
Rain menatap Radit dengan iba, ia cukup tau laki-laki itu hanya berusaha terlihat baik-baik saja, sejak ia bertemu mantan kekasihnya di pertunangan Sam tadi, laki-laki itu terus diam dengan ekspresi dinginnya.
Mobil melaju cepat menembus malam.
"Kamu izin kerja dulu ya Rain, saya mau ajak kamu ke suatu tempat." ucapnya masih dengan wajah datar.
"Saya hanya ingin menenangkan diri sebentar." ujar Radit lagi dan Aku mengangguk pasrah, rasa iba dan simpatiku mengalahkan semuanya, sebut saja ia Dokter tampan yang sedang patah hati.
Rain mengernyit heran lantaran mobil Radit berhenti disebuah danau.
Malem-malem gini ngapain ke danau, patah hati sih ya patah hati pak...
tapi nggak ke tempat horor juga.
Radit belum tau, jika danau yang berada dihadapannya ini danau yang hanya berjarak beberapa meter dari Rumah Shaka dan Kenia, ia hanya pernah bertemu mantan kekasihnya disini.
"Temani saya bentar Rain," ucap Radit seraya turun dari mobil.
Rain hanya mengekor saat Radit duduk di salah satu kursi yang perada disisi Danau Pinggiran.
"Malem-malem gini ngapain Pak ? lampunya remang-remang, saya takut." pandangan Rain menelisik, suasana danau yang tak begitu terang membuatnya bergidik.
"Dasar kamu, makanya jangan di club melulu ! sesekali kamu harus menikmati malam yang indah, noh liat tengah danau. Pantulan sinar rembulan bagus banget !" ucap Radit seraya menunjuk pantulan cahaya remang ditengah Danau.
"Bapak aja yang galau, makanya ngajak saya kesini." sungut Rain.
"Saya baru dua kali kesini, yang kemarin sama istri orang. Sekarang saya ngajak kamu !"
"Istri orang apa mantan Bapak." cibir Rain.
"Dua-duanya Rain, saya nggak bisa nglupain Kenia ! padahal saya sendiri yang minta dia menikah dengan Shaka." jelas Radit, Raut wajahnya tergurat penyesalan.
"Mungkin maksud bapak belum bisa bukan nggak bisa." timpal Rain.
Begitukah ?"
"Pertama bapak harus menguatkan hati bapak dulu, menurut saya kelemahan bapak itu berada saat bertemu mereka, dan cara pertama bapak harus membiasakan diri untuk tidak sakit hati saat bersama mereka." jelas Rain.
__ADS_1
Radit terkesiap mendengarnya, selama ini yang dipikirkannya hanyalah agar terlihat baik-baik saja bukan mencoba baik-baik saja.
"Yang kedua pak Radit harus bisa menata ulang hati bapak, meskipun Kenia sangat berarti buat bapak, bapak harus mulai melupakannya, biar bagaimanapun dia istri orang, dosa tau kalo masih memikirkan istri orang, sekalipun itu mantan bapak sendiri."
"Setelah pak Radit berhasil, saya yakin kehidupan pak Radit akan sedikit tenang." Rain menyunggingkan senyum.
"Terima kasih Rain, sudah menguatkan saya." ucap tulus Radit.
" Hahh...
maksud bapak ? kenapa jadi saya."
"Ya kamu ? memangnya siapa lagi, kamu kan pacar saya." ceplos Radit.
"Pacar ? pacar kontrak kali pak...
Bapak lupa kita cuma pura-pura? "
"Ya gapapa Rain, kontrak juga tetep aja pacar, dari pada jomblo." ucap Radit terkekeh.
Perlahan ia akan membantu Radit melupakan Kenia.
***
Disisi lain Shaka dan Kenia memilih pulang ke rumah, Kenia sedikit kurang nyaman jika harus bermalam di hotel.
Apalagi jarak rumah dan hotel milik keluarga suaminya itu tak terlalu jauh, masih memungkinkan untuk kembali ker rumah.
"Ken ?" panggil Shaka saat sudah sampai didepan rumah.
"Iya sayang, Apa yang kau fikirkan?" tanya Kenia.
"Kita turun dulu," ajak Shaka.
Kenia mengangguk senyum, mereka turun dan langsung masuk ke dalam rumah.
Shaka mengajak Kenia agar langsung naik ke atas.
__ADS_1
Sampai di kamar, Shaka merebahkan diri diatas ranjang.
Kenia memberenggut, "Sayang..."
"Hmmm." sahut Shaka dengan mata terpejam.
Kenia benar-benar dibuat kesal.
"Terus saja seperti itu, kalo mau nggak ada malam kedua dan selanjutnya." ancam Kenia asal.
Sontak Shaka bangkit, "Nggak gitu sayang."
"Trusss." Kenia kesal lantaran Shaka sedikit mengabaikannya sejak bertemu Radit.
"Aku pikir, aku akan tenang kalo Radit sudah punya kekasih. Tapi melihat wanita itu adalah Rain, aku jadi ragu, sepertinya Radit akan butuh waktu lebih lama lagi." ucap Shaka.
Kenia mengusap lembut pundak suaminya.
"Bagaimanapun kak Radit sekarang, aku yakin Rain perempuan baik yang pantas untuknya." ucap Kenia.
"Tapi dia bartender Ken, bekerja diclub malam yang notabenenya terkesan nggak bener."
"Jangan memandang sesuatu dari luarnya sayang."
"Ahh baiklah, kita tidur ya sudah larut." ajak Kenia.
"Malam keduanya kapan?" Goda Shaka.
"Dasar mesum !"
Shaka terkekeh, istrinya slalu bersemu merah saat ia menggodanya, ia merengkuh Kenia agar mendekat.
Namun Kenia justru menulusupkan kepalanya di dada bidang Suami.
"Selamat malam little, mimpi indah." ucap Shaka seraya mengecup pucuk kepala Kenia saat istrinya lebih dulu terlelap dalam pelukannya.
Kemudian ia menyusul sang istri, terlelap bertemu mimpi.
__ADS_1