
Shaka merebahkan istrinya diatas ranjang, namun bukan bangkit ia malah justru mengungkung Kenia di bawahnya.
"Mau apa, hmm?" Ken berusaha melepaskan diri dari kungkungan suaminya.
"Malam ini, sekali saja ya." bisiknya tepat di telinga membuat Kenia memekik geli.
"Apanya, hmm."
Kenia memang begitu, ia selalu pura-pura tak tau kode dari Shaka.
Shaka tersenyum smirk, "Janji akan pelan-pelan." ungkapnya dengan jari terangkat ke atas membentuk huruf V.
Kenia memegangi perutnya, ia merasa terancam malam ini. Tapi biar bagaimanapun juga, sudah jadi kewajibannya menuruti permintaan Shaka.
"Baiklah, suamiku tercinta." Kenia mengalungkan tangannya ke leher Shaka pertanda setuju.
Dengan sigap Shaka melancarkan aksinya mulai dari mencium bibir Kenia, hingga turun ke bawah dan memberi tanda tanda cinta di setiap inci tubuh Kenia, dalam hitungan menit Shaka berhasil menerobos masuk ke dalam inti milik Kenia.
Hingga suara desahan itu terdengar membuat Shaka tersenyum semangat.
Setelah mencapai puncaknya, ia memeluk Kenia begitu erat, sangat erat.
Lelah, itulah yang dirasakan Kenia. Padahal ia hanya melakukannya sekali dengan Shaka, tapi badan seperti remuk.
Shaka memudurkan pelukannya, lalu merebahkan diri di samping sang istri yang telah terlelap lebih dulu.
Ia memandangi langit-langit kamar dengan senyum mengembang, namun tiba-tiba ponselnya berbunyi membuat ia tersentak dari lamunan dan kembali memakai pakaiannya.
Dari mama? Shaka mengerutkan dahinya, malam-malam begini mamanya menelpon.
Kemudian Shaka menggeser tombol hijau ke atas di layar ponselnya.
"*Hallo ma, Kenapa menelpon Shaka malam-malam begini, hmmm?"
"Sayang, kamu jadi pulang ? bagaimana keadaan menantu mama, Kenia? mama rindu sekali dengan kalian, jangan lupa ya cucu buat mama."
__ADS_1
"Astaga mama, ini juga lagi usaha dibuatin, Ohh ya ! Papa mana ma?"
"Iya Ka ada apa nyari papa, hmmm?"
"Shaka berencana menunda pulang dua atau tiga hari lagi, papa nggak kewalahan di kantor? apa papa keberatan?"
"Tidak Ka, asal kaliam sehat dan pulang dengan kabar bahagia kami itu sudah cukup, perusahaan biar papa yang urus sementara."
"Baik, Pa! Kalau begitu aku tutup telponnya dulu. Selamat beristirahat papa sayang*."
Tut..
Telepon mati, Shaka cukup lega setidaknya ia sudah memberi kabar pada orang tuanya tentang rencananya menunda kepulangan.
Ia juga tak menceritakan kejanggalan yang terjadi di Villa agar mereka tak begitu khawatir.
Shaka berusaha memejamkan matanya namun ia tak bisa.
Ia memutuskan untuk turun ke dapur membuat capucinno agar fikirannya sedikit jernih.
Shaka membawa capucinno hangat itu ke balkon kamarnya, sembari menikmati dinginnya malam.
Shaka bukan pecandu rokok, tapi ia juga bukan type orang anti rokok.
Baginya merokok bisa membawa ketenangan, kadang juga memunculkan ide-ide jika disandingkan dengan kopi.
Namun terkadang pendapat orang beda-beda, Shaka makhlum itu.
Ia sedikit menutup pintu balkonnya, agar istri tercintanya tak terganggu oleh asap rokoknya yang mengepul.
Pandangannya mengedar, seperkian menit ia fokus pada pos satpam yang sempat ia intai.
Terliat dua satpamnya memang sedang berjaga seperti biasa.
Setelah dirasa tenang dan mengantuk, ia kembali ke kamar.
__ADS_1
Berada di luar dengan udara dingin yang menemani memang tenang, tapi jika terlalu lama itu tak baik untuk kesehatan.
Ia memutuskan untuk tidur menyusul sang istri.
Terlihat Kenia begitu pulas,wajahnya lelah hingga saat Shaka menoel hidungnya bahkan mencubit pipinya ia hanya melenguh.
"Emmmtthhh..."
Begitulah suaranya, membuat Shaka semakin gemas dan selalu ingin mengganggunya.
Namun tidak, ia cukup tahu istrinya lelah.
Baginya, Kenia menurutinya tadi saja sudah cukup membuatnya bersyukur.
Apalagi di kondisi Kenia yang akhir-akhir ini aneh dan mual-mual.
"Selamat tidur little sayang, mimpi indah. Aku mencintaimu."
Ucap Shaka sembari mencium pucuk kepala Kenia.
Kemudian ia melingkarkan tangannya dan menenggelamkan wajah Kenia ke dalam pelukannya.
Perlahan ia ikut terpejam, terlelap bersama sang istri.
Alloha hay....
Terima kasih buat yang sudah setia mampir di ceritaku, aku pemula dan masih belajar.
Masih butuh kritik dan saran agar aku lebih semangat buat up lagi...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like vote dan juga komen dan vote
❤❤
Mampir juga ke ceritaku yang satunya ya 😘
__ADS_1
Happy Reading yeah😘😘