
Di ruangannya, kembali Ara menggebrak meja, ia tersulut emosi. Meski sadar betul tindakannya juga terbilang berani.
Untung bagi Ara selama ini, keluarga Wira Admaja tak pernah menguak lebih identitasnya. Jika sebenarnya ia adalah anak dari pembantu yang bekerja di Villa Bali bernama Mirna.
Aku akan menyingkirkanmu Nyonya Kenia yang terhormat.
Ara tersenyum jahat, kemudian meraih ponsel dan menelpon seseorang.
"*Hallo Dim, ingat jangan sampai lolos. Aku mau kamu bikin celaka mobil yang ditumpangi Kenia. Jangan sampai gagal, bila perlu buat istri Shaka itu mati." ucap Ara diselingi tawa jahat.
"Siap tuan putri, ingat yaa! kamu juga harus bantu aku dapetin Kamila." sahut Dimas disebrang sana.
"Oke, platnya adalah B xxxx. Nanti kalo wanita itu sudah keluar kantor. Aku telpon lagi." ujar Ara.
Kemudian ia menutup telpon*.
Sam terperanjat kaget, beruntung ia tadi sempat merekam obrolan Ara dengan entah siapa di telpon tadi.
"Akan aku laporkan sama papa nanti, rencanaku sekarang adalah menyelamatkan kakak ipar." gumam pelan Sam.
Ia memutuskan kembali ke ruangannya.
Sebelumnya ia mengirim pesan ke Kenia, agar menemuinya sebelum pulang.
Dan Kenia mengiyakan.
Dua jam berlalu, waktu masih menunjukan jam Kerja.
Kenia keluar dari ruangan Shaka, ia akan pulang kali ini.
Namun ia menemui Sam terlebih dulu.
Ruangan Sam...
"Hay Sam, ada apa?" tanya Kenia begitu bertatap muka dengan Sam.
"Kakak ipar, aku antar pulang ya. Tadi Kamila meminta ketemu sama kamu." pinta Sam.
"Lah, kan aku kesini sama Alan. Alan juga bisa nganterin aku." ujar Kenia.
"Tapi Kamila mintanya kamu sama aku kak, nanti aku bilang Alan.
Sekarang kakak ipar keluar dan tunggu di loby."
__ADS_1
Pinta Sam lagi, sebab jika ia berjalan keluar dengan Kenia maka rencananya bisa gagal.
"Baiklah aku tunggu di loby bawah ya." ucap Kenia akhirnya, kemudian berlalu.
Sam mengekor, namun bukan turun ia sedang memantau Ara di ruangannya.
"Hallo Dim, udah kamu catet plat mobilnya, inget yaaa jangan sampai lolos.Kenia sudah otw pulang sekarang." ucap Ara di telpon.
Sam menutup mulutnya, namun seketika ia menyusul Kenia ke bawah. Sam yakin Shaka masih sibuk saat ini. Jadi ia tak akan memberi tahu Shaka lebih dulu.
Sampai di loby, Sam meminta Alan agar pulang lebih dulu.
Beruntung Sam melihat mobil orang suruhan Ara terhalang jauh. Mereka tak akan curiga jika Kenia tak berada di dalam mobil itu.
"Maaf Alan, demi keselamatan kakak ipar aku mengorbankanmu. Semoga saja tidak sampai terjadi sesuatu yang tak di inginkan." gumam Sam pelan.
Mobil yang dibawa Alan melaju meninggalkan kantor, Segera Sam membawa Kenia agar segera masuk ke dalam mobil.
Namun sengaja ia tak segera menjalankan mobilnya.
Didalam mobil Kenia menatap heran Sam, dalam hatinya bertanya-tanya.
Dan saat Ara melajukan mobilnya yang berada di parkiran. Barulah Sam melajukan mobilnya.
"Sam sebenarnya ada apa? Kau tampak gusar." tanya Kenia.
"Enggak kakak ipar, nanti jika benar terjadi sesuatu sama Alan. Akan aku ceritakan semuanya." ujar Sam sembari fokus pada kemudi.
Mobil melaju menuju rumah utama keluarga Admaja.
Disisi lain,
Brakkkk!
Mobil yang dibawa Alan disrempet oleng oleh Dimas hingga menabrak sebuah pohon.
Lalu Dimas melajukan mobilnya.
"Aku tak mungkin menghabisi Kenia, aku tak mungkin mengkhianati Rio. Rio sangat mencintai Ara." gumam Dimas lalu melajukan mobilnya kencang meninggalkan tempat itu.
Pikir Dimas saat itu, yang dilakukannya hanya menyerempet.
Namun naas, mobil Alan justru menabrak pohon.
__ADS_1
Sisi lain kantor Admaja...
Shaka menerima telpon dari rumah sakit Hermina, jika mobil Alan mengalami kecelakaan.
Saking panik karena setahu Shaka, Alan bersama Kenia maka Shaka langsung meluncur ke rumah sakit Hermina.
"Atas nama Alan dan Kenia sus." tanya Shaka panik.
"Maaf pak, disini hanya tertera korban bernama Alan, dan tidak ada korban lain." jawab resepsionis itu.
"Brakkk! bagaimana bisa. Di mobil itu ada istri saya."
"Tenang pak, lebih baik anda menemui sdr. Alan lebih dulu. Beliau baru saja sadar."
"Ruangan berapa?" tanya Shaka tak sabar.
"Ruang melati B1"
Shaka berjalan ke ruangan dimana Alan di rawat.
"Pak Sha.. ka." Alan memegangi kepalanya yang sakit.
Diruangan itu Ada Radit dan Alan serta satu suster.
Shaka mendesah, " Radit dimana Kenia, dimana istriku."
Dahi Radit seketika mengkerut, "Kenia?"
"Kenia tidak ada disini."
"Pak Shaka, maaf tapi Bu Kenia sudah pulang." Alan tampak kesakitan.
"Maksudmu?" tanya Shaka masih terdengar emosi.
"Tenang, Shak." Radit meminta Shaka agar lebih tenang dan mendengarkan penjelasan Alan pelan-pelan, karena Alan masih kesakitan dan kesulitan.
"Pak, tadi bu Kenia pulang bersama pak Sam, jadi saya pulang sendiri. Dan kecelakaan itu, tadi ada satu mobil membuntuti saya."
Jelas Alan.
"Jadi Kenia pulang sama Sam." Shaka bernafas lega.
"Lalu bagaimana?"
__ADS_1