MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)

MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)
Pernikahan


__ADS_3

Kenia duduk termenung di depan meja riasnya, matanya terlihat sendu mengingat hari ini adalah hari pernikahannya.


Kamila menatap sahabatnya sendu, mendengar kabar Kenia akan menikah hari ini, ia memutuskan terbang ke Indonesia segera.


Satu hari sebelum pernikahan Kenia, Kamila sudah sampai di Apartemennya, dirinya cukup syok mengingat bukan Radit yang akan menikahi Kenia, dan entah siapa? sahabatnya itu enggan bercerita.


"Ken? apa kau yakin dengan pernikahan ini, aa...aku cukup terkejut karena bukan Radit yang menikahimu," Ucap Kamila seraya mengusap pundak sahabatnya itu.


"Aku yakin Kamila, dia laki-laki yang baik kok! pilihan mama dan papa," ucap Kenia meyakinkan diri.


"Kalo begitu jangan menangis Ken, tahanlah nanti make up mu rusak! Sahabatku orangnya kuat, aku yakin kau bisa melewati ini semua okey."


"Makasih Kamila, tapi kamu harus menemaniku ya, Aa..aku merasa takut," Ucap Kenia bergetar.


"Kalo begitu ayolah kita turun, calon suamimu pasti sudah menunggu," Ucap Kamila seraya menggandeng Kenia.


"Huhh, aku sampai lupa mengabari Sam kalo aku pulang ke Indo, tak apalah memang sedari kemarin aku lelah sekali ditambah keadaan Kenia yang kacau kemarin aku sampai melupakan Sam, hmm setelah pernikahan Kenia aku akan menemuinya mungkin," Batin Kamila.


***


Kenia berjalan menuruni anak tangga bersama Kamila, Gaun pengantin nan indah yang membalut tubuhnya yang putih mulus menjadikan Kenia bak Putri cinderella, Bibir pink yang merekah senyum menjadikan setiap lelaki yang memandangnya akan terpesona.


Setelah mengucapkan janji suci, kini mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri.


Tinggalah acara selanjutnya menyambut para tamu undangan yang hadir.


Di sinilah Kenia berada, berdiri di samping Shaka dengan tangan bertautan, terlihat orang tua mereka tersenyum bahagia.


"Apa kau lelah Ken?" tanya Shaka yang melihat Kenia tampak lesu.


"Ahh tidak kak, aku hanya sedikit pegal-pegal sedari tadi berdiri, huh! tamunya banyak sekali," gerutu Kenia.


Kamila menghampiri sahabatnya itu, setelah dari tadi ia kebelakang cukup lama.


"Hay Ken, selamat ya maaf tadi aku menghilang hehe." ucap Kamila seraya memeluk Kenia.


Saat tangannya hendak beralih ke pengantin pria sontak Kamila terkejut.


"Kak Shaka?? astaga ini ternyata kau... " ucap kamila terkejut.


"Kamila kan.... ?" tanya Shaka tak percaya.

__ADS_1


"Iya aku Kamila, Jika kau yang menikah dengan sahabatku harusnya Sam ada disini kan?"


"Ohh itu, lihatlah! Sam dan Radit Kesini," ucap Shaka menunjuk Sam dan Radit yang berjalan ke arahnya.


Deggg..!!!


Seketika Kenia memegangi dadanya kuat-kuat.


Bagaimana ini, kak Radit kesini aku takut aku tidak bisa menahan air mataku.


ya Tuhan kuatkan hatiku.


Sontak Kamila memandang Kenia, ia khawatir sahabatnya tak akan sanggup bertemu Radit.


"Selamat Shaka dan kakak ipar," ucap Sam menyalami Shaka dan Kenia bergantian.


"Selamat Shaka, aku harap kau tidak akan pernah menyakiti Keniaku," ucap Radit seraya memeluk sepupunya itu.


"Selamat Kenia, semoga kau bahagia," Ucap Radit mengusap pipi Kenia.


Kenia hanya tersenyum getir.


sementara Sam menatap Kamila memastikan apakah itu kekasihnya.


"Bolehkah aku memeluknya kak, sekali saja," tanya Kenia kepada Shaka meminta persetujuan, Shaka yang masih terkejut dengan ucapan Radit terpaksa mengaggukkan kepala.


"Trima kasih," ucap Kenia lalu memeluk erat Radit yang membuat Sam dan Kamila menatap tak percaya.


Ternyata memang benar, laki-laki yang kamu cintai adalah Radit sepupuku, kenapa aku tak pernah menyadarinya.


Ya Tuhan ternyata sesakit ini mencintai orang yang masih berada di dalam masalalunya.


Setelah adegan mengharukan tadi Sam kembali terkejut, matanya memandang tak percaya wanita yang kini di hadapannya.


"Kamila?" ucap Sam tak percaya.


"iya ini aku Sam, maaf tak mengabarimu. Tadinya aku ingin memberi kejutan setelah pernikahan Kenia,"


Sam menggandeng tangan Kamila menjauh, Tak henti-hentinya ia mengulas senyum karena wanita yang dicintainya sudah ada disini. Setelah ini pasti Shaka tidak akan mengatainya jomblo lagi.


"Mil,ada yang ingin aku tahu? kau lihat kan tadi ahh! aku seperti melihat drama cinta segitiga," ucap Sam tak percaya.

__ADS_1


"Aku juga, Rasanya jantungku yang mau copot saat Kenia minta peluk Radit di depan kak Shaka," balas Kamila.


"Radit dan Kenia itu sudah lama pacaran, dan mereka saling mencintai! siapa sangka ternyata orang tua Kenia menjodohkannya dengan kak Shaka sepupunya Radit," jelas Kamila.


Sam hanya melongo mendengar apa yang dikatakan Kamila kekasihnya, dirinya enggan berkomentar mengingat Shaka dan Radit sama -sama orang terdekatnya membuat Sam bingung.


"Semoga saja tidak ada yang berubah," gumam Sam berharap.


***


Setelah Kepergian Radit, kini tinggal Shaka dan Kenia yang masih berdampingan menyambut tamu dengan canggung.


"Ehmmm, Duduklah Ken kau pasti lelah!" ucap Shaka.


"Apa tamunya sudah tidak ada kak, jika boleh aku ingin istirahat saja," jawab Kenia.


"Baiklah aku akan bilang mama dan papa, masuklah nanti aku menyusul." ucap Shaka.


Kenia berjalan masuk kedalam rumah, kakinya sedikit sulit untuk berjalan.


Setelah Shaka meminta izin, Shaka kembali menyusul Kenia.


"Ada apa Ken, apa kakimu sakit?" tanya Shaka khawatir karena melihat Kenia kesusahan berjalan.


"Entahlah kak, rasanya sakit sekali," rintih Kenia.


Seketika Shaka berjongkok di depan Kenia, memaksa istrinya itu melepaskan high hellnya.


"Lihatlah ini ken, kakimu bengkak," ucap Shaka seraya berdiri.


"Lepaskan high hellmu." ucap Shaka dan Kenia menurut.


Tanpa ba..bi..bu Shaka menggendong Kenia ala bridal syle, berjalan menuju kamar.


Dimana kamar yang telah disulap menjadi kamar pengantin untuk mereka.


Shaka merebahkan Kenia diatas ranjang, mengambil kotak p3k didalam laci lalu mengobati kaki Kenia dengan telaten.


Kenia menatap haru "Maafkan aku kak, berusahalah agar aku bisa mencintaimu, jika kau bisa maka seluruh hidupku selamanya hanya tertuju padamu." batin Kenia, ia merasa bersalah saat memandangi kamar yang telah disulap menjadi kamar pengantin, namun tak akan ada malam indah di malam pertama mereka menjadi suami istri.


"Maafkan aku, kak! Maaf karena tak bisa memberikan hakmu." gumamnya pelan, nyaris tak terdengar.

__ADS_1


__ADS_2