan melalui aplikasi.
Pukul 19.30 Ayu terbangun dari tidurnya.
" Ah! perasaan nyenyak banget aku tidurnya. " Ayu mencari ponselnya untuk melihat jam.
" Ya ampun! gila! kok aku kayak kebo banget si tidurnya?! " Ayu mengacak acak rambutnya sendiri, dan bergegas mandi.
" Mau ngapain ? " Tanya Adrian.
" Masak lah! buat makan malam. "
" Enggak usah! nih makanan lo! "
Ayu terdiam dan mendekati Adrian yang duduk di sofa depan tv.
" Maaf ya Dri, aku tidurnya kaya kebo! aku baru kali ini tidur siang sampe selama ini. "
" Kayanya lo bukan tidur! bisa dibilang lo pingsan mungkin! " Ketus Adrian.
" Iya maaf, besok besok enggak akan terjadi lagi. "
Ayu membuka bungkus makanan dan mulai menyuapkan ke mulutnya.
" Kamu nggak makan dri? " Tanya Ayu.
" Udah dari tadi! "
" Berarti kamu udah laper lagi dong? "
" Enggak! "
" Em, aku kan nggak habis nih kalau sebanyak ini, kita makan berdua ya? "
" Enggak ah! gue enggak pernah pernah berbagi makanan kaya gitu! jorok! kalau nggak habis, buang aja! " Ketus Adrian.
" Kenapa di buang? kan sayang. Ayolah Dri, " Pinta Ayu dengan wajah memelas sembari menyodorkan sendok yang berisi makanan ke mulut Adrian.
" Enggak! " Nawab Adrian sambil memalingkan wajah menghindari suapan Ayu.
Ayu yang jengkel, akhirnya mendekati Adrian, dia menekan kedua pipi Adrian dengan satu tangannya dan memasukan makanan ke dalam mulut Adrian. Adrian terkejut dan membulatkan matanya ke arah Ayu dengan tatapan tajam.
" Udah, jangan marah, ayo kunyah makanannya. Ayo cepet! " Pinta Ayu dengan senyum mengancam.
__ADS_1
Adrian mengunyah makanannya dan menelannya dengan susah payah.
" Nah gitu dong dari tadi, jadi aku nggak perlu maksa kan? "
Adrian hanya memandang Ayu dengan tatapan tidak percaya, yang memakan makanan dari sendok bekas mulut Adrian, dan bergantian terus seperti itu hingga makanannya habis.
Egh!
Ayu sendawa karena kekenyangan.
Adrian hanya diam dan menyenderkan kepalanya disisi tempat duduk nya.
" Kenapa kamu diem aja Dri? "
" Enggak! "
" Hahahaha! "
" Ya ampun!! emak lampir! lo gila ya! tiba tiba ketawa sendiri. Dasar gila! " Ejek Adrian.
" Aku ketawa liat kamu Dri, kenapa muka kamu dari tadi merah hah? kamu takut mati ketularan penyakit dari aku? tenang dri, aku sehat luar dan dalam. " Sembari tersenyum ke arah Adrian.
" Gue nggak yakin! "
" Kenapa kamu nggak yakin? ya ampun Adrian! kamu nggak perlu takut, aku bener bener nggak ada penyakit kok! "
" Gue nggak akan percaya! kalau gue belum ngecek sendiri! " Ucap Adrian sembari tersenyum licik ke arah Ayu.
" Maksud kamu? memang kamu dokter? "
" Bukan! "
" Terus dari mana kamu bisa tau kalau aku sakit atau nggak nya? "
Adrian tersenyum licik sambil memandang Ayu dari atas hingga ke bawah.
Ayu yang melihat tatapan mesum Adrian sontak menyilangkan tangannya dan melindungi bagian dada.
Plak!
Ayu memukul pundak Adrian.
" Aw! " Pekik Adrian.
" Dasar kamu mesum! lebih baik aku belajar untuk besok, dari pada meladeni otak mesum kamu! " Sembari berjalan menuju kamar Ayu.
Adrian hanya terkekeh melihat wajah Ayu memerah karena malu.
" Dri! "
Panggil Ayu sebelum memasuki kamarnya.
" Lebih baik, kamu tidur sekarang dan bersiap untuk besok dri. Kamu jadi ke kantor papa kan ? "
" Iya! " Adrian berjalan menuju kamar.
Ayu hanya tersenyum memandang Adrian yang tanpa membantah, langsung menuju kamarnya. karena kamar Ayu dan Adrian bersebrangan tiba tiba.
" Aw! " Teriak Ayu.
" Sasar sinting! ngapain kamu pegang pantat aku! "
Adrian hanya terkekeh dan langsung masuk kedalam kamar.
" Dasar!!! jiwa playboy nya udah mendarah daging kayanya! seumur hidup belum ada laki laki yang berani melecehkan aku kaya gini kecuali laki laki sinting ini! "
' Brak
Ayu sengaja membanting pintu.
Adrian yang mendengarnya, hanya tersenyum geli melihat wajah merah Ayu tadi.
.......
__ADS_1