
matahari semakin terik. keringat mulai bercucuran menghiasi tubuh andika dan adrian. merasa sangat lelah, adrian dan andika menghentikan kegiatannya.
" dika, kamu ke kamar mandi duluan ya. papa mau ambil air minum. dika mau minum nggak?
" nggak mau pa," dika masuk ke kamar adrian. andika ingin melepaskan bajunya, ayu memeperhatikan andika yang kesulitan membuka baju, akhirnya mendekati andika dan membantunya. dengan cepat andika menjauhkan tubuhnya dari ayu.
ayu mendekati andika dan bersimpuh.
" dika, maafin tante ya. tante tau , kamu marah sama tante. tapi, semua ini terlalu tiba tiba. jadi tante butuh waktu untuk mempercayainya. " andika terlihat bingung tidak mengerti maksut dari ucapan ayu.
" dika, pokoknya tante minta maaf. tante nggak akan begitu lagi.
" tante janji?
" iya,,..
andika memeluk ayu. " dika nggak mau ditinggalin sama papa tante. dika mau punya mama dan papa. dika nggak mau jadi anak yatim piatu. " ayu membulatkan matanya terkejut. bagaimana bisa anak usia empat tahun mengatakan hal seperti ini.
ayu mematung dengan tubuh yang masih dipeluk andika. " kenapa? anak kecil nggak mungkin bohong kan? sebenarnya andika ini siapa? aku harus cari tau perlahan. aku yakin pasti ada sesuatu yang disembunyikan.
ayu melepaskan pelukanya.
" dika sayang, kamu nggak akan jadi yatim piatu kok. tante janji. kamu juga boleh anggap tante seperti mama kamu. tante janji akan sayang sama dika seperti mamanya dika.
andika tersenyum girang. " tante janji? tante nggak boleh bohong tante. dosa! "
ayu terkekeh. " iya sayang, tante janji. " andika menyodorkan jari kelingkingnya sebagai janji. ayu langsung teringat dengan adik laki lakinya sama persis tingkahnya. batin ayu. ayu hendak mengaitkan kelingkingnya di kelingking andika.
' brukkkk......
andika jatuh pingsan tepat dihadapan ayu yang masih bersimpuh. ayu terkejut dan kebingungan melihat andika yang pingsan tiba tiba.
" andika!!!!!! " teriak adrian yang terkejut melihat andika tergeletak dilantai. adrian berlari mendekati andika dan langsung mengangkat tubuhnya. sesaat mata adrian menatap ayu penuh dengan kemarahan.
adrian berlari menuju mobil sembari menggendong tubuh andika. adrian merebahkan tubuh andika dikursi belakang. langsung menutup pintunya. ayu terkejut karena adrian menutup pintunya sedikit kasar.
ayu membuka kembali pintu mobil, dia hendak menyangga kepala andika dengan pahanya.
" mau apa kamu! " tanya adrian dengan nada membentak.
ayu terkejut. dia memilih diam dan langsung masuk kedalam mobil. mengangkat kepala andika di atas pahanya. adrian menarik nafas dan menghembuskan dengan kasar. adrian membuka pintu dikursi kemudi dan menutupnya dengan kasar.
__ADS_1
" kalau terjadi apa apa sama andika, aku nggak tau apa yang akan terjadi sama kita nanti. ucap adrian." langsung melajukan mobilnya.
ayu terdiam menahan tangisnya. dia juga terkejut melihat andika pingsan.
" kenapa begitu mudahnya kamu nyalahin aku? disaat seperti ini kamu sibuk menghakimi aku. memang apa yang aku lakuin? kalau kamu terus begini, aku nggak yakin akan terus sama kamu." batin ayu.
sesampainya dirumah sakit, andika langsung ditangani oleh dokter. ayu dan andika menunggu di luar ruangan. ayu terus memperhatikan adrian yang terlihat sangat kuatir.
" aku ingin sekali rasanya menjelaskan apa yang terjadi. tapi rasanya percuma aja. bahkan sedikitpun dia nggak percaya sama aku.
ponsel ayu berdering. ayu mematikan panggilannya dan langsung mengetik pesan.
" cih! liat dia! sesibuk itu dia membalas pesan laki laki itu. menjijikan! bahkan sekarang, dia nggak sayang lagi sama andika. " batin adrian.
selesai ayu mengirim pesan, ayu menaruh kembali ponselnya ke dalam tas kecil miliknya. pandanganya tak sengaja menatap adrian. dengan cepat dia mengalihkan tatapannya.
" dasar gila!! liat. kenapa wajah gantengnya berubah serem. dia bener bener berfikir aku yang buat andika pingsan? cih!! awas aja kamu dri. aku nggak akan dengan mudah memaafkan kamu. " batin ayu.
ayu terkejut melihat dua orang perempuan berlari menghampirinya.
" andika kenapa dri? "tanya mama yang masih kehabisan nafas karena berlari. adrian diam tidak berniat menjawab.
bunga terus menatap wajah ayu sedikit marah dan kecewa. ayu mengerutkan dahinya bingung.
" anak aku kenapa? " tanya bunga dengan mata yang ingin menangis.
" heii!!!.. sandiwara mu keren sekali nona. aku memuji kemampuanmu. tapi jujur saja. ini agak menjijikan. " batin ayu.
" andika pingsan." jawab ayu tanpa memandang wajah bunga.
air mata bunga mulai mengalir deras.
" apa yang kamu lakuin sama anak aku!!! " bunga meraih pundak ayu dan menggoyangkan tubuh ayu.
ayu menepis kedua tangan bunga. dan tersenyum meledek.
" memang apa yang aku lakuin? andika pingsan sendiri.
' plakk
mama risa mendekat dan menampar ayu. ayu memegang pipinya. terkejut sekaligus marah. adrian membulatkan matanya terkejut.
__ADS_1
" kamu keterlaluan ya! mulai sekarang andika tidak boleh dekat kamu lagi. " bentak mama risa.
adrian mendekat ke arah bunga.
" bunga maaf, ini tidak akan terjadi lagi.
" ini semua salah mama dri. kamu nggak perlu minta maaf. mama yang sudah mendekatkan andika sama kamu. seandainya andika tetap menjadi rahasia, ini semua nggak akan terjadi. " mama meneteskan air mata.
ayu tertawa meledek sembari memegang pipinya. semua terkejut melihat ayu tertawa.
ayu menatap bunga dan mama risa bergantian. " kalian, " ayu tertawa meledek.
" sandiwara kalian luar biasa. aku sampai merinding melihat kalian berpura pura menangis. " mama risa membulatkan matanya terkejut.
' plakkk
bunga menampar pipi ayu dengan wajah yang sangat marah. adrian mencengkram lengan bunga dengan kuat.
" apa yang kamu lakuin? kamu sudah diluar batas. kalian berani sekali menampar istriku didepan mataku! " wajah bunga berubah menjadi takut.
ayu kembali tertawa mendengar adrian membelanya. adrian menatap ayu bingung.
" lihat! kalian benar benar hebat sekali mengarang novelnya. kalian sangat keren. aku bahkan tadi sempet takut. tapi, sekarang aku jadi merasa kalian ini butuh ke psikiater. " ucap ayu dengan wajah kesalnya. mama risa mendekati ayu dan telah siap mengangkat telapak tanganya. adrian membulatkan mata dan mencoba menghentikan tangan mama risa.
tiba tiba sebuah tangan menahan tangan mama risa. " mas bayu, " panggil ayu.
bayu langsung menghempaskan tangan mama risa dengan kasar. terdengar mama risa mengaduh.
" sepertinya, kalian memang butuh psikiater.
" kamu tidak tau apa yang terjadi. jangan ikut campur! bentak mama risa.
" saya sudah berdiri disana, lima belas menit yang lalu. " bayu menunjuk tempat dimana dia menyaksikan apa yang terjadi. " saya dan juga om faris, sangat mengenal adik saya. kalau saja om faris ada disini, kalian pasti akan sangat menderita setelah menyakiti adik saya.
adrian terdiam. tidak tau lagi harus berkata apa. tidak lama kemudian, dokter yang memeriksa sudah keluar. adrian bunga dan mama mendekati dokter untuk menanyakan keadaan andika.
" bagaimana keadaan cucu saya dok? tanya mama risa.
" tidak apa apa nyonya. dia hanya kelelahan. mungkin hari ini dia sangat semangat bermain. pasien sudah sadar dan tidak perlu rawat inap.
" terimakasih dokter,
__ADS_1
dokter berlalu meninggalkan ruangan, bunga mama dan adrian bergegas untuk melihat keadaan andika. langkah andika terhenti dan menatap ayu. adrian mengulurkan tanganya.
" kamu mau ikut?