MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)

MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)
Hay mantan


__ADS_3

Kenia turun dari taksi, ketika dirinya sudah sampai didepan butik Zara, hari ini rencananya ia akan mencari gaun untuk acara pertunangan Sam dengan sahabatnya Kamila.


"Permisi mbak, ada yang bisa saya bantu." ucap salah satu karyawan yang sedang melihat Kenia memilih-milih dress namun tak ada yang mampu memikat hatinya.


" Dress yang cocok buat saya yang mana ya mbak, saya bingung hehe." ucap Kenia cengengesan.


"Bentar ya mbak," ucap karyawan tadi berlalu dan kembali dengan membawa dua buah dress berwarna merah dan hitam.


" Ini yang limited edition mbak, masih anget." ucap karyawan tersebut seraya tersenyum.


Kenia kembali bingung memilih yang mana, seketika ia teringat sang suami sangat menyukai ia waktu memakai dress warna maroon.


"Aku ambil yang ini ya mbak." ucap Kenia menunjuk dress berwarna merah.


***


Kenia telah selesai membayar gaunnya, ia hendak melangkah keluar namun terhenti saat sebuah tangan menepuk pundaknya pelan.


"Hay mantan." sapa Radit dengan senyum manisnya.


"Astaga kak, kau mengagetkanku." sungut Kenia namun matanya menyelidik, seorang Radit dokter yang cukup sibuk siang bolong begini ke butik? batinnya bertanya heran.


"Sendirian." tanyanya lagi dan Kenia hanya mengangguk, batinnya ingin sekali bertanya tapi ia urungkan.


Disisi lain Rain sedang memilih dress yang cocok untuk dirinya, ia sungguh bingung akan memakai yang mana, semua bagus dan mahal.


"Apa ini, ia memintaku menjadi pacar kontraknya. Belum juga sandiwara dimulai udah duluan ketemu mantannya." keluh Rain saat melihat Radit dan Kenia bertegur sapa.


Rain ingat betul wanita itu adalah mantan dari pacar kontraknya, meski ia belum pernah bertemu secara langsung dan baru kali ini, ia sangat yakin wanita itu mirip sekali dengan foto yang ditunjukan Radit tempo hari yang lalu.


*flash back on*


Disudut kafe yang tak terlalu rame pengunjung, Rain mengesap capucinnonya pelan, lalu menghela nafas kasar.

__ADS_1


"Pokoknya aku mau, kamu !


Kamu bantuin akulah Rain." bujuknya memohon.


"Saya bantu apa pak, Kenapa bapak terus maksa saya." ketus Rain.


Dion menatap Radit dan Rain bergantian.


"Rain, aku rasa nggak ada salahnya kamu bantu Radit. Kamu tau dia satu fakultas sama kita dulu, setidaknya kasianilah dia sebagai teman, nasib percintaannya begitu tragis." Dion menimpali.


"Oke, tapi saya harus tau apa alasannya dulu." ucap Rain.


"Aku cuma pengen mantan dan sepupu saya nggak lagi merasa bersalah dan..."


ucap Radit menggantung.


"Aku tau, kamu hanya ingin terlihat baik- baik sajakan dimata mereka." potong Rain, entah keberanian apa yang membuat dirinya mengucapkan kata itu, bahkan ia sudah tak bicara formal lagi. Namun satu pasti, sejak ia mendengar rancauan Radit malam itu, gadis yang menjadi bartender di Blackzone itu sudah menaruh simpati padanya.


"Kak Radit sendiri sama siapa ? tanya Kenia dengan kepala mengedar keliling, tak ada wanita didekatnya.


"Sama calon." ucapnya terkekeh.


"Ahh baiklah, sekarang katakan dimana dia." tanya Kenia yang begitu penasaran.


Rain mendekat, setelah sebelumnya berdehem untuk menetralisir kegugupannya, ia akan mulai berakting hari ini.


"Sayang..." ucap Rain yang datang tiba-tiba lalu meraih tangan Radit.


Kenia mendongkak tak percaya, Radit memang tak berbohong.


"Hay Kenia." sapa Rain dengan senyum lalu mengulurkan tangannya.


Apaan ini bahkan dia sudah tau namaku, apa dia juga tau aku mantannya kak Radit,

__ADS_1


ohh Astaga...


"Hay juga..." Kenia menbalas uluran tangan Rain.


"Aku Rain, pacarnya mas Radit. senang bertemu denganmu ! kau sungguh cantik."


Manis sekali dia berakting, padahal aku sudah cukup gugup bertemu dengan Kenia saat membawanya tanpa sengaja...


"Oh baiklah senang bertemu kalian juga. Ohh ya kak Radit, Rain sampai ketemu di pertunangan Sam dan Kamila, aku duluan." Ucap Kenia memutuskan pulang lebih dulu.


"Iyaa hati-hati" ucap Radit kemudian, sedangkan Rain hanya tersenyum tipis memandang kepergian Kenia.


Butik Zara..


" Kenapa belum milih bajunya." tanya Radit heran.


"Aku mana tau yang pantas, semuanya bagus dan mahal." ucap Rain polos.


"Ohh astaga Rain." keluh Radit.


Rain hanya tersenyum menanggapi, ia mengekor dibelakang Radit saat laki-laki itu mencoba memilih dress mana yang cocok untuknya.


"Ini cobalah." ucap Radit menyodorkan dress hitam limited kepada Rain.


Rain mengangguk kemudian berlalu ke ruang ganti.


Sepuluh menit berlalu, Rain keluar dengan memakai dress hitam, Rambutnya tergerai indah,ia terlihat sangat cantik walaupun hanya dengan riasan natural.


"Gimana ?" tanya Rain namun Radit justru terlihat tak berkedip melihatnya.


"Cantik !" ucapnya spontan membuat Rain merona malu.


Sadar Rain sadar ! ingat pacar kontrak..

__ADS_1


__ADS_2