
Pagi hari, dengan mata sedikit mengantuk. Shaka terbangun dari tidurnya.
Dipandangnya wajah sang istri yang tak pernah membuatnya bosan.
Dibelainya anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya.
Lalu ia mendaratkan kecupan di kening Kenia.
"Bangun sayang." ucap Shaka mengusap pipi Kenia.
Namun bukannya bangun Kenia justru semakin nyaman dalam sentuhannya.
"Bangun sayang." Shaka tak putus asa, kini tangannya beralih menunjuk-nunjuk pipi istrinya agar lekas bangun.
Tak sabar melihat Kenia yang enggan membuka mata, Shaka memencet hidung istrinya, hingga akhirnya Kenia menggeliat dan mulai menggerakkan tubuhnya.
Hoammmss..
Dan akhirnya Kenia bangun, ia terperanjat begitu membuka mata, Shaka menatapnya begitu intens.
" Sayang, kau sudah bangun." ucap Kenia nyengir kuda.
" Sudah dari satu jam yang lalu."
"Itu artinya..." Kenia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Satu jam aku menunggumu, sekarang kita lanjutkan lagi yang semalam." bisik Shaka.
"Apa, jadi kau membangunkanku untuk itu." cicit Kenia.
Shaka terkekeh, " memangnya kenapa ? kau istriku dan aku suamimu. Lagi pula kita sedang bulan madu kan ?"
"Tapi aku lelah." Keluh Kenia dengan ekspresi cemberut.
"Aku juga lapar." ucapnya lagi seraya memegangi perutnya.
"Satu kali saja, dan aku akan memasak untukmu." pinta Shaka.
Kenia akhirnya mengangguk mengiyakan. Dengan gesit Shaka memposisikan dirinya, siap melanjutkan Aktifitas panasnya bersama Kenia.
Shaka mencium bibir Kenia, belum sempat Kenia membalas.
Suara ketukan pintu menghentikan mereka.
[Tok..tok..tok...]
__ADS_1
"Uhhh sial, dasar pengganggu." umpat Shaka kesal.
Ia meraih kimono dan memakainya, lalu membuka pintu.
sedangkan Kenia memilih menutupi dirinya dengan selimut tebal sampai ke leher dan pura - pura tidur.
Ceklek ! pintu terbuka, menampilkan sosok bi Mirna. Art yang mengurus Villa disini.
"Maaf tuan, saya tadi datang terlambat. Dan itu, sarapannya udah siap." ucap bi Mirna menunduk.
" Iya bi, nanti saya turun ya. Nunggu istri saya bangun dulu." ucap Shaka akhirnya.
Shaka memang jarang memarahi pekerjanya, apalagi perihal sepele seperti itu. Shaka tak terlalu mempermasalahkan. Jika kesal mungkin ia hanya akan mengumpat sendiri.
Shaka kembali menutup pintu, lalu mendekat ke arah istrinya.
"Kita lanjut lagi ya sayang, sekali saja."
ujarnya dan langsung melepas kembali kimononya.
Kenia mengangguk senyum, kemudian Shaka menyibak selimut tebal yang menutupi tubuh istrinya lalu kembali melakukan aksinya.
Shaka memberikan tanda-tanda cinta di setiap inci leher juga tubuh istrinya.
[ tok.. tok.. tok..]
Kenia terkekeh, "Buka dulu gih. Siapa tau penting."
"Enggak." Shaka bukannya membuka pintu, ia justru malah semakin menenggelamkan wajahnya di ceruk leher istrinya.
Untungnya tadi Shaka sempat mengunci pintu, biarlah pengganggu itu mau mengetuknya hingga lelah pun, Shaka tak akan membukanya.
"Sayang."
"Hm."
"Terus."
"Iya sayang."
Shaka tersenyum puas, hingga akhirnya ia merebahkan diri di samping Kenia.
Kau pasti lapar sekali ya?" Shaka menatap Kenia yang tampak kelelahan.
"Iya sayang, aku lapar." Keluh Kenia sembari memegang perutnya.
__ADS_1
"Baiklah, kita mandi dulu. Baru kita turun makan." putus Shaka.
Kenia mengangguk, kemudian mengekor sang suami ke kamar mandi.
***
Satu jam kemudian, Kenia sudah bersiap dengan bajunya.
Sedangkan Shaka masih berada di ruang ganti.
"Sayang."teriak Kenia.
"Iya.." sahut Shaka yang baru saja keluar mengganti bajunya.
"Lihat ini, tanda merahnya banyak banget. Aku malu." kenia menunduk.
"Gak papa, disini gak ada orang." ucap Shaka menenangkan.
Kenia masih menggurutu kesal.
"Ayo turun." ajak Shaka.
Kenia mengangguk, ia berjalan lesu dibelakang suaminya.
Sampai di ruang makan, sudah ada Sam dan Kamila yang menatap mereka dengan kesal.
"Hmmm, kita jadi seperti pengganggu ya hon." Sam mencebik kesal.
Kamila memandang kakak iparnya bergantian, seketika matanya fokus pada area leher Kenia.
"Ohh.." Kamila malu, teringat dirinya dan Sam tadi mengetuk-ngetuk pintu mereka.
"Ohh astaga, " Kamila langsung menunduk menutupi wajahnya, pikiran mulai liar.
Jangan-jangan tadi, mereka !
Oh, aku merasa berdosa sekali...
"Hon, kita ke kamar." ajak Kamila akhirnya.
"Kalian baru datang." tanya Kenia, sedangkan Shaka hanya tersenyum.
"Iya kak, sepertinya kita harus istirahat dulu. Iya kan beb?" Sam kini menyenggol istrinya.
Kamila nyengir kuda, " Eh, iya kita istirahat dulu." sahut Kamila dan langsung menarik tangan Sam begitu saja.
__ADS_1
**