
jam kuliah telah dimulai. suara sepatu melangkah menuju ruang belajar terdengar jelas.
" selamat pagi semua.
para mahasiswa serentak menjawab.
" cih! aku paling males kalau dosen ini ngajar. matanya selalu nyeremin kalau liat aku. baiklah ayo ayu. kamu hanya perlu fokus. ngga usah liat dosen ini. liat materi yang lagi dijelasin aja. '' batin ayu.
jam kuliah telah usai. ayu dan yang lain bersiap untuk pulang.
" yu. jangan lupa nanti malam ya. " ucap rara mengingatkan.
" iya bawel. nanti aku datang.
rara tersenyum menanggapi jawaban ayu.
ayu memutuskan untuk pulang apartemen. matanya melotot. bibirnya terbuka lebar. terkejut bukan main melihat kamarnya yang sangat berantakan. ayu meletakan tasnya. mengikat rambutnya tinggi. lalu memunguti buku buku yang berserakan dilantai. tiga puluh menit berlalu. ayu menjatuhkan diri dilantai dengan posisi duduk. dia mengacak ngacak rambut yang terikat rapi.
" ah!!!!!... aku capek! dasar sinting kamu dri. jadi ini balesan dari kamu.
ayu menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya perlahan.
" sabar.... tenang..... kalem...... ayu anak cantik baik hati tidak sombong serta berjiwa besar. sedikit lagi selesai. ini kan tugas seorang istri." ayu mencoba tersenyum sabar.
' aishhhh!!!!!!!!!!!
wajah ayu berubah menjadi amat kesal lagi.
" dasar laki laki gila! kamu pikir kamu pantas melakukan ini sama aku.
kata sumpah serapah terucap dari bibir ayu. tak henti hentinya dia mengutuk suaminya sendiri.
setelah selesai membereskan kamar. ayu menjatuhkan tubuhnya ditempat tidur. dia meraih ponselnya dari dalam tas.
" huh! lihat dia. sama sekali tidak memberiku kabar hari ini. dasar menyebalkan. ah,.. sudah ah. mulut ku kotor sekali hari ini.
ayu hendak bangkit untuk mandi. ponsel berdering rara mengirim sebuah photo. ayu membuka pesan dari rara. matanya melotot tak percaya. menggenggam ponselnya dengan kuat. matanya mulai memerah ingin menangis. rara mengirim photo adrian andika dan bunga berada di taman bermain.
rara: ini pacarmu kan yu? dia sudah punya istri dan anak. berarti selama ini dia nipu kamu yu.
ayu berfikir sejenak. dia menghapus air matanya yang mulai berjatuhan. menarik nafas pelan dan menghembuskan perlahan.
ayu: hahaha... dia bukan pacarku ra, dia saudaraku.
rara: kamu gimana sih yu? waktu itu aja, dia panggil kamu sayang.
ayu bingung menanggapi pertanyaan rara. akhirnya ayu memutuskan untuk tidak menjawab. ayu kembali melihat photo yang dikirim rara. adrian nampak tertawa lepas mengandeng tangan kiri andika. tangan kanan andika digandeng oleh bunga.
" jadi begini? kamu bahagia sekali ya adrian. aku benar benar kecewa sama kamu. tadinya saat kamu pulang nanti, aku mau ajak kamu ketemu temen temenku. dan mengenalkan kamu. tapi sepertinya, kamu nggak layak untuk aku sebut suamiku.
ayu menyingkirkan ponselnya. mengusap wajah yang agak sembab. ayu pergi mandi untuk menghilangkan penat di kepalanya. selesai mandi. ayu memakai baju dan langsung menuju dapur untuk membuat makan siang. sebenarnya ini sudah lewat dari jam makan siang. ayu membuat omlet. dia ingin membuat dua omlet untuk adrian saat pulang nanti. tapi dia urungkan niatnya.
" aku nggak yakin hari ini dia inget pulang.
ayu tengah menikmati makanannya. tiba tiba bel pintu berbunyi. ayu meletakan piringnya dan berjalan menuju pintu. saat pintu terbuka dua sosok laki laki tampan tengah berdiri dan tersenyum ke arah ayu.
__ADS_1
" eh, kak alex dan mas dion.
" hai yu. dion dan alex.
" hai juga.
" kita nggak disuruh masuk yu? saut dion.
" emm,.. boleh si. tapi adrian lagi pergi.
" ya elah. kita datang jauh jauh gini. dia gimana sih! plin plan amat. kemarin dia yang minta janjian dirumah aja. " ucap dion kesal.alex hanya mengangguk.
" emm,. masuk aja dulu. nanti hubungi aja adriannya.
" beneran boleh yu?
ayu mengangguk.
" tenang yu, ada kakak. dia nggak bakal macam macam.
ayu terkekeh.
" gila lo lex! " bentak dion.
" ya udah ayo silahkan masuk. " saut ayu.
dion dan alex sudah duduk di sofa tamu.
" kalian mau minum apa?
ayu memutar bola matanya.
" adanya air kobokan, mas dion mau?
dion dan alex terkekeh.
" air putih aja yu, " saut alex.
" nggak ada kak.
alex bingung. " terus kamu nggak pernah minum air putih dong?
" nggak kak. kalau yang warnanya putih cuma susu. kalau mau yang biasa paling air bening tanpa warna kak.
alex mendesah heran. dion tersenyum dan menggeleng.
" iya,... maksut kakak yang itu yu. tanpa warna.
" ok.
dion terus menghubungi adrian tapi tidak mendapatkan respon sama sekali. gantian dengan alex. sama juga tak mendapat respon. ayu kembali dengan membawa dua botol air mineral dingin.
dion meletakan ponselnya dimeja.
" yu, kamu tau nggak kemana perginya adrian?
__ADS_1
ayu mengingat ponselnya di meja makan tadi. ayu berjalan menuju meja makan dan kembali ke ruang tamu sembari membawa piringnya.
" kak alex dan mas dion, kalian mau makan nggak?
" nggak yu, sebelum kesini kita udah makan siang. " saut alex. dion mengangguk.
" kalau gitu, ayu lanjutin makan ayu ya. laper banget nih.
dion dan alex mengangguk sembari tersenyum. " yu, tadi aku tanya kok kamu nggak jawab.
" emm,, ahu hupaa. " ayu menjawab dengan mulut penuh makanan.
dion dan alex terkekeh. bagaimana bisa tetap cantik dengan keadaan begini. batin dion dan alex.
ayu membuka layar kuncinya dan menunjukan photo adrian. dion dan alex sepintas melihat photonya. mereka manggut manggut. lalu membulatkan mata saling bertatapan. dilihatnya lagi photo adrian di ponsel ayu.
" dasar bajingan! " ucap alex terkejut dan langsung berdiri mengumgpat.
dion menarik tangan alex agar kembali ke posisi duduk. alex ingin mengumpat adrian kembali. dengan cepat dion menutup mulut alex sembari tersenyum ke arah ayu.
ayu membalas senyuman dion masih dengan mulut yang penuh dengan makanan.
alex mengendurkan dasinya. dion juga bingung. di photo itu mereka nampak seperti anggota keluarga yang sangat bahagia. melihat ayu yang justru sibuk menikmati makanannya. dion dan alex menjadi semakin penasaran.
" yu, kamu nggak cemburu? tanya dion.
ayu mengangkat tanganya. tunggu! aku telan dulu makananku. batin ayu. setelah selesai, ayu meraih segelas air putih dan menenggaknya hingga bersih. dion terpesona melihat kepolosan dan kecantikan ayu. tak sadar bibirnya kini tengah tersenyum memandangi ayu.
'plakkkk
alex memukul pelan kepala dion. ayu terkekeh.
" apa apaan sih lo lex!
" mata lo hampir keluar tuh.
dion dengan cepat memperbaiki mimik wajahnya.
"yu jawab dong pertanyaanku tadi.
" aku cemburulah.
" kok muka kamu kelihatan biasa saja. saut alex.
" aku udah capek nangis. mas, kak.
dion dan alex saling bertatapan.lalu kembali menatap ayu.
" sejak kapan dia jadi begini? tanya alex.
" aku kurang tau sejak kapan. tapi yang sangat jelas, baru baru ini kak.
" kalau dia begini terus, apa kamu yakin, dengan hubungan kalian. " alex.
.................
__ADS_1